in ,

Review Novel 7 Prajurit Bapak

 7 Prajurit Bapak – Grameds, pernah nggak sih kamu merasa hidup ini seperti sudah disiapkan jalurnya sejak lahir? Seolah cita-cita datang lengkap dengan tanda tangan orang tua di pojok kanan bawah rapot pertumbuhanmu.

Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Salah satunya dalam hal karir, pastinya orang tua ingin melihat anaknya sukses di pekerjaannya. Tak jarang, orang tua membekali anak-anaknya dengan karir yang dimilikinya saat ini, misal seorang pengusaha mempercayakan anaknya untuk meneruskan usahanya, seorang dokter yang membiayai anaknya untuk sekolah kedokteran, dan seorang tentara yang mengarahkan anak-anak lakinya untuk mengabdi pada negara juga. Namun, apakah keinginan orang tua harus selalu dituruti?

Novel yang satu ini mengangkat cerita tentang pertentangan akan cita-cita orang tua dan cita-cita anak. Suatu hal yang banyak ditemukan di kehidupan nyata, bahkan mungkin kamu salah satu yang mengalaminya. Kisah ini dikemas dengan narasi yang asik dan selingan komedi, jadi nggak akan bosan deh membacanya. Berawal dari Wattpad, 7 prajurit Bapak karya Wulan Nuramalia kemudian diterbitkan oleh Kawah Media pada 4 Februari 2022 dengan total 440 halaman, dan berhasil menjadi best seller di toko buku. Penasaran dengan kisah lengkapnya? Simak indormasi yang sduah Gramin siapkan di bawah ini ya!

Sinopsis Novel 7 Prajurit Bapak

Novel 7 Parjurit Bapak dibuka dengan kisah tentang tujuh anak dari seorang ayah pensiunan tentara. Mereka semua punya mimpi dan tujuan hidup masing-masing, meskipun sering dianggap melenceng karena tidak meneruskan tradisi keluarga yang menuntut setiap anak lelaki menjadi tentara.

Yoga, anak tengah, sejak kecil selalu dipandang tidak punya bakat apa pun. Namun ia bertekad untuk menjadi seorang penulis, meski impian itu sering ditolak dan diragukan oleh kakak-kakaknya sendiri. Saat semangatnya hampir padam, Yoga bertemu dengan Lia, seorang gadis introvert yang perlahan membuatnya kembali percaya pada mimpinya.

Ketika kebersamaan mereka mulai terasa hangat, muncul seseorang dari masa lalu sang ayah yang berniat mencelakai keluarga itu. Situasi kian pelik saat Yoga mengetahui bahwa masa lalu ayahnya ternyata berkaitan dengan Lia. Semakin keras ia berusaha melindungi Lia, semakin banyak pula orang yang harus terluka. Hingga akhirnya Yoga dihadapkan pada pilihan sulit antara keluarganya yang begitu ia sayangi atau Lia yang membuatnya kuat untuk terus berjuang meraih mimpi.

“Selama hidup di dunia, aku sudah lima kali berganti cita-cita. Yang paling kuingat, waktu SD aku ingin sekali jadi anggota kelima coboy junior. Setelah itu berubah lagi, aku ingin jadi guru Matematika. Tapi gagal, soalnya nilai ulanganku selalu di bawah lima. Terakhir, aku cuma ingin jadi sebuah tulisan.”

Kelebihan dan Kekurangan Novel 7 Prajurit Bapak

Pros & Cons

Pros
  • Tampilan buku yang menarik.
  • Cerita yang hangat dan mengharukan.
  • Humor yang segar.
  • Alur cerita yang seru.
  • Banyak pesan moral yang bisa dipetik.
Cons
  • Alur cerita yang lambat.
  • Interaksi yang cheesy.
  • Terdapat plot hole

Kelebihan Novel 7 Prajurit Bapak

Novel 7 Prajurit Bapak karya Wulan Nuramalia Memiliki banyak kelebihan yang menjadikannya Komik yang wajib untuk dimiliki.

  • Tampilan buku menarik

Waktu pertama kali melihat buku ini, judul dan cover-nya langsung bikin penasaran. Ditambah lagi saat membaca sinopsisnya, membuat rasa ingin tahu tentang isi dari buku ini menjadi semakin besar.

  • Cerita hangat & mengharukan

Kehangatan sebuah keluarga besar terasa begitu nyata, sampai-sampai bikin iri yang membaca. Bahkan makan nasi dengan garam pun terasa nikmat kalau dilakukan bersama dengan hati yang bahagia. Ada juga kejadian-kejadian kecil yang tampak sepele, seperti tidak penting, tapi ternyata menyimpan makna besar di kemudian hari. Justru hal-hal sederhana itulah yang membuat kita sadar bahwa manusia memang tidak ada yang sempurna.

  • Humor yang segar

Kelakuan Yoga bersama kakak dan adiknya bikin geleng-geleng kepala sekaligus ngakak. Tingkah mereka selalu ada saja yang bikin perut sakit karena tertawa.

  • Alur cerita yang seru

Jalan ceritanya terasa rapi, konflik yang disajikan pas, mudah dirasakan, dan benar-benar menyentuh hati. Bagian sedihnya juga terasa dalam, sampai bikin pembaca ikut merasakan perihnya.

  • Banyak pesan moral yang bisa dipetik

Dari kisah keluarga Pak Cahyo, ada begitu banyak pelajaran hidup yang bisa diambil. Kehangatan dan kedekatan mereka seolah mengajarkan arti kebersamaan yang sebenarnya.

Kekurangan Novel 7 Prajurit Bapak

  • Alur cerita yang lambat

Beberapa bagian cerita berjalan terlalu pelan dengan penjelasan yang terlalu detail pada hal-hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting. Akibatnya, pembaca bisa kehilangan fokus dan merasa sulit untuk tetap menikmati jalannya cerita. Padahal jika alurnya dipadatkan, kisahnya bisa terasa lebih mengalir dan tidak bertele-tele.

  • Interaksi yang cheesy

Hubungan Yoga dengan pacarnya digambarkan dengan cara yang cenderung berlebihan. Banyak adegan yang terasa menye-menye sehingga justru membuat sebagian pembaca merasa geli. Ditambah lagi, karakter sang pacar sering kali tampil egois dan tidak memikirkan perasaan Yoga. Hal ini membuat dinamika percintaan mereka terasa kurang seimbang dan bisa menimbulkan rasa kesal saat membaca.

  • Terdapat plot hole 

Salah satu bagian yang cukup mengganggu adalah absennya narasi mengenai proses Yoga dalam menulis atau mencari inspirasi untuk karyanya. Tiba-tiba saja ia digambarkan berhasil menulis novel tanpa dijelaskan bagaimana perjuangan atau proses kreatif yang dilaluinya. Hal ini menimbulkan kesan ada bagian penting yang hilang, sehingga cerita menjadi kurang meyakinkan.

Fakta Menarik Tentara Nasional Indonesia

Tentara Nasional Indonesia atau TNI adalah sebutan untuk angkatan bersenjata milik negara Indonesia. Pada awalnya lembaga ini bernama Badan Keamanan Rakyat, kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat atau TKR. Setelah itu TKR dibubarkan dan berdirilah Tentara Republik Indonesia atau TRI. Beberapa tahun kemudian namanya kembali berganti menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ABRI. Setelah adanya pemisahan antara militer dan kepolisian, nama tersebut diubah lagi menjadi Tentara Nasional Indonesia atau TNI hingga sekarang. TNI sendiri memiliki tiga matra utama, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

  1. Lahir Sesaat Setelah Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, suasana bangsa masih diliputi rasa mencekam. Serangan dari musuh bisa saja terjadi kapan saja tanpa diduga. Untuk mencegah terulangnya hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah mengambil langkah membentuk satuan keamanan. TNI secara resmi berdiri pada tanggal 5 Oktober 1945, hanya beberapa bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

  1. Sering Berganti Nama

Sejak pertama kali dibentuk, pasukan keamanan ini telah beberapa kali berganti nama. Pada awalnya disebut Badan Keamanan Rakyat atau BKR. BKR berfungsi untuk mengorganisir para pejuang dan menjaga kemerdekaan dari ancaman penjajahan kembali. Setelah itu berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat atau TKR, lalu berkembang dan akhirnya menetap dengan nama Tentara Nasional Indonesia atau TNI seperti yang dikenal saat ini.

  1. Salah Satu Pasukan Elite Kopassus Terbaik Dunia

Di dalam TNI Angkatan Darat terdapat satuan utama yang dikenal dengan nama Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Kopassus terkenal karena keahlian dalam taktik gerilya, kemampuan tempur yang sangat terlatih, serta keterlibatannya dalam berbagai misi rahasia. Pasukan ini pernah tercatat dalam daftar pasukan khusus terbaik di dunia dan bahkan diakui oleh komunitas militer internasional sebagai salah satu pasukan elite yang paling disegani.

  1. Terlibat dalam Misi Perdamaian Dunia

Selain menjaga keamanan dalam negeri, TNI juga turut serta dalam menjaga perdamaian dunia melalui misi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sejak tahun 1957, TNI sudah mengirimkan pasukan untuk bergabung dalam operasi perdamaian di berbagai negara seperti Lebanon, Kongo, dan Sudan. Partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya berfokus pada keamanan nasional, tetapi juga ikut berkontribusi bagi terciptanya perdamaian di dunia.

Penutup

Kisah Yoga dan keluarganya tidak sekadar merefleksikan pengalaman yang sering kita jumpai di tengah masyarakat. Lebih jauh dari itu, cerita mereka bisa menjadi cermin bagi Grameds untuk melihat pilihan sikap yang perlu diambil, sekaligus menyadari konsekuensi yang mungkin terjadi. Di balik setiap perbedaan, selalu ada sisi positif yang patut diperhatikan. Orang tua pada dasarnya hanya ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, bukan bermaksud untuk memaksa. Hanya saja, cara penyampaiannya terkadang kurang tepat sehingga menimbulkan salah paham. Dengan cinta yang tulus dan kasih yang mendalam, setiap pertentangan sejatinya tidak harus menjadi jurang pemisah dalam keluarga. Dan di titik inilah, Gramin bisa belajar bahwa harmoni keluarga selalu bisa dijaga jika ada saling pengertian.

Novel 7 Prajurit Bapak karya Wulan Nuramalia ini bisa kamu pesan saat ini juga di Gramedia.com! Kamu juga bisa dapatkan novel-novel best seller lainnya di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

 

Rekomendasi Buku

1. Rumah Untuk Alie

Rumah untuk Alie

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Alie Ishala Samantha, 16 tahun, tak pernah mengira hidupnya akan sepelik ini. Semula, dia hidup dalam keluarga yang penuh cinta, dan rumah yang selalu memeluknya. Namun, sejak dituduh menjadi penyebab meninggalnya Bunda Gianla lima tahun lalu, segalanya berubah dalam semalam. Sebutan “pembunuh” pun disematkan dalam dirinya, dan dia terus mendapatkan penolakan dan rasa sakit dari ayah dan keempat kakaknya: Sadipta, Rendra, Samuel, dan Natta.

Hidup Alie kini terasa bagai neraka. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, malah menjadi tempat penyiksaan bagi fisik dan mentalnya. Pertanyaan ini pun kerap menghampiri Alie: sampai kapan dia harus mengalami ini semua? Akankah rumah ini kelak akan menjadi rumah lagi untuknya?

 

2. Tiga Putri Anuspati

 

Tiga Putri Anuspati

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.pngRumah. Apakah seperti bangunan nyaman yang berisi iringan doa baik penuh harapan atau hanya tempat singgah yang tak ingin kita tinggali karena kenangan buruk di dalamnya? Bagi tiga putri keluarga Anuspati, rumah menyimpan dua kenangan di atas. Tapi, lebih banyak kenangan buruk di dalamnya. Mereka menganggap rumah adalah sebuah penjara yang siap menghakimi.

Harumi Anuspati, si sulung yang selalu dituntut menjadi contoh untuk kedua adiknya dan trofi bagi kedua orangtuanya. Haruna Anuspati, si tengah yang gelalu mendapatkan pengabaian atas segala hal yang dirinya lakukan. Hanina Anuspati, si bungsu yang selalu didikte atas setiap keputusannya. Hal itu membuat mereka saling mengandalkan antara satu sama lainnya. Namun, semua itu semakin pelik ketika masalah lain hadir yang menguak satu demi satu rahasia dan luka yang selama ini terpendam.

 

3. Oi Abang Oi

Oi Abang Oi

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

 

“Gimana, sih, rasanya punya adik?”

Dulu, Dirfan pernah bermimpi ingin memiliki seorang adik seperti sahabat-sahabatnya yang lain walau ia tahu bahwa hal itu mustahil tercapai karena keluarganya berantakan. Namun, Dirfan tidak pernah menyangka bahwa Tuhan mengabulkannya lewat cara yang tidak terduga. perselingkuhannya Ayah yang menjadi sebab hancurnya hidup Dirfan dan bunda, tiba-tiba datang tanpa rasa bersalah membawa seorang anak laki-laki yang merupakan hasil dengan wanita lain untuk dijaga oleh Dirfan dan bunda. Dirfan amat sangat marah, apalagi ketika bunda-dengan hati malaikatnya menerima sosok Asta dan meminta Dirfan untuk menyayanginya sebagai seorang adik.

 

Written by Laura Saraswati