Destination: Jakarta 2040 – Buat Grameds yang suka cerita fiksi ilmiah dan penasaran dengan gambaran masa depan, siap-siap terpukau! Kali ini kita akan menyelami sebuah novel yang bukan hanya seru, tetapi juga penuh dengan kejutan dan permainan logika waktu yang bikin kepala berputar dengan cara yang menyenangkan.
Destination: Jakarta 2040 adalah novel fiksi ilmiah karya Mashuri yang menghadirkan kisah perjalanan waktu bertema utopia. Ceritanya mengikuti Raden Ilyas Aditya, seorang ilmuwan muda yang tiba-tiba terlempar dari tahun 2015 ke tahun 2040. Saat mengalami distorsi waktu, Ilyas berhadapan dengan berbagai perubahan besar dalam hidupnya, termasuk bertemu kembali dengan kekasih yang sudah tidak lagi sama.
Mashuri menyajikan berbagai konsep fisika tentang ruang dan waktu dengan cara yang mudah dicerna pembaca. Novel setebal 268 halaman ini diterbitkan oleh Bhuana Ilmu Populer pada 10 Januari 2023. Sebelum membahas sinopsis, kelebihan, dan kekurangannya, yuk kenalan dulu dengan sang penulis dari novel ini, Mashuri!
Table of Contents
Profil Mashuri – Penulis Novel Destination: Jakarta 2040
Mashuri menulis sebagai cara untuk meluapkan segala gagasan yang terus berputar di kepalanya. Banyak ide, visual, dan bayangan cerita yang terasa terlalu penuh untuk hanya disimpan sendiri, sehingga tulisan menjadi ruang terbaik untuk menyalurkannya. Dari proses inilah lahir berbagai karya, termasuk salah satu yang paling dikenal, Destination: Jakarta 2040.
Novel ini pertama kali diterbitkan pada Maret 2021, kemudian hadir dengan pembaruan pada bagian halaman depan pada Januari 2023. Buku tersebut diterbitkan oleh Bhuana Ilmu Populer, yang merupakan bagian dari Kompas Gramedia.
Sinopsis Novel Destination: Jakarta 2040
Konsep waktu adalah fondasi penting yang membuat alam semesta bergerak dan berfungsi. Manusia mungkin sudah mampu memahami bagaimana waktu mempengaruhi kehidupan melalui fisika, tetapi belum memiliki kemampuan untuk mengubah atau mengendalikannya.
Namaku Ilyas, seorang peneliti yang mempelajari rahasia alam semesta dan berusaha menemukan cara untuk memanipulasi waktu. Hingga akhirnya, waktu itu sendiri seakan memilihku sebagai “percobaan” dan memaksaku merasakan secara langsung bagaimana manipulasi waktu bekerja.
Perjalanan lintas waktu ini justru menghancurkan kisah cintaku dengan Alisa pada tahun 2015, sebelum akhirnya mempertemukan kami lagi secara tak terduga di tahun 2040. Perasaanku tetap sama, tetapi bagi Alisa pertemuan ini seperti mimpi yang tidak pernah ia bayangkan. Ia seolah diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan seseorang yang telah menghilang selama 25 tahun.Â
Kehilanganku membuatnya mencari jawaban dan membuka jalan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Di tengah kebingungan menghadapi distorsi waktu ini, aku dihadapkan pada pertanyaan besar, apakah perjalanan ini harus diterima sebagai takdir atau justru harus dipahami sebagai sebuah kesadaran baru tentang waktu dan kehidupan?
Kelebihan dan Kekurangan Novel Destination: Jakarta 2040
Kelebihan Novel Destination: Jakarta 2040
Sebagai salah satu karya fiksi ilmiah, novel Destination: Jakarta 2040 menyajikan kisah yang unik dan tentunya bisa membuat pembaca terkagum menyusuri ceritanya. Beberapa keunggulan novel ini, yaitu:
- Tema yang menantang
Sebagai karya fiksi ilmiah, Destination: Jakarta 2040 menghadirkan tema yang kompleks dan jarang disentuh penulis Indonesia. Kisah tentang perjalanan waktu, masa depan, dan gagasan utopia dieksekusi dengan cukup matang sehingga terasa ambisius namun tetap menarik untuk diikuti. Kerumitan tema justru menjadi daya tarik, karena pembaca diajak berpikir sekaligus menikmati cerita yang terbangun dengan rapi.
- Desain sampul yang bagus
Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian adalah desain sampulnya. Visualnya kuat, menggambarkan isi cerita, dan memberikan kesan ilmiah yang modern. Sampulnya sukses menghadirkan nuansa fiksi ilmiah sejak pandangan pertama sehingga membuat pembaca penasaran terhadap dunia yang akan disajikan di dalamnya.
- Memberi pengetahuan tambahan tentang fisika
Novel ini tidak hanya bercerita, tetapi juga menyisipkan pengetahuan. Beberapa konsep fisika, khususnya terkait ruang, waktu, dan multidimensi, dijelaskan secara sederhana sehingga mudah dipahami. Pembaca jadi tidak hanya menikmati alur, tetapi juga mendapatkan pemahaman baru dalam bentuk hiburan yang tetap menyenangkan.
- Kisah yang seru
Mengikuti perjalanan waktu Raden Ilyas Aditya terasa seperti ikut masuk dalam petualangan yang penuh kejutan. Ceritanya seru, menegangkan, dan mampu membuat pembaca ikut merasakan kebingungan tokoh utama saat menghadapi distorsi waktu. Ide ceritanya unik dan alurnya bergerak cepat tanpa terasa bertele-tele, sehingga pengalaman membaca terasa dinamis.
Kekurangan Novel Destination: Jakarta 2040
Meskipun buku ini menawarkan kekayaan sejarah dan narasi yang kuat, masih terdapat beberapa kekurangan yang bisa ditemukan di dalamnya.
- Beberapa kata sulit dimengerti
Beberapa bagian dalam novel ini menggunakan gaya bahasa yang cukup berat, penuh analogi ilmiah yang mungkin terasa membingungkan bagi sebagian pembaca. Pilihan katanya kadang terasa terlalu teknis sehingga butuh fokus ekstra untuk memahaminya.
Untungnya, gaya narasi seperti ini tidak muncul sepanjang cerita, karena pada bagian lain bahasa yang digunakan jauh lebih ringan dan mudah diikuti.
- Plot holes
Walaupun menarik, alur cerita novel ini masih menyisakan beberapa elemen yang terasa tidak konsisten. Ada bagian yang terasa kurang mulus transisinya, sehingga beberapa perpindahan adegan terkesan tiba-tiba tanpa penjelasan yang jelas.
Hal ini membuat sejumlah momen terasa kurang rapi dan menimbulkan kebingungan tentang kesinambungan waktu dan tempat dalam cerita.
Time Travel, Nyata atau Tidak?
Perjalanan waktu adalah konsep berpindah dari satu titik waktu ke titik waktu lain, mirip dengan cara kita berjalan dari satu tempat ke tempat lain dalam ruang tiga dimensi. Sampai sekarang, gagasan ini masih berada di antara dunia sains dan fiksi ilmiah. Namun, sains modern sudah berusaha menjelaskannya dengan berbagai teori menarik.
- Perjalanan ke Masa Depan, Secara Ilmiah Mungkin Terjadi
Berdasarkan teori relativitas Einstein, perjalanan waktu ke masa depan bukan hanya khayalan, tetapi memiliki dasar ilmiah. Fenomena ini dikenal dengan istilah dilatasi waktu.
Ketika seseorang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, waktu baginya akan berjalan lebih lambat dibandingkan orang yang diam. Selain itu, di tempat dengan gravitasi yang sangat kuat, seperti di sekitar lubang hitam, waktu juga akan berjalan lebih lambat.
Artinya, jika seseorang berada di wilayah gravitasi ekstrem lalu kembali ke Bumi, ia bisa saja menemukan bahwa waktu di Bumi sudah melompat jauh ke depan dibandingkan waktu yang ia rasakan.
- Perjalanan ke Masa Lalu, Masih Menjadi Misteri Ilmiah
Berbeda dengan masa depan, kembali ke masa lalu masih berada pada ranah teori. Beberapa kemungkinan yang dikaji ilmuwan antara lain:
Lubang cacing atau wormhole, yaitu jembatan teoretis yang menghubungkan dua titik ruang dan waktu berbeda. Jika salah satu ujungnya mengalami perbedaan waktu, secara teori bisa membuka jalan ke masa lalu.
Ada juga teori Silinder Tipler, yang membayangkan objek bermassa besar yang berputar sangat cepat sehingga dapat melengkungkan ruang dan waktu.
- Paradoks Perjalanan Waktu
Masalah utama perjalanan ke masa lalu adalah munculnya paradoks logika.
Salah satunya adalah Grandfather Paradox, yaitu situasi ketika seseorang pergi ke masa lalu dan mencegah keberadaan dirinya sendiri. Ada juga Butterfly Effect, di mana perubahan kecil di masa lalu bisa menyebabkan dampak luar biasa besar di masa depan.
- Beberapa Teori untuk Mengatasi Paradoks
Untuk menjawab kebingungan tersebut, para ilmuwan dan kreator fiksi mengusulkan beberapa ide.
Salah satunya adalah teori multiverse, yang menyebutkan bahwa mengubah masa lalu bukan mengubah masa depan kita, melainkan menciptakan cabang realitas baru. Ada pula Prinsip Konsistensi Diri Novikov, yang berpendapat bahwa apa pun yang terjadi di masa lalu sudah merupakan bagian dari sejarah, sehingga perubahan tidak benar-benar mungkin dilakukan.
Sampai saat ini, bahkan hingga tahun 2026, perjalanan waktu masih menjadi konsep menakjubkan yang belum benar-benar tercapai oleh manusia. Namun, melalui karya fiksi seperti Interstellar, Back to the Future, atau seri Dark, kita bisa membayangkan bagaimana rasanya melompati batas waktu.
Jadi, Grameds, untuk sekarang mungkin belum ada yang benar-benar berhasil menjelajah waktu. Tetapi, siapa yang tahu, mungkin suatu hari nanti sains menemukan jalannya dan impian tentang time travel bukan lagi sekadar cerita dalam karya fiksi saja.
Penutup
Destination: Jakarta 2040 layak masuk daftar bacaan bagi kamu yang ingin menemukan cerita yang berbeda. Novel karya Mashuri ini tidak hanya menawarkan hiburan saja, tetapi juga akan mengajak Grameds untuk ikut terlibat dalam rasa ingin tahu tentang dunia, waktu, dan kemungkinan yang belum terjawab.
Melalui kisahnya, kamu akan diajak melaju lebih jauh dari sekadar menikmati cerita, tetapi juga terdorong untuk berpikir, belajar, dan mungkin mulai mempertanyakan, seberapa luas sebenarnya batas pengetahuan manusia tentang masa depan?
Novel Destination: Jakarta 2040 karya Mashuri bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com ya, Grameds! Sebagai teman untuk menemanimu #TumbuhBersama, kami selalu siap menyediakan informasi terbaik dan terlengkap untuk kamu. Selamat membaca!
Rekomendasi Buku
Aleopati
Apa yang terjadi ketika manusia menjadi seperti tumbuhan—menyebar pengaruh yang tak kasatmata, kadang menumbuhkan, kadang mematikan? Alelopati, menawarkanmu narasi warisan luka. Ia yang tak selalu bisa dijelaskan dengan kata-kata. Sejatinya, apakah kita tengah bertumbuh bersama atau diam-diam saling meracuni?
The Time Machine
Penjelajah Waktu menciptakan sebuah perangkat luar biasa untuk menjelajahi waktu. Dengan mesin ini, ia melompat jauh ke masa depan dan tiba di tahun 802.701, di mana ia menemukan dunia yang sangat berbeda dari yang ia kenal. Manusia telah berevolusi menjadi dua spesies: Eloi, makhluk mungil dan lemah yang tampak hidup tanpa kekhawatiran, serta Morlock, makhluk menyeramkan yang hidup di bawah tanah dan memiliki hubungan permusuhan dengan Eloi.
Ketika Penjelajah Waktu semakin memahami dunia itu, ia menyadari bahwa perbedaan sosial yang ekstrem telah menciptakan peradaban yang terpecah dan menakutkan. Eloi, meskipun tampak bahagia, sebenarnya adalah makhluk lemah yang kehilangan kemampuannya bertahan hidup dengan kelompoknya. Morlock, di sisi lain, adalah pekerja bawah tanah yang menjadi predator bagi Eloi.
Dream Record
Selamat datang di Dream Record tempat mimpi-mimpimu akan terungkap Dream Record adalah tempat kau bisa merekam mimpi-mimpimu semalam. Orang berbondong-bondong mendatangi Dream Record dengan alasannya masing-masing. Ada yang merekam untuk menuliskan nomor lotre yang dititipkan nenek moyang, ada pula yang bertemu dengan anggota keluarga yang telah wafat. Ada juga seniman yang merekam mimpinya sendiri untuk mencari inspirasi untuk karyanya.
Namun, bagi sebagian orang, mimpi ibarat penjara malam yang selalu mereka hindari. Kenangan dan trauma kekerasan menghantui para korban di mimpi-mimpi mereka. Itulah yang terjadi pada Ga-eun.
Penulis: Gabriel
- 101 Fabel Nusantara
- 23 Ways to Say I Love You
- 50 to 20: Pesan dari Paruh Perjalanan
- A Poem with Your Name
- Akasha: Record of Ragnarok
- Alaia III
- Anonymous Crush 2
- Ayah, Berjuang Sendiri Itu, Capek!
- Barangkali Kita Memang Perlu Hari Patah Hati
- Berandal Bandung
- Black Powder War
- Brisingr
- Damn I Love Risol
- Destination Jakarta 2040
- Eldest
- Ensiklopedia Fakta Seru
- Fourth Wing
- Hi Berlin
- Himam
- Hiu Sang Predator
- Hold Me, Never Let Go
- Hotel Magnifique
- I Can't Talk so Smoothly
- I Got a Cheat Skill in Another World and Became Unrivaled in the Real World, Too
- Kembali ke Batavia
- Kost Pak Raden
- Kost Pak Raden
- Lentera Hati
- Lima Sekawan: Melacak Jejak Rahasia
- Lima Sekawan: Rahasia di Pulau Kirrin
- Little Magacal Piya
- Madonna in a Fur Coat
- Malam Sunyi Hercule Poirot
- Memorial Perfume Shop
- Moriarty The Patriot
- Musim Yang Tak Sempat Kita Miliki
- Mystery Basketball
- Pemikiran Karl Marx
- Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer
- Princess, Bajak Laut, dan Alien
- Psikoanalisis Sigmund Freud
- Pulih dari Trauma
- Rinduku Sederas Hujan Sore Itu
- Ronggeng Dukuh Paruk
- Rumah Kecil Alie
- Rumah Tanpa Cahaya
- Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
- Si Bungsu dan Luka
- Tanpa Ayah Tanpa Arah
- Tentang Sebuah Tempat di Wilayah Kinki
- The School of Life: An Emotional Education
- The Adventures of Tom Sawyer
- The Book Censor's Library
- The Dating Game
- The Enchanted Garden 1
- The Enchanted Garden 2
- The Humans
- The Tale of Dororo and Hyakkimaru
- The Otherwhere Post
- This Is How You Heal
- This Is Me Letting You Go
- What It Takes Asia Tenggara
- White Book
- White Nights





