in

Contoh Puisi Tentang Kemerdekaan Untuk Anak SD, SMP dan SMA

Contoh Puisi tentang Kemerdekaan untuk Anak SD, SMP dan SMA – Bagi kalian yang ingin langsung membaca contoh puisi kemerdekaan, silahkan langsung ke bagian bawah artikel dengan cara klik disini.

Sebuah kreativitas dan imajinasi bagi seorang anak dapat dituangkan dalam bentuk apapun. Mulai dari musik, gambar, video, dan tulisan. Selama ini yang menjadi salah satu bentuk kreativitas serta imajinasi tersebut dituangkan dalam bentuk sebuah puisi. Memang kedua hal tersebut menjadi unsur penting dalam membuat puisi. Akan tetapi, sebenarnya masih sangat banyak yang harus diperhatikan dalam membuat puisi. Seperti misalnya dalam membuat puisi kemerdekaan anak SD.

Seperti diketahui, puisi merupakan sebuah karya yang berbentuk ungkapan dari isi hati seorang penulis. Kemudian di dalam puisi tersebut berisikan lirik, irama, ritme, dan rima dalam setiap baris. Lalu kalimat tersebut dikemas ke dalam sebuah bahasa yang imajinatif dan disusun dengan kata yang memiliki makna.

Apakah kalian pernah menulis puisi ? Pastinya sudah tahukan? Kalian menulis puisi ketika mendapatkan tugas di sekolah. Bahkan yang paling sering dijumpai adalah tugas membuat puisi kemerdekaan anak SD. Memang dulu ketika diminta membuat puisi berpikiran bahwa itu adalah hal yang mudah. Namun ternyata kita tahu bahwa saat ini membuat puisi lebih dari yang dipikirkan.

Jika dulu membuat puisi hanya merupakan sebuah tugas, kini kalian harus memahami semua tentang puisi. Mulai dari jenis, unsur, hingga cara membuat puisi. Bahkan yang paling penting adalah bagaimana cara membuat puisi tersebut menarik dan mudah dipahami oleh pembaca.

buku suara murai dan puisi

Suara Murai Dan Puisi - Puisi Lainnya

buku bahaya yang indah

Bahaya-Bahaya Yang Indah *Puisi

buku puisi bicara tubuh

Bicara Tubuh *Puisi

Cuaca Buruk Sebuah Buku PUISI

Contoh Puisi Tentang Kemerdekaan Untuk Anak SD, SMP dan SMA

Berikut adalah beberapa contoh puisi tentang kemerdekaan

1. Kemerdekaan Ini

Kemerdekaan ini adalah usaha
Usaha tanpa menyerah para pahlawan
Kemerdekaan ini adalah keringat
Yang setia mencucur ruah hingga habis

Kemerdekaan ini adalah lelah
Lelah yang setia menghantu
Kemerdekaan ini adalah darah
Karena berjuta ton darah raib untuk kemerdekaan tergadai

Kemerdekaan ini adalah nyawa
Karena di Indonesia ini, beratus ratus tahun silam nyawa melayang
Semuanya untuk Indonesia
Semuanya untuk senyum anak Indonesia
Semuanya untuk masa depan Indonesia yang lebih cerah.

 

gramedia back to kampus

2. “Terbanglah Indonesia”

(Oleh: Rayhandi)

Terbanglah Indonesia
Terbang ke langit bebas
Gapai bintang hingga jauh melambung
Tunjukkan pada dunia merah putihmu

Terbanglah Indonesia
Takkan ada yang bisa mengikatmu
Juga mengurungmu
Kita bukan jangkrik di dalam kotak
Kita bebas merdeka

Terbanglah indonesia
Terbanglah kemana kau ingin terbang
Lihatlah kemana kau ingin lihat
Cintailah apa yang kau ingini
Kebebasan bersandar di raga kita
Karena kita merdeka

Terbanglah Indonesia
Dunia harus tahu Indonesia bangsa yang hebat
Bangsa yang menghargai perdamaian
Tapi bukan berarti bisa diam jika kebebasan kita di renggut
Takkan kita biarkan hak kita di injak-injak

Terbanglah Indonesia
Di ujung samudera kedamaian kita memuncah
Berdiri di atas gunung
Kita jaga laut kita-kita jaga bumi kita
Takkan kita biarkan Indonesia hancur kembali
Karena Indonesia sudah merdeka di tahun empat lima

 

3. Hari Itu, Bangsaku Bahagia

(Karya: Asty Kusumadewi)

Indonesia adalah negara kaya
Negara penuh budaya
Negara yang selalu jaya
Di setiap generasinya

Namun, ada kisah nyata dibalik itu semua
Penjajahan dimana-mana
Perjuangan melawan penjajah durjana
Dengan semangat juang 45

Pertumpahan darah di tanah air
Saksi bisu perjuangan bangsa
Dengan satu keinginannya
Tekad kuat untuk Merdeka!

Merdeka, Merdeka, Merdeka!
Hari Itu Bangsaku Bahagia
17 Agustus 1945
Indonesia merdeka dari segala sengsara dan lara

 

4. Setajam Senjata Runcing

Diujung senjata runcing
Setajam pedang siap menyayat
Pertaruhan nyawa menentang
Mengoyah jiwa musuh hingga gentar

Pahlawan berjuang hingga raib
Meraih kemenangan untuk kebebasan
Rasa gentar dan takut terlenyapkan
Usaha sampai tumpah darah tiada usai

Kemerdekaan telah membebaskan bekapan
Kini dapat bernapas tanpa sesak
Jasa pahlawan menjadi saksi
Siap siaga hingga merdeka

 

5. Di Balik Seruan Pahlawan

(Oleh : Zshara Aurora)

Kabut..
Dalam kenangan pergolakan pertiwi
Mendung..
Bertandakah hujan deras
Membanjiri rasa yang haus kemerdekaan
Dia yang semua yang ada menunggu keputusan Sakral

Serbu..
Merdeka atau mati! Allahu Akbar!
Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan bambu runcing menyatu
Engkau teruskan menyebut ayat suci
Engkau teriakkan semangat juang demi negeri
Engkau relakan terkasih menahan tepaan belati
Untuk ibu pertiwi



Kini kau lihat
Merah hitam tanah kelahiranmu
Pertumpahan darah para penjajah keji
Gemelutmu tak kunjung sia
Lindungannya selalu di hatimu
Untuk kemerdekaan Indonesia Abadi

 

6. Jasa para pahlawan

Indonesia adalah tempatku dilahirkan
Akan tetapi perjuangan para pahlawan
yang membuat Indonesia menjadi merdeka
sangatlah tak mudah

Merdeka atau mati demi mengusir
para penjajah di Indonesia
Walaupun memakai senjata bambu runcing
dapat dimenangkan karena kegigihanmu

Tak akan sia-sia kau tumpahkan darahmu untuk Indonesia
Karena aku akan menjaga Indonesia selama – lamanya
Terima kasih pahlawanku karena kau
telah berjuang untuk Indonesia
menjadi merdeka dan aman dari penjajahan

Baca juga artikel lain seputar “Puisi Kemerdekaan” 

Pembagian Jenis-Jenis Dalam Puisi

Secara umum, puisi sendiri terbagi menjadi 3 jenis. Yakni dari puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer.

1. Puisi lama

Sama seperti namanya, puisi lama merupakan puisi yang dihasilkan sebelum abad ke 20. Kemudian puisi lama terbagi ke dalam beberapa jenis, seperti pantun, pantun berkait (seloka), pantun kilat (karmina), talibun, gurindam, mantra, syair, dan lain-lain.

  • Pantun merupakan sebuah puisi yang terdiri dari empat larik dengan sajak ab – ab. Kemudian pantun sendiri dibedakan berdasar dari kategorinya. Seperti pantun anak, pantun lucu, dan masih banyak lagi.
  • Pantun seloka merupakan sebuah pantun yang berasal dari Melayu klasik dan berisikan tentang pepatah.
  • Pantun karmina merupakan salah satu prosa yang memiliki bentuk lebih pendek dari pantun. Kemudian saking pendeknya, karmina sendiri sering disebut dengan pantun kilat.
  • Talibun adalah sebuah pantun yang lebih dari empat baris dan mempunyai sajak abc – abc.
  • Gurindam merupakan sebuah puisi yang terdiri dari 2 bait. Kemudian dari tiap baitnya, terdiri dari 2 baris kalimat dengan sajak yang sama. Gurindam sendiri biasanya memiliki isi sebuah nasihat atau amanat.
  • Mantra yakni sebuah ucapan yang dipercaya mempunyai kekuatan magic atau alam ghoib. Mantra sendiri biasanya digunakan dalam sebuah acara tertentu, seperti ketika menolak hujan bisa menggunakan sebuah mantra.
  • Syair merupakan sebuah puisi yang terdiri dari empat baris dan mempunyai bunyi akhir yang sama. Kemudian syair sendiri biasanya menceritakan sebuah kisah yang di dalamnya terdapat nasihat dan amanat yang ingin disampaikan oleh si penyair.

 

2. Puisi baru

Puisi baru merupakan sebuah puisi yang dianggap lebih bebas dibandingkan dengan puisi lama. Mulai dari jumlah baris, suku kata, maupun ritma. Kemudian puisi baru sendiri terdiri dari beberapa macam, diantaranya adalah :

  • Balada merupakan sajak sederhana yang berisikan tentang cerita rakyat yang mengharukan. Biasanya, balada sendiri disajikan dengan bentuk dialog atau dinyanyikan
  • Ode adalah sebuah puisi lirik yang berisikan tentang sanjungan kepada orang yang berjasa dengan tema serius dan nada yang agung. Biasanya, puisi ode ini ditunjukkan kepada pahlawan. Seperti contohnya puisi kemerdekaan anak SD.
  • Romansa merupakan sebuah puisi cerita yang berisikan tentang luapan perasaan cinta kasih. Kemudian puisi romansa sendiri dapat memberikan efek romantisme.
  • Epigram adalah sebuah puisi yang berisi tentang ajaran dan tuntutan hidup. Di dalam epigram sendiri memiliki unsur pengajaran, nasihat dan terkadang membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman hidup.
  • Elegi merupakan sebuah nyanyian yang mengandung ratapan atau ungkapan duka cita. Biasanya, puisi jenis elegi ini digunakan ketika terjadi sebuah peristiwa atau kematian.

 

  • Himne atau Gita Puja merupakan sejenis nyanyian dan pujaan yang memang ditujukan kepada Dewa atau Tuhan, atau kepada sesuatu yang dinilai sakral.
  • Satire merupakan sebuah puisi yang memakai gaya bahasa berisi sindiran. Bahkan puisi yang disampaikan melalui satire menuai kritik dan disampaikan dengan bentuk parodi, ironi, hingga sarkasme.
  • Distikon merupakan sebuah puisi yang masing-masing bait terdiri dari dua baris atau dua seuntai.
  • Terzina adalah sebuah puisi yang masing-masing bait terdiri dari tiga baris atau tiga seuntai.
  • Kuatren merupakan sebuah puisi yang masing-masing bait terdiri dari empat baris atau empat seuntai.
  • Kuint yakni sebuah puisi yang masing-masing bait terdiri dari lima baris atau lima seuntai.
  • Sekstet yaitu sebuah puisi yang masing-masing bait terdiri dari enam baris atau enam seuntai.
  • Septima adalah sebuah puisi yang masing-masing bait terdiri dari tujuh baris atau tujuh seuntai.
  • Stanza atau Oktaf yakni sebuah puisi yang masing-masing bait terdiri dari delapan baris atau delapan seuntai.
  • Soneta merupakan sebuah puisi yang terdiri dari 14 baris dan dibagi menjadi 2. Pada 2 bait pertama, masing-masing berisikan 4 baris dan kemudian pada bait kedua berisi 3 baris. Bahkan soneta menjadi sebuah pusi paling terkenal, sebab soneta merupakan puisi yang susah untuk diciptakan. Akan tetapi bagi para penyair, hal ini menjadi tantangan tersendiri.
buku selamat datang bulan puisi

Selamat Datang, Bulan *Puisi

buku berguru kepada puisi

Berguru Kepada Puisi

buku super lengkap peribahasa indonesia

Super Lengkap Peribahasa Indonesia Plus Puisi & Pantun

buku kumpulan puisi


Super Lengkap Peribahasa Indonesia Plus Puisi & Pantun

3. Puisi kontemporer

Kemudian dengan puisi kontemporer, merupakan sebuah puisi yang berusaha keluar dari ikatan konvensional. Selain itu, puisi konvensional selalu berusaha untuk memberikan atau menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sehingga, puisi ini tidak mementingkan irama, gaya bahasa, atau hal lainnya yang terkandung dalam puisi lama atau baru.

Terdapat beberapa ciri atau jenis yang terdapat dari puisi kontemporer. Kalian bisa melihat puisi kontemporer berdasar klasifikasi sebagai berikut :

  • Puisi Mbeling merupakan sebuah puisi yang tidak ikut dengan aturan umum, termasuk dengan ketentuan dalam membuat puisi.
  • Puisi Mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat di dalam mantra.
  • Puisi Konkret merupakan sebuah puisi yang memprioritaskan bentuk grafis seperti bentuk wajah atau yang lainnya. Bahkan puisi konkret tidak sepenuhnya memakai bahasa sebagai media.

 

Sejumlah Unsur yang Terkandung dalam Sebuah Puisi

Dalam membuat sebuah puisi, terdapat sejumlah unsur yang membentuknya. Unsur puisi tersebut terdiri dari struktur batin dan struktur fisik.

1. Struktur fisik puisi

Struktur fisik puisi adalah sebuah unsur puisi yang dapat dilihat dan diamati secara langsung menggunakan indra penglihatan. Kemudian beberapa struktur dalam fisik puisi ini diantaranya seperti diksi, majas, citraan atau imaji, tipografi, kata konkret, dan rima.

  • Diksi merupakan pemilihan kata yang dibuat oleh seorang penyair dalam membuat efek yang sesuai dengan keinginannya. Hal ini dikarenakan pemilihan diksi memiliki pengaruh dan makna yang besar dari seorang penyair.
  • Majas adalah penggunaan bahasa dengan cara menggambarkan sesuatu sesuai konotasi khusus. Sehingga, sebuah kalimat dari majas tersebut memiliki banyak makna.
  • Citraan atau imaji merupakan sebuah pemberi gambaran kepada para pembaca atau pendengar seakan-akan mereka bisa melihat, mendengar, merasakan, sekaligus mengalami hal-hal yang terdapat pada sebuah puisi tersebut. Kemudian citraan sendiri terdiri dari 6 macam diantaranya adalah citraan pendengaran, penglihatan, penciuman, perabaan, perasaan, dan pergerakan.
  • Tipografi adalah bentuk format dari sebuah puisi. Diantaranya seperti pengaturan baris, batas tepi kertas kanan, kiri, atas, bawah, dan jenis huruf yang digunakan. Kemudian unsur tipografi ini memiliki pengaruh pada pemaknaan dari isi puisi tersebut.
  • Kata konkret adalah sebuah susunan kata yang memungkinkan akan terjadinya imaki. Sebab, kata konkret tersebut seperti permata senja yang menggambakan sebuah pantai, atau tempat yang sesuai dengan datangnya senja.
  • Rima merupakan sebuah persamaan bunyi yang terdapat dalam penyampaian puisi. Biasanya rima disebut dengan irama puisi.

Rima sendiri terdapat beberapa bentuk, diantaranya ada Onomatope, sebuah tiruan bunyi. Kemudian ada bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan masih banyak lagi. Lalu ada pengulangan kata, yakni sebuah penentuan tinggi dan rendah, panjang dan pendek, keras dan lemah dari suatu bunyi.

2. Struktur batin puisi

Setelah struktur fisik puisi, kini ada struktur batin puisi. Struktur ini merupakan unsur dari pembangunan puisi yang berupa makna dan tidak terlihat oleh mata. Seperti misalnya pada tema, nada, suasana, perasaan, dan amanat atau tujuan.

  • Tema atau makna merupakan sebuah unsur yang berupa makna yang tersirat dalam sebuah puisi yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pendengar atau pembaca.
  • Nada merupakan sikap penyair terhadap para pendengarnya, hal ini berkesinambungan dengan makna dan rasa. Dari nada yang keluar, para pendengar bisa menyimpulkan sikap penulis seperti tengah menggurui, mendikte, memandang rendah, atau sikap yang lain.
  • Perasaan adalah sebuah hal yang dilatari oleh latar belakang penulis. Seperti contohnya adalah pada pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, dan pengalaman sosial.
  • Amanat merupakan sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada para pendengarnya.

 

Bagaimana Cara Membuat Puisi ?

Banyak yang beranggapan bahwa membuat puisi adalah hal yang sulit. Padahal, sebenarnya membuat puisi cukup mudah. Seperti contohnya ketika mendapat tugas membuat puisi kemerdekaan anak SD.

Selain itu, mudahnya membuat puisi tersebut dikarenakan pembuatannya menjadi salah satu bentuk ekspresi pengarangnya. Sebab, penulis dengan bebas bisa mengeluarkan apa yang saja dipikirkan dan dirasakan. Kemudian penulis menuangkan segalanya dalam bentuk puisi.

Namun hanya saja, dalam membuat puisi harus membuat siapapun yang mendengar atau membaca bisa terkesan dan terdengar menarik. Sehingga, penulis harus membuat dan merangkai kata-kata yang baik dengan kreasi kalimat yang berimajinasi.

Sehingga, hal tersebut menimbulkan munculnya sebuah ide dan kemudian tertuang dalam sebuah karya yang lahir dari seorang pengarang. Namun dalam sebuah proses yang kreatif tersebut, pengarang harus membuat puisi melalui berbagai tahapan. Di antara tahapan tersebut adalah tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap imulasi, dan tahap verifikasi.

Pada tahap persiapan, penulis tengah mencari gambaran atau ide sebagai sumber tulisan. Setelah mendapat ide tersebut, kemudian penulis memasuki tahap inkubasi, yakni mengendapkan idenya tersebut untuk direnungkan dan memulai sedikit demi sedikit penyusunan.

 

Berikut Cara Membuat Puisi Secara Terstrukur

Baru kemudian masuk ke tahap iluminasi, merupakan sebuah tahap di mana penulis mengejawantahkan semua ide tersebut ke dalam bentuk tulisan. Lalu yang terakhir adalah tahap verifikasi, di mana penulis berada di tahap melakukan penilaian terhadap puisi yang dibuatnya tersebut.

1. Menentukan tema dan judul

Sebelum mengeksekusi ide tersebut, alangkah baiknya penulis membuat sebuah tema yang diinginkan. Hal tersebut menjadi sebuah acuan supaya puisi bisa ditulis dengan menarik. Salah satu contohnya adalah puisi kemerdekaan anak SD.

Selain itu, terdapat banyak sekali tema dalam menulis puisi. Sehingga, disarankan untuk memilih tema yang benar-benar matang dan menarik. Setelah menentukan tema, kemudian tentukan judul yang masih berkaitan dengan tema. Misalnya yakni tentang perjuangan pahlawan.

2. Menentukan kata kunci

Setelah mendapatkan tema, kemudian selanjutnya adalah menentukan kata kunci sekaligus mengembangkan kata kunci tersebut. Apabila anda telah menemukan tema, misalnya pahlawan tadi, kemudian selanjutnya adalah menemukan kata kunci yang berkaitan dengan pahlawan tersebut. Seperti contohnya adalah kemerdekaan, atau perjuangan.

Apabila hal tersebut dirasa sudah cukup untuk memulai menulis puisi, kemudian kembangkan kata kunci yang telah didapat. Hal ini dapat dicontohkan seperti satu kata kunci bisa digunakan untuk satu larik. Bahkan bisa juga penggunaan satu kata kunci dikembangkan menjadi satu bait.

3. Menggunakan gaya bahasa

Langkah selanjutnya dalam menulis puisi adalah penggunaan gaya bahasa. Menulis puisi pada tahap ini merupakan hal yang terpenting. Sebab, gaya bahasa sangat mempengaruhi arti atau makna dari puisi tersebut. Salah satunya adalah dengan menggunakan majas. Misalnya adalah tentang majas kemerdekaan atau majas pahlawan.

Penggunaan majas sendiri juga akan berpengaruh pada nada atau hal lain pada sebuah puisi. Maka dari itu, gaya bahasa merupakan tahap yang paling penting dan harus diprioritaskan perhatiannya.

4. Pengembangan puisi seindah mungkin

Setelah itu, langkah berikutnya adalah mengembangkan ketiga langkah di atas menjadi sebuah puisi yang indah. Kalian bisa menyusun kata kata, kemudian larik larik dalam puisi menjadi sebuah bait. Kembangkanlah semua itu menjadi satu puisi yang indah dan memiliki makna yang besar.

Perlu diingat, puisi berbeda dengan artikel. Sebab tulisan dari sebuah puisi harus ringkas, padat, dan indah. Kemudian pemilihan kata yang sesuai juga masuk pada unsur keindahan dan memiliki makna yang besar. Sebagai contoh puisi kemerdekaan anak SD, pastinya menggambarkan sosok pahlawan yang berjuang dalam medan peran.

Sementara itu, terdapat 3 hal yang memiliki kaitan dengan kata dan larik saat menulis puisi. 3 hal ini yang membuat sebuah tulisan puisi menjadi berkesan dan menarik. Diantaranya adalah :

  • Kata merupakan sebuah satuan rangkaian bunyi yang memiliki ritme yang indah dan merdu,
  • Makna kata dalam sebuah puisi memiliki banyak tafsir,
  • Dalam sebuah puisi, mengandung sebuah imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakan.

Baca juga : Contoh Puisi Anak Sekolah

Cek juga Best Seller Buku Puisi

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy