Technology

Pengertian Virtex: Jenis, dan Cara Menangkalnya

Written by Rifda Arum

Virtex Adalah – Pada zaman yang serba maju teknologinya seperti saat ini, menjadikan internet seolah tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Segala bidang kehidupan manusia saat ini sangat bergantung dengan internet dan aplikasi-aplikasinya. Sayangnya, kemajuan teknologi seperti saat ini juga ternyata dapat memberikan dampak negatif lho, beberapa di antaranya adalah adanya serangan virus pada aplikasi di smartphone milik kita.

Yap, virtex ini adalah salah satu serangan virus yang menyebabkan aplikasi WhatsApp di smartphone mengalami gangguan. Padahal bagi sebagian orang, keberadaan aplikasi WhatsApp sangatlah berguna dan hingga mampu dijadikan sebagai lahan bisnis. Tentu saja melalui serangan virtex ini akan membuat orang merasa kesulitan untuk mengakses WhatsApp seperti sedia kala. Lalu, apa sih virtex itu? Apakah terdapat cara-cara untuk menangkap WhatsApp yang telah terkena virtex? Bagaimana pula dampak negatif lain dari kemajuan teknologi yang ada seperti saat ini? Nah, supaya Grameds memahami akan hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/id-id/

Pengertian Virtex

Pada dasarnya, virtex adalah singkatan dari Virus Text yang ternyata mampu membuat beberapa aplikasi di smartphone mengalami gangguan, tak terkecuali aplikasi WhatsApp. Virtex alias Virus Text ini berisikan kumpulan karakter dan simbol-simbol unik yang memiliki jumlah banyak sehingga akan sulit untuk dibaca. Biasanya, virtex akan disebarkan melalui suatu aplikasi, yang paling kerap adalah WhatsApp yang kemudian akan menyerang isi smartphone kita. Maka dari itu, waspadalah jika Grameds tiba-tiba menerima sebuah pesan singkat terutama di aplikasi WhatsApp yang berisikan berbagai macam karakter unik dan dalam jumlah panjang. Nah, itulah yang akan membuat WhatsApp menjadi sulit untuk diakses itulah akibat dari virtex tersebut.

Jika virtex ini sudah menyerang, maka aplikasi WhatsApp kita akan mengalami lag untuk waktu yang lama. Bahkan tak jarang, akan membutuhkan waktu yang lama dan sulit pula untuk mengaksesnya kembali. Hal ini tentu saja merepotkan sebab bagi banyak orang, keberadaan aplikasi WhatsApp sering dijadikan sebagai tempat berbisnis dan mencari pundi-pundi rupiah. Satu-satunya jalan yang dapat dilakukan jika Grameds telah menerima virtex ini adalah dengan mematikan ponsel kemudian menginstall ulang aplikasi WhatsApp. Memang sangat merepotkan, tetapi memang itulah jalan satu-satunya yang dapat dilakukan.

Sebenarnya, keberadaan virtex ini dapat disebut sebagai virus yang berbahaya, tetapi dapat juga disebut tidak berbahaya. Itu semua bergantung dari seberapa besar kasus virtex yang dialami pada aplikasi WhatsApp milik kita. Virtex akan dianggap sebagai virus yang berbahaya apabila sudah menyerang aplikasi lainnya, tidak hanya WhatsApp saja. Jika sudah begitu, Grameds tidak akan bisa mengoperasikan smartphone sebagaimana semestinya. Sementara itu, virtex akan dianggap sebagai virus yang biasa dan tidak berbahaya, apabila hanya membuat WhatsApp lag untuk sementara waktu saja.

Jenis-Jenis Virtex

Sama halnya dengan virus komputer, virus text yang sebagian besar menyerang WhatsApp ini juga memiliki beragam macam. Mulai dari virtex easy, virtex sedang, hingga virtex ganas. Nah, berikut adalah uraian mengenai apa saja jenis-jenis dari virtex alias virus text ini!

1. Virtex Easy

Virtex Easy adalah jenis virtex yang memiliki efek ringan dan tidak akan menimbulkan risiko besar. Bahkan biasanya, efek yang ditimbulkan hanya sekadar lag saja, itupun bersifat sementara. Namun meskipun demikian, Grameds tetap harus berhati-hati ya dengan keberadaan virtex yang satu ini.

2. Virtex Sedang

Virtex Sedang adalah jenis virtex yang mampu memuat kurang lebih sekitar 66.000 karakter dan menjadi jenis virus text yang kerap dikirimkan ke beberapa target. Efek yang ditimbulkan dari jenis Virtex Sedang ini adalah menyebabkan aplikasi WhatsApp tidak dapat beroperasi secara baik seperti biasanya.

3. Virtex Ganas

Sesuai dengan namanya, virtex jenis ini menjadi tingkatan yang paling tinggi dan bersifat ganas. Pada jenis Virtex Ganas ini, mampu memuat lebih dari 66.000 karakter alias lebih “mengerikan” dari jenis virus text sebelumnya. Efek yang ditimbulkan dari virtex jenis ini adalah mampu merusak sistem operasi pada smartphone, terutama ketika tengah dibuka. Tidak hanya itu saja, smartphone juga akan terasa lebih berat ketika tengah dioperasikan, bahkan akan error secara total!

Cara Menghindari Virtex di WhatsApp

Meskipun keberadaan virus text ini tidak seganas virus lainnya, tetapi tetap saja Grameds harus tetap melakukan pencegahan ya terutama untuk menghindari adanya virtex di WhatsApp milik kita. Nah, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan supaya WhatsApp terhindar dari virtex.

1. Jangan Sembarangan Memberikan Nomor WhatsApp

Langkah pertama adalah Grameds tidak boleh sembarangan memberikan nomor WhatsApp kita kepada orang lain, apalagi yang baru dikenal. Kita tidak pernah tahu niat mereka bukan? Jadi, akan lebih baik jika Grameds memberikan nomor WhatsApp hanya kepada orang-orang yang telah dipercayai saja ya…

2. Segera Hapus Pesan Jika Dikirimkan Oleh Nomor Asing

Biasanya, virtex ini akan menyerang WhatsApp melalui pesan-pesan yang telah dikirimkan oleh nomor asing. Maka dari itu, jika Grameds mendapatkan pesan WhatsApp dari nomor asing yang mencurigakan dengan pesannya berupa karakter-karakter unik, sebaiknya jangan dibuka dan langsung dihapus saja pesan tersebut.

Apabila Grameds hendak mengetahui apa pesan tersebut, dapat juga memanfaatkan sistem widget yang ada di smartphone kita. Dengan hal itu, kita dapat melihat isi pesan tanpa harus membuka aplikasi WhatsApp-nya.

3. Menggunakan WhatsApp Immune

Perlu diketahui bahwa WhatsApp Immune ini adalah salah satu aplikasi MOD WhatsApp yang sifatnya kebal terhadap serangan virtex. Cara ini dapat dianggap sebagai cara jitu supaya Grameds dapat terhindar dari serangan virtex.

Cara Menangkal WhatsApp yang Telah Terkena Virtex

Lalu, bagaimana jika aplikasi WhatsApp kita sudah terkena serangan virus text ini? Apakah lantas tidak tertolong begitu saja? Tentu saja tidak. Terdapat beberapa cara untuk menangkal WhatsApp yang telah terkenal virtex ini, yakni berupa:

1. Segera Hapus Pesan yang Memuat Virtex Tersebut

Langkah pertama untuk menangkal WhatsApp yang telah terkena virus text ini adalah dengan segera menghapus pesan yang memuat virtex tersebut. Namun, pastikan sekali lagi bahwa Grameds tidak membuka pesan tersebut dan langsung menghapusnya. Jika memungkinkan, segera blokir pula nomor pengirim pesan virtex tersebut.

2. Aplikasi WhatsApp Hentikan Secara Paksa

Apabila Grameds sudah terlanjur membuka pesan yang memuat virtex tersebut, hal yang harus segera dilakukan adalah paksa berhenti aplikasi WhatsApp. Pilihan “Paksa Henti” ini biasanya terdapat di pengaturan aplikasi. Setelah menghentikan paksa, Grameds dapat masuk kembali ke WhatsApp dan segera hapus pesan virtex tersebut.

3. Hapus Data dan Install Ulang WhatsApp

Langkah ini perlu dilakukan apabila virus text yang dikirimkan ke WhatsApp kita adalah jenis yang memiliki sifat ganas. Apabila WhatsApp kita telah mengalami kondisi lag, maka segera hapus data pada aplikasi tersebut. Hal tersebut dilakukan supaya dapat menghindari efek dari virtex yang nantinya akan semakin berkembang. Setelah memiliki opsi hapus data, dapat dilanjutkan dengan mematikan smartphone sementara waktu. Selanjutnya, segera hidupkan smartphone dan install ulang WhatsApp.

Langkah ini memang terkesan merepotkan karena data dan chat WhatsApp kita akan hilang. Itulah mengapa Grameds perlu mencadangkan WhatsApp dengan durasi waktu yang telah ditentukan. Pencadangan tersebut memang dilakukan untuk “menjawab” hal-hal seperti ini.

Mengenal Apa Itu Cyber Crime

https://www.pexels.com/id-id/

Penyebaran virtex melalui WhatsApp ini juga termasuk dalam cyber crime sekaligus dampak negatif dari perkembangan teknologi. Lalu, apa sih cyber crime itu?

Pengertian Cyber Crime

Istilah cyber crime ini berasal dari 2 kata, yakni “Cyber” yang berarti “dunia maya”. Sementara “Crime” yang berarti “kejahatan”. Jika secara bahasa, istilah cyber crime ini adalah bentuk kejahatan yang dilakukan di dunia maya. Namun pada dasarnya, cyber crime adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mengacu pada aktivitas kejahatan melalui komputer atau jaringan komputer, dengan menjadikan komputer sebagai alat, sasaran, atau tempat terjadinya kejahatan tersebut. Meskipun terlihat sepele karena tidak menyerang manusia secara langsung, tetapi aksi cyber crime ini telah termasuk dalam perbuatan yang melawan hukum lho… Terlebih lagi menggunakan jaringan komputer sebagai sarana dan alatnya, yang mana saat ini sebagian besar perusahaan dan individu memiliki jaringan komputer tersebut. Aksi cyber crime ini jika dilakukan dengan tingkatan tinggi dapat merugikan pihak lain, bahkan dalam jumlah yang tidak sedikit.

Jenis-Jenis Cyber Crime

Aksi cyber crime yang mana telah termasuk pada tindakan pidana ini ternyata memiliki jenis-jenis atau tingkatannya. Semakin tinggi tingkatannya, maka akan semakin besar pula pidana yang diberikan kepada pelakunya. Nah, berikut ini adalah jenis-jenis dari cyber crime.

  1. Unauthorized Access to Computer System and Service

Yakni kejahatan yang dilakukan dengan memasuki atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah. Maksud dari tidak sah ini adalah kegiatan menyusup tersebut dilakukan tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik jaringan komputer tersebut.

  1. Illegal Contents

Yakni kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke jaringan internet mengenai sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan bahkan melanggar hukum. Aksi kejahatan ini biasanya akan diposting di sosial media dan bertujuan merugikan orang lain sehingga dapat mengganggu ketertiban umum.

  1. Data Forgery

Yakni kejahatan yang dilakukan dengan memalsukan data dari dokumen-dokumen penting. Dokumen-dokumen penting tersebut sebelumnya telah tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Pemalsuan data tersebut biasanya dengan memasukkan data-data yang tidak benar kevalidannya.

  1. Cyber Espionage (Mata-Mata Dunia Maya)

Yakni kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet untuk kegiatan mata-mata terhadap pihak lain. Kegiatan mata-mata ini biasanya dilakukan dengan memasuki sistem jaringan komputer di pihak sasaran.

  1. Cyber Sabotage and Extortion

Yakni kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan berupa perusakan atau penghancuran terhadap suatu data. Data tersebut terdapat pada program komputer atau sistem jaringan komputer yang tentu saja terhubung dengan internet. Biasanya, aksi kejahatan ini dilakukan dengan memasukkan virus ke suatu program dengan tujuan merusak data yang ada.

  1. Offense Against Intellectual Property

Yakni kejahatan yang ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki oleh orang lain di jaringan internet.

  1. Infringements of Privacy

Yakni kejahatan yang ditujukan terhadap adanya data pribadi dari seseorang yang telah tersimpan secara computerized dan bersifat rahasia. Apabila data pribadi tersebut tersebar, tentu saja dapat merugikan korban.

  1. Phising

Yakni kejahatan yang dilakukan untuk mengecoh orang lain supaya orang tersebut memberikan data-data pribadi ke situs yang telah dipersiapkan oleh pelaku. Aksi kejahatan ini telah makin marak terjadi dan sasaran kebanyakan adalah para orang tua yang kurang memahami bahayanya meng-klik tautan situs secara sembarangan.

  1. Carding

Yakni kejahatan berupa penipuan dengan menggunakan kartu kredit. Caranya dengan mencuri nomor kartu kredit dan kemudian menggunakannya untuk kegiatan bertransaksi di internet.

  1. Cyber Stalking

Yakni kejahatan yang berupa mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer dan jaringan internet. Aksi ini biasanya dilakukan dengan mengirimkan e-mail secara berulang-ulang terhadap sasaran.

Hukum Pidana Aksi Cyber Crime

Sebelumnya, telah dijelaskan bahwa cyber crime ini adalah aksi kejahatan di dunia maya yang ternyata sudah termasuk dalam tindak pidana. Negara Indonesia juga telah mengatur hukum pidana kepada pelaku cyber crime, yakni:

Pasal 28 Ayat 1

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.”

Pasal 45 Ayat 2

“Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp ,00 (satu miliar rupiah).”

Pasal 27

  1. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
  2. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.
  3. Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan dan/atau pencemaran nama baik.
  4. Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

Mengenal Apa Itu Virus Komputer

Grameds pasti sudah tahu dong jika virtex alias virus text yang biasa menyerang WhatsApp ini termasuk dalam virus yang mampu merusak sistem aplikasi. Lalu sebenarnya, apa sih virus komputer itu?

Virus komputer adalah sebuah program kecil yang mampu menggandakan dirinya sendiri dan bahkan mampu mengganggu hingga merusak sistem komputer. Tak jarang, virus komputer mampu merusak program dan menghapus file-file tertentu yang ada di komputer tersebut. Maka dari itu, saat ini sudah banyak program berupa anti-virus yang mampu menemukan dan menangkap virus komputer tersebut supaya tidak menyebar hingga ke sistem terdalam dari suatu komputer. Semakin penting fungsi komputer, maka akan semakin tinggi pula tingkatan anti-virus yang dimilikinya. Hal tersebut karena virus komputer ini biasanya dijadikan alat untuk aksi cyber crime, yang mana membutuhkan jaringan internet dan jaringan komputer.

Cara penyebaran virus komputer ini umumnya melalui disket atau flashdisk. Terutama flashdisk yang berasal dari komputer yang telah terkena virus sebelumnya, maka virus tersebut dapat ditularkan ke komputer lain dengan mudah. Selain itu, penyebaran virus komputer juga dapat melalui lampiran file e-mail dan program-program yang telah diunduh dari internet. Apabila komputer kita telah terkena serangan virus, maka proses loading akan berjalan lambat dan tak jarang, layar komputer akan restart dengan sendirinya.

Nah, itulah ulasan mengenai apa itu virtex dan aksi kejahatan dunia maya lainnya. Apakah Grameds pernah menjadi korban dalam aksi cyber crime ini? Jika iya, segera laporkan ke pihak yang berwajib ya supaya dapat diusut secara tuntas.

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien