Marketing

IMC Adalah: Pengertian, Unsur, Proses, dan Implementasinya Pada Perusahaan

Written by Rifda Arum

IMC Adalah – Dalam dunia bisnis, strategi pemasaran menjadi poin paling penting untuk menarik minat calon konsumen. Apalagi di tengah majunya zaman seperti sekarang ini, dunia bisnis juga akan berkembang, tidak hanya sekadar transaksi jual beli saja, tetapi juga harus memikirkan adanya komunikasi yang baik dengan calon konsumen.

IMC adalah singkatan dari Integrated Marketing Communication, yang secara singkat akan salah satu strategi pemasaran yang mengutamakan keselarasan antara brand milikmu dengan konsumen. Sama halnya dengan kehidupan bersosialisasi, maka dalam menerapkan strategi pemasaran ini juga harus disertai atas komunikasi secara mendalam.

Strategi IMC atau Integrated Marketing Communication ini sudah banyak diterapkan di berbagai perusahaan besar di Indonesia, sebab dinilai efektif untuk membangun hubungan berkesinambungan yang secara mendalam terhadap konsumen dari beragam kelas ekonomi. Lalu sebenarnya, apa sih IMC itu? Elemen apa saja yang harus termuat dalam IMC ini? Bagaimana pula penerapan dari strategi pemasaran IMC ini di perusahaan besar?

Nah, supaya Grameds tidak bingung akan hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/id-id/

Pengertian IMC (Integrated Marketing Communication)

Pada dasarnya, komunikasi menjadi hal utama dalam proses pemasaran, sebab pada hakikatnya, pemasaran juga merupakan proses komunikasi yang tercipta secara luwes antara perusahaan dengan konsumen. Maka dari itu, komunikasi dan pemasaran mempunyai keterikatan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, sehingga keduanya harus saling berintegrasi.

Menurut The American Association of Advertising Agency, IMC atau Integrated Marketing Communication ini adalah komunikasi pemasaran yang dilaksanakan secara terpadu. Dalam konsep perencanaan komunikasinya, lebih menekankan kajian pesan strategis pada masing-masing bentuk komunikasi yang kemudian dipadukan untuk memperoleh kejelasan pesan, konsistensi, dan dampak komunikasi secara maksimal melalui pengintegrasian pesan.

Sementara itu, menurut Kotler dan Amstrong (2004) dalam buku berjudul Dasar-Dasar Pemasaran, mengungkapkan bahwa IMC atau Integrated Marketing Communication ini adalah konsep yang diterapkan di suatu perusahaan yang dilaksanakan secara hati-hati terutama dalam mengkoordinasikan saluran komunikasinya, yang mana akan menyampaikan pesan secara jelas, konsisten, dan meyakinkan konsumen akan perusahaan dan produknya.

Lalu, menurut Belch memberikan definisi akan IMC atau Integrated Marketing Communication sebagai sebuah strategi bisnis yang digunakan untuk mengembangkan, mengeksekusi, mengevaluasi, dan mengukur suatu program komunikasi brand dalam jangka waktu tertentu kepada banyak orang. Banyak orang yang dimaksud disini adalah konsumen, pelanggan, karyawan, dan target pasar lainnya. Tujuan dari IMC ini adalah tentu saja untuk mendapatkan keuntungan brand secara finansial, baik itu untuk jangka pendek maupun jangka panjang, yang nantinya dapat sekaligus meningkatkan nilai dari suatu brand.

Selanjutnya, menurut Shimp (2003), menyatakan bahwa IMC atau Integrated Marketing Communication ini menjadi proses pengembangan dan implementasi atas berbagai bentuk program komunikasi yang bersifat persuasif, kepada pelanggan atau bahkan calon pelanggan secara berkelanjutan.

Nah, berdasarkan beberapa pendapat ahli yang berkaitan dengan IMC atau Integrated Marketing Communication ini, dapat disimpulkan bahwa IMC adalah strategi pemasaran yang digunakan di suatu perusahaan yang mengandalkan komunikasi dengan konsumen dengan berupa promosi dan bersifat persuasif, yang ditujukan kepada pelanggan atau bahkan calon pelanggan secara berkelanjutan. 

Beli Buku di Gramedia

Unsur-Unsur Dalam Promosi IMC

Sebelumnya, telah disebutkan bahwa untuk mencapai tujuan IMC, maka perusahaan harus menggunakan alat bantu yang disebut dengan promosi. Hal itu sebab pada strategi pemasaran IMC ini nantinya akan mengintegrasikan berbagai alat-alat promosi supaya pesan yang hendak disampaikan benar-benar diterima oleh pelanggan. Nah, berikut adalah 9 elemen yang termuat dalam sebuah promosi IMC atau Promotion Mix:

1. Iklan (Advertising)

Iklan menjadi bentuk komunikasi non-personal yang “dibagikan” di berbagai media massa, mulai dari TV, radio, koran, hingga majalah yang berisikan informasi tentang perusahaan beserta produk dan jasa yang akan diperkenalkan kepada pelanggan. Iklan ini menjadi elemen komunikasi yang paling banyak digunakan oleh perusahaan, khususnya perusahaan yang memproduksi barang atas jasa kepada masyarakat luas.

2. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)

Elemen yang kedua ini merupakan sebuah aktivitas pemasaran yang teknik komunikasinya dilakukan oleh perusahaan secara langsung kepada konsumennya. Biasanya, aktivitas dari Pemasaran Langsung ini dilakukan dengan cara mengirimkan direct mail, telemarketing, hingga direct selling kepada konsumen sasaran.

Pemasaran Langsung bertujuan untuk mendapatkan hubungan secara langsung (baik berupa tanggapan atau transaksi jual beli) dengan konsumen. Biasanya, pemasaran langsung ini mengandalkan sales.

3. Pemasaran Interaktif/Internet (Interactive/ Internet Marketing)

Promosi jenis ini lumayan banyak dilakukan oleh perusahaan, sebab saat ini memang jaringan internet diandalkan untuk keperluan berbagai bidang, tak terkecuali dalam strategi pemasaran. Aktivitas pemasaran ini dilakukan secara interaktif, yakni melalui handphone digital atau TV interaktif secara online, yang tentu saja menggunakan jaringan internet.

Melalui aktivitas ini, nantinya perusahaan dan konsumen dapat melakukan komunikasi secara dua arah.

4. Promosi Penjualan (Sales Promotion)

Aktivitas promosi ini nantinya akan dilakukan dengan cara membagikan sampel produk atau kupon kepada calon konsumen, sehingga secara tidak langsung akan mendorong mereka supaya bersedia melakukan transaksi pembelian. Sementara itu, untuk promosi penjualan yang ditujukan kepada distributor dan pedagang, dapat dilakukan dengan mengadakan kontes penjualan, pemberian harga khusus, hingga menyediakan merchandise yang berasal dari perusahaan secara langsung.

5. Publisitas (Publicity) dan Hubungan Masyarakat (Public Relation)

Publisitas (Publicity) ini tentu saja berbeda dengan Iklan (Advertising), sebab dalam hal ini nantinya akan masuk ke jaringan media massa perusahaan dengan bentuk berita seputar produk dan jasa, hingga melakukan event yang nantinya akan diliput dan kemudian dipublikasikan oleh media massa.

Sementara itu, dalam Hubungan Masyarakat (Public Relation) nantinya akan melaksanakan fungsi manajemen yang berupa mengevaluasi perilaku publik, mengidentifikasi kebijakan dan prosedur individu terhadap public interest, dan mengeksekusi sebuah program yang sekiranya dapat diterima oleh khalayak publik.

6. Penjualan Personal (Personal Selling)

Dalam promosi ini nantinya akan melaksanakan berbagai aktivitas komunikasi yang dilakukan secara langsung atau tatap muka antara penjual dengan calon konsumen. Aktivitasnya dapat berupa melakukan presentasi, menjawab pertanyaan dari konsumen berkaitan dengan produk yang tengah ditawarkan, hingga mendapatkan prospek pesanan.

7. Word of Mouth Marketing

Dalam hal ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara perorangan dan bersifat lisan, tertulis, maupun melalui media elektronik. Hal-hal yang disampaikan adalah tentang pengalamannya ketika melakukan transaksi pembelian atau mengkonsumsi produk dan jasa yang berkaitan.

8. Events and Experience

Dalam hal ini, akan berupa kegiatan perusahaan yang mensponsori aktivitas dan program melalui perencanaan sebelumnya. Aktivitas dan program tersebut nantinya akan dirancang untuk kepentingan interaksi perusahaan yang berkaitan atas merek dengan masyarakat sasaran. Dalam event and experience ini mencakup kegiatan olahraga, pertunjukan, hingga kegiatan donasi.

9. Komunikasi di Tempat Pembelian (Point-of-Purchase Communication)

Dalam hal ini nantinya akan melibatkan poster, tanda, dan berbagai materi lain yang didesain secara khusus guna mempengaruhi keputusan calon konsumen supaya bersedia untuk melakukan transaksi di tempat pembelian. Biasanya, tata letak barang di toko selaku tempat pembelian sangat berpengaruh penting untuk menarik perhatian konsumen supaya mereka bersedia mencoba produk tersebut.

Beli Buku di Gramedia

Mengapa Strategi IMC Penting Untuk Dilakukan?

Terutama pada perusahaan yang tengah memasarkan produk atau jasanya kepada pihak konsumen, IMC atau Integrated Marketing Communication ini sangat penting untuk dilakukan sebab beberapa hal berikut.

  1. IMC bertujuan untuk menyampaikan pesan yang konsisten berkaitan dengan produk atau jasa kepada khalayak ramai. Atas kekonsistenan tersebut, calon konsumen akan benar-benar mendapatkan dan memahami pesan yang berkaitan dengan produk atau jasa tersebut.
  2. Strategi IMC juga dapat berperan untuk menjaga pesan dan tujuan yang jelas dalam sebuah bisnis, sebab dilakukan secara konsisten.
  3. IMC dilakukan untuk menciptakan pengalaman pelanggan. Maksudnya adalah, melalui strategi IMC ini nantinya para pelanggan dapat turut berkontribusi dalam menentukan bagaimana pesan bisnis tersampaikan, sehingga tentu saja hasilnya akan positif.
  4. IMC dapat berguna untuk membangun pencitraan dari suatu merk. Terutama pada ciri khas, logo, hingga konten yang nantinya akan memaksimalkan penyampaian pesan kepada pelanggan.

Menurut Sulaksana (2007), kepopuleran strategi IMC ini tentunya dapat memunculkan paradigma baru dalam pemasaran perusahaan. Apabila sebelumnya, manager merk, iklan, promosi, penjualan hingga public relations hanya bekerja di bidangnya masing-masing, melalui IMC ini mereka akan menggabungkan “kekuatan”-nya secara terpadu. Selain itu, saat ini juga marak munculnya kesadaran akan konsistensi pesan kampanye pemasaran, serta keterkaitan media komunikasi yang akan digunakan. Hal tersebut supaya dapat menghasilkan konsistensi reputasi antara citra merk (produk) dengan citra perusahaan.

Beli Buku di Gramedia

Proses Pelaksanaan Strategi IMC

Dalam melaksanakan strategi IMC atau Integrated Marketing Communication ini, terdapat enam langkah, yakni sebagai berikut:

1. Analisis Situasi, Kondisi, dan Target Pasar (Analysis of Promotional Program Situation)

Dalam tahap ini, pihak perusahaan harus menganalisis adanya kelebihan dan kelemahan data akan target pasar. Setelah menemukan kelebihan dan kelemahannya, kemudian mereka akan berusaha menemukan titik permasalahan sekaligus solusinya.

2. Analisis Tujuan Penggunaan IMC (Analysis of Communication Process)

Selanjutnya adalah langkah yang mengharuskan pihak perusahaan menganalisis tanggapan dari penerima informasi supaya hasil akhirnya sesuai dengan tujuan perusahaan itu sendiri. Perusahaan juga dapat mulai menentukan tujuan dengan mempertimbangkan adanya tahapan kognitif dari calon konsumen ketika tengah memutuskan untuk membeli produk atau jasa yang telah ditawarkan.

3. Menyusun Budget (Budget determination)

Langkah selanjutnya adalah menyusun budget atau anggaran, apakah anggaran modalnya memang sudah tersedia di awal (top-down) atau baru disusun berdasarkan bagaimana alokasi anggarannya (bottom-up). Dalam langkah ini, perusahaan justru akan lebih mudah ketika menyusun prioritas aktivitas mana yang hendak dilakukan.

Hal-hal yang harus masuk dalam susunan adalah sumber daya, yang kemudian akan dikomunikasikan secara terencana dan transparansi ke berbagai divisi.

4. Development IMC Program

Dalam langkah ini, nantinya pihak perusahaan akan mengembangkan program komunikasi pada pemasaran yang akan ditempuh.

5. Integrate and Implement IMC Strategist

Dalam tahap ini, biasanya akan mengkombinasikan dengan strategi marketing mix. Kemudian, akan ada kegiatan memproduksi iklan, membelia media time and space, dan melaksanakan desain yang telah direncanakan sebelumnya. Proses kombinasi tersebut adalah supaya pemasaran dalam suatu perusahaan dapat bergabung menjadi satu dan mudah dikelola. Meskipun begitu, setiap karyawan harus tetap melaksanakan pekerjaan mereka secara bertanggung jawab.

6. Monitoring, Evaluasi, dan Kontrol Atas IMC (Monitor, Evaluate, and Control IMC program)

Dalam tahap terakhir ini, nantinya pihak perusahaan akan mengevaluasi hasil kinerja para karyawan yang terlibat apakah program yang dijalankan sudah efektif atau belum. Tidak hanya itu, pihak perusahaan pusat akan melihat apa strategi dan taktik yang tengah ditempuh tersebut sudah sesuai atau belum.

Untuk melaksanakannya, pihak perusahaan harus menyusun kriteria apa yang sekiranya diperlukan untuk hasil evaluasi dan kemudian disesuaikan dengan apa yang terjadi di lapangan. Meskipun ini tahap terakhir, tentu saja sangat penting terutama untuk memastikan bagaimana tahap-tahap sebelumnya dapat terlaksana secara berhasil atau gagal.

Beli Buku di Gramedia

Implementasi IMC (Integrated Marketing Communication) Pada PT Tokopedia

IMC atau Integrated Marketing Communication ini sangat penting untuk diterapkan dalam sebuah organisasi atau perusahaan guna mempertahankan pelanggannya. Hal ini juga berlaku di sebuah perusahaan besar yakni PT Tokopedia. Pasti Grameds tidak asing bukan dengan keberadaan perusahaan tersebut?

Yap, Tokopedia dikenal sebagai perusahaan yang berupa situs jual beli paling populer, sehingga tentu saja menerapkan IMC ini dalam aktivitas promosinya untuk mempertahankan atau bahkan menambah jumlah pelanggan. Menurut manajer pemasaran Tokopedia, strategi IMC ini dinilai dapat menggaet jumlah pelanggan, terutama ketika saat ini makin banyak pesaing dalam hal e-Commerce.

Adapun bentuk kegiatan komunikasi pemasaran yang diterapkan di Tokopedia ini adalah periklanan, pemasaran langsung, hubungan masyarakat, sponsorship, cinderamata, media sosial, dan website. Tidak hanya itu saja, dalam hal periklanan (advertising), Tokopedia juga cermat dalam penggunaan media below the line, contohnya berupa X-Banner, Billboard, pamflet, umbul-umbul, hingga POP Booth. Pemasangan spanduk juga kerap dilakukan meskipun tetap ada banyak pertimbangan, seperti dari tempat lalu lintas yang ramai supaya mudah dilihat oleh banyak orang. Penggunaan Brand Ambassador juga dilakukan oleh Tokopedia, yakni aktris sekaligus penyanyi Isyana Sarasvati.

Dari berbagai kegiatan IMC dalam perusahaan Tokopedia ini tentu saja masih terdapat berbagai kendala, terutama dalam hal kemampuan kerjasama pada sumber daya manusia yang mana masih kurang. Tak jarang, ketika kegiatan yang berkaitan dengan publik secara langsung, sering mendapatkan komplain dari pelanggan. Meskipun begitu, Tokopedia tetap berhasil melewati kendala yang ada dan kebanyakan acara tetap dapat berjalan lancar.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu IMC atau Integrated Marketing Communication yang menjadi salah satu strategi pemasaran paling populer, terutama pada perusahaan-perusahaan ternama. Meskipun demikian, perusahaan yang baru merintis usahanya juga dapat menerapkan strategi pemasaran ini guna mendobrak keuntungan finansial dalam dunia bisnis.

Beli Buku di Gramedia

Sumber:

Fajar, Adityo. (2017). Implementasi Integrated Marketing Communication (IMC) Pada PT Tokopedia Dalam Mempertahankan Pelanggan. Jurnal Komunikasi, Vol VIII (3). 

Baca Juga!