1965 Pada Masa Kini – Bagaimana jika peristiwa kelam 1965 tidak hanya dilihat sebagai masa lalu, melainkan sebagai cermin untuk memahami Indonesia hari ini? Buku 1965 Pada Masa Kini hadir sebagai terjemahan edisi khusus Journal of Genocide Research yang mengajak pembaca menelusuri kembali kekerasan pada tahun 1965 dari berbagai sudut pandang. Melalui sembilan artikel akademis, buku ini membahas proses terjadinya kekerasan, cara masyarakat memaknainya dari waktu ke waktu, serta relevansinya, dalam konteks Indonesia dan dunia kontemporer.
Journal of Genocide Research sendiri merupakan jurnal akademik triwulanan yang berfokus pada kajian genosida. Jurnal ini berdiri sejak 1999 dan mulai menerapkan sistem penelaahan sejawat pada tahun 2005. Sejak Desember 2005, jurnal ini menjadi publikasi resmi International Network of Genocide Scholars. Sejumlah akademisi ternama pernah menjabat sebagai editor, dan sejak 2022 jurnal ini diterbitkan oleh Routledge dengan A. Dirk Moses sebagai pemimpin redaksi.
Di Indonesia, buku 1965 Pada Masa Kini diterbitkan oleh Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia pada 6 Januari 2026 dengan ketebalan 310 halaman. Sebelum membahas artikel ini lebih lanjut, yuk kita kenalan dengan para penulis dari buku ini terlebih dahulu, Grameds!
Table of Contents
Profil Martijn Eickhoff, dkk – Penulis Buku 1965 Pada Masa Kini
Martijn Eickhoff
Martijn Eickhoff merupakan sejarawan yang sejak 1 September 2021 menjabat sebagai direktur Institut NIOD untuk Studi Perang, Holocaust, dan Genosida atas penunjukan Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda (KNAW). Ia menggantikan Frank van Vree, yang memasuki masa pensiun namun tetap terlibat sebagai direktur program riset terkait kekerasan Belanda pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia.
Lahir pada tahun 1967, Eickhoff telah menjadi peneliti senior di NIOD sejak 2006. Selain itu, ia juga menjabat sebagai profesor luar biasa di bidang arkeologi serta warisan perang dan kekerasan massal di Institut Arkeologi Groningen, Universitas Groningen. Fokus penelitiannya meliputi sejarah dan dampak jangka panjang kekerasan berskala besar serta perubahan kekuasaan di Eropa dan Asia pada abad ke-19 dan ke-20, dengan perhatian khusus pada dimensi spasial, material, dan transnasional.
Geoffrey Robinson
Geoffrey Robinson adalah seorang akademisi dan sejarawan yang dikenal luas melalui kajian-kajiannya tentang kekerasan politik dan pelanggaran hak asasi manusia, khususnya di Asia Tenggara. Ia memiliki latar belakang panjang dalam penelitian sejarah kontemporer dan isu genosida, serta kerap terlibat dalam diskusi internasional mengenai keadilan transisional dan memori kolektif. Kontribusinya dalam buku ini memperkaya pemahaman mengenai konteks global peristiwa 1965 dan kaitannya dengan studi genosida secara lebih luas.
Gerry van Klinken
Gerry van Klinken adalah antropolog dan Indonesianis asal Belanda yang menjabat sebagai profesor Sejarah Asia Tenggara di Universitas Amsterdam serta peneliti senior di KITLV. Sejak akhir 1990-an, ia menjadi salah satu pengamat utama dinamika sosial dan politik Indonesia, termasuk konflik komunal dan proses demokratisasi.
Pengalamannya tinggal dan melakukan riset di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, serta keterlibatannya sebagai penasihat riset untuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di Timor Leste, memberikan perspektif mendalam dalam kajiannya. Sejumlah karyanya berfokus pada kekerasan komunal dan kelas menengah di Indonesia, menjadikannya salah satu rujukan penting dalam studi konflik dan masyarakat Indonesia kontemporer.
Sinopsis Buku 1965 Pada Masa Kini
Jatuhnya Soeharto pada 1998 tidak serta-merta menghapus bayang-bayang narasi Orde Baru tentang G30S dan kekerasan massal yang mengikutinya. Hingga hari ini, ingatan kolektif bangsa masih dibentuk oleh cerita resmi yang menyingkirkan pembantaian terhadap sekitar setengah juta warga Indonesia, baik melalui pengabaian, normalisasi, maupun upaya mempertanyakannya kembali.
Di tengah situasi tersebut, muncul tuntutan dari sebagian masyarakat agar negara membuka kebenaran peristiwa 1965, mengakui keterlibatannya dalam kekerasan, serta memulihkan hak-hak para korban. Namun, tuntutan ini juga memicu penolakan keras dari kelompok lain yang memandangnya sebagai ancaman dan mengaitkannya dengan kebangkitan kembali PKI. Enam dekade setelah kejadian, tragedi 1965 tetap menjadi medan perdebatan yang sarat muatan sosial, politik, hukum, dan budaya.
Buku ini merupakan terjemahan dari edisi khusus Journal of Genocide Research. Melalui sembilan artikel, para penulis mengkaji proses terjadinya kekerasan 1965, cara masyarakat memaknai peristiwa tersebut dari masa ke masa, serta relevansinya bagi Indonesia dan komunitas global saat ini.
Kelebihan dan Kekurangan Buku 1965 Pada Masa Kini
Kelebihan Buku 1965 Pada Masa Kini
Buku 1965 Pada Masa Kini ini memiliki banyak sekali kelebihan yang membuatnya menjadi buku yang direkomendasikan untuk dibaca banyak orang.
- Berbasis kajian akademik
Buku ini memuat sembilan artikel akademik pilihan yang berasal dari Journal of Genocide Research, sehingga argumen dan analisis yang disajikan memiliki landasan ilmiah yang kokoh serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
- Relevansi dengan kondisi Indonesia saat ini
Walaupun membahas peristiwa yang terjadi lebih dari enam puluh tahun lalu, isu-isu yang diangkat seperti memori kolektif, dinamika politik, hak asasi manusia, dan pencarian kebenaran sejarah masih sangat berkaitan dengan realitas Indonesia saat ini.
- Memberikan perspektif yang lain tentang orde baru
Buku ini menawarkan sudut pandang yang kritis terhadap propaganda Orde Baru dengan menyoroti bagaimana kekerasan massal 1965 dinormalisasi, disingkirkan dari ruang publik, atau bahkan sengaja dilupakan dalam narasi sejarah resmi.
- Perspektif global
Tidak hanya berhenti pada konteks Indonesia saja, buku ini juga menempatkan peristiwa 1965 dalam kerangka studi genosida dan kekerasan massal di tingkat internasional, sehingga pembaca dapat melihat keterkaitan antara pengalaman Indonesia dan kasus-kasus serupa di berbagai negara.
- Pembahasan yang menyeluruh
Buku ini sangat cocok dibaca oleh mahasiswa, peneliti, aktivis hak asasi manusia, serta pembaca umum yang ingin memahami lebih dalam sejarah kekerasan politik dan dampaknya terhadap masyarakat Indonesia dikarenakan pembahasan dalam buku ini yang menyeluruh.
Kekurangan Buku 1965 Pada Masa Kini
Meskipun buku ini memiliki banyak sekali kelebihan, bukan berarti buku ini tidak memiliki kekurangan.
- Materi yang berat
Sebagai buku berbasis artikel akademik, pembahasan yang disajikan tergolong berat dan padat. Beberapa bagian mungkin memerlukan pengetahuan pendukung atau riset tambahan agar pembaca dapat memahami argumen dan konteks yang dibahas secara lebih utuh.
Pengertian, Karakteristik, dan Contoh Genosida
Genosida merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk memusnahkan, baik seluruh maupun sebagian, suatu kelompok yang ditentukan berdasarkan kebangsaan, etnis, ras, atau agama.
Istilah genosida diperkenalkan pada tahun 1944 oleh Raphael Lemkin, seorang ahli hukum keturunan Polandia-Yahudi, untuk menjelaskan praktik pembunuhan sistematis yang dilakukan Nazi Jerman terhadap masyarakat Yahudi.
Berdasarkan Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1948, genosida mencakup lima bentuk tindakan yang diarahkan pada kelompok tertentu, yaitu:
- Membunuh anggota suatu kelompok.
- Menyebabkan penderitaan fisik atau psikologis yang berat terhadap anggota kelompok.
- Menciptakan kondisi hidup yang secara sengaja dirancang untuk membawa kehancuran fisik kelompok tersebut, baik seluruhnya maupun sebagian.
- Menerapkan kebijakan atau tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran dalam kelompok.
- Memindahkan anak-anak dari suatu kelompok secara paksa ke kelompok lain.
Berbeda dari kejahatan perang atau pembunuhan massal pada umumnya, genosida memiliki unsur utama berupa niat khusus atau dolus specialis. Unsur ini menandakan bahwa pelaku tidak hanya melakukan kekerasan, tetapi secara sadar bertujuan menghapus keberadaan suatu kelompok berdasarkan identitasnya.
Sejumlah peristiwa sejarah telah diakui secara resmi sebagai genosida, antara lain:
- Holokaus pada periode 1941 hingga 1945, yaitu pembunuhan massal terhadap jutaan orang Yahudi serta kelompok minoritas lain oleh rezim Nazi Jerman.
- Genosida Rwanda tahun 1994, berupa pembantaian besar-besaran terhadap etnis Tutsi oleh kelompok ekstremis Hutu.
- Genosida Srebrenica tahun 1995, yaitu pembunuhan ribuan pria dan remaja Muslim Bosnia oleh pasukan Serbia Bosnia.
- Genosida Armenia tahun 1915, yang ditandai dengan deportasi paksa dan pembunuhan massal terhadap warga Armenia oleh Kesultanan Utsmaniyah.
Saat ini, upaya pencegahan serta penuntutan terhadap kejahatan genosida berada dalam kewenangan Mahkamah Pidana Internasional atau ICC, serta berbagai mahkamah internasional ad hoc yang dibentuk untuk menangani kasus-kasus tertentu.
Penutup
Buku 1965 Pada Masa Kini merupakan karya akademik yang memiliki arti penting dalam memahami dampak jangka panjang tragedi 1965 di Indonesia. Melalui pembahasannya, buku ini menelusuri bagaimana kekerasan pada tahun tersebut terus memengaruhi dinamika sosial, politik, hukum, dan budaya hingga hari ini. Para penulis juga menegaskan bahwa kekerasan 1965 berlangsung secara sistematis dan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan, yang selama ini kerap terpinggirkan dalam narasi sejarah.
Bagi mahasiswa, aktivis HAM, dan peneliti yang ingin memahami sejarah kekerasan politik di Indonesia dalam konteks studi genosida global, buku 1965 Pada Masa Kini karya Martijn Eickhoff, dkk ini direkomendasikan untuk kamu jadikan referensi. Buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com ya!
Tak hanya itu, Gramin juga sudah menyiapkan buku-buku lainnya yang tak kalah menarik. Yuk langsung saja dapatkan buku-buku terbaik hanya di Gramedia.com!
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
Blood & Silence: The Hidden Tragedy 1965
Pada malam tanggal 30 September 1965, Indonesia diguncang oleh salah satu titik balik tergelap dalam sejarah modernnya. Apa yang sebenarnya terjadi selama upaya kudeta G30S? Siapa yang merencanakannya, dan berapa harga yang harus dibayar oleh negara?
Darah dan Keheningan: Tragedi Tersembunyi 1965 mengupas lapisan-lapisan kerahasiaan, pengkhianatan, dan intrik politik yang mendefinisikan babak yang penuh gejolak ini. Melampaui narasi resmi, buku ini mengungkap agenda tersembunyi, suara-suara yang ditekan, dan konsekuensi pahit yang melukai generasi demi generasi.
Suma Oriental
Suma Oriental adalah karya monumental Tomé Pires, seorang apoteker dan penjelajah Portugis yang menjadi saksi langsung perjumpaan Eropa dengan dunia Asia. Buku ini memuat catatan geografis, etnografis, dan ekonomi dari kawasan yang membentang dari Laut Merah hingga Kepulauan Hindia Timur, berdasarkan observasi dan pengalaman langsung Pires selama tinggal di Malaka serta pelayarannya ke berbagai wilayah Asia Tenggara dan Asia Barat, termasuk pelabuhan penting seperti Ormuz di Teluk Persia.
Peter Carey: Catatan Perjalananku ke Yogyakarta 1825: Perang Jawa di Mata Pelukis A.A.J. Payen
Antoine Auguste Joseph Payen (1792-1853) ialah salah satu seniman Eropa paling terampil yang pernah mengunjungi Indonesia sebelum abad ke-20. Diangkat sebagai Arsitek Resmi Gubernur Jenderal Baron van der Capellen pada 24 Juli 1823, Payen mendampingi sang gubernur melakukan inspeksi ke Kepulauan Maluku dan wilayah timur Indonesia dari April hingga Oktober 1824.
- 7 Prajurit Bapak
- 101 Fabel Nusantara
- 1965 Pada Masa Kini
- 23 Ways to Say I Love You
- 50 to 20: Pesan dari Paruh Perjalanan
- A Poem with Your Name
- Akasha: Record of Ragnarok
- Aku (AADC)
- Aku Putuskan untuk Mengubah Hidupku Hari Ini
- Alaia III
- Anonymous Crush 2
- Ayah, Berjuang Sendiri Itu, Capek!
- Barangkali Kita Memang Perlu Hari Patah Hati
- Berandal Bandung
- Black Powder War
- Bonjour Paris! La Fleur de L’amour
- Brisingr
- Dalam Bayang-Bayang Lenin
- Damn I Love Risol
- Destination Jakarta 2040
- Eldest
- Ensiklopedia Fakta Seru
- Finding My Bread
- Fotografer Memori
- Fourth Wing
- Give Yourself Some Space
- Hi Berlin
- Himam
- Hiu Sang Predator
- Hold Me, Never Let Go
- Hotel Magnifique
- I Can't Talk so Smoothly
- I Got a Cheat Skill in Another World and Became Unrivaled in the Real World, Too
- I'll Go To You When The Weather is Nice
- Kata Sandi
- Kembali ke Batavia
- Kost Pak Raden
- Kost Pak Raden
- Langit Mengambil
- Lentera Hati
- Lima Sekawan: Melacak Jejak Rahasia
- Lima Sekawan: Rahasia di Pulau Kirrin
- Little Magacal Piya
- Look Back
- Maaf Aku Lahir ke Bumi
- Madonna in a Fur Coat
- Malam Sunyi Hercule Poirot
- Memorial Perfume Shop
- Monster Minister
- Moriarty The Patriot
- Musim Yang Tak Sempat Kita Miliki
- Mystery Basketball
- National Geographic Kids Bagaimana Benda Bekerja
- Pasar Bubrah
- Penyihir Dahsyat dari Oz
- Pemikiran Karl Marx
- Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer
- Princess, Bajak Laut, dan Alien
- Psikoanalisis Sigmund Freud
- Pulih dari Trauma
- Rahasia Selma
- Renjana Azerbaijan
- Rinduku Sederas Hujan Sore Itu
- Ronggeng Dukuh Paruk
- Rumah Kecil Alie
- Rumah Tanpa Cahaya
- Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
- Setelah Kita Bertemu
- Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1
- Si Bungsu dan Luka
- Tanpa Ayah Tanpa Arah
- Tentang Sebuah Tempat di Wilayah Kinki
- The School of Life: An Emotional Education
- The Adventures of Tom Sawyer
- The Book Censor's Library
- The Dating Game
- The Enchanted Garden 1
- The Enchanted Garden 2
- The Humans
- The Monarchs Vagary
- The Tale of Dororo and Hyakkimaru
- The Otherwhere Post
- The Secret Life of Money
- This Is How You Heal
- This Is Me Letting You Go
- Tuan Musim Hujan
- What It Takes Asia Tenggara
- White Book
- White Nights
- Yotsuba






