Environment

Pengertian 3R dalam Mengatasi Sampah & Mengelola Sampah di Rumah

Pengertian 3R dalam Mengatasi Sampah
Written by Ananda

Pengertian 3R dalam Mengatasi Sampah – Bicara soal sampah memang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari kita. Apalagi, sampah semakin hari terus bertambah, sehingga membuat kondisi suatu wilayah semakin kotor dan tidak sehat. Pada umumnya, sampah lebih banyak dihasilkan dari rumah, seperti sisa-sisa bahan masakan, sampah plastik, dan sebagainya.

Meskipun begitu, sampah bisa diatasi dengan 3r, sehingga sampah bisa berkurang sekaligus menjadi tambahan pemasukan. Pada artikel ini, kita akan membahas pengertian 3r dalam mengatasi sampah beserta langkah mengelola sampah di rumah. Jadi, simak ulasannya sampai habis, Grameds.

 

Pengertian Reduce, Reuse, Recycle (3R)

Metode 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle sebagai salah satu cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah plastik dengan berbagai jenisnya. Penerapan sistem ini juga sangat baik dalam mengelola sampah dari berbagai jenis plastik baik dari sampah yang aman hingga sampah yang beracun.

Pengelolaan sampah dengan sistem 3R sendiri mampu dilakukan oleh hampir semua orang serta tidak jarang hal-hal yang diproduksi dan mampu menghasilkan nilai ekonomis. Berikut dibawah ini adalah konsep dan urutan langkah untuk mengelola sampah dengan baik.

1. Reduce

Reduce adalah mengurangi sampah. Maksud dari langkah ini adalah mengurangi penggunaan produk yang nantinya berpotensi menjadi sampah. Langkah ini sendiri dapat dilakukan serta diterapkan untuk sampah atau berbagai produk sekali pakai, seperti diantaranya pada kantong plastik belanja yang sudah dilarang di berbagai lokasi seperti di DKI Jakarta. Produk yang jadi target utama untuk reduce sendiri ialah produk-produk dengan bahan dasar plastik.

Tahap ini juga menjadi yang pertama sekaligus menjadi prioritas karena akan menjadi pengurangan produk sampah sekali pakai, maka tak perlu ke tahap berikutnya yaitu reuse serta recycle. Penggunaan barang yang sulit didaur ulang kerap menjadi masalah baru, sehingga tak heran jika reduce digadang-gadang sebagai langkah awal yang tepat.

Contoh dari penerapan langkah reduce diantaranya membawa botol minum serta alat makan sendiri, sehingga tak perlu menggunakan berbagai alat makan serta alat minum sekali pakai, berbelanja menggunakan tas atau totebag, dan sebagainya.

2. Reuse

Langkah atau tahap kedua dalam mengatasi sampah ialah reuse yang berarti menggunakan kembali. Pada tahap ini, mengajak seseorang untuk menggunakan kembali berbagai produk yang sudah terpakai. Dengan menggunakannya kembali, maka sampah yang timbul dari produk-produk ini akan berkurang.

Salah satu cara atau langkahnya diantaranya adalah pada penggunaan botol bekas air minum sebagai pot tanaman kecil, penggunaan kaleng biskuit hingga snack sebagai kotak penyimpanan di rumah, dan sebagainya. Bahkan, langkah lain dari reuse bisa dilakukan pada botol

Pengertian 3R dalam Mengatasi Sampah

pixabay.com

atau shampo yang tidak dibuang dan mengisinya dengan produk isi ulang.

Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa dengan metode reuse, maka penyebaran sampah plastik dapat dibeli, dikurangi serta dimanfaatkan kembali seperti sedia kala.

3. Recycle

Pengertian 3R dalam Mengatasi Sampah

pixabay.com

Tahap terakhir dari konsep 3R ialah recycle yaitu mendaur ulang. Langkah ini sendiri paling banyak dilakukan mengingat sudah banyaknya sampah yang tersebar di berbagai lokasi seperti tanah, laut, dan udara. Produk bekas ataupun produk daur ulang sendiri sesungguhnya lebih fleksibel, bahkan kerap memiliki nilai ekonomis.

Pemanfaatan sampah yang tak digunakan hingga memiliki nilai tanpa harus mencemari lingkungan serta mampu mengurangi penyebaran sampah plastik. Adapun produk yang didaur ulang memiliki desain yang unik serta sangat berbeda dengan jenis produk baru, bahkan beberapa pihak juga membuat aksesoris dari alat daur ulang yang dapat bermanfaat untuk mendongkrak ekonomi lingkungan sekitar, seperti lingkungan RT atau lingkungan RW.

Tanggung jawab dalam melakukan konsep 3R juga dapat dilakukan oleh pihak perusahaan, bagaimana cara melakukannya serta contoh apa yang dapat diterapkan oleh perusahaan lainnya. Selain itu, tanggung jawab 3R juga harus dilakukan oleh orang-orang rumah agar bisa berperan juga dalam mengatasi masalah di dunia ini.

Konsep Manajemen Sampah Segitiga Terbalik 5R

Pengertian 3R dalam Mengatasi Sampah

pixabay.com

Menurut UU 18 tahun 2008 mengenai Pengelolaan Sampah, TPA sebagai singkatan dari Tempat Pemrosesan Akhir, yaitu diantaranya tempat untuk memproses serta mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman, baik bagi manusia atau lingkungan itu sendiri. Kenyataannya, sebagian besar masyarakat Indonesia masih menganggap TPA sebagai Tempat Pembuangan Akhir.

Selain itu, penanganan sampah dengan konsep 3R berkembang menjadi konsep segitiga terbalik, yaitu 5R (Reduce-Reuse-Recycle-Recovery-Repair). Berikut penjelasan tentang 5R.

1. Reduce

Reduce adalah langkah mengurangi produksi sampah dari awal dengan cara membawa sendiri kantung belanja, serta menggunakan produk yang dapat digunakan berulang kali.

2. Reuse

Reuse adalah langkah menggunakan kembali material yang dapat dan aman digunakan kembali, salah satunya adalah dengan cara membuat kerajinan tangan ataupun proses upcycle.

3. Recycle

Recycle adalah langkah mendaur ulang sampah dengan cara meleburkan, melelehkan, mencacah, untuk dibentuk kembali menjadi berbagai produk baru yang umumnya mengalami penurunan kualitas.

4. Recovery

Recovery adalah saat tak dapat didaur ulang, maka cari jalan untuk menghasilkan energi atau dengan menggunakan material baru dengan cara memproses sampah-sampah yang tak dapat didaur ulang tersebut.

5. Repair

Repair adalah sampah atau produk sisa dari proses recovery yang pada umumnya berupa abu ataupun material sisa lainnya dibawa ke TPA untuk diolah serta diproses agar tak merusak lingkungan.

Indonesia Darurat Sampah

Penduduk Indonesia menghasilkan 65 juta ton sampah setiap harinya. Dari semua sampah yang dihasilkan tersebut, sekitar 24% mengotori ekosistem, hanya 7% yang didaur ulang, dan 69% di antaranya berakhir di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Dengan kecilnya jumlah sampah yang didaur ulang serta tingginya jumlah sampah yang menumpuk di TPA atau Tempat Pemrosesan Akhir, maka sampah ini juga menimbulkan banyak masalah sosial atau lingkungan, salah satunya diantaranya ialah ancaman TPA (Tempat Pemrosesan Akhir).

TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) di Indonesia yang tak lagi dapat beroperasi dikarenakan kelebihan kapasitas. Contohnya diantaranya TPA/TPST Bantar Gebang di wilayah Bekasi, Jawa Barat yang memiliki luas 110,3 hektar dengan ketinggian gundukan sampah hingga 30 meter disinyalir hanya mampu menampung masuknya 7000-7500 ton sampah penduduk DKI Jakarta hingga maksimal 3 tahun lagi. Hal yang kemudian hampir serupa juga terjadi di TPA lainnya, seperti TPA Piyungan di Yogyakarta dan TPA Suwung di Bali.

Di luar kondisi TPA kita yang kian menipis, Indonesia juga menjadi sorotan dunia atas terpilihnya sebagai peringkat ke-2 negara dengan sampah lautan terbanyak setelah China. Selain itu, berada di peringkat ke-2 negara penghasil sampah makanan terbanyak setelah Arab Saudi.

Dengan melihat rendahnya tingkat pemahaman serta penerapan masyarakat Indonesia dengan menggunakan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle) serta 2 proses yang menyertainya yaitu Repair dan Recovery, maka pemerintah Indonesia sendiri telah mencanangkan program Indonesia Bersih Sampah 2025 (Peraturan Presiden Indonesia No. 97/2017) yang mengharuskan pemerintah kabupaten serta daerah untuk membuat model perencanaan demi mencapai 2 poin tersebut di tahun 2025, diantaranya:

  1. Mengurangi 30% sampah dari sumber memproses.
  2. Mengelola setidaknya 70% sampah agar tak terkumpul dan menumpuk di TPA.

Tentu saja masyarakat serta perusahaan yang menghasilkan sampah dalam suatu proses bisnisnya diharapkan untuk turut menyesuaikan sistem pengelolaan sampahnya agar dapat mendukung kesuksesan program tersebut.

Langkah Mengelola Sampah di Rumah

Pengertian 3R dalam Mengatasi Sampah

alinea.id

Mengelola sampah dengan bijak akan membantu menyelamatkan lingkungan kita. Tujuan dari pengelolaan sampah sendiri agar sampah memiliki nilai ekonomi ataupun mengubahnya menjadi bahan yang tak membahayakan lingkungan.

Dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, kamu dapat membantu mengejar mimpi serta menekan berbagai dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Sebelum mengerti langkah mengolahnya, ketahui dulu jenis sampah yang sering dikonsumsi di rumah tangga, diantaranya adalah sampah organik dan sampah anorganik.

Sampah organik ini berasal dari bahan makanan yang kita konsumsi, seperti diantaranya kulit sayur dan buah, cangkang telur, tulang ikan, tulang ayam, dan lain-lain. Sedangkan sampah anorganik ialah sampah seperti plastik, kartus, kertas, hingga barang elektronik.

Berikut di bawah ini adalah beberapa Langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengelola sampah di rumah:

1. Pisahkan Tempat Sampah Organik & Anorganik

Sediakanlah 2 tempat sampah untuk sampah organik dan sampah anorganik. Pisahkan juga sampah-sampah yang kering agar kamu dapat mendaur ulang tanpa terlihat kotor ataupun bau.

2. Ganti Alas Plastik Sampah menjadi Koran atau Kardus

Saat sampah sudah dipilah dengan benar, maka kita tak perlu lagi alas plastik. Kamu dapat menggunakan koran, atau kardus, atau bahkan tanpa alas, atau langsung ke tempat sampahnya.

3. Ubah Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos

Cara mengolah sampah rumah tangga yang berbahan organik dan ramah lingkungan adalah dengan menjadikannya kompos untuk berkebun. Jika kamu tidak terlalu suka berkebun, kamu tetap dapat menyumbangkan kompos kepada organisasi yang bergerak di bidang perkebunan, dan nantinya sampah-sampah ini akan lebih bermanfaat.

4. Mendaur Ulang Sampah Anorganik Kering

Pengertian 3R dalam Mengatasi Sampah

regional.kompas.com

Kamu juga dapat membuat D.I.Y. barang-barang seperti botol bekas menjadi pot tanaman, kaleng dapat diubah menjadi tempat menyimpan bumbu. Selain itu, kamu juga dapat memilah sampah plastik tertutup seperti botol plastik yang dapat di daur ulang dan sampah plastik terbuka yang jika dihancurkan menjadi biji plastik.

Kemudian sampah ini juga dapat diberikan ke bank sampah. Hal ini juga akan membantu meringankan kerja para teman-teman pemulung.

5. Berikan Sisa Minyak Jelantah ke Instansi Pengolahan Minyak

Jangan pernah menuangkan minyak ke dalam saluran pembuangan dapur ya. Minyak dari sisa yang dibuang di wastafel dapat menyumbat pipa saluran air dan yang yang lebih buruk hingga akhirnya mencemari saluran air di seluruh kota.

Minyak jelantah ini juga dapat disumbangkan, tetapi sebelumnya didinginkan serta diletakkan ke dalam wadah agar menjadi biodiesel yang lebih bersih. Biodiesel sebagai bahan bakar non toksik dan dapat terurai, sehingga dapat menggerakkan mesin mobil dan membantu lingkungan.

6. Mengelola Sampah Berbahaya

Jangan membuang barang yang berbahaya serta mengandung kimia seperti baterai ataupun tinta printer ke tempat sampah biasa. Sampah dengan kandungan kimia yang sangat berbahaya untuk lingkungan.

Pisahkan juga sampah jenis ini dan bawa langsung ke pusat daur ulang sampah, sehingga dapat dikelola dengan cara yang tepat. Untuk sampah elektronik yang sudah rusak, kamu juga dapat mengembalikannya ke perusahaan yang memproduksinya untuk mereka daur ulang menjadi produk elektronik baru.

Kesimpulan

Sudah tak bisa dipungkiri lagi bahwa sampah yang ada di dunia ini akan semakin bertambah. Namun, di sisi lain, tempat pembuangan akhir untuk sampah tak sebanding dengan banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan oleh manusia. Dalam hal ini, sampah yang dimaksud adalah sampah organik dan sampah anorganik.

Jika sampah terus dibiarkan, maka bukan tak mungkin kalau bumi kita ini semakin lama akan semakin tercemar. Oleh sebab itu, supaya sampah yang ada di dunia mulai berkurang, maka kita perlu melakukan 3r, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Dengan melakukan 3r itu, maka kita bisa berperan dalam menjaga bumi.

Buku-Buku Terkait

1. Kreasi Daur Ulang

Pengertian 3R dalam Mengatasi Sampah

.Di sekitar rumah kita banyak sekali ditemukan barang-barang yang sudah tidak terpakai, dianggap sampah, dan tak berguna seperti botol plastik bekas air mineral, botol propolis, plastik kresek, tutup gelas plastik, kemasan mika, kertas-kertas, dus bekas tempat susu, stik bekas es krim, dan masih banyak lagi. Alangkah sayangnya kalau kita buang begitu saja. Ternyata dari barang-barang tersebut bisa kita buat menjadi barang-barang cantik yang lebih bermanfaat dan layak jual.

Dalam buku ini kami membahas tentang bagaimana memanfaatkan barang-barang yang dianggap sampah menjadi benda yang cantik dan bermanfaat, seperti: Vas Unik, Vas Mini, Souvenir Mungil, Wadah Gantung Serbaguna, Kipas Cantik, Vas Bunga Cantik, Tempat Surat/ Tisu, Gantungan Kunci Cantik, Gantungan Kunci Kipas, souvenir Magnet Kulkas, Laci Aksesoris, Tempat Kartu Gantung, Mantel Pot Tanaman, Pigura, Wadah Peralatan, Buket Bunga, dan lain lain. Disertai foto step by step sehingga memudahkan pembaca yang ingin mencoba. Semoga buku ini menjadi sumber inspirasi untuk Anda.

2. Menghias 25 Kreasi Cake Ulang Tahun Anak dengan Plastic Icing

Pengertian 3R dalam Mengatasi Sampah

Buku Menghias 25 Kreasi Cake Ulang Tahun Anak dengan Plastic Icing ini merupakan panduan detail untuk menjadi mahir dalam membuat hiasan cake bagi buah hati Anda.Membuat hiasan cake dengan bentuk atau model atraktif merupakan daya tarik tersendiri dari keseluruhan penampilan cake. Jangan buru-buru berkecil hati dalam urusan menghias cake. Selalu ada jalan keluarnya, salah satunya miliki buku ini dan cermati dan praktekkan!

Kunci sukses menghias cake adalah:

  • Mengikuti instruksi yang tertera dalam buku secara cermat.
  • Kerjakan saja step by step, mulai dari yang paling mudah.
  • Sabar dan tidak mudah putus asa.
  • Sering berlatih dan percaya diri bahwa Anda juga bisa membuat hiasan cake dengan menarik.

Keputusan pertama yang sebaiknya Anda ambil adalah membeli buku ini, kemudian mempelajari secara cermat, akhirnya praktikan secara teliti agar Anda dapat juga menghasilkan karya yang dapat dikenang selamanya oleh buah hati Anda.

3. Membuat Kerajinan dari Kayu

Kayu merupakan salah satu bahan alam yang banyak terdapat di Indonesia. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, kayu juga banyak digunakan sebagai bahan kerajinan yang bernilai tinggi. Bahan kerajinan yang baik adalah kayu-kayu yang sudah tua dan dikeringkan karena tidak terlalu menyusut. Ada dua jenis kayu kerajinan, yaitu kayu lunak (kayu pinus, kayu meranti) dan kayu keras (kayu sawo, kayu mahoni, kayu jati).

Peralatan yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan kayu, di antaranya gergaji tangan, gergaji bentuk, gergaji potong, pisau, batu asah ameril, batu asah alam, papan pengasah yang dilapisi kulit, pahat cekung, penusuk, penjepit, palu dari kayu, papan tempat menggergaji, papan untuk menggergaji bentuk, papan triplek untuk alas.

4. Seri Aku Terampil Yuk, Berkreasi dengan Barang Bekas; Kreatif dengan Botol

Adik-adik, adakah dari kalian yang pernah berpura-pura menjelajahi bulan dengan memakai baju astronot buatan sendiri? Atau pernahkah kalian menggunakan sebuah gelang yang terbuat dari botol bekas? Wah, pasti lucu dan seru, adik-adik! Kalian juga tidak perlu membeli itu semua, sebab kalian hanya tinggal membuatnya sendiri.

Asyik, kan? Dengan mengikuti langkah-langkah dalam buku ini, kalian akan dapat membuat banyak prakarya yang pasti tidak akan membosankan, deh! Banyak benda unik dan menarik yang dapat kita buat dari bermacam-macam bahan bekas. Kalian juga dapat membuat hiasan dan mainan dari bahan yang sudah tidak terpakai tersebut.

Di dalam buku ini, kalian diajak untuk membuat prakarya yang terbuat dari bahan-bahan yang murah dan juga mudah didapat. Contohnya, botol, kaleng, plastik bekas, gelas, dan kayu. Semua bahan tersebut akan kita sulap menjadi berbagai hiasan dan mainan yang bagus, lho! Ayo, mulailah bersiap dan ikuti semua petunjuk dalam buku ini!

Demikian pembahasan tentang pengertian 3r dalam mengatasi sampah. Jadi, apakah kamu sudah mulai melakukan 3r yang telah dijelaskan di atas?

Sampah bisa dijadikan sebagai kreasi seni yang menambah penghasilan. Untuk kreasi seni dari bahan daur ulang atau sampah, kamu bisa menemukannya di buku-buku kerajinan dari bahan daur ulang yang bisa ditemukan di gramedia.com.

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Hendrik

Sumber: dari berbagai sumber

BACA JUGA:

  1. Jenis Limbah: Pengertian, Karakteristik, dan Cara Mengatasinya
  2. Pengertian Limbah Organik, Jenis, Ciri, dan Cara Mengolahnya 
  3. Pengertian & Contoh Limbah Anorganik 
  4. Pengertian Limbah Domestik & Contoh Limbah Domestik 
  5. Contoh Limbah Rumah Tangga, Dampak, Jenis, dan Pengelolaannya


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien