IPA

11 Manfaat Reboisasi serta Pengertian, Jenis-Jenis, Hingga Tujuan-Nya!

Manfaat Reboisasi
Written by Ananda

Manfaat Reboisasi – Menyusutnya luas hutan memberikan ancaman bagi kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup. Dengan adanya kawasan hutan yang kurang disebabkan oleh deforestasi secara besar–besaran tanpa disertai upaya reboisasi yang berkelanjutan.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia mempunyai hutan dengan luas 133.300.543 hektar di tahun 2017. Namun, setiap tahunnya wilayah hutan Indonesia terus berkembang sekitar 684.000 pert tahun.

Berkurangnya luas hutan ini sebagai dampak dari berbagai kegiatan oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab, misalnya alih fungsi hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan, kebakaran hutan, penebangan liar, pemukiman dan lain sebagainya.

Pengertian Reboisasi

Reboisasi sebagai proses penanaman kembali pohon di daerah yang terkena gangguan alam seperti kebakaran hutan, kekeringan dan serangan hama atau yang tidak alami seperti penebangan, pertambangan, pembukaan lahan pertanian serta pembangunan.

Dengan menanam pohon di kawasan yang telah gundul atau terdegradasi, reboisasi membantu lingkungan dengan menjamin atau mempercepat pembentukan kembali struktur hutan yang sehat dengan menumbuhkan kembali kanopi hutan dan melestarikan keanekaragaman hayati dalam ekosistem.

Selain itu, reboisasi dapat memberikan tidak hanya satu namun dua solusi dari krisis di bumi ini. Reboisasi menawarkan salah satu cara terbaik untuk menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer, mengubahnya menjadi karbon padat melalui fotosintesis dan menyimpannya di batang pohon, cabang, akar dan tanah.

Reboisasi juga dapat mencegah hilangnya habitat yang terancam punah dan memberikan perlindungan terhadap lebih dari 1 juta spesies tumbuhan dan hewan.

Reboisasi berguna untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dengan menyerap polusi dan debu dari udara, membangun kembali habitat alam dan ekosistem, dan mencegah pemanasan global dengan menyerap karbon dioksida dari udara.

Salah satu contoh yang menarik dari upaya reboisasi di daerah Garut, meminta setiap pengantin baru untuk menanam 10 pohon dan 50 pohon bagi pasangan yang bercerai.

Jenis–Jenis Reboisasi

Reboisasi dapat terjadi secara alami dan reboisasi yang dikelola oleh manusia. Berikut ini jenis–jenis reboisasi:

1. Reboisasi alami

Dalam reboisasi alam, suatu area dibiarkan tidak terganggu oleh aktivitas manusia. Bibit di tanah atau dibawa ke daerah itu oleh angina dan aliran air berkecambah dan tumbuh. Hutan dibangun kembali pada waktunya sesuai dengan suksesi spesies tanaman yang merupakan karakteristik dari wilayah geografis tersebut.

2. Reboisasi terkelola

Dalam reboisasi terkelola, orang berusaha membangun kembali hutan. Namun, reboisasi yang dikelola dapat menimbulkan perdebatan mengenai apakah hutan yang dibangun kembali mempunyai keanekaragaman hayati sebanyak hutan aslinya atau hutan yang telah dibangun kembali secara alami.

Misalnya, beberapa hutan telah ditanami kembali hanya dengan satu spesies pohon, sementara jenis pohon lainnya dicegah untuk tumbuh kembali sehingga memunculkan monokultur hutan yang menyerupai pertanian.

Jenis-Jenis Reboisasi Hutan

Terdapat juga beberapa jenis reboisasi hutan, antara lain:

1. Hutan lindung

Hutan lindung sebagai hutan yang perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan dengan penutupan vegetasi secara tetap untuk kepentingan hidrologi.

2. Hutan suaka alam

Hutan suaka alam adalah hutan yang perlu dipertahankan dan dibina keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa.

3. Hutan wisata

Hutan wisata adalah hutan yang dipertahankan dengan maksud untuk mengembangkan pendidikan dan rekreasi.

4. Hutan konversasi

Hutan konservasi adalah hutan yang dipertahankan untuk keberadaan keanekaragaman jenis plasma nutfah dan tempat hidup dari kehidupan satwa tertentu.

5. Hutan produksi

Hutan produksi sebagai kawasan hutan yang diperuntukkan sebagai kebutuhan perluasan dan pengembangan wilayah seperti transmigrasi pertanian dan perkebunan.

Manfaat Reboisasi

Manfaat Reboisasi

lindungihutan.com

Usaha reboisasi akan memberikan berbagai manfaat bagi keseimbangan alam. Adapun manfaat reboisasi, antara lain:

1. Manfaat hidrologis

Pohon yang tumbuh di kawasan hutan mempunyai kemampuan menyimpan air yang ada di dalam tanah. Semakin banyak pohon yang tumbuh maka jumlah air yang disimpan akan semakin banyak. Manfaat tersebut akan kita rasakan saat musim kemarau, yang dimana intensitas hujan berkurang. Dengan memanfaatkan cadangan air dari dalam tanah, maka kekurangan pasokan air bagi kehidupan tidak akan terjadi.

Selain itu, manfaat lain yang dirasakan pada musim penghujan adalah terhindar dari risiko banjir bandang. Sebab, pohon–pohon di kawasan hutan mampu menghambat air dari dataran tinggi dan menyimpannya di dalam tanah.

2. Manfaat orologis

Melestarikan hutan dengan cara reboisasi dapat memberikan manfaat orologis, yaitu kemampuan menahan erosi tanah sehingga tidak mudah longsor dan gugur.

3. Manfaat ekologis

Reboisasi akan memberikan manfaat ekologis berupa keseimbangan lingkungan. Apabila pohon di kawasan hutan jumlahnya semakin berkurang baik karena penebangan hutan secara liar atau sebab lain, maka akan muncul potensi bencana seperti tanah longsor, banjir bandang dan pemanasan global.

4. Manfaat klimatologis

Melalui proses fotosintesis, maka pohon akan mendaur ulang karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Kawasan hutan yang baik akan mengurangi pencemaran udara dan menjaga kelestarian.

5. Manfaat endhapis

Kawasan hutan merupakan tempat hidup, tempat tinggal serta tempat berkembang biak bagi beragam hewan. Apabila populasi pohon semakin berkurang, tentu habitat hewan–hewan yang tinggal di kawasan hutan akan rusak.

6. Manfaat estetis

Pohon juga mempunyai manfaat secara estetika atau keindahan. Selain mengembalikan fungsi hutan, penanaman pohon secara rapi dan teratur juga memberikan efek estetika dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana wisata alam.

7. Manfaat protektif

Pohon memberikan perlindungan bagi manusia terutama dalam kehidupan sehari-hari. Pohon juga dapat menjadi penahan angina, peneduh sinar matahari, peredam suara serta penahan debu lingkungan sekitar. Manfaat kelestarian pohon juga memberi dampak yang lebih besar seperti mencegah banjir, erosi dan tanah longsor.

8. Manfaat higienis

Berkaitan dengan proses fotosintesis tumbuhan berupa proses berubahnya karbondioksida menjadi oksigen. Hal ini juga memberikan manfaat kebersihan. Racun–racun dalam udara akan terserap oleh tumbuhan dan menghasilkan udara yang lebih baik. Selain itu, akar pohon juga memberikan manfaat sebagai filter air yang membuat kualitas air tanah semakin baik dan terjaga.

9. Manfaat edukatif

Kawasan hutan yang terdiri dari pohon atau tumbuhan yang hidup di dalamnya, serta berbagai hewan yang hidup di kawasan dapat dijadikan sarana belajar bagi generasi yang akan datang.

10. Manfaat rekreatif

Wisata alam tidak dapat dilepaskan dari wisata hutan. Kawasan hutan yang terjaga kelestariannya dapat dimanfaatkan menjadi sarana rekreasi alami.

11. Manfaat ekonomis

Pohon–pohon di kawasan hutan atau perkebunan dapat memberikan manfaat ekonomi. Daun, buah, batang akar dan getah yang dihasilkan dari hutan dapat diperdagangkan. Tentu pemanfaatan ini harus diimbangi dengan penanaman kembali agar hutan tidak semakin habis dan rusak akibat eksploitasi yang berlebihan.

Tujuan Reboisasi

manfaat reboisasi

hot.liputan6.com

Tujuan utama reboisasi adalah mengembalikan fungsi dan manfaat hutan agar kembali seperti saat masih rimbun dan hijau. Berikut ini beberapa tujuan reboisasi antara lain yaitu:

1. Melestarikan hutan dan lingkungan

Tujuan penting dari aktivitas penghijauan hutan yaitu untuk melestarikan lingkungan. Hutan berfungsi untuk menyerap air hujan, menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Jika hutan terjaga, maka kelestarian lingkungan juga terus terjaga.

2. Meningkatkan sumber daya alam di hutan

Hutan juga menjadi tempat yang menyediakan berbagai bahan baku bagi manusia. Misalnya, kayu untuk bangunan, sumber pangan dan lain sebagainya. Apabila hutan terjaga, maka sumber daya tersebut akan semakin melimpah dan terjaga.

3. Meningkatkan hasil usaha

Hutan secara tidak langsung turut berperan untuk meningkatkan hasil usaha. Hutan mampu mencegah pemanasan global dan menyimpan cadangan air. Kedua fungsi tersebut sangat berguna dalam budidaya pertanian dan bidang usaha lain.

Mislanya, hutan bakau dan mangrove di kawasan pesisir yang rindang dan terjaga akan meningkatkan produksi ikan dan udang di tambak.

4. Menjaga keanekaragaman hayati

Hutan menjadi habitat bagi beragam satwa dan spesies tanaman. Apabila hutan lestari, maka tanaman dan hewan yang hidup didalamnya akan terlindungi.

Perbedaan Reboisasi dan Penghijauan

Reboisasi berdasarkan PP RI No 35 Tahun 2002 adalah upaya penanaman jenis pohon hutan pada kawasan hutan yang rusak berupa lahan kosong, alang–alang atau semak belukar untuk mengembalikan fungsi hutan.

Sedangkan penghijauan merupakan kegiatan pemulihan lahan kritis di luar kawasan hutan secara vegetative dan sipil teknis untuk mengembalikan fungsi lahan. Dalam hal lain, penghijauan sebagai kegiatan penanaman yang dilakukan pada lahan kosong agar kesuburan pada lahan tersebut dapat dipertahankan, ditingkatkan dan dipulihkan.

Kegiatan penghijauan dilakukan di lahan kritis di luar kawasan hutan agar fungsi dari lahan tersebut dapat ditingkatkan. Sedangkan untuk reboisasi sebagai suatu usaha yang dilakukan untuk memperbaiki lahan terdegradasi dengan cara penanaman pohon kembali di dalam kawasan hutan.

Perbedaan yang paling mencolok terdapat pada aspek wilayahnya. Reboisasi dilakukan pada lahan yang merupakan kawasan hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sedangkan untuk penghijauan dilakukan pada lahan kosong atau lahan kritis yang berada di luar kawasan hutan.

Persamaan Reboisasi dan Penghijauan

Hal penting dari adanya gerakan reboisasi dan gerakan penghijauan adalah persamaan dari keduanya. Secara umum kedua gerakan ini sama sama merupakan aktivitas menanam pohon di suatu tempat, tujuannya membuat kelangsungan lingkungan yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk pohon yang ditanam tidak mempunyai perbedaan.

Pohon yang digunakan dalam proses penghijauan dan reboisasi ini bisa dipilih secara seragam, karena memang tujuannya untuk mendapatkan fungsi terbaik. Akar pohon berfungsi sebagai penyimpan air alami selain kayu yang mempunyai sejuta manfaat bagi lingkungan serta mempunyai buah yang lebat ketika musim panen.

Ciri–Ciri Wilayah yang Membutuhkan Reboisasi

Kawasan hutan yang perlu untuk segera direboisasi membutuhkan penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Namun, beberapa ciri – ciri dan karakteristik wilayah yang memerlukan reboisasi dapat kita perhatikan yaitu:

  1. Kawasan hutan yang sudah rusak
  2. Lahan kosong yang biasanya diisi oleh alang – alang dan semak belukar
  3. Kawasan hutan gundul
  4. Area hutan yang terdapat bekas tebangan
  5. Lahan kosong dalam kawasan hutan

Manfaat Reboisasi

Kriteria Pohon yang Cocok untuk Reboisasi

manfaat reboisasi

semartara.news

Pemilihan pohon yang potensial untuk reboisasi tidak mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti faktor ekologi, ekonomi, sosial dan juga waktu yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Berikut merupakan kriteria pohon yang cocok ditanam untuk kegiatan reboisasi antara lain yaitu:

  1. Mampu tumbuh di tempat terbuka di bawah sinar matahari penuh. Jadi termasuk jenis–jenis pohon intoleran dan pionir.
  2. Mampu bersaing dengan alang–alang dan gulma lainnya. Maka, pilih pohon yang cepat tumbuh tingginya dan agresif.
  3. Jika terbakar atau dipangkas/ ditebas, pohon tersebut mudah bertunas kembali.
  4. Sesuai dengan keadaan tanah yang kurus dan miskin hara serta tahan kekeringan.
  5. Biji atau bagian vegetative untuk pembiakannya mudah diperoleh dan mudah disimpan.

Contoh pohon yang cocok ditanam diantaranya Ficus benjamina (beringin), Pinus merkusii, Lagerstroemia sp dan Tectona grandis. Untuk reboisasi di hutan bakau dan mangrove, kita bisa menggunakan Rhizophora mucronata dan Avicennia marina (Api- api putih).

Penyebab Dilakukannya Reboisasi

Berikut ini terdapat beberapa sebab–sebab kenapa harus melakukan reboisasi, antara lain:

1. Melestarikan sumber daya alam

Unsur tata lingkungan biofisik yang nyata dan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan manusia demi mempertahankan kelangsungan hidupnya. Maka tindakan eksploitasi harus disertai dengan norma–norma pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam.

2. Pencemaran lingkungan

Pencemaran lingkungan hidup harus menjadi perhatian yang serius di era saat ini, meningkatnya kegiatan industri seperti pertambangan telah banyak mengganggu ekosistem hidup. Maka dari itu kita harus melakukan reboisasi (go green).

3. Untuk meningkatkan sumber daya alam dan melestarikan

Sumber daya alam harus terus dilestarikan agar bisa memenuhi kebutuhan hidup manusia. Oleh karena itu, sangat perlu untuk dilakukan reboisasi.

4. Untuk melestarikan hutan dan mencegah adanya banjir

Hutan harus dilestarikan agar ketersediaan oksigen di bumi ini bisa terus terjaga, sehingga kegiatan reboisasi harus dilakukan. Selain itu, reboisasi bisa mencegah terjadinya banjir.

Langkah–Langkah Upaya Mewujudkan Reboisasi

Berikut ini terdapat beberapa langkah–langkah upaya mewujudkan reboisasi, antara lain :

  • Persiapan, meliputi penentuan lokasi sasaran reboisasi, penyiapan organisasi pelaksana, penyusunan tata waktu kegiatan dan pembagian kerja, membersihkan area reboisasi dari konflik agar penanaman dapat berjalan dengan lancar melalui rencana penanaman, menyiapkan bahan dan alat pengukuran (GPS/ alat ukur theodolite, kompas, altimeter dll) serta menentukan pola tanam.
  • Membuat lubang untuk tanaman sesuai pola tanam dan menyiapkan pupuk dasar.
  • Bibit tanaman harus dalam keadaan sehat dan memenuhi standar serta terlebih dahulu ditanam di tempat penampung sementara. Tanaman yang dapat digunakan untuk reboisasi antara lain sebagai berikut:
    • Jati (Tecronagrandis)
    • Jelutung (Dyeracostulata)
    • Jabon (Anthocepaluscadamba)
    • Sungkai (Peronemacannescens)
    • Meranti (Shoresp)
    • Kemiri (Aleuritesmolucua)
    • Tusam/ pinus (Pinus merkusii)
  • Bibit tanaman dilepas dari tempat penampung sementara kemudian dipindahkan ke lubang yang telah dibuat serta diberi pupuk.
  • Melaksanakan pemeliharaan tanaman yang intensif untuk membersihkan area tanaman dari bahan yang mudah terbakar.
  • Melaksanakan pengawasan secara periodic untuk mendeteksi bahaya kebakaran secara dini agar dapat diambil tindakan yang tepat.
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengamanan hutan antara lain melalui kegiatan penerangan dan penyuluhan.

Penutup

Itulah penjelasan mengenai pengertian reboisasi dan manfaatnya bagi lingkungan. Reboisasi sangat diperlukan di Indonesia, terutama di daerah rawan longsor dan banjir. Selain itu kita juga membutuhkan banyak sumber udara yang bersih untuk bernafas. Semoga artikel ini menginspirasimu ya!

Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan kita mengenai reboisasi. Mari bersama–sama tingkatkan kepedulian kita pada lingkungan ya grameds. Jika Grameds masih bingung, masih membutuhkan referensi terkait tentang pengertian dan manfaat reboisasi secara lengkap kamu bisa mengunjungi koleksi buku Gramedia di gramedia.com.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami akan selalu memberikan informasi terbaik dan terlengkap untuk Grameds. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Rosyda Nur Fauziyah

BACA JUGA:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien