in , ,

Review Novel Parade Senyap

The Silent Parade – Bagaimana jika sebuah kota kecil menyimpan rahasia yang terlalu lama dipendam hingga akhirnya pecah dalam satu peristiwa yang mengerikan? Di situlah misteri mulai bergerak pelan, meninggalkan jejak yang sulit ditebak.

Parade Senyap merupakan novel terjemahan dari Jepang yang berjudul asli Chinmoku no Par?do atau Silent Parade. Karya ini ditulis oleh Keigo Higashino, penulis ternama asal Jepang yang dikenal lewat banyak novelnya yang sukses dan penuh teka-teki. Versi terjemahan Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 27 September 2025 dengan tebal 512 halaman.

Novel Parade Senyap adalah buku keempat dalam seri Detektif Galileo. Berikut urutan novel-novel dalam seri tersebut:

  1. Y?gisha X no Kenshin (The Devotion of Suspect X), 2005
  2. Seijo no Ky?sai (Salvation of a Saint), 2008
  3. Manatsu no H?teishiki (A Midsummer’s Equation), 2011
  4. Kindan no Majutsu (The Forbidden Magic), 2012
  5. Chinmoku no Par?do (Silent Parade), 2018
  6. To?mei na Rasen (Invisible Helix), 2021

Buat Grameds yang menyukai karya-karya Keigo Higashino, jangan sampai melewatkan novel yang satu ini. Terutama bagi Grameds yang gemar membaca kisah thriller penuh misteri dan kejutan,Parade Senyap sangat direkomendasikan untuk masuk dalam daftar bacaanmu. Ayo, kita telusuri bersama rahasia di balik kasus pembunuhan yang rumit dalam novel ini. Tapi sebelum itu, baca dulu ulasan lengkapnya sampai akhir, ya!

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Profil Keigo Higashino – Penulis Novel Parade Senyap

Keigo Higashino adalah salah satu penulis fiksi paling terkenal dan laku di Jepang, mirip dengan James Patterson, Dean Koontz, atau Tom Clancy di Amerika Serikat. Keigo lahir di Osaka, ia mulai menulis novel pada saat bekerja sebagai insinyur di Nippon Denso Co. (sekarang DENSO). Pada tahun 1985, di usia 27 tahun, ia memenangkan Hadiah Edogawa Ranpo untuk novel Hokago (After School), Edogawa Ranpo adalah penghargaan yang diberikan setiap tahun untuk karya misteri terbaik. 

Setelah itu, ia berhenti dari pekerjaannya dan berpindah haluan sebagai penulis di Ibukota, Tokyo. Pada tahun 1999, Higashino memenangkan penghargaan dari Mystery Writers of Japan Inc untuk novel Himitsu (The Secret), novel ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Kerim Yasar dan diterbitkan oleh Vertical dengan judul Naoko pada tahun 2004.

Pada tahun 2006, Keigo Higashino memenangkan Hadiah Naokinya yang ke-134 untuk novelnya yang berjudul Yogisha X no Kenshin. Sebelumnya, ia telah dinominasikan lima kali berturut-turut sampai akhirnya ia meraih kemenangan dengan novel ini. Yogisha X no Kenshin menjadi buku dengan penjualan tertinggi kedua seantero Jepang baik di dalam genre fiksi maupun nonfiksi pada tahun penerbitannya, dengan lebih dari 800.000 eksemplar terjual. Novel ini memenangkan Penghargaan Naoki untuk Novel Terbaik, yang merupakan penghargaan sangat bergengsi dan setara dengan Penghargaan Buku Nasional dan Man Booker Prize di Jepang. 

Kemudian novel karya Higashino ini diadaptasi menjadi film di Jepang dengan judul, The Devotion of Suspect X menghabiskan 4 minggu di puncak box office dan menjadi film terlaris ketiga tahun itu. Selain Y?gisha X no Kenshin banyak novel buatan Higashino yang kemudian diadaptasi menjadi film dan serial TV, karya novel milik Higashino lebih banyak daripada karya Tom Clancy atau Robert Ludlum, karya milik Higashino yang diadaptasi menjadi film atau serial TV hampir setara dengan karya Michael Crichton, penulis terkenal asal Amerika.

Sinopsis Novel Parade Senyap

Seorang gadis populer tiba-tiba menghilang tanpa meninggalkan jejak. Tiga tahun kemudian, sisa-sisa tubuhnya ditemukan di antara reruntuhan rumah yang terbakar. Polisi berhasil menemukan beberapa petunjuk yang mengarah pada seorang pria, namun tidak cukup kuat untuk membuktikan bahwa dialah pelakunya. Pria tersebut sempat ditahan, tetapi akhirnya dibebaskan karena kurangnya bukti yang meyakinkan.

Bukan kali pertama pria itu lolos dari hukuman. Hampir dua puluh tahun sebelumnya, ia juga pernah diadili atas kasus pembunuhan, namun kembali bebas karena bukti yang tidak cukup. Dengan kecerdikannya, ia memanfaatkan celah hukum yang membuat Kusanagi, polisi yang menangani kedua kasus tersebut, merasa frustrasi dan tak berdaya.

Kusanagi bersumpah akan terus mencari bukti yang bisa menjerat pria itu. Namun tak lama kemudian, pria yang menjadi tersangka tersebut ditemukan tewas. Banyak orang memiliki alasan untuk menginginkan kematiannya, sehingga polisi mulai mencurigai adanya pembunuhan. Masalahnya, setiap orang yang memiliki motif justru memiliki alibi yang kuat.

Kusanagi pun memutuskan untuk meminta bantuan sahabat lamanya, Yukawa Manabu sang Detektif Galileo, agar bersama-sama mengungkap misteri kematian sang tersangka dan membuktikan bahwa kematiannya bukanlah kebetulan.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Parade Senyap

Pros & Cons

Pros
  • Menghadirkan sudut pandang baru.
  • Cerita thriller yang membuat penasaran.
  • Karakter mudah diingat.
  • Chapter yang singkat.
  • Bisa dibaca sendiri.
Cons
  • Alur lambat diawal.
  • Beberapa bagian membingungkan

Kelebihan Novel Parade Senyap

Novel Parade Senyap karya Keigo Higashino memiliki banyak kelebihan yang menjadikannya bisa diterjemahkan ke berbagai bahasa dan menjadi buku best seller.

  • Menghadirkan sudut pandang baru

Salah satu keistimewaan Keigo Higashino adalah kemampuannya untuk mengubah cara pandang terhadap pertanyaan klasik seperti di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana, lalu meninjaunya dari sudut yang tak biasa. Hal ini membuat pembaca diajak melihat sebuah kasus dalam novel ini dengan perspektif baru yang segar dan menantang.

  • Cerita thriller yang membuat penasaran

Novel ini berfokus pada beberapa kasus pembunuhan yang saling berkaitan dan harus dipecahkan. Parade Senyap menyuguhkan kisah kejahatan yang rumit dengan banyak tersangka dan rahasia yang tersembunyi. Alurnya padat, kompleks, namun tetap menegangkan. Beragam kejutan dan plot twist yang ada juga membuat pembaca terus menebak-nebak hingga akhir cerita. 

  • Karakter mudah diingat

Setiap tokoh dalam cerita digambarkan dengan kuat dan memiliki keterkaitan satu sama lain. Karakter-karakter ini mudah diingat karena masing-masing memiliki ciri khas dan peran penting dalam menggerakkan cerita.

  • Chapter yang singkat

Novel ini disusun dalam bab-bab pendek yang membuat pembaca dapat menikmati alur cerita dengan cepat. Gaya penulisan seperti ini menjadikan proses membaca terasa ringan dan mengalir, seolah pembaca melaju begitu saja dari satu bab ke bab berikutnya.

  • Bisa dibaca sendiri

Meskipun Parade Senyap merupakan bagian dari seri Detektif Galileo, pembaca tidak perlu membaca tiga buku sebelumnya untuk memahami cerita ini. Setiap buku menghadirkan kasus pembunuhan yang berbeda, sehingga dapat dinikmati sebagai kisah tersendiri tanpa kehilangan maknanya.

 

Kekurangan Novel Parade Senyap

Meskipun novel ini memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kekurangan yang mengikutinya. 

  • Alur lambat di awal

Bagian awal cerita terasa cukup lambat. Pembaca akan menghabiskan beberapa halaman bersama keluarga korban yang masih berduka, sementara polisi meninjau kembali kasus orang hilang. Banyak detail diberikan tentang rumah dan suasana di sekitarnya, yang membuat awal cerita terasa panjang dan sedikit membosankan sebelum masuk ke inti kasus.

  • Beberapa bagian membingungkan

Meskipun karakter-karakternya kuat dan mudah diingat, hubungan di antara mereka terkadang membingungkan. Banyaknya tokoh dan sudut pandang yang silih berganti dapat membuat pembaca kehilangan arah. Beberapa bagian terasa bertele-tele sehingga pembaca harus lebih berhati-hati mengikuti siapa yang melakukan apa agar tidak keliru memahami jalannya cerita.

 

Parade Senyap di Dunia Nyata

Tidak hanya menjadi judul novel, ternyata Parade Senyap juga benar-benar pernah terjadi di dunia nyata, lho Grameds. Parade Protes Senyap Negro atau Negro Silent Protest Parade adalah aksi protes politik yang berlangsung di New York City pada 28 Juli 1917. Tujuan utama dari pawai ini adalah menarik perhatian masyarakat luas terhadap kekerasan rasial dan diskriminasi sistemik yang dialami oleh warga Afrika-Amerika. Aksi ini digelar sebagai tanggapan atas serangkaian serangan bermotif rasial yang terjadi pada tahun 1916 dan 1917, termasuk pembantaian di East St. Louis serta hukuman gantung tanpa pengadilan di Waco dan Memphis.

Parade tersebut diselenggarakan oleh gabungan berbagai kelompok Afrika-Amerika yang dipimpin oleh NAACP yang saat itu baru dibentuk. Pawai dimulai dari 57th Street dan berlanjut menuju Fifth Avenue hingga berakhir di Madison Square. Sekitar 8.000 hingga 15.000 peserta Afrika-Amerika ikut berbaris dalam keheningan, hanya diiringi dengan ketukan drum yang lembut sebagai simbol duka dan keteguhan hati.

Acara ini mendapat liputan luas dan berhasil menarik perhatian terhadap kekerasan yang dialami warga kulit hitam di Amerika. Penyelenggara berharap aksi damai tersebut dapat mendorong pemerintah federal untuk membuat undang-undang yang melarang hukuman gantung tanpa pengadilan. Namun, Presiden Woodrow Wilson saat itu tidak menindaklanjuti tuntutan mereka. Karena banyak negara bagian di wilayah Selatan enggan menuntut pelaku hukuman gantung berdasarkan hukum yang berlaku, undang-undang federal baru benar-benar disahkan bertahun-tahun kemudian, yaitu pada tahun 2022 melalui Undang-Undang Anti-Hukuman Gantung Emmett Till.

Penutup

Melalui novel Parade Senyap ini Grameds akan diajak untuk melihat dunia misteri dari sudut pandang yang berbeda dan penuh kejutan. Keigo Higashino sekali lagi menunjukkan kepiawaiannya dalam merangkai kisah yang rumit namun memikat, membuat setiap halaman terasa hidup dan sulit untuk ditebak hingga akhir. 

Grameds, itu dia sinopsis, ulasan, dan pesan moral dari novel Parade Senyap karya Keigo Higashino. Yuk kita cari tahu kelanjutan misteri ini dengan membaca buku ini yang bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com! Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

 

Rekomendasi Buku

1. Malice – Cerita Pembunuhan Sang Novelis

 

Malice - Catatan Pembunuhan Sang Novelis 

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Cerita dalam novel ini mengandung materi yang diperuntukkan untuk pembaca 17 tahun keatas. Tidak dianjurkan untuk dibaca anak-anak di bawah umur 17 tahun, dikhawatirkan adanya alur yang tidak sesuai dengan umur tersebut.

Novel ini memiliki genre fiksi, aksi, pembunuhan, kriminal, dan misteri ini memiliki jalan cerita yang membuat para pembaca akan penasaran terkait akhir dari cerita pada novel tersebut. Penggunaan kosakata yang ringan membuat para pembaca dapat menikmati cerita dengan santai dan penasaran walau alur cerita yang dibuat akan sedikit membutuhkan pemikiran untuk menebak-nebak cerita ini. Ukuran font yang tepat tidak akan membuat pembaca pusing saat melihat tulisan yang ada didalam novel. Sehingga untuk para pembaca yang sangat menyukai cerita yang bergenre misteri dan pembunuhan khususnya dalam bentuk novel, Catatan Pembunuhan Sang Novelis merupakan buku yang cocok untuk dibaca.

 

2. Pembunuhan di Nihonbashi (Shinzanbono – The Newcomer)

The Newcomer - Pembunuhan di Nihonbashi          

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Detektif Kaga Kyoichiro baru dipindahkan ke Nihonbashi, Tokyo. Ia memang pendatang baru, tapi sangat berpengalaman menangani kasus kriminal. Ia bergabung dengan tim untuk menyelidiki pembunuhan seorang wanita. Semakin terlibat dalam kasus itu, semakin banyak tersangka baru bermunculan. Bahkan, hampir semua orang yang tinggal dan bekerja di distrik Nihonbashi memiliki motif sebagai pelaku.

Agar si pelaku tertangkap, Kaga harus mengurai seluruh rahasia di sekitar hidup manusia yang rumit. Masa lalu korban, sejarah keluarganya, dan hari-hari terakhir hidupnya merupakan kunci yang akan membawa Kaga kepada si pelaku.

 

3. Kesetiaan Mr. X 

Devotion of Suspect X (Kesetiaan Mr. X)  

button cek gramedia com

Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.

Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan Detektif Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apapun insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya, Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata teman kuliah Ishigami.

Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad baja.

 

Written by Laura Saraswati