Kesehatan Pendidikan Jasmani

Pengertian Keseimbangan Statis: Cara Melatih, dan Hubungannya dengan Lansia

Written by Rifda Arum

Pengertian Keseimbangan Statis Adalah – Apakah Grameds menyadari bahwa remaja saat ini kerap mengeluh sakit punggung karena mereka jarang melakukan aktivitas fisik? Atau bahkan Grameds termasuk pada golongan “remaja jompo” tersebut?

Menurut WHO (World Health Organization), aktivitas fisik yang dalam prosesnya tidak memuat aktivitas fisik yang sebenarnya justru dapat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit kronis yang diperkirakan mampu menyebabkan kematian secara global. Aktivitas fisik yang dimaksud demikian adalah misalnya ketika lebih menghabiskan waktunya di depan televisi ditambah dengan mengkonsumsi makanan ringan berkadar lemak tinggi. Sebenarnya, boleh-boleh saja kok kita menghabiskan waktu di depan televisi sambil memakan camilan, tetapi harus diimbangi juga dengan olahraga.

Apabila membicarakan mengenai olahraga, pasti tidak akan lepas dari keseimbangan tubuh yang mana sangat penting bagi setiap orang, mulai dari para atlet maupun orang biasa. Latihan keseimbangan tubuh ini kerap diajarkan di lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga sekolah melalui mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

Dalam latihan keseimbangan tubuh ini, memiliki beberapa macam yang masing-masingnya harus dilakukan secara benar supaya bagian tubuh tidak terkilir. Beberapa macam dari keseimbangan tubuh itu ada keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis.

Lalu, apa sih keseimbangan statis itu? Apakah latihan keseimbangan statis ini dapat berpengaruh pada kelompok usia tertentu?

Nah, supaya Grameds tidak menjadi bagian dari remaja jompo lagi, yuk simak uraian berikut ini!

https://www.pexels.com/

Pengertian Keseimbangan Statis

Sebelum membahas mengenai keseimbangan statis, akan lebih baik jika Grameds memahami apa itu keseimbangan terlebih dahulu. Ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai definisi dari keseimbangan ini. Menurut Winter (1995), keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan proyeksi pusat tubuh pada suatu landasan, sebagai penunjang baik ketika tengah berdiri, duduk, dan berjalan.

Kemudian menurut Lee & Scudds (2003) berpendapat bahwa suatu keseimbangan dibutuhkan untuk dapat mempertahankan posisi dan stabilitas ketika tengah bergerak dari satu posisi ke posisi lain. Sementara itu, menurut Javaid (2017), menyatakan bahwa perubahan sistem sensorimotor, audio atau indra visual, yang berkaitan dengan usia juga dapat berpengaruh pada kemampuan dalam upaya menjaga keseimbangan yang tepat. Dalam hal ini, keseimbangan dapat dibagi menjadi dua macam yakni keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis.

Nah, setelah memahami apa itu keseimbangan tubuh, sekarang yuk kita bahas tentang keseimbangan statis!

Sesuai dengan namanya, keseimbangan statis adalah ketika tubuh berhasil mempertahankan posisi yang tidak berubah atau posisi tetap di tempat. Misalnya, keseimbangan ketika berdiri dengan satu kaki atau ketika berdiri di atas papan keseimbangan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh De Oreo (1980), menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang mencolok antara kemampuan keseimbangan statis pada seorang laki-laki dan perempuan.

Sementara itu, keseimbangan dinamis adalah keseimbangan untuk bertahan dan mempertahankan tubuh disertai dengan gerak fisik tertentu. Misalnya ketika tengah mengayuh sepeda, harus menyeimbangkan tubuh dua hal, yakni supaya tubuh tidak jatuh dan supaya sepeda tetap berjalan melalui kayuhan pedalnya.

Kemampuan keseimbangan baik itu secara statis maupun dinamis sama-sama membutuhkan upaya mengendalikan organ syaraf otot, terutama ketika tengah melakukan gerakan yang cepat dengan perubahan letak titik berat badan secara cepat pula.

Beli Buku di Gramedia

Cara Melatih Keseimbangan

Keseimbangan tubuh yang dimiliki setiap individu itu tidak serta-merta didapatkan begitu saja. Supaya tubuh dapat memiliki kemampuan pengendalian organ syaraf otot tentu harus dilatih dengan beberapa latihan. Latihan keseimbangan baik itu secara statis dan dinamis, biasanya telah dilakukan sejak dini hingga dewasa. Grameds mungkin kerap melakukan latihan keseimbangan ini tanpa disadari.

Nah, berikut adalah beberapa latihan peregangan untuk keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis menurut Harsono (1988), yakni:

1. Latihan Keseimbangan Statis

Banyak cara yang dilakukan untuk melatih keseimbangan statis pada tubuh manusia, salah satunya adalah latihan peregangan statis (static stretching). Sebenarnya, latihan static stretching ini kerap dipraktikkan dalam kegiatan yoga, yang mana termasuk dalam program latihan kebugaran jasmani.

Kegiatan yoga ini memiliki beragam manfaat, mulai dari melatih keseimbangan, melancarkan fungsi organ, meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan, hingga mengurangi depresi dan stress yang dirasakan.

Dalam latihan static stretching, seseorang harus mengambil sikap sedemikian rupa sehingga dapat meregangkan beberapa otot tertentu. Biasanya sikap dalam latihan ini berupa sikap berdiri dengan tungkai lurus, badan dibungkukkan, dan tangan mencoba menyentuh lantai, yang mana dapat berfungsi untuk meregangkan otot belakang paha. Berhubung latihan ini termasuk pada keseimbangan statis, maka gerakan tersebut harus dipertahankan selama beberapa detik dengan tidak bergerak-gerak.

Mengenai durasi waktu berapa lama sikap statis harus dipertahankan dalam latihan ini ada beberapa pendapat yang berbeda. Menurut Bompa (1983), menganjurkan untuk mempertahankan sikap statis selama 6-12 detik. Kemudian, menurut Pate dan kawan-kawan (1984), menganjurkan untuk durasi waktu sekitar 10 detik atau lebih. Lalu, menurut Katch dan Mc Ardle (1983), mengungkapkan bahwa durasi waktu untuk sikap statis lebih baik sekitar 10-30 detik. Perbedaan durasi waktu untuk mempertahankan sikap statis tersebut dapat Grameds lakukan semampunya, tetapi akan menjadi baik apabila durasinya melebihi 10 detik.

Dalam upaya latihan keseimbangan dinamis ini perlu memperhatikan beberapa hal, yakni harus menghindari peregangan yang tiba-tiba terlalu jauh atau terlalu ekstrim sehingga dapat menyebabkan otot terasa sakit. Nah, berikut adalah beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam upaya latihan keseimbangan statis, yakni:

  • Ketika tengah meregangkan otot (pemanasan), lakukan secara perlahan-lahan tanpa kejutan.
  • Apabila terasa ada yang meregang pada otot ketika tengah pemanasan, lebih baik berhenti. Lanjutkan kembali ketika rasa tegangan tersebut sudah tidak terasa sakit kembali.
  • Pertahankan sikap statis selama 20-30 detik.
  • Biarkan seluruh anggota tubuh merasa rileks, terutama pada otot-otot yang diregangkan supaya ruang gerak sendiri mampu meregang lebih luas.
  • Jangan menahan napas, usahakan untuk tetap bernapas seperti biasa dan secara pelan.
  • Setelah mempertahankan sikap statis selama 20-30 detik, kembali ke sikap awal secara perlahan. Jangan langsung sontak begitu saja supaya otot tidak terkejut dan tidak berkontraksi.

Latihan keseimbangan statis ini kerap dijadikan olahraga favorit sebab memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan latihan keseimbangan dinamis, yakni dalam hal:

  • Menghilangkan kemungkinan terjadinya cedera otot, sendi, hingga ligamen pada tubuh.
  • Menghindari rasa sakit selesai melakukan latihan berat.
  • Selama latihan, otot-otot yang diregangkan menjadi lebih rileks.
  • Sikap statis yang dipertahankan lebih lama, nantinya akan mengalami pemanjangan otot.
  • Lebih sedikit energi yang dikeluarkan dibandingkan dengan latihan keseimbangan dinamis.

Beli Buku di Gramedia

2. Latihan Keseimbangan Dinamis

Latihan keseimbangan dinamis biasanya dapat dilakukan dengan cara menggerak-gerakkan anggota tubuh secara berirama. Gerakannya berupa gerakan memutar atau memantul-mantulkan anggota tubuh sehingga otot-otot akan terasa diregangkan. Sayangnya, beberapa latihan keseimbangan dinamis mendapatkan kritik dari beberapa ahli, salah satunya adalah De Vries (1988) berpendapat bahwa peregangan yang dilakukan secara kuat dan cepat justru dapat menyebabkan refleks-regang pada otot. Maka dari itu, dalam latihan keseimbangan dinamis seharusnya dilakukan secara tidak berlebihan supaya otot tidak berkontraksi.

Latihan keseimbangan dinamis yang dapat dilakukan misalnya melakukan kegiatan menyapu, berjalan, berlari, senam, dan masih banyak lagi.

Beli Buku di Gramedia

Faktor yang Mempengaruhi Keseimbangan

Keseimbangan tubuh itu memiliki perbedaan pada setiap manusia, baik itu pada keseimbangan statis maupun dinamis. Salah satu faktor yang mencolok adalah usia, maka dari itu, pada zaman sekarang ini telah banyak program latihan keseimbangan statis yang justru ditargetkan kepada para lansia.

Menurut Kisner dan Colby (2007), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keseimbangan pada tubuh manusia, yakni:

1. Pusat Gravitasi (Center of Gravity – COG)

Pusat gravitasi juga berpengaruh besar pada keseimbangan tubuh manusia, sebab pusat gravitasi pada dasarnya memang bekerja dengan menyebarkan massa benda secara merata. Beban tubuh manusia nantinya akan ditopang oleh titik gravitasi sehingga tubuh dapat tetap berada pada posisi seimbang.

Tubuh manusia akan tetap seimbang apabila pusat gravitasi bergerak secara spontan sesuai dengan arah perubahan berat tubuh.

2. Garis Gravitasi (Line of Gravity – LOG)

Garis gravitasi adalah garis imajiner yang membujur secara vertikal melalui bagian tengah pada titik gravitasi. Tingkat stabilitas pada tubuh manusia nantinya akan ditentukan oleh hubungan antara garis gravitasi, pusat gravitasi, dan titik tumpu yang ada.

3. Bidang Tumpu (Base of Support – BOS)

Bidang tumpu atau titik tumpu ini adalah bagian yang berhubungan dengan permukaan penyangga pada tubuh manusia. Nantinya, tubuh akan tetap seimbang apabila garis gravitasi berada tepat di titik tumpu. Maka dari itu, kebanyakan manusia dapat berdiri lebih stabil dengan dua kaki daripada satu kaki.

4. Usia

Usia juga menjadi faktor penting dalam keseimbangan tubuh manusia, terutama pada lansia. Semakin bertambah usia, cenderung keseimbangan tubuhnya justru akan semakin menurun. Dapat kita lihat bahwa pada anak-anak, keseimbangannya lebih tinggi karena ukuran kepala anak relatif lebih besar dari kakinya, yang mana menggambarkan bahwa pusat gravitasi lebih rendah sehingga titik tumpu juga akan lebih stabil.

5. Jenis Kelamin

Meskipun sebelumnya telah disebutkan bahwa tidak ada perbedaan yang mencolok antara keseimbangan tubuh anak perempuan dan laki-laki, tetapi ternyata terdapat penelitian lain yang membandingkan hal tersebut, terutama pada lansia perempuan dan lansia laki-laki. Selisih keseimbangan tubuh yang didasarkan pada jenis kelamin ini disebabkan oleh perbedaan letak pusat gravitasi.

Apabila didasarkan pada tinggi badan, maka pusat gravitasi pada jenis kelamin laki-laki memiliki sekitar 56% dan perempuan sekitar 55%. Letak pusat gravitasi pada jenis kelamin perempuan lebih rendah karena mereka memiliki panggul dan paha yang lebih berat, serta ukuran kaki yang lebih pendek.

Beli Buku di Gramedia

6. Indeks Massa Tubuh (IMT)

Indeks Massa Tubuh atau IMT ini adalah satu indikator yang biasanya untuk menentukan lemak pada tubuh seseorang, sehingga dapat digunakan untuk menentukan status berat badan, apakah termasuk kategori kurus, ideal, atau terlalu gemuk. Indikator IMT ini juga dapat berguna untuk menghindari risiko masalah kesehatan akibat kekurangan atau kelebihan berat badan.

Namun, tidak serta-merta orang yang masuk kategori kurus dapat mempunyai keseimbangan yang stabil, bahkan tidak jarang orang gemuk juga mempunyai keseimbangan bagus lho…

Nah, berikut adalah kategori kurus, ideal, dan terlalu gemuk (obesitas) beserta IMT-nya.

Kategori IMT (Indeks Massa Tubuh)
Kurus 17,0 – 18,4
Normal 18,5 – 25,0
Terlalu Gemuk (Obesitas) >27,0

7. Tekanan Darah

Tekanan darah juga berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh. Tekanan darah adalah kekuatan aliran darah di dinding pembuluh darah yang berasal dari jantung (pembuluh arteri) menuju ke seluruh tubuh. Apabila kamu ingin mengukur tekanan darah yang ada di tubuhmu, gunakan alat tensimeter.

8. Aktivitas Fisik dan Pekerjaan

Tanpa disadari oleh banyak orang bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur ternyata dapat meningkatkan kekuatan sekaligus mencegah terjadinya ketidakseimbangan yang menyebabkan terjatuh, terutama pada lansia. Maka dari itu, para lansia dianjurkan untuk tetap melakukan aktivitas sehari-hari, selain meningkatkan kesehatan juga dapat mempertahankan keseimbangan tubuh sehingga meminimalisir terjadinya jatuh.

9. Hormon

Pada umumnya, perempuan cenderung akan mengalami penurunan muskuloskeletal yang lebih cepat daripada laki-laki karena mereka melewati masa menopause. Pada jenis kelamin perempuan, biasanya akan mengalami penurunan hormon skeletal sekitar 25-30%, sementara pada laki-laki hanya 10-15% saja.

10. Kekuatan Otot

Faktor terakhir adalah kekuatan otot yang mana pada setiap tubuh manusia itu memiliki perbedaan. Kekuatan otot ini adalah kemampuan tegangan dan daya otot, baik secara statis maupun dinamis dalam upaya mempertahankan kestabilan tubuh. Kekuatan otot dapat dihasilkan oleh kontraksi dan relaksasi otot yang berjalan secara baik, sehingga nantinya dapat mencapai keseimbangan tubuh.

Maka dari itu, kebanyakan lansia rentan mengalami penurunan fungsi otot dan berpengaruh pada keseimbangannya berjalan dan melakukan aktivitas lainnya.

Beli Buku di Gramedia

Hubungan Keseimbangan Statis pada Kelompok Lansia

Dalam hal ini, hubungan keseimbangan statis pada kelompok lansia dapat dilihat pada postur tubuh mereka. Postur tubuh dalam menjaga keseimbangan menjadi hal utama bagi lansia supaya mereka dapat tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa semakin bertambahnya usia manusia, maka keseimbangannya akan menurun.

Ketika hendak melakukan latihan keseimbangan statis, para lansia disarankan untuk diam terlebih dahulu sebelum melakukan latihan tersebut, salah satu contohnya adalah aktivitas berdiri. Kebanyakan lansia akan mengalami perubahan postur karena kesulitan untuk mengontrol keseimbangan yang mana pusat gravitasinya hampir selalu berubah. Mereka akan kesulitan mengontrol keseimbangan tegak dengan memposisikan kepala hingga kaki dalam posisi segaris. Terutama pada lansia di atas usia 60 tahun, sebagian besar dari mereka kemampuan kecepatan berjalannya menjadi terus menurun.

Ketidakseimbangan tubuh biasanya terjadi karena ada perubahan keselarasan tulang belakang yang mana dapat menyebabkan penggunaan otot postural berlebihan sebagai tindakan kompensasi. Maka dari itu, ketidakseimbangan tubuh biasanya disebabkan karena penggunaan energi yang berlebihan, kelelahan, dan terdapat rasa nyeri pada anggota tubuh.

Beli Buku di Gramedia

Nah, itulah ulasan mengenai apa itu keseimbangan statis disertai pula dengan definisi keseimbangan dinamis. Sebagai remaja, Grameds harus tetap berolahraga ya jangan terus-terusan rebahan di depan televisi atau laptop…

Sumber:

Afafah, Muh Nur Fahri. (2018). Analisis Keseimbangan Statis dan Keseimbangan Dinamis Wanita Paguyuban Olahraga Lansia Perumahan Pongangan Indah Gresik. Jurnal Kesehatan Olahraga IKOR FIO UNESA, Vol 2 (07). 

https://repository.umtas.ac.id/

Nayarti, Hilda. (2021). Hubungan Postur Terhadap Keseimbangan Statis dan Dinamis Pada Lansia di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mappakasunggu Kota Parepare. Skripsi. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Baca Juga!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien