in

Mengenal 17 Deretan Pemain Bulu Tangkis Indonesia, Siapa Favoritmu?

Okezonesports

Pemain Bulu Tangkis Indonesia – Bulu tangkis atau badminton merupakan suatu olahraga yang menggunakan alat yang berbentuk bulat dengan memiliki rongga-rongga di bagian pemukulnya dan memiliki gagang. Alat ini dikenal dengan nama raket yang dimainkan oleh dua orang atau dua pasangan yang saling berlawanan.

Bulu tangkis merupakan salah satu olahraga yang mendunia, bahkan ketika bicara soal olahraga bulu tangkis sulit dilepaskan dari negara Indonesia. Maka dari itu, pemain bulu tangkis di Indonesia sangatlah banyak.

Lalu, apakah Grameds tahu siapa saja pemain bulu tangkis di Indonesia yang turut mengharumkan nama bangsa? Berikut penjelasan lebih lanjut.

Pemain Bulu Tangkis Indonesia

Kiprah pebulutangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis terbilang cukup gemilang. Secara keseluruhan, Merah Putih telah mengoleksi 23 medali emas. Torehan tersebut mencatatkan Indonesia berada di urutan kedua dalam daftar peraih gelar terbanyak setelah Cina dengan 67 medali emas.

Inilah sederet pemain bulu tangkis terbaik Indonesia sepanjang masa yang wajib kita ketahui. Indonesia memiliki banyak atlet bulu tangkis terbaik dan berprestasi, beberapa di antaranya akan dijelaskan di bawah ini.

1. Taufik Hidayat

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
Okezonesports

Nama Taufik Hidayat memang tak pernah ketinggalan jika membahas tentang pemain bulu tangkis terbaik Indonesia. Taufik Hidayat menjadi atlet bulu tangkis legendaris yang namanya tentu dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Selama karirnya, Taufik sudah banyak menorehkan prestasi membanggkan. Adapun kejuaraan yang pernah diperoleh, diantaranya adalah medali emas olimpiade Athena 2004 dan Juara Dunia 2005. 3 kali menang di Juara Asia, 3 kali juara di Asian Games, serta 2 kali membawa nama Indonesia meraih juara Thomas Cup.

2. Maria Kristin

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
Wikipedia

Dari sektor tunggal putri, nama Maria Kristin patut dinobatkan sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia. Selama karirnya, atlet yang dijuluki “Queen of Rubber Game” ini berhasil menyabet sejumlah gelar jawara seperti juara turnamen BWF serta medali perunggu di Olimpiade Beijing.

3. Liliyana Natsir

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
Bola.net

Bersama Tantowi Ahmad, Liliyana Natsir berhasil membawa pulang medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Tak hanya itu, Liliyana Natsir juga menjadi pebulutangkis spesialis ganda campuran satu-satunya di dunia yang sukses meraih empat gelar di kejuaraan dunia.

4. Susi Susanti

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
CNN Indonesia

Atlet bulu tangkis yang mengharumkan nama Indonesia selanjutnya adalah Susi Susanti. Susi Susanti membuktikan bahwa tidak hanya atlet bulu tangkis pria yang bisa mengharumkan nama Indonesia.

Ia termasuk dalam deretan atlet perempuan paling sukses sepanjang sejarah bulutangkis. Susi Susanti menjadi juara Sudirman Cup, 2 kali menjuarai Uber Cup, 6 kali mendapatkan Juara Dunia. Ia menikah dengan Alan Budikusuma, dan dijuluki sebagai “Golden Bride” atau Pasangan Emas Indonesia, karena keduanya adalah atlet bulu tangkis Indonesia yang memiliki banyak kemenangan.

Susi Susanti dianggap sebagai pemain tunggal putri terbaik yang dimiliki Indonesia. Ia tercatat sebagai atlet tunggal putri pertama dan satu-satunya yang berhasil membawa pulang medali emas pada Olimpiade Barcelona 1992.

5. Alan Budikusuma

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
Sportstars.id

Atlet bulu tangkis yang mengharumkan nama Indonesia yang berikutnya adalah Alan Budikusuma. Sama seperti Susi Susanti, Alan Budikusuma berhasil meraih juara di ajang Indonesia Open 1993, Thomas Cup 1996 dan juga meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992 dari sektor tunggal putra.

Saat itu, Alan harus bersaing dengan pemain seangkatannya seperti Joko Suprianto, Ardy B. Wiranata, Hermawan Susanto, Fung Permadi, hingga Hariyanto Arbi. Selain itu, ia juga mendapatkan banyak penghargaan dari kompetisi lain seperti Dutch Open, Thailand Open, dan German Open.

6. Verawaty Fajrin

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
Badminton

Sebelum Susi Susanti, Verawaty Fajrin merupakan pemain tunggal putri Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar juara dunia. Tepatnya pada 1980 di Jakarta dimana ia berhasil mengalahkan Ivana Lie dengan skor 11-1, 11-3.

7. Tan Joe Hok

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
Gerakita

Tan Joe Hok atau Hendra Kartanegara bisa dibilang sebagai salah satu pionir atlet bulu tangkis Indonesia yang meraih prestasi di kancah internasional. Tan menjadi pebulu tangkis Indonesia pertama yang meraih gelar juara di turnamen prestisius All England pada 1959. Ia juga dikenal sebagai sebagai salah satu dari anggota tujuh pendekar bulutangkis bersama Ferry Sonneville, Lie Poo Djian, Tan King Gwan, Njoo Kiem Bie, Olich Solichin, dan Kadir Yusuf.

8. Rudy Hartono

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
Kompas.com

Atlet bulu tangkis yang mengharumkan nama Indonesia selanjutnya adalah Rudy Hartono. Rudy Hartono merupakan atlet pelopor yang legendaris dan membuat bulu tangkis Indonesia disegani di dunia.

Rudy Hartono adalah salah satu legenda bulu tangkis Indonesia yang banyak menorehkan prestasi. Rudy Hartono berhasil menjuarai turnamen All England sebanyak delapan kali, tujuh diantaranya berhasil diraih secara beruntun pada 1968-1974. Hal ini membuatnya mendapat julukan sebagai Raja All England.

Ia bahkan masuk dalam Guinness Book of Record atas capaian membawa delapan juara All England. Tak hanya itu saja, Rudi juga menjadi salah satu dari tim Indonesia yang memenangkan kejuaraan Thomas Cup 6 kali secara berturut-turut dari tahun 1970-1982. Dengan prestasi gemilangnya ini, tidak heran bila atlet Rudi Hartono dinobatkan di Badminton Hall of Fame pada tahun 1997.

9. Liem Swie King

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
Tagar.ID

Pemain bulu tangkis terbaik Indonesia selanjutnya adalah Liem Swie King. Liem Swie King juga dikenal akan pukulan smash yang sangat kuat dan lompatan tinggi, ia pun mendapatkan julukan “King Smash”.

Liem Swie King sukses mencetak banyak prestasi selama kariernya sebagai atlet bulu tangkis. Liem Swie King berhasil mencuri perhatian dunia bulu tangkis setelah berhasil masuk sebagai finalis All England 1976. Ia meraih gelar juara Thomas Cup pada 1976, 1979, dan 1984, dan menjadi juara All England pada 1978, 1979, dan 1981.

Sejumlah gelar pun berhasil dikantonginya, diantaranya adalah tiga gelar All England (1978, 1979, dan 1981). Ia juga menjadi juara di Asian Games 1978. Hal ini yang membuat Liem dijuluki sebagai “King” yang berarti “Raja”, karena ia tak mengalami kekalahan selama 33 bulan.

10. Antonius Budi Ariantho

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
Indosport

Atlet bulu tangkis yang mengharumkan nama Indonesia selanjutnya adalah Antonius Budi Ariantho. Antonius Budi Ariantho mendapatkan gelar juara Indonesia Open 1996 untuk sektor ganda putra, bersama dengan atlet Denny Kantono.

Ia juga meraih medali perunggu di Olimpiade 1996 yang digelar di Atlanta, dan mendapatkan juara untuk Thomas Cup 1996 dan 2000. Kini, Antonius Budi Ariantho menjadi pelatih ganda bulu tangkis di Jakarta.

11. Luluk Hadiyanto

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
Indosport.com

Pasti ingat nama Luluk Hadiyanto yang bersama pasangannya sewaktu aktif sebagai pemain yaitu Alvent Yulianto. Mereka berhasil meraih gelar juara ganda putra Indonesia Terbuka 2004 di bulan Desember 2004. Di partai final, mereka mengalahkan andalan negeri Tiongkok Fu Haifeng/Cai Yun, 15-8, 15-11.

Kemenangan penghujung tahun tersebut melengkapi kecemerlangan mereka di tahun tersebut setelah menjuarai Thailand, Singapura dan Korea Terbuka. Kemenangan ini juga mengantarkan Luluk/Alvent sebagai pemegang peringkat satu dunia. Saat ini, Luluk bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kemenpora. Ia juga didaulat sebagai salah seorang pelatih bulutangkis di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan.

12. Hendra Setiawan

Pemain Bulu Tangkis Indonesia
Desk Jabar

Hendra Setiawan kelahiran 25 Agustus 1984 ini adalah salah satu pemain bulu tangkis Indonesia. Hendra Setiawan mengawali karir berpasangan dengan Markis Kido dan pernah menduduki peringkat ke-2 dunia BWF untuk ganda putra.

Gelar yang pernah didapat adalah juara dunia 2007 di Malaysia, juara China Super Series 2007 dan Hongkong Super Series 2007. Pada tahun 2008 juga menjadi pasangan Kido/Setiawan juara di Malaysia Super Series. Semenjak penghujung tahun 2012, Hendra Setiawan berpasangan dengan Mohammad Ahsan yang sebelumnya berpasangan dengan Bona Septano sedangkan Markis Kido bermain tandem di ganda putra dengan Alvent Yulianto dan di ganda campuran dengan sang adik, Pia Zebadiah.

Prestasi pertama yang diraih oleh Hendra Setiawan dengan Mohammad Ahsan adalah pada tahun 2012 sebagai semifinalis di YONEX Denmark Open 2012 sedangkan pada tahun 2013 berhasil menyabet dua gelar superseries yakni sebagai juara di Maybank Malaysia Open Superseries dan Djarum Indonesia Superseries Premier.

Pada tahun 2014, Hendra dan Ahsan kembali membuat harum nama bangsa Indonesia. Ganda putra peringkat dua dunia ini sukses merebut gelar juara All England 2014 nomor Ganda Putra. Di final, pasangan ini sukses menekuk ganda Jepang, Hiroyuki Endo dan Kenichi Hayakawa, dua set langsung 21-19 21-19. Saat ini dirinya berada di posisi kedua dunia kelas ganda dalam ranking BWF.

13. Anthony Sinisuka Ginting

Zona Pekanbaru

Pemain badminton Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting mengawali ketertarikan di dunia tepok bulu ini sudah dari kecil. Ia lantas bergabung dengan klub SGS PLN Bandung, klub yang sama dengan peraih medali emas Olimpiade Taufik Hidayat. Sejak resmi menjadi atlet pelatnas, Anthony Ginting sudah menorehkan berbagai prestasi di tingkat internasional.

Prestasi yang ia torehkan antara lain, Juara Badminton Asia Team Championship 2016 dan Juara Korea Open 2017. Salah satu yang paling membanggakan dari seorang Anthony Ginting adalah saat ia mampu menembus babak semi final dalam Olimpiade Tokyo 2020.

Hal itu pun menjadi sejarah bagi bulutangkis Indonesia. Pasalnya, Ginting menjadi atlet pertama untuk cabang bulu tangkis nomor tunggal putra setelah Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro yang meraih prestasi dalam Olimpiade Athena 2004. Saat ini, posisi Anthony Sinisuka Ginting berada di ranking kelima dunia kategori single dalam BWF Badminton.

14. Jonatan Christie

Indosport

Jonatan Christie memang sudah terlihat sejak kecil ketertarikannya di bidang bulu tangkis. Berlatih sejak usia 6 tahun, ia mencetak sejarah dengan menyabet 7 piala pada kejuaraan tingkat provinsi, nasional, dan internasional di usia 11 tahun. Di dalamnya termasuk Olimpiade Pelajar SD se-ASEAN pada tahun 2008.

Debutnya di turnamen internasional mulai saat ia berusia 15 tahun. Saat itu, ia bahkan langsung menjuarai Indonesia International Challenge 2013.

Pada kejuaraan yang sama di tahun depannya, ia pun masuk final. Tapi sayang, ia terpaksa harus mengakui keunggulan lawannya Lee Hyun Il yang sudah veteran. Itu pun setelah melalui pertandingan ketat 5 set. Tahun 2015-2016 menjadi tahun-tahun sulit Jojo.

Ia gagal menjuarai turnamen apapun, bahkan sering tumbang di babak pertama. Hampir saja ia gantung sepatu jika bukan karena motivasi dan dukungan dari ayahnya yang tanpa henti. Akan tetapi, setelah itu prestasi demi prestasi justru mengalir tanpa henti. Ia menyabet emas di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Ia bahkan menciptakan All Indonesian Final (setelah 9 tahun) pada Korea Open 2017 bersama Anthony Ginting.

Pada 2019 juga ia sukses merengkuh gelar bergengsi New Zealand Open dan Australian Open. Di Australia Open, ia sukses membalas kekalahannya atas Ginting 2017 lalu di final.

Puncaknya, saat ia berhasil mengantar Indonesia membawa pulang Piala Thomas 2021, setelah 19 tahun penantian. Sementara dalam ranking dunia, nama Jonathan Christie menempati urutan nomor 8.

15. Bilqis Prasista

Sport Tempo.co

Atlet bulu tangkis Indonesia kembali menjadi buah bibir. Kali ini giliran Bilqis Prasista. Tunggal putri Indonesia itu mencatatkan prestasi gemilang dengan mengalahkan pemain nomor 1 dunia, Akane Yamaguchi, di Uber Cup 2022. Berkat kemenangannya itu, nama Bilqis Prasista mulai diperhitungkan di cabang olahraga bulu tangkis.

16. Apriyani Rahayu

WartaKepri

Apriyani Rahayu mengawali karier sebagai atlet bulutangkis pada tahun 2011, saat mulai berlatih di Klub Pelita Bakrie, Jakarta. Di klub tersebut, Apriyani diberi kesempatan selama tiga bulan untuk menunjukkan kemampuannya.

Jika tidak ada kemajuan, ia terpaksa harus mengundurkan diri. Akhirnya, Apriyani mampu memperlihatkan kemampuannya dengan kesempatan pertama tampil di ajang Sirnas Djarum 2012 di Banjarmasin.

Wanita kelahiran Lawulo, Sulawesi Tenggara, ini tampil di nomor tunggal putri, tapi sayang ia harus tersingkir di babak pertama. Toto Sunarto sebagai pelatih, memberikan arahan untuk Apriyani beralih ke nomor ganda.

Ternyata, Apriyani Rahayu lebih memiliki kemampuan bermain di nomor ganda. Akhirnya, nama Apriyani mulai bersinar kembali saat berpasangan dengan Jauza Fadhila Sugiarto yang merupakan putri bungsu, Icuk Sugiarto.

Di usia yang baru menginjak 23 tahun, ia sudah menoreh sejumlah prestasi yang mengharumkan nama Indonesia. Beberapa prestasi yang pernah diraih oleh Apriyani Rahayu, di antaranya Kejuaraan Dunia Junior di Malaysia 2014 (perak), Kejuaraan Dunia Junior 2015 di Peru (perunggu), Kejuaraan Asia Junior 2015-2016 (2 perunggu), BWF International 2015-2016, BWF Grand Prix 2017, BWF Super Series 2017, BWF World Tour (2018-2021), Kejuaraan Dunia 2018 di Tiongkok (perunggu), Asian Games 2018 (perunggu), dan Kejuaraan Dunia 2019 di Swiss (perunggu).

17. Tjun Tjun/Johan Wahjudi

Indosport

Tjun Tjun/Johan Wahjudi menjadi wakil Indonesia pertama yang meraih gelar juara dunia. Tepatnya pada edisi perdana Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 1977 di Malmo, Swedia. Kala itu, Tjun Tjun/Johan Wahjudi meraih titel setelah mengalahkan ganda putra Indonesia lainnya, Christian Hadinata/Ade Chandra, dengan skor 15-6, 15-4. Selain emas dan perak, pada edisi pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, Indonesia juga meraih perunggu melalui tunggal putra Iie Sumirat.

Pada masanya, Tjun Tjun/Johan Wahjudi bersama dengan Christian Hadinata/Ade Chandra mampu mendominasi ganda putra. Bersama dengan pemain tunggal Rudy Hartono dan Liem Swie King, tim Indonesia hampir tidak terkalahkan antara 1970-1980 dan menjuarai setiap kejuaraan Thomas Cup.

Bahkan, Tjun Tjun/Johan Wahjudi mampu meraih gelar juara All England empat kali secara beruntun pada 1977, 1978, 1979, 1980. Secara keseluruhan, pasangan ini telah mengoleksi enam gelar All England, sisanya diraih masing-masing pada 1974, 1975, dan 1977.

Meskipun semua pemain bulu tangkis Indonesia tak bisa disebutkan dalam artikel ini, tetapi yang pasti setiap atlet bulu tangkis Indonesia sudah mengharumkan bangsa Indonesia. Terlebih lagi, sudah memperkenalkan Indonesia di mata dunia melalui cabang olahraga bulu tangkis.

Grameds bisa mempelajari mengenai olahraga bulu tangkis dengan membaca buku yang tersedia di gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah

BACA JUGA:

  1. Sejarah Bulu Tangkis: Tujuan, Manfaat, dan Teknik yang Digunakan
  2. Mengenal Bentuk dan Ukuran Lapangan Bulu Tangkis
  3. Sejarah Badminton dan 6 Pemain Badminton Terbaik Sepanjang Sejarah Indonesia
  4. Permainan Bola Kecil: Sejarah, Teknik Dasar, dan Aturannya 
  5. 10 Pemain Bola Tertinggi yang Bikin Takjub Beserta Profilnya


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda