Kampus Meretas Batas – Hai Grameds! Siapa di antara kamu yang pernah berpikir, “Kenapa ya seseorang mendirikan sekolah, kampus, dan institusi pendidikan lainnya? Apa tujuannya? Bagaimana proses membuatnya?” Pertanyaan dalam diri kamu mungkin akan terjawab di buku yang akan dibahas pada artikel ini.
Grameds pastinya tahu bahwa banyak sekali universitas di Indonesia dan di dunia yang menjadi favorit banyak orang, hingga menjadi bagian dari universitas tersebut merupakan sebuah impian besar bagi orang tua dan anak. Kamu juga mungkin sudah paham bahwa sistem pendidikan di perguruan tinggi lebih rumit dibandingkan sekolah. Jurusan yang disediakan, program studi, dan ilmu yang diberikan lebih mendalam dan bukan hanya informasi umum yang wajib diketahui banyak orang.
Universitas menjadi tempat membentuk bakat baru yang nantinya mengisi berbagai bagian di masyarakat. Buku Kampus Meretas Batas adalah sebuah buku tentang proses membangun President University yang ditulis dengan gaya naratif dan inspiratif. Buku karya Jean Satrijo Tanudjojo dicetak oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada 4 Februari 2026.
Pham Van Vung, Profesor di Sam Houston State University, AS memuji buku ini, karena tidak hanya menceritakan sejarah universitas, tetapi juga menangkap semangat yang membentuk institusi pendidikan—berwawasan global, berkarakter disiplin, dan selalu tertantang untuk berkembang. Masih banyak akademisi lain di dunia yang memuji buku Kampus Meretas Batas ini. Penasaran dengan isinya, Grameds? Terutama kamu yang kuliah di President University, kenalan lebih dalam dengan buku ini, yuk!
Table of Contents
Profil J. Satrijo Tanudjojo – Penulis Buku Kampus Meretas Batas
Jean Satrijo Tanudjojo merupakan Presiden dan CEO Nexans China & Japan pada periode 2009 hingga 2017 yang berkantor pusat di Shanghai, sekaligus menjabat sebagai Ketua perusahaan Nexans di Tiongkok. Sebelumnya, ia berkarier di Areva T&D dengan posisi terakhir sebagai Vice President Sumber Daya Manusia untuk divisi Penjualan, Pemasaran, dan Layanan yang berbasis di Paris pada 2004 hingga 2006. Setelah itu, ia dipercaya memimpin sebagai CEO AREVA T&D China di Beijing dari 2006 sampai 2009.
Sebelum bergabung dengan Areva, Satrijo mengabdikan lebih dari dua dekade kariernya di Schlumberger sejak 1983 hingga 2004. Ia memulai perjalanan profesionalnya sebagai insinyur lapangan di Australia, lalu berkembang menempati berbagai posisi kepemimpinan. Ia pernah memegang tanggung jawab manajerial di bidang Sumber Daya Manusia, Strategi, dan Manajemen Umum. Di Prancis, ia menjabat sebagai Direktur Proyek integrasi pasca merger, sementara di Timur Tengah ia dipercaya sebagai Vice President dan Direktur Pelaksana Grup Schlumberger di Iran.
Dalam bidang akademik, Satrijo meraih gelar Doktor dalam Manajemen Pengetahuan dari Cranfield University, gelar MBA dari ESSEC Business School, serta gelar Magister Ilmu Geofisika dari Universitas Gadjah Mada. Ia juga merupakan alumni Program Sertifikasi Pelatihan dari Columbia University dan Program Tata Kelola Perusahaan Internasional dari INSEAD. Selain itu, ia menyandang sertifikasi sebagai Profesional Manajemen Proyek.
Ia dikenal aktif dalam pembinaan serta pengembangan kepemimpinan di tingkat internasional, didorong oleh keyakinannya yang kuat terhadap pentingnya pengembangan talenta. Satrijo kerap memberikan nasihat strategis kepada para eksekutif senior di kawasan Asia Pasifik, khususnya dalam proses integrasi pasca penggabungan dan manajemen perubahan.
Pengalaman panjangnya dalam Manajemen Umum dan Sumber Daya Manusia yang ditempa di Schlumberger, Areva, dan Nexans membentuk perspektif global yang matang. Dengan pengalaman bekerja dan tinggal di sembilan negara di kawasan Pasifik dan Atlantik, ia memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika lintas budaya. Satrijo juga konsisten mendorong pembangunan berkelanjutan serta praktik tata kelola bisnis yang baik, dan terlibat sebagai anggota dewan di sejumlah organisasi amal maupun lembaga tata kelola perusahaan.
Sinopsis Buku Kampus Meretas Batas
Kampus Meretas Batas mengisahkan perjalanan lahirnya sebuah universitas yang dibangun atas keberanian untuk berpikir berbeda dan melangkah melampaui kebiasaan. Universitas tersebut adalah President University, yang berdiri berkat visi besar Setyono Djuandi Darmono beserta para pendiri lainnya.
President University berkembang dengan identitas sebagai kampus berstandar internasional yang tetap berakar kuat di Indonesia. Keunikan menjadi napas yang membedakannya, mulai dari penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam seluruh aktivitas akademik, program magang selama satu tahun penuh, mata kuliah Economic Survival yang berlangsung dua semester, hingga kewajiban tinggal di asrama bagi mahasiswa tahun pertama serta mahasiswa internasional sampai menyelesaikan studi. Melalui kisah ini, pembaca diajak memahami nilai inovasi, kepemimpinan, dan keberanian untuk terus bertransformasi.
Dituturkan dengan alur naratif yang mengalir dan reflektif, buku ini tidak sekadar merekam sejarah berdirinya sebuah institusi pendidikan. Ia menghadirkan perenungan tentang arah baru pendidikan tinggi yang menuntut keberanian keluar dari pakem lama, kemampuan berpikir lintas disiplin, dan komitmen pada solusi yang nyata. Kisahnya menjadi cermin perjalanan sebuah universitas yang terus melampaui batas, memperluas cakrawala, dan merumuskan pendidikan tinggi yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman, hari ini maupun di masa depan.
Kelebihan dan Kekurangan Buku Kampus Meretas Batas
Kelebihan Buku Kampus Meretas Batas
Buku Kampus Meretas Batas karya J. Satrijo Tanudjojo menjadi karya yang luar biasa hebat dan menginspirasi pembaca yang berminat untuk membangun pendidikan menjadi lebih baik. Buku ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
- Pemaparan yang Jelas
Buku Kampus Meretas Batas karya Jean Satrijo Tanudjojo menghadirkan uraian yang runtut tentang sejarah dan landasan pemikiran di balik berdirinya President University. Penulis tidak hanya menampilkan hasil akhir berupa institusi yang mapan, tetapi juga mengajak pembaca menyelami proses panjang yang melatarbelakanginya.
Dari gagasan awal yang lahir dari kegelisahan terhadap sistem pendidikan, hingga terwujud menjadi kampus berorientasi global, semuanya dipaparkan dengan jelas. Membaca buku ini serasa mengikuti perjalanan sebuah visi yang ditempa oleh ketekunan, perencanaan matang, dan keberanian mengambil pilihan yang tidak biasa.
- Gaya penulisan reflektif
Kelebihan utama buku ini terletak pada gaya bertuturnya yang reflektif dan menyentuh. Kisah yang disampaikan terasa emosional namun tetap terjaga kedisiplinannya. Penulis tidak menjadikan buku ini sebagai laporan institusi yang kaku, melainkan sebagai perenungan tentang makna pendidikan tinggi itu sendiri.
Sejak awal, pembaca diajak melihat pendidikan bukan sekadar pencapaian nilai atau gelar, melainkan proses pembentukan manusia yang utuh, mencakup intelektualitas, karakter, dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan nyata.
- Alur sistematis
Penyajian materi dalam buku ini tersusun secara kronologis dan logis. Penulis memulai dengan memotret konteks pendidikan nasional serta dinamika kebutuhan dunia kerja, lalu membawa pembaca memasuki tahap perencanaan hingga pendirian universitas. Pembahasan mengenai konsep, kolaborasi dengan akademisi internasional, dan berbagai keputusan strategis dijelaskan secara rinci.
Struktur yang tertata membuat pembaca dapat memahami bahwa setiap langkah yang diambil berangkat dari visi jangka panjang dan pertimbangan yang matang.
- Memotivasi pembaca
Buku ini memberikan dorongan moral yang kuat, terutama bagi pembaca yang peduli pada perubahan dalam dunia pendidikan. Penekanan pada pentingnya keberanian memilih jalan yang berbeda menjadi pesan yang berulang namun relevan.
Penulis menunjukkan bahwa transformasi tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian menghadapi risiko dan keyakinan pada visi yang diyakini. Nilai ini membuat buku terasa inspiratif tanpa kehilangan pijakan realistisnya.
- Mengayomi, bukan menggurui
Nada penulisan buku ini terasa hangat dan bersahabat. Penulis tidak menempatkan diri sebagai pihak yang menggurui, melainkan sebagai pencerita yang berbagi pengalaman dan refleksi.
Bahasa yang digunakan sederhana dan apa adanya, sehingga mudah dipahami tanpa kesan dibuat-buat. Justru dalam kesederhanaan itulah letak kekuatannya, karena pesan yang disampaikan terasa tulus dan bermakna bagi pembaca.
Kekurangan Buku Kampus Meretas Batas
Meskipun buku Kampus Meretas Batas karya J. Satrijo Tanudjojo menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari kekurangan. Setidaknya, kekurangan tesebut dapat terlihat pada:
- Target pembaca yang cukup terfokus
Walaupun sarat nilai dan inspirasi, buku ini cenderung lebih relevan bagi pembaca yang memiliki minat khusus pada dunia pendidikan, manajemen institusi, atau kepemimpinan akademik.
Pembaca umum yang tidak memiliki ketertarikan pada isu pendidikan tinggi mungkin akan merasa beberapa bagian terasa terlalu spesifik. Fokus yang kuat pada proses pembangunan universitas membuat ruang pembahasan di luar tema tersebut menjadi terbatas.
Profil President University
Sebelum menelusuri lebih jauh sejarahnya, penting untuk mengenal secara ringkas profil kampus yang menjadi pusat pembahasan. President University atau PresUniv merupakan perguruan tinggi swasta berstandar internasional yang didirikan oleh Setyono Djuandi Darmono, Ketua Grup Jababeka Group, dan mulai beroperasi secara resmi pada tahun 2004.
Kampus ini memiliki visi mencetak pemimpin masa depan yang mampu bersaing ditingkat global melalui lingkungan pendidikan yang multikultural dan dinamis.
- Akreditasi & Peringkat
- Telah memperoleh Akreditasi Unggul sebagai status tertinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi sejak Februari 2025.
- Menempati peringkat pertama dunia dalam kategori Entrepreneurial Spirit versi World University Rankings for Innovation tahun 2025.
- Masuk dalam kelompok peringkat 1201 sampai 1300 pada QS Asian University Rankings 2026.
- Lokasi Strategis
Berlokasi di Jababeka Education Park, Cikarang. Berada di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 1.700 perusahaan multinasional, sehingga mendukung pelaksanaan program magang serta memperluas jejaring profesional mahasiswa.
- Kurikulum & Bahasa
- Seluruh program studi menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan.
- Menerapkan sistem masa studi yang efisien, di mana program sarjana dapat ditempuh dalam waktu tiga tahun.
- Komunitas Internasional
Memiliki persentase mahasiswa asing tertinggi di Indonesia. Mahasiswa internasional berasal dari berbagai negara, termasuk Tiongkok, Korea, Vietnam, serta sejumlah negara di kawasan Afrika dan Eropa, sehingga menciptakan atmosfir belajar yang beragam secara budaya.
- Fakultas
President University memiliki empat fakultas utama, yaitu: Fakultas Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Teknik, Fakultas Humaniora
Penutup
Kampus Meretas Batas karya J. Satrijo Tanudjojo bukanlah sebuah kisah rekaan, melainkan narasi reflektif yang merekam perjalanan nyata dalam membangun sebuah institusi pendidikan tinggi dengan visi yang jelas dan arah yang terukur.
Buku ini menghadirkan potret tentang bagaimana gagasan, keberanian, dan ketekunan dapat menjelma menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya sebuah universitas yang berdaya saing.
Melalui kisah tersebut, Kampus Meretas Batas menegaskan bahwa institusi pendidikan tidak seharusnya berhenti pada fungsi administratif pemberi gelar. Ia dapat tumbuh menjadi ruang pembentukan karakter, pusat lahirnya gagasan inovatif, serta tempat menempa calon pemimpin masa depan yang siap menghadapi kompleksitas zaman.
Buku ini meninggalkan kesan mendalam bahwa pendidikan, ketika dirancang dengan visi dan integritas, mampu menjadi kekuatan transformatif bagi individu maupun masyarakat.
Bagi kamu yang tertarik, yuk langsung saja dapatkan buku Kampus Meretas Batas karya J. Satrijo Tanudjojo ini di Gramedia.com. Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
Creative Teaching: Mengajar Mengikuti Kemauan Otak
Belajar semestinya menjadi aktivitas yang menyenangkan. Anak-anak pergi dengan gembira ke sekolah. Setiap malam saat tidur, mereka menunggu-nunggu matahari terbit agar bisa menyambut pagi dengan gembira. Apalagi mereka akan menemui teman-teman dan guru-guru yang dicintai.
Akan tetapi apa yang terjadi ketika belajar dan mengajar menjadi sebuah momok?
Apa yang terjadi ketika anak-anak mogok belajar? Lalu, apa yang harus dilakukan oleh guru?
Buku Creative Teaching: Mengajar Mengikuti Kemauan Otak dapat membantu para guru untuk menggali kreativitas dalam mengajar. Metode yang digunakan juga menjadi lebih menarik karena kreativitas yang digagas mengikuti pola kerja otak anak Jodi, cara ini bisa menjadi salah satu solusi untuk membuat kegiatan mengajar lebih menarik.
Sistem Pendidikan Finlandia: Belajar Cara Mengajar
Dengan hiperbolis beginilah perbedaan situasi pendidikan Indonesia dan Finlandia: Di Indonesia sering terjadi guru yang tidak bisa berenang mengajari murid berenang. Sementara di Finlandia, murid yang ingin belajar berenang selalu dipertemukan dengan ahlinya!
“Guru-guru hebat adalah motor penggerak nomor satu bagi kemajuan pendidikan Finlandia,” tutur Pasi Sahlberg, seorang guru dan ahli bidang pendidikan Finlandia. Jadi, bagaimana Finlandia memandang dan menempatkan posisi guru? Apa kualifikasi serta keterampilan yang harus dimiliki guru? Dan bagaimana Finlandia mereformasi sistem pendidikannya hingga jadi yang terbaik di dunia?
Pembelajaran Bermakna dalam Pendidikan
Pembelajaran Bermakna dalam Pendidikan merupakan kajian terkait makna bagaimana lembaga pendidikan memproses dirinya menjadi lembaga edukatif. Tulisan pada buku ini merupakan narasi pendidikan dari sisi tata kelola yang dimaknai dalam praktik pembelajaran. Buku ini hadir untuk memberikan panduan dan wawasan bagi para pendidik, orang tua, serta semua pihak yang peduli terhadap perkembangan peserta didik agar pembelajaran yang terjadi tidak hanya sebatas transfer ilmu, tetapi juga memberikan makna yang mendalam bagi kehidupan mereka.
Pembelajaran bermakna bukanlah sekadar memahami materi pelajaran, tetapi juga bagaimana peserta didik mampu mengaitkan apa yang mereka pelajari dengan kehidupan nyata. Selamat membaca, semoga dapat menginspirasi insan pendidik dan pengelola karya pendidikan.
- 7 Prajurit Bapak
- 101 Fabel Nusantara
- 1965 Pada Masa Kini
- 23 Ways to Say I Love You
- 50 to 20: Pesan dari Paruh Perjalanan
- A Poem with Your Name
- Agnes Grey
- Akasha: Brutal Confession of a Homicide Investigator 01
- Akasha: Record of Ragnarok
- Aku (AADC)
- Aku Putuskan untuk Mengubah Hidupku Hari Ini
- Alaia III
- Anonymous Crush 2
- Ayah, Berjuang Sendiri Itu, Capek!
- Barangkali Kita Memang Perlu Hari Patah Hati
- Berandal Bandung
- Berpayung Tuhan
- Black Powder War
- Bonjour Paris! La Fleur de L’amour
- Brisingr
- Dalam Bayang-Bayang Lenin
- Damn I Love Risol
- Destination Jakarta 2040
- Eldest
- Ensiklopedia Fakta Seru
- Finding My Bread
- Fotografer Memori
- Fourth Wing
- Give Yourself Some Space
- Hi Berlin
- Himam
- Hiu Sang Predator
- Hold Me, Never Let Go
- Hotel Magnifique
- I Can't Talk so Smoothly
- I Got a Cheat Skill in Another World and Became Unrivaled in the Real World, Too
- I'll Go To You When The Weather is Nice
- Kampus Meretas Batas
- Kata Sandi
- Kembali ke Batavia
- Kost Pak Raden
- Kost Pak Raden
- Langit Mengambil
- Lentera Hati
- Lima Sekawan: Melacak Jejak Rahasia
- Lima Sekawan: Rahasia di Pulau Kirrin
- Little Magacal Piya
- Look Back
- Maaf Aku Lahir ke Bumi
- Madonna in a Fur Coat
- Malam Sunyi Hercule Poirot
- Memorial Perfume Shop
- Monster Minister
- Moriarty The Patriot
- Musim Yang Tak Sempat Kita Miliki
- Mystery Basketball
- National Geographic Kids Bagaimana Benda Bekerja
- Never Split The Difference
- Pasar Bubrah
- Penyihir Dahsyat dari Oz
- Pemikiran Karl Marx
- Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer
- Peta Jiwa
- Princess, Bajak Laut, dan Alien
- Psikoanalisis Sigmund Freud
- Pulih dari Trauma
- Rahasia Selma
- Renjana Azerbaijan
- Rinduku Sederas Hujan Sore Itu
- Ronggeng Dukuh Paruk
- Rumah Kecil Alie
- Rumah Tanpa Cahaya
- Seekor Anjing Mati di Bala Murghab
- Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
- Setelah Kita Bertemu
- Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1
- Si Bungsu dan Luka
- Snow Tears
- Strategi Baru Tiongkok
- Tanpa Ayah Tanpa Arah
- Tentang Sebuah Tempat di Wilayah Kinki
- The School of Life: An Emotional Education
- The Adventures of Tom Sawyer
- The Book Censor's Library
- The Dating Game
- The Enchanted Garden 1
- The Enchanted Garden 2
- The Humans
- The Monarchs Vagary
- The Tale of Dororo and Hyakkimaru
- The Otherwhere Post
- The Secret Life of Money
- This Is How You Heal
- This Is Me Letting You Go
- Tuan Musim Hujan
- What It Takes Asia Tenggara
- White Book
- White Nights
- Yotsuba





