IPA

Pengertian Limbah Domestik & Contoh Limbah Domestik

Limbah Domestik
Written by Laila

Pengertian Limbah Domestik & Contoh Limbah Domestik – Limbah menjadi salah satu permasalahan yang berkepanjangan dan cukup sulit untuk diatasi karena akan terus ada mengikuti perkembangan kehidupan manusia. Manusia akan menghasilkan limbah dari berbagai macam kegiatannya. Mulai dari kegiatan industri, kegiatan pertanian, hingga kegiatan sehari-hari yang dilakukan manusia akan menghasilkan limbah. Limbah yang saat ini paling banyak dihasilkan oleh manusia adalah limbah domestik. Limbah domestik adalah bagian sisa atau buangan yang dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia. Limbah domestik dapat berasal dari rumah tangga, sekolah, penginapan, restoran, perkantoran, pasar, mall, dan sarana sejenis lainnya.

Jenis dan Contoh Limbah Domestik

Limbah domestik diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu limbah cair dan limbah padat. Berikut adalah penjelasannya.

1. Limbah Cair Domestik

Limbah Domestik Cair

Limbah cair domestik berasal dari berbagai kegiatan atau kebutuhan sehari-hari manusia, seperti air bekas mandi, air bekas mencuci baju, air bekas mencuci peralatan makan, sisa makanan berwujud cair, serta kotoran manusia. Pembuangan limbah cair domestik perlu dikelola dengan baik karena tidak sedikit dari limbah jenis ini yang mengandung bahan kimia, seperti detergen, sabun mandi, dan minyak, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan.

2. Limbah Padat Domestik

Limbah Domestik Padat

Limbah padat domestik berasal dari berbagai bahan atau barang yang tersisa dan tidak dibutuhkan lagi. Limbah padat yang dibuang sembarangan akan menyebabkan pencemaran dan kerusakan pada lingkungan. Limbah padat domestik dibagi menjadi dua macam, yaitu limbah organik dan limbah anorganik.

Berikut adalah ebook mengenai kreasi kreatif dengan memanfaatkan kertas dan koran bekas.

35 Kreasi Kreatif Kertas dan Koran Bekashttps://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-saintis-junior-bumi?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

1) Limbah Organik Domestik

Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari sampah atau buangan sisa makanan, seperti buah, sayuran ayam, dan nasi. Limbah organik yang dibuang akan mengalami pembusukan dan terurai dengan sendirinya.

2) Limbah Anorganik Domestik

Limbah anorganik merupakan limbah yang berasal dari bahan atau barang yang sulit atau bahkan tidak dapat diuraikan melalui proses biologis, seperti besi, botol, plastik, kaca, peralatan rumah tangga, dan peralatan elektronik. Limbah anorganik yang ditumpuk dan dibuang sembarangan akan berdampak buruk dengan mencemarkan serta mengganggu pemandangan dan kenyamanan lingkungan.

Dampak Limbah Domestik

Limbah domestik jika dibuang begitu saja, tanpa adanya pengelolaan terlebih dahulu, dapat menyebabkan berbagai dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Berikut beberapa dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh pembuangan limbah domestik.

1. Dampak Limbah Domestik terhadap kesehatan

Pembuangan limbah domestik tanpa adanya pengelolaan terlebih dahulu dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia. Limbah padat yang dibuang secara sembarangan di permukaan tanah akan mengalami pembusukan. Limbah yang mengalami pembusukan tersebut dapat menghasilkan gas beracun, seperti metan, asam sulfat, dan amonia. Limbah jenis ini juga dapat menyebabkan pencemaran pada air dan lingkungan sekiranya jika dibuang di perairan, seperti sungai atau laut. Limbah domestik jenis ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti diare, gatal-gatal, hingga gangguan ginjal dan hati.

Selain itu, air limbah domestik yang berasal dari toilet juga dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti diare, kolera, dan tifus, karena mengandung bakteri E. Coli. Air limbah toilet ini perlu dikelola dengan baik. Jarak antara sumur dan septic tank harus cukup jauh karena jika tidak, air limbah dapat menyerap ke dalam sumur. Air sumur yang tercemar oleh air limbah akan mengandung bakteri yang dapat menyebar jika digunakan untuk mandi, menggosok gigi, mencuci piring, dan kegiatan lainnya yang menggunakan air sumur tanpa melalui proses memasak.

2. Dampak Limbah Domestik terhadap Lingkungan

Pembuangan limbah domestik tanpa adanya pengelolaan terlebih dahulu dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Pembuangan limbah domestik yang mengandung bahan kimia, seperti detergen, di permukaan tanah dapat mempengaruhi tingkat keasaman/pH tanah yang akan berpengaruh pada penyerapan unsur hara dan pertumbuhan tanaman. Limbah dengan kandungan bahan kimia yang dibuang di sungai akan merusak atau bahkan membunuh tanaman dan hewan yang hidup dalam sungai tersebut. Hal tersebut terjadi karena air limbah yang mengandung bahan kimia domestik ini akan mengurangi kadar oksigen yang terdapat dalam air sungai sehingga merusak kualitas air sungai tersebut. Keadaan ini akan berpengaruh pada kerusakan ekosistem di sungai dalam waktu yang berkepanjangan.

3. Dampak Limbah Domestik terhadap estetika

Pembuangan limbah domestik tanpa adanya pengelolaan terlebih dahulu dapat menimbulkan bau yang tidak sedap atau bau busuk yang akan mengganggu penciuman. Pembuangan limbah secara sembarangan juga akan menyebabkan lingkungan menjadi kumuh dan kotor sehingga tidak enak untuk dipandang.

Cara Mengurangi Limbah Domestik

Limbah domestik memiliki berbagai dampak buruk bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Karena itu, perlu adanya usaha untuk mengurangi jumlah limbah domestik. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah limbah domestik.

1. Mengurangi Penggunaan Energi Listrik

Mengurangi penggunaan atau melakukan penghematan listrik dapat mengurangi jumlah limbah domestik yang dihasilkan oleh barang elektronik. Cara untuk menghemat listrik dapat dilakukan dengan selalu mematikan barang elektronik yang tidak digunakan, mematikan lampu di siang hari dengan memanfaatkan cahaya matahari, serta menggunakan barang elektronik yang lebih hemat energi, seperti lampu LED.

2. Mengurangi Penggunaan Pendingin Ruangan

Mengurangi penggunaan pendingin ruangan atau AC dapat mengurangi jumlah limbah domestik karena alat ini dapat menghasilkan limbah berupa zat freon atau CFC, yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta mengakibatkan penipisan lapisan ozon. Penggunaan pendingin ruangan dapat dikurangi dengan memanfaatkan udara alami dari jendela dan ventilasi udara yang terdapat di rumah.

4. Meninggalkan Penggunaan Kantong Plastik

Plastik menjadi salah satu limbah domestik yang banyak ditemukan. Limbah plastik, sebagai limbah anorganik yang sangat sulit untuk diuraikan, dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Karena itu, mengganti penggunaan kantong plastik dengan kantong belanja yang lebih ramah lingkungan, seperti kantong belanja yang terbuat dari kain dan kanvas, sangat diperlukan untuk mengurangi jumlah limbah plastik domestik.

Pengelolaan Limbah Domestik

Upaya pengelolaan limbah domestik secara tepat sangat perlu dilakukan untuk menanggulangi dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan. Pengelolaan limbah domestik dapat dilakukan sesuai dengan masing-masing jenisnya. Berikut adalah penjelasan mengenai pengelolaan limbah domestik.

1. Pengelolaan Limbah Cair Domestik

Salah satu bentuk pengelolaan yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran dari limbah cair domestik adalah dengan menggunakan Bio Septic Tank. Bio septic tank dapat dimanfaatkan untuk menampung limbah cair domestik sehingga dapat mengurangi pencemaran pada lingkungan. Bio Septic Tank memiliki kapasitas yang cukup besar serta dilengkapi dengan alat penyaringan yang mampu mengurangi bau kotoran dan menghindari pencemaran tanah. Bio septic tank terbuat dari serat fiber yang tebal sehingga mampu mencegah kebocoran dari limbah yang tertampung di dalamnya.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengelola limbah cair domestik adalah dengan melakukan pengelolaan greywater. Greywater merupakan limbah cair domestik yang berasal dari beberapa limbah cair, selain limbah toilet atau kakus. Greywater dapat dihasilkan dari air bekas mandi, air bekas mencuci baju, air bekas mencuci peralatan, dan lainnya. Pengolahan Greywater dapat dilakukan dengan membuat bak filter organik sehingga limbah cair domestik tidak terbuang langsung di tanah atau saluran air. Bak filter tersebut dapat diisi dengan pasir, tanah, serta tanaman penyaring, seperti enceng gondok, kangkung, dan kiambang, yang akan menjernihkan dan mengurangi polusi pada air. Penyaluran air bekas mandi dan mencuci menuju bak filter dilakukan secara bertahap. Air bekas mencuci peralatan makan akan masuk ke bak penangkap lemak terlebih dahulu. Greywater dapat mengurangi pencemaran lingkungan serta dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif untuk mengatasi masalah jumlah air yang terus berkurang di wilayah perkotaan. Air yang dihasilkan oleh pengelolaan greywater dapat dimanfaatkan untuk keperluan selain makan dan minum, seperti membersihkan toilet, mencuci toilet, dan menyiram tanaman.

Berikut adalah ebook mengenai pengelolaan air limbah domestik.

Pengelolaan air limbah domestikhttps://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-saintis-junior-bumi?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

2. Pengelolaan Limbah Padat Domestik

Pengelolaan limbah padat domestik dapat dilakukan dengan beberapa proses berikut.

1) Pemilahan

Pemilahan menjadi salah satu cara pengelolaan limbah padat yang paling sering dilakukan. Cara ini dilakukan dengan memilah atau memisahkan limbah organik (sampah basah) dan limbah anorganik (sampah kering). Limbah organik (sampah basah) dapat diolah menjadi pupuk organik atau pupuk kompos. Sedangkan limbah anorganik (sampah kering) dapat dipilah kembali untuk diberikan kepada pemulung ataupun didaur ulang sehingga menghasilkan barang yang bernilai.

Berikut adalah ebook mengenai cara mudah untuk membuat pupuk organik.

Membuat Pupuk Organik Cair dengan Mudahhttps://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-saintis-junior-bumi?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

2) Pewadahan

Pewadahan merupakan kegiatan penampungan sampah sementara secara mandiri sebelum diangkut atau dipindahkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) atau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Pewadahan dilakukan dengan menyediakan wadah untuk memisahkan limbah anorganik berdasarkan jenis atau bahannya,

3) Pengumpulan

Proses pengumpulan limbah padat dilakukan oleh para petugas kebersihan yang mendatangi masing-masing tempat untuk mengangkut atau memindahkan sampah ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). Proses pengumpulan limbah padat juga dapat dilakukan dengan cara lain, yaitu melalui komunal langsung. Komunal langsung merupakan proses pengambilan limbah padat di setiap titik komunal untuk langsung diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa dipindahkan terlebih dahulu.

4) Pengangkutan

Proses pengangkutan limbah padat dalam pengumpulan komunal langsung dilakukan dengan menggunakan kendaraan pengangkut jenis compactor truck dan arm roll truck. Masing-masing kendaraan tersebut memiliki kapasitas 6 m3 dan 4 m3. Kendaraan pengangkut jenis compactor truck mempunyai kelebihan untuk melakukan pengepresan limbah padat sehingga dapat meningkatkan daya tampungnya. Kedua kendaraan pengangkut limbah padat ini dilengkapi dengan lengan tarik hidrolik sehingga kegiatan pemuatan atau pembongkaran limbah padat dapat dilakukan dengan lebih mudah tanpa bersentuhan langsung dengan limbah tersebut.

5) Tempat Penampungan Sementara (TPS)

Limbah padat yang sebelumnya telah dikumpulkan dan diangkut akan dibawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). TPS adalah tempat penampungan sebelum sampah kembali dipindahkan menuju tempat pengolahan dan daur ulang atau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

6) Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)

Limbah padat yang telah sampai di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) akan diisolasi atau ditimbun secara aman agar tidak menyebabkan gangguan terhadap lingkungan. Selain melakukan isolasi atau penimbunan sampah, TPA juga akan mengolah sampah dengan melakukan pemilahan sampah, daur ulang sampah anorganik, serta pengomposan sampah organik.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien