Business Marketing

Pengertian Brand Awareness: Tolok Ukur, Tingkatan, Peran, dan Upayanya

Written by Rifda Arum

Brand Awareness Adalah – Dalam menjalankan sebuah bisnis, baik itu bisnis makanan hingga kosmetik, apakah Grameds menyadari bahwa nama dan simbol merk perusahaan sangat mempengaruhi daya beli konsumen? Yap, banyak perusahaan yang berlomba-lomba berusaha menciptakan nama merk sekaligus simbolnya yang mudah untuk diingat oleh orang banyak. Hal tersebut supaya para konsumen menyadari sekaligus mengenali bahwa produk dengan nama dan simbol demikian adalah milik perusahaan yang bersangkutan.

Nah, itulah penggambaran sederhana mengenai Brand Awareness. Terutama bagi para perusahaan yang telah membangun usaha bisnisnya sejak waktu lamanya, pasti membuat mereka mudah dalam membangun kesadaran merk sekaligus menarik minat konsumen. Lalu sebenarnya, apa sih Brand Awareness itu? Mengapa hal tersebut sangat penting bagi perusahaan bisnis? Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Brand Awareness ini?

Yuk simak ulasan berikut ini supaya Grameds tidak bingung dan dapat membantumu untuk membangun Brand Awareness bagi industri usahamu!

https://www.pexels.com/

Pengertian Brand Awareness

Sebelum membahas Brand Awareness, perlu Grameds ketahui terlebih dahulu apa itu hakikat dari Brand atau Merek. Pada dasarnya, Merek (Brand) ini adalah suatu nama, istilah, tanda, desain, atau bahkan gabungan dari semua hal tersebut yang diharapkan dapat untuk mengidentifikasi barang atau jasa yang diproduksi oleh penjual, kemudian diharapkan melalui adanya hal tersebut dapat membedakannya dengan produk milik pesaing.

Secara singkatnya, penggunaan merek (Brand) ini adalah supaya konsumen dapat membedakan satu produk dari perusahaan dengan produk yang sama dari perusahaan lain. Perlu diketahui, melalui adanya Brand Awareness ini justru membuat kebanyakan orang menyebutkan benda tertentu bukan dengan nama bendanya, tetapi justru dengan nama merk.

Menurut Durianto, dkk (2017), Brand Awareness adalah kesanggupan calon konsumen dalam mengenali dan mengingat kembali akan adanya suatu merk sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu. Kemudian, menurut Rangkuti (2014), berpendapat bahwa Brand Awareness  adalah kemampuan seorang pelanggan untuk mengingat suatu merk atau iklan tertentu secara spontan setelah dirangsang dengan beberapa kata kunci.

Sementara itu, menurut Kotler dan Keller (2011), mengungkapkan bahwa Brand Awareness atau Kesadaran Merek ini adalah kemampuan merk tersebut untuk muncul dalam benak konsumen, terutama ketika mereka sedang memikirkan produk tertentu dan seberapa mudahnya merk tersebut dimunculkan.

Berdasarkan beberapa definisi atas Brand Awareness yang telah dinyatakan oleh beberapa ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa Brand Awareness ini adalah kemampuan atau kesanggupan merk atau brand untuk tetap muncul dalam benak konsumen supaya mudah dikenali produknya.

Beli Buku di Gramedia

Mengapa Brand Awareness Adalah Sesuatu yang Penting?

Keberadaan Brand Awareness ini tentu saja penting karena merupakan bagian dari metode pemasaran terutama bagi dunia bisnis. Disebut penting sebab di dunia bisnis ini, perusahaan satu dengan perusahaan lainnya akan tetap bersaing terutama apabila mereka memproduksi produk atau jasa yang sama. Melalui adanya Brand Awareness ini nantinya, konsumen akan merasa mudah mengenali produk tersebut kemudian bersedia membelinya.

Kebanyakan orang cenderung akan membeli produk atau jasa dari merek (brand) yang telah ada sejak bertahun-tahun lamanya dan mudah dikenali, terutama pada bagian logo dan tagline bisnisnya. Apalagi jika perusahaan tersebut telah bertahun-tahun bertahan dan terus memproduksi produk atau jasa dengan kualitas baik, ketika memproduksi produk baru, maka konsumen akan langsung percaya atas kinerja dari produk baru tersebut, sebab adanya Brand Awareness ini.

Contohnya adalah merek minuman Aqua. Kebanyakan orang ketika hendak membeli air mineral, pasti akan selalu menyebut merek tersebut. Padahal sebenarnya, ada banyak ‘kan merek air mineral yang dijual di pasaran, tidak hanya merek Aqua saja. Namun, atas adanya Brand Awareness ini menjadikan orang-orang tersebut selalu mengingat merek Aqua atas adanya produk air mineral.

Meskipun Brand Awareness terbukti dapat menaikkan profit perusahaan yang bersangkutan, tetapi masih perlu dipantau untuk meminimalisir terjadinya penurunan profit. Apabila ada penurunan, baik itu pada tingkat “awas” konsumen terhadap merek (brand) yang bersangkutan maupun pada profit pendapatan perusahaan, maka perlu dilakukan strategi periklanan dan pemasaran yang direncanakan secara matang supaya level Brand Awareness dapat kembali seperti sedia kala.

Keberadaan Brand Awareness ini juga memberikan nilai tambah bagi sebuah produk, jasa, hingga perusahaan yang bersangkutan, terutama di mata pelanggan dan calon konsumen.

Menurut Saputri (2017), dalam upaya membangun Brand Awareness pada seorang konsumen itu membutuhkan waktu yang cukup lama, mulai dari pengenalan merek hingga menjadikan merek tersebut untuk dapat terus diingat oleh konsumen.

Beli Buku di Gramedia

Tolak Ukur Dalam Brand Awareness

Keberadaan Brand Awareness ini tentu saja ada patokan atau standarnya tersendiri untuk mengukur apa Brand Awareness tersebut dapat disebut berhasil diingat oleh banyak konsumen. Menurut Tandarto dan Darmayanti (2017), dalam sebuah Brand Awareness itu harus memiliki tolok ukur berikut ini:

1. Puncak Pikiran (Top of Mind Awareness)

Tolok ukur yang pertama adalah Puncak Pikiran, berupa merek apa yang pertama kali akan diingat oleh konsumen atas adanya beberapa merek tertentu. Pada hal ini, nantinya konsumen akan diberikan pertanyaan mengenai sebuah merek mana yang akan mereka ingat dalam kategori produk tertentu.

Misalnya, konsumen akan diberikan pertanyaan berupa “Merek wafer coklat apa yang Anda ingat saat ini?”, kebanyakan konsumen akan menjawab “Tango, Nissin, dan Wafello”. Berdasarkan jawaban tersebut, dapat disimpulkan bahwa puncak pikiran atau merek yang pertama kali diingat di benak konsumen adalah Tango dalam kategori produk makanan wafer coklat.

2. Pengingatan Kembali Merek (Brand Recall)

Dalam tolok ukur yang kedua yakni Pengingatan Kembali Merek, nantinya konsumen akan diberikan beberapa daftar yang berisikan beberapa merek dalam kategori produk tertentu, kemudian mereka akan diminta untuk memilih merek mana saja yang dikenal tanpa adanya petunjuk.

Contohnya, dalam daftar merek produk dengan kategori kue wafer coklat, terdapat merek seperti Tango, Nissin, Astor, Wafello, dan Gary. Setelah dianalisis atas jawaban-jawaban dari konsumen, ternyata kebanyakan dari mereka lebih mengingat merek Tango sebagai kue wafer coklat dibandingkan dengan merek wafer coklat lainnya.

3. Pengenalan Merek (Brand Recognition)

Dalam tolok ukur ketiga yakni Pengenalan Merek ini adalah ketika terdapat sebuah merek yang sudah diketahui oleh konsumen, tetapi tidak dapat diingat secara spontan meskipun sebenarnya, mereka sudah pernah memakai produk dengan merek tersebut. Biasanya, dalam hal ini nantinya akan diperlukan stimulus lain yang dapat membantu konsumen supaya dapat mengingat merek produk tersebut.

Contohnya, seorang konsumen diberi pilihan beberapa merek atas kategori wafer cokelat, kemudian mereka diberi pertanyaan lagi berupa “berapa kali mengkonsumsi wafer coklat dengan merk Wafello”. Nah, dari pertanyaan itulah dapat disebut sebagai stimulus untuk mengingat kembali atas produk yang terkait.

Beli Buku di Gramedia

Tingkatan Dari Brand Awareness

Sebenarnya, tingkatan dalam Brand Awareness ini hampir sama dengan tolok ukurnya, hanya ada beberapa saja yang berbeda. Dalam tingkatan Brand Awareness ini digambarkan selayaknya sebuah piramida, yakni dengan adanya level terendah hingga level tertinggi. Nah, berikut adalah tingkatannya:

1. Tidak Menyadari Merek (Unware of Brand)

Unware of Brand ini adalah tingkatan paling rendah dalam sebuah piramida Brand Awareness, yakni ketika konsumen tidak menyadari adanya suatu brand yang disebutkan.

2. Pengenalan Merek (Brand Recognition)

Dalam tingkatan kedua yakni Brand Recognition, adalah ketika konsumen mampu mengenal suatu merek yang disebutkan setelah diberikan stimulus untuk mengingat kembali, meskipun sebenarnya mereka sudah pernah menggunakan produk atas merek tersebut.

3. Pengingatan Kembali Merek (Brand Recall)

Tingkatan ketiga adalah Brand Recall, yakni ketika konsumen mampu mengenali kembali atas suatu merek yang disebutkan tanpa bantuan stimulus. Kemungkinan besar karena konsumen tersebut sering menggunakan atau mengkonsumsi produk atas merek tersebut.

4. Puncak Pikiran (Top of Mind)

Tingkatan tertinggi dalam piramida Brand Awareness ini adalah Top of Mind, yakni ketika merek disebutkan pertama kali oleh konsumen ketika diberikan pertanyaan mengenai produk yang bersangkutan. Misalnya, seorang konsumen ditanya berupa “Produk deterjen apa yang kamu ketahui?”, kemudian konsumen tersebut menjawab spontan “Daia”. Maka itu berarti merek Daia telah berada di tingkatan Top of Mind dalam hal Brand Awareness. 

Beli Buku di Gramedia

Apa Saja Peran Brand Awareness Bagi Suatu Bisnis?

Keberadaan Brand Awareness tentu saja memegang peran penting dalam pemasaran produk atau jasa yang diproduksi oleh suatu perusahaan. Semakin familier produk di mata konsumen, maka terbukti akan semakin meningkat pula profit perusahaan yang didapatkan. Brand Awareness atau kesadaran merek ini dapat menjadi sumber asosiasi lain yang memberikan rasa familier hingga komitmen di kalangan konsumen dalam mempertimbangkan merek apa yang akan mereka gunakan untuk berbagai kategori produk. Nah, berikut ada beberapa peran Brand Awareness bagi suatu bisnis.

1. Sebagai Sumber Asosiasi Lain

Dalam peran ini, semakin tinggi Brand Awareness atau kesadaran konsumen atas suatu merek, maka akan membantu adanya asosiasi-asosiasi yang melekat pada merek tersebut di benak konsumen. Misalnya, pada merek Lifebuoy (oleh perusahaan Unilever) terdapat tagline untuk produk sabun mandinya yang berupa “Cara Sehat Untuk Mandi”.

Melalui tagline tersebut, ternyata menimbulkan Brand Awareness pada benak konsumen, sehingga ketika perusahaan Unilever tersebut memproduksi produk shampoo, juga akan sama laku-nya dengan produk sabun mandi sebab konsumen telah percaya pada kualitas pada produk-produk Unilever.

2. Menimbulkan Rasa Suka atau Familiar

Dalam hal ini, apabila keberadaan Brand Awareness sudah tinggi atau keberadaan merek sudah dikenal oleh masyarakat banyak, maka konsumen akan merasa akrab sekaligus familiar dengan merek yang bersangkutan. Misalnya, kebanyakan konsumen telah terbiasa menggunakan kecap dengan merek Bango dari perusahaan Unilever.

Maka, ketika konsumen tersebut tengah mudik atau bepergian di wilayah yang berbeda, mereka akan tetap mengkonsumsi kecap merek Bango tersebut karena telah merasa cocok dan suka terhadap merek tersebut, yang juga mendorong keputusannya untuk membeli kecap merek Bango pada situasi apapun.

3. Sebagai Komitmen atau Substansi

Dari adanya Brand Awareness ini, nantinya dapat menandakan komitmen yang mana sangat penting bagi suatu perusahaan. Maka dari itu, apabila diri kita selaku konsumen memiliki Brand Awareness atau kesadaran merek yang tinggi, maka kehadiran dari merek tersebut dapat kita rasakan.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan komitmen atau substansi atas Brand Awareness tersebut.

  • Upaya pengiklanannya dilakukan secara luas, baik pada media massa hingga media elektronik, sehingga dapat diketahui secara luas oleh khalayak ramai.
  • Eksistensi dari merek tersebut sudah teruji oleh waktu (bertahan lama).
  • Jangkauan distribusi yang luas, sehingga dapat memudahkan konsumen sekalipun yang berada di kawasan pelosok untuk mendapatkan produk atas merek tersebut.
  • Merek dikelola dengan baik.

4. Sebagai Top of Mind

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, apabila suatu merek telah berada di tingkatan Top of Mind, maka keberadaan merek tersebut akan selalu masuk dalam pertimbangan konsumen untuk memutuskan pembelian. Biasanya, merek yang berada di tingkatan Top of Mind ini nantinya akan memiliki nilai pertimbangan yang tinggi untuk dibeli.

Apabila suatu merek tidak berada di tingkatan Top of Mind atau tidak tersimpan dalam benak konsumen, maka merek tersebut tidak akan dapat dipertimbangkan dalam keputusan pembelian.

Beli Buku di Gramedia

Bagaimana Upaya Untuk Meningkatkan Brand Awareness?

Saat ini, banyak perusahaan yang berlomba-lomba untuk meningkatkan Brand Awareness terutama melalui iklan yang menarik, supaya konsumen menyimpan nama merek tersebut di benak mereka. Jadi, ketika mereka membutuhkan suatu produk yang dimiliki oleh merek tersebut, konsumen akan langsung menyadari keberadaan merek dan membeli produk atas merek tersebut.

Menurut Durianto (2017), terdapat beberapa upaya atau langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan Brand Awareness di mata konsumen, yakni sebagai berikut:

1. Menyampaikan Pesan yang Mudah Diingat

Suatu merek harus dapat menyampaikan pesan atau informasi yang berkaitan dengan produknya secara menarik dan mudah diingat oleh para konsumen. Pesan tersebut harus disampaikan dengan cara yang berbeda, terutama dibandingkan dengan merek pesaingnya. Biasanya, penyampaian pesan ini berkaitan dengan kemampuan copywriting.

2. Menggunakan Jingle Lagu dan Slogan

Penggunaan jingle lagu dan slogan yang memiliki irama biasanya akan mudah diingat oleh konsumen. Contohnya adalah iklan e-Commerce Shopee yang menggunakan jingle lagu dengan irama menarik. Hal tersebut akan selalu diingat oleh konsumen dalam berbagai tingkatan usia.

3. Menggunakan Simbol atau Logo Unik

Terutama untuk perusahaan yang baru dirintis, akan lebih baik apabila mereka menggunakan simbol atau logo yang unik dan harus memiliki hubungan dengan mereknya. Penggunaan logo yang unik ini nantinya akan mudah diingat dan konsumen tidak akan merasa bias ketika melihat simbol dari merek pesaingnya.

Contohnya adalah logo merek McDonald’s yang berbentuk huruf M. Meskipun terlihat sederhana, tetapi merek tersebut nyatanya telah diingat oleh banyak orang. Ketika logo tersebut muncul di suatu tempat, orang akan langsung spontan mengingat dan mengetahui bahwa di tempat tersebut terdapat produk keluaran McDonald’s.

4. Melakukan Perluasan Produk

Suatu merek dagang akan lebih baik memproduksi berbagai produk, tidak hanya sebatas pada satu atau dua produk saja. Misalnya, merek kosmetik dan skincare Emina. Perusahaan Emina tidak serta-merta hanya memproduksi kosmetik sebatas liptint dan bedak saja, tetapi juga memproduksi produk skincare berupa toner hingga serum wajah. Perluasan produk tersebut dilakukan supaya mereka akan semakin diingat oleh konsumen luas.

5. Melakukan Pengulangan Merek

Perusahaan harus selalu melakukan pengulangan merek supaya merek yang berkaitan akan terus diingat oleh konsumen. Perlu diketahui bahwa membentuk ingatan dalam pikiran konsumen itu justru akan lebih sulit dibandingkan dengan memperkenalkan suatu produk baru. Maka dari itu, iklan niaga yang memperkenalkan suatu merek tertentu di televisi itu dilakukan secara berulang-ulang, dengan tujuan supaya Brand Awareness di mata masyarakat semakin meningkat.

Beli Buku di Gramedia

Nah, itulah beberapa ulasan mengenai apa itu Brand Awareness dalam dunia bisnis. Keberadaan Brand Awareness ini sangat mempengaruhi tingkat profit pendapatan perusahaan. Semakin diingat nama merek di benak konsumen, maka akan semakin meningkat pula profit pendapatan yang diperoleh pihak perusahaan.

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien