Pasar Bubrah – Kalau ada satu tempat yang sebaiknya tidak kamu datangi setelah matahari turun, mungkin ini salah satunya. Bukan karena jalannya terjal, tapi karena yang menyapa belum tentu masih bernapas.
Pasar Bubrah namanya, tempat yang sudah menjadi buah bibir banyak orang. Bukan karena keunikannya, melainkan karena cerita mistis yang meliputinya. Katanya, Pasar Bubrah adalah perbatasan antara dunia orang hidup dan mati. Maka itu, di sana batas itu menjadi kabur.Â
Manusia dan makhluk tak kasat mata bisa bertemu di sana. Arwah-arwah dari berbagai zaman menunjukkan eksistensinya, mengganggu manusia dengan bisikan-bisikan mengerikan. Manusia yang sampai di sana terus mengalami gangguan yang tak terduga. Bagaikan masuk ke dunia supranatural, mereka diuji dalam misi menyelamatkan diri.
Novel Pasar Bubrah: Misteri Pasar Gaib di Lereng Gunung Merapi ciptaan Ipnu R. Nugroho ini ditulis berdasarkan kisah nyata, pengalaman nyata banyak orang. Novel diterbitkan oleh Penerbit Anak Hebat Indonesia pada 23 Agustus 2024 dengan total 192 halaman. Apakah kamu berani menyelami kisahnya?
Table of Contents
Profil Ipnu R. Nugroho – Penulis Novel Pasar Bubrah
Berasal dari Yogyakarta, Ipnu R. Nugroho adalah penulis yang sudah mendedikasikan hidupnya untuk dunia sastra. Ia terus mengasah keterampilannya dengan harapan suatu hari nanti bisa memberikan karya terbaik bagi para pembaca di berbagai tempat. Kecintaannya pada dunia tulis-menulis lahir tanpa disengaja, berawal dari kegemarannya membaca buku yang kemudian menumbuhkan tantangan bagi dirinya untuk ikut menulis. Ia memulai langkah pertamanya dengan menulis cerpen yang dikirimkan ke radio, lalu ke sejumlah majalah remaja, hingga akhirnya satu per satu karyanya berhasil diterbitkan.
Di tengah aktivitasnya sebagai penulis, Ipnu tetap meluangkan waktu untuk membaca. Ia percaya bahwa membaca merupakan bekal utama bagi seorang penulis, sebab dari membaca kita memperoleh tambahan wawasan dan referensi yang dapat dituangkan dalam tulisan.
Sinopsis Novel Pasar Bubrah
Novel ini menceritakan pengalaman mencekam Zacky bersama teman-temannya ketika memulai pendakian ke Gunung Merapi. Dengan penuh semangat mereka berangkat, ingin merasakan tantangan sekaligus sensasi menaklukkan salah satu gunung berapi paling terkenal di Indonesia, tanpa menyadari bahwa peristiwa-peristiwa mengerikan sudah menunggu di hadapan mereka.
Selama pendakian, gangguan aneh mulai bermunculan. Bayangan melintas cepat di sudut pandang, bisikan menakutkan terdengar dari balik pepohonan, serta penampakan ganjil yang muncul lalu hilang seketika. Rasa cemas mereka semakin besar, tetapi langkah tetap diteruskan, hingga pada akhirnya Zacky terpisah dari rombongan karena daya tarik misterius yang tidak bisa ia pahami. Tersesat sendirian, ia terseret semakin jauh ke dalam kegelapan menuju Pasar Bubrah, sebuah pasar gaib yang dihuni oleh makhluk halus.
Di tempat itu, batas antara dunia orang hidup dan arwah yang telah tiada nyaris tidak terlihat. Zacky berhadapan dengan roh-roh dari berbagai zaman yang terjebak dalam pasar abadi. Saat ia menelusuri alam tak kasat mata tersebut, ia menyadari bahwa keluar dari Pasar Bubrah bukanlah perkara mudah. Sementara itu, teman-temannya panik mencari keberadaan Zacky, namun mereka juga terjebak dalam kepungan makhluk gaib yang menguji kekuatan hati dan persahabatan mereka. Perjalanan pun berubah menjadi pertarungan melawan waktu, berusaha menyelamatkan Zacky sekaligus diri mereka sendiri. Lebih dari sekadar pasar gaib, mereka juga membuka tabir kutukan kuno dan kisah tragis yang membelenggu para arwah di sana, hingga akhirnya mencapai klimaks yang menegangkan.
Kelebihan dan Kekurangan Novel Pasar Bubrah
Kelebihan Novel Pasar Bubrah
Novel Pasar Bubrah karya Ipnu R. Nugroho memiliki banyak sekali kelebihan yang membuat novel ini wajib sekali untuk Grameds miliki dan baca.
- Mengisahkan sisi lain petualangan
Kalau biasanya orang-orang menceritakan serunya naik gunung, novel ini justru menghadirkan cerita dari sudut yang berbeda. Bukan hanya keseruan, tetapi juga suasana mencekam yang bikin pembaca dilema. Di satu sisi, kepingin sekali merasakan petualangan mendaki, tapi di sisi lain merinding kalau harus berhadapan dengan makhluk gaib. Mau senang-senang juga rasanya gak bisa kalau tiba-tiba muncul pocong, kuntilanak, atau genderuwo.
- Tak hanya fokus pada 1 makhluk
Sekali baca satu novel ini, pembaca langsung disuguhi berbagai macam sosok gaib. Rasanya seperti semua jenis hantu ikut keluar. Hal ini membuat pengalaman membacanya penuh dengan kejutan dan jumpscare, membuat kita seakan-akan dikelilingi oleh makhluk-makhluk tersebut saat membaca buku ini
- Bikin merinding
Ikut menelusuri perjalanan Haryo, Zacky, Alvaro, Kio, Diajeng, dan Mutia mendaki Gunung Merapi benar-benar bikin jantung berdegup kencang. Ketika mereka sampai di Pasar Bubrah, suasananya makin menakutkan sampai bikin pembaca ingin berhenti membaca. Apa yang mereka lihat, dengar, bahkan aroma-aroma aneh yang mereka rasakan seolah ikut menempel di benak pembaca, menimbulkan sensasi merinding yang nyata.
- Menyimpan kehangatan di balik horor
Meski kisahnya dipenuhi suasana seram dan langsung membawa pembaca ke salah satu tempat paling angker di Gunung Merapi, ada nuansa hangat yang terasa. Persahabatan, dinamika kelompok saat mendaki, hingga cara mereka berkompromi satu sama lain tergambar dengan jelas. Benar adanya bahwa sifat asli seseorang bisa terlihat saat berada di gunung, dan hal itu membuat cerita ini tetap terasa hangat.
- Ditulis dari kisah nyata
Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah fakta bahwa ceritanya dilandasi pengalaman nyata. Walaupun mengangkat tema mistis dan horor, ada latar kisah sebenarnya yang membuat pembaca semakin terbawa suasana. Membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi para tokoh membuat atmosfer cerita terasa lebih hidup sekaligus menakutkan, karena sadar bahwa makhluk gaib itu memang benar-benar ada.
- Sarat akan makna
Selain menegangkan, novel ini juga memberikan banyak pelajaran berharga, terutama tentang menghargai alam. Pendakian sering dianggap hanya sekadar aktivitas, padahal ada aturan tak tertulis yang sebaiknya dihormati. Percaya atau tidak, di gunung ada penghuni lain yang harus kita jaga jarak darinya. Pesan inilah yang membuat cerita semakin bermakna dan relevan bagi siapa pun yang membacanya.
Kekurangan Novel Pasar Bubrah
Di samping banyaknya kelebihan yang ditawarkan Ipnu R. Nugroho pada buku Pasar Bubrah: Misteri Pasar Gaib di Lereng Gunung Merapi masih terdapat kekurangan yang dirasakan.Â
- Alur cerita yang terasa agak mudah ditebak.
Meskipun suasana horor yang ditampilkan berhasil membuat pembaca merinding, beberapa bagian ceritanya terkadang terasa terlalu mengikuti pola umum kisah horor pendakian. Kehadiran makhluk gaib yang muncul berurutan sudah bisa sedikit diperkirakan sejak awal, sehingga pada beberapa momen tertentu tegangannya tidak lagi sekuat yang diharapkan.
Selain itu, tidak ada hal yang mengganggu atau kurang di mata pembaca.Â
Misteri Pasar Bubrah
Pasar Bubrah bukanlah pasar tradisional, melainkan hamparan tanah lapang berpasir yang berada tak jauh dari puncak Merapi. Jika mencari informasi mengenai tempat ini, biasanya akan muncul lokasi perkemahan di kawasan gunung tersebut. Bagi para pendaki, Pasar Bubrah sering dijadikan batas akhir perjalanan sekaligus area untuk beristirahat, karena permukaan tanahnya yang rata memudahkan mereka mendirikan tenda.
Tempat ini dikenal sebagai titik pendakian Gunung Merapi yang paling direkomendasikan untuk berhenti. Namun, ketika malam menjelang, suasana tenang di area ini dapat berubah drastis. Selain suara angin dan alam sekitar, banyak yang mengaku mendengar keramaian aneh, seperti riuh rendah orang-orang yang sedang lalu lalang dan melakukan aktivitas jual beli di sebuah pasar.
Konon, hiruk pikuk tersebut berasal dari pasar gaib yang dihuni oleh bangsa jin maupun makhluk penunggu Merapi. Tidak hanya terdengar percakapan layaknya pasar tradisional, beberapa pendaki juga menyebut mendengar alunan gamelan yang samar-samar bergema di sekitar Pasar Bubrah.
Mitos lain yang beredar menyebutkan, jika ada pendaki yang mendengar suara penawaran barang, maka ia harus melemparkan sesuatu yang berharga sebagai bentuk transaksi. Barang yang diberikan tidak selalu berupa uang, tetapi apa pun yang memiliki nilai setara dengan yang ditawarkan. Apabila seseorang mengabaikan suara itu atau bahkan mempermainkannya, ia diyakini akan ditarik ke alam gaib. Roh pendaki tersebut dipercaya akan dijadikan sebagai pengganti barang yang ia gagal bayarkan.
Penutup
Meskipun banyak yang udah pengalaman mendaki, rupanya itu gak menjamin untuk para pendaki ini gak mengalami hal-hal mistis. Beberapa anggota tim Haryo mengalami kejadian mistis diluar nalar, seperti kesurupan, bertemu dengan kakek-kakek, dan melihat penampakan. Yang hampir membuat putus asa adalah ketika Zacky tersesat di Pasar Bubrah. Hal itu menjadi pengingat juga untuk menjaga sikap dan perkataan di alam, dan percaya ataupun tidak, kita harus menghormati larangan dan keberadaan segala makhluk di alam.
Dari kisah ini diingatkan juga kalo Indonesia memang sangat dekat dengan kultur kejawen, mistis, dan horor. Namun justru hal ini yang menjadikan Indonesia kaya dengan kearifan lokalnya.
Gimana Grameds? Kamu berani gak mengunjungi Pasar Bubrah bersama Zacky dan teman-teman? Kalo berani, kamu bisa dapatkan novel Pasar Bubrah karya Ipnu R. Nugroho ini di Gramedia.com! Di bawah ini, Gramin juga sudah menyiapkan rekomendasi karya best seller horror lainnya buat kamu sang pemberani. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.
Rekomendasi Buku
1. Dunia Makhluk Halus
 Â
Tidak semua pertemuan terjadi di dunia nyata dan bisa dilihat mata. Kadang, kita dipertemukan dengan sesuatu yang melampaui logika, yaitu dengan sosok-sosok dari alam lain. Mereka hadir untuk beragam tujuan, mulai dari meyampaikan sebuah pesan, memberi peringatan, atau hanya sekadar ingin menyapa. Kehadiran mereka menjadi saksi bahwa dunia ini lebih luas dari yang bisa kita lihat dan bayangkan.
Buku ini lahir dari pengalaman pribadi penulis. Melalui perjalanan batinnya, penulis berjumpa dengan roh, entitas, dan makhluk yang selama ini mungkin hanya terdengar dalam mitos atau kisah orang lain. Ada perjumpaan dengan orang yang telah tiada, interaksi dengan entitas yang menjaga tempat-tempat sakral, hingga pengalaman-pengalaman spiritual yang sukar dijelaskan oleh akal sehat.
2. Mata Keramat
Â
Sosok tak kasat mata, sedang menunggu dalam kegelapan …
Makhluk-makhluk itu muncul saat senja menggantung. Di lorong sekolah yang sepi. Di jalan pulang yang sunyi. Di minimarket tempat cahaya tak bisa menyentuh sudut-sudutnya. Bayangan itu mengejar, membuat napasnya tercekat.
Setiap malam, gangguannya semakin nyata. Teror tak lagi datang hanya dari dunia ini, tapi dari dimensi yang menyimpan dendam, murka, dan sesuatu yang menyeramkan.
Ini bukan hanya gangguan. Ini adalah pembalasan …Namun, yang paling menakutkan, bukanlah sesosok misterius, melainkan sosok yang menunggunya di rumah—ibunya sendiri. Dengan tatapan kosong, mulut penuh makian, dan tangan yang bisa berubah menjadi luka. Setan bisa pergi, tapi ibunya tetap tinggal.
3. Sendang Banyu Getih
Seorang pria berjalan memasuki hutan rimbun yang hampir jarang sekali dijamah oleh manusia. Wajah dan pakaiannya begitu lusuh. Ruam terlihat di matanya bersama dengan bekas luka dan darah yang menjadi riasan di sekitar pipinya.
Suara langkah kakinya berdampingan dengan sesuatu yang ia seret sambil tertatih. Isak tangis terdengar dari setiap langkah yang ia lalui. Akan tetapi, seperti lembaran yang sudah mengerak, sudah tidak ada lagi air mata yang bisa menetes di pipinya.
Gemericik air seolah memanggil seseorang untuk makin mendekat ke dalam hutan. Siapa pun tidak akan menduga apa yang akan mereka temukan. Ada hal mengerikan yang tidak mereka sadari di sana…
- 7 Prajurit Bapak
- 101 Fabel Nusantara
- 23 Ways to Say I Love You
- 50 to 20: Pesan dari Paruh Perjalanan
- A Poem with Your Name
- Akasha: Record of Ragnarok
- Aku (AADC)
- Alaia III
- Anonymous Crush 2
- Ayah, Berjuang Sendiri Itu, Capek!
- Barangkali Kita Memang Perlu Hari Patah Hati
- Berandal Bandung
- Black Powder War
- Bonjour Paris! La Fleur de L’amour
- Brisingr
- Dalam Bayang-Bayang Lenin
- Damn I Love Risol
- Destination Jakarta 2040
- Eldest
- Ensiklopedia Fakta Seru
- Finding My Bread
- Fotografer Memori
- Fourth Wing
- Give Yourself Some Space
- Hi Berlin
- Himam
- Hiu Sang Predator
- Hold Me, Never Let Go
- Hotel Magnifique
- I Can't Talk so Smoothly
- I Got a Cheat Skill in Another World and Became Unrivaled in the Real World, Too
- I'll Go To You When The Weather is Nice
- Kata Sandi
- Kembali ke Batavia
- Kost Pak Raden
- Kost Pak Raden
- Lentera Hati
- Lima Sekawan: Melacak Jejak Rahasia
- Lima Sekawan: Rahasia di Pulau Kirrin
- Little Magacal Piya
- Look Back
- Maaf Aku Lahir ke Bumi
- Madonna in a Fur Coat
- Malam Sunyi Hercule Poirot
- Memorial Perfume Shop
- Monster Minister
- Moriarty The Patriot
- Musim Yang Tak Sempat Kita Miliki
- Mystery Basketball
- National Geographic Kids Bagaimana Benda Bekerja
- Pasar Bubrah
- Penyihir Dahsyat dari Oz
- Pemikiran Karl Marx
- Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer
- Princess, Bajak Laut, dan Alien
- Psikoanalisis Sigmund Freud
- Pulih dari Trauma
- Renjana Azerbaijan
- Rinduku Sederas Hujan Sore Itu
- Ronggeng Dukuh Paruk
- Rumah Kecil Alie
- Rumah Tanpa Cahaya
- Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
- Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1
- Si Bungsu dan Luka
- Tanpa Ayah Tanpa Arah
- Tentang Sebuah Tempat di Wilayah Kinki
- The School of Life: An Emotional Education
- The Adventures of Tom Sawyer
- The Book Censor's Library
- The Dating Game
- The Enchanted Garden 1
- The Enchanted Garden 2
- The Humans
- The Tale of Dororo and Hyakkimaru
- The Otherwhere Post
- The Secret Life of Money
- This Is How You Heal
- This Is Me Letting You Go
- Tuan Musim Hujan
- What It Takes Asia Tenggara
- White Book
- White Nights
- Yotsuba





