in

Arti Mletre, Makna Lain dari Mletre dan Kamus Lucu Bahasa Jawa!

Sumber: katadata.co.id

Mletre adalah – Kata mletre bisa dibilang sebagai salah satu kata yang paling banyak dicari melalui Google di sepanjang tahun 2021. Setelah ditelusuri lebih lanjut, kata mletre ternyata memiliki banyak arti serta belum ada definisi pasti mengenai artinya.

Meski demikian, beberapa sumber juga memberikan penjelasan secara sederhana tentang apa arti kata mletre yang sebenarnya. Jika dicari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), baik online maupun cetak, istilah mletre sesungguhnya belum ditemukan karena mletre sendiri merupakan kata gaul yang berasal dari bahasa Jawa.

Kata mletre juga sempat viral di media sosial Twitter dan Tiktok. Untuk mengetahui lebih jelas tentang mletre, kamu bisa simak ulasan ini Grameds.

mletre adalah
Sumber: katadata.co.id

Apa itu Mletre dalam Bahasa Jawa?

Kata “Mletre” berasal dari Mlete dari bahasa Jawa yang artinya adalah sikap serta perilaku seseorang yang tak menghargai orang lain. Selain itu, bisa juga diambil dari kata mettre yang berarti menempatkan. Namun, tak menutup kemungkinan mletre dapat dimaknai sebagai perilaku kurang menghargai orang lain serta cenderung egois, mementingkan diri sendiri karena alasan tertentu serta bertindak kurang baik kepada orang disekitarnya.

Dalam arti yang ini dan juga dalam konteks yang sama, mletre juga dapat diartikan sebagai kondisi seseorang yang tengah mabuk atau berada di bawah pengaruh alkohol, yang membuatnya tidak sadarkan diri atau berada dalam kondisi setengah sadar.

Kemudian, arti lain dari mletre yaitu kondisi kecewa, perasaan sedih yang mendalam, hingga rasa pusing karena terlalu banyak pikiran atau hal negatif di dalam diri. Biasanya hal ini kemudian dapat dipicu oleh masalah percintaan, pekerjaan, ataupun beban hidup. Selain itu, dalam bahasa Jawa mletre mempunyai arti pacelathon atau di dalam bahasa Indonesia percakapan. Dalam bahasa gaul, kata mletre juga dapat bermakna becek.

Jadi, sebenarnya pengertian kata ini cukup luas. Tak sedikit orang yang memakai kata ini di dalam percakapan sehari-hari, baik itu hanya sekadar membuat kalimat terasa lebih mantap serta tegas. Dikarenakan kata mletre memiliki makna yang cukup berbeda dari individu yang satu dengan yang lainnya, sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan kata mletre. Dengan begitu, akan mengurangi kesalahpahaman.

Selama makna yang ditangkap masih sama dengan apa yang diterima dan memiliki dampak positif, maka rasanya tak perlu memperdebatkan artik mletre yang sebenarnya.

Arti Lain dari Mletre

Apa itu mletre? Kata mletre kemudian memiliki banyak arti. Seperti kebanyakan kata dalam bahasa daerah, arti yang pasti dari kata ini hingga saat ini belum dapat dipastikan, tergantung pada konteks kalimat yang disampaikan. Meskipun demikian, beberapa sumber menjelaskan bahwa secara sederhana apa makna dari mletre sebenarnya adalah orang yang tidak bisa menghargai orang lain.

Dalam konteks lainnya, mletre bisa juga bermakna sebagai kondisi seseorang yang tengah mabuk disebabkan oleh pengaruh alkohol. Keadaan ini juga menunjukkan orang tersebut mabuk hingga merasa tidak sadar atau setengah sadar.

Selain itu, ada arti mletre lainnya, yaitu satu kondisi kecewa, merasa sedih yang mendalam, serta pusing karena terlalu banyak pikiran.

Di dalam bahasa Jawa, kata ini juga dapat diartikan sebagai percakapan. Dalam bahasa gaul lainnya, mletre kemudian memiliki arti becek. Apapun artinya, kata mletre ini sempat viral di media sosial TikTok.

Viral di aplikasi TikTok

Mletre sendiri sempat viral di media sosial karena kolaborasi penyanyi pop Jawa, Denny Caknan dengan rapper, Young Lex. Kemudian, mereka merilis lagu dengan judul Mletre dan rilis pada tanggal 28 Oktober 2021.

Denny Caknan sebagai penyanyi kemudian menjelaskan bahwa makna mletre yang terdapat dalam lagunya. Istilah ini juga populer di Jawa dan ia membawa kata ini ke arah yang lebih positif dengan menjadikan lagunya sebagai lagu galau. Dalam lagu ini, Denny Caknan kemudian menjelaskan bahwa ketika seseorang yang kita sayangi pergi, maka kita merasa kecewa serta pusing.

Oleh sebab itu, kemudian ia mengatakan kalau arti mletre dalam lagu ini kemudian merasa pusing dan kecewa.

Singkatan Bahasa Jawa yang Lucu

Singkatan lucu dari bahasa Jawa dapat menjadi hiburan di kala sendirian karena memiliki logat yang khas dan unik, sehingga membuat bahasa Jawa yang umumnya digunakan orang-orang di Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, serta Jawa Timur ini kemudian menjadi semakin menarik. Tidak jarang ada berbagai singkatan kata yang kemudian lucu dengan berbagai makna yang nyeleneh.

Penggunaan singkatan kata ini mungkin juga bertujuan untuk mempermudah pengucapan. Namun, bagi sebagian orang yang tak mengetahui maknanya akan kebingungan.

Singkatan lucu dari bahasa Jawa sebenarnya tak terlalu sulit dipahami. Apalagi, bahasa Jawa kini kian terkenal dan dapat kamu dengar di daerah mana saja di Indonesia. Mengenal singkatan lucu bahasa Jawa juga sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat kamu tertawa sendiri. Berikut singkatan lucu Bahasa Jawa:

Bimoli

Bimoli bermakna Bibir Monyong Lima Senti. Artinya adalah mulut yang menjorok ke depan 5 centi. Biasanya ,kata singkatan ini akan diucapkan kepada teman ketika mengolok-olok.

Bojonegoro

Bojonegoro bermakna Bojo Nesu Mergo Aku Goro artinya adalah Istri marah dikarenakan aku bohong. Kalimat ini lebih sering diperuntukkan kepada perempuan karena lebih banyak kasus kemudian menjadi korban janjinya kepada para lelaki atau suami.

Boston

Boston bermakna ndobos waton yang artinya adalah Asal omong. Ndobos sendiri dapat berarti bohong, bicara tanpa ada kebenaran serta waton memiliki arti seenaknya sendiri ataupun asal-asalan.

Boernas

Boernas kopen sendiri bermakna bubur panas kokopen yang artinya adalah Bubur masih panas langsung dimasukkan ke mulut. Bagaimana rasanya jika terkena air panas saja lidah kemudian akan melepuh apalagi bubur panas gini.

Canggih

Canggih bermakna cangkeme nggah-nggih yang artinya adalah Mulutnya iya-iya. Bagi orang Jawa, kalimat ini kemudian muncul ketika lawan bicara saat dijelaskan tentang sesuatu, hanya menjawab nggih-nggih (iya-iya) dengan berulangkali kemudian sambil mengangguk-angguk.

mletre adalah
Sumber: ling-go.net

Cenglu

Cenglu kemudian bermakna Bonceng Telu. Kata ini berarti naik motor bertiga. Sering juga dilontarkan anak-anak zaman kini untuk para gadis alay atau cabe-cabean yang tertangkap kamera sedang naik motor bertiga tanpa menggunakan helm.

Fitness

Fitness bermakna awake fit, yang artinya adalah badannya fit yang hatinya sedang merasa sedih. Sepertinya cocok dalam menggambarkan kondisi saat ini yang dapat berusaha kuat padahal hatinya sedang merasa sedih.

Garwa

Garwa merupakan singkatan dari Sigaraning Nyawa Artinya adalah Belahan jiwa. Dalam konteks Bahasa Jawa, Garwa bisa diartikan sebagai istri atau suami. Namun, lebih banyak juga disamakan dengan istri, sebagai pasangan hidup dari suami.

Gondes

Gondes singkatan dari Gondrong ndeso yang artinya adalah berambut panjang dan pedesaan. Kalimat yang kemudian terlontar saat bercanda mengejek teman.

Klaten

Klaten bermakna kelalen yen wes manten yang artinya kelupaan jika sudah menikah. Hal ini juga berarti para lelaki hidung belang yang telah berstatus suami orang, dan berhati-hatilah. Jangan sampai lupa kalau telah memiliki istri di rumah, jadi suka tebar pesona ke perempuan lain.

Kerikil

Kerikil bermakna Keri ing Sikil keri ing sikil. Singkatan ini memiliki arti Geli di kaki. Maksudnya adalah batu kecil-kecil kerikil yang akan membuat kaki menjadi geli jika berjalan diatasnya atau menempel di kaki.

Lugu

Lugu bermakna Lucu tur guoblok. Kata ini memiliki arti, yaitu lucu tapi bodoh. Singkatan ini seperti mengatai perilaku teman saat sedang nongkrong, bertindak usil bodoh namun membuat yang lain tertawa terbahak-bahak.

Minak Jinggo

Minak Jinggo kemudian bermakna miring penak njengking monggo. Artinya adalah Miring enak nungging silakan. Bagi sebagian orang kemudian dianggap kalimat seronok, namun sebagian yang lain mengkonotasikannya sebagai selengekan semata, yang dapat berarti bebas atau memiliki posisi apa yang penting santai.

Nasgitel

Nasgitel bermakna panas legi kenthel Artinya adalah Minuman panas, manis, serta kental. Sruputan sedap kopi sendiri manis kental yang cocok sambil menikmati malam di Jogja. Begitu juga singkatan itu muncul bagi para penikmat minuman kopi serta teh, apalagi dikala hujan.

Ringgoneh

Ringgoneh bermakna garing dingo meneh. Artinya adalah Kering pakai lagi. Biasanya bagi anak kosan yang koleksi bajunya tidak banyak. Jadi, jika cucian sudah kering kemudian digunakan Kembali walau sudah digunakan kemarin, tak perlu repot-repot melipat ataupun mencari ide menggunakan baju apa.

Setu legi

Setu legi singkatan dari setengah tuek lemu ginuk ginuk yang artinya adalah Setengah tua gemuk yang menggemaskan. Ginuk-ginuk sendiri sering digunakan orang Jawa dalam menggambarkan orang yang gemuknya kecil, lucu, serta empuk.

Sing li pit yu

Sing li pit yu singkatan dari ngising ning kali dicapit yuyu li pit yu ngising ning kali dicapit yuyu. Arti dari singkatan ini adalah buang air besar di sungai dicapit kepiting. Bukanlah Bahasa Mandarin namun termasuk singkatan lucu Bahasa Jawa yang kemudian akan membuatmu merasa senang.

Terat ma kotsu

Terat ma kotsu singkatan dari nganter surat atau malah dicokot asu. Artinya adalah mengantar surat malah digigit anjing. Bahasa ini bukanlah Bahasa Jepang atau semacamnya, padahal ini juga masuk dalam daftar singkatan lucu dalam Bahasa Jawa.

Tursinah

Tursinah yang bermakna Turu sing Genah. Artinya adalah tidur posisi yang benar. Dianggap sebagai singkatan lucu bahasa Jawa oleh sebagian orang karena Tursinah ini juga termasuk kepada nama yang familiar di Indonesia, sehingga tak perlu merasa tersinggung.

Itulah beberapa singkatan lucu yang bisa kamu praktikkan saat sedang bermain bersama teman-teman. Singkatan lucu mana yang kiranya cocok dengan kamu dan teman-teman tongkrongan?

Penutup

Ternyata Bahasa Jawa kemudian dapat dinikmati dan dipelajari dengan cara yang lucu serta berkomunikasi sehari-hari gini. Selain itu, ternyata, kata mletre memiliki makna yang cukup banyak, ya. Kata ini sendiri dapat digunakan sesuai konteks kalimat dengan lawan bicaramu.

Demikian pembahasan tentang mletre, semoga artikel ini bisa memberikan manfaat sekaligus menambah kosa kata bahasa Jawa, Grameds.

Jika kamu ingin mencari buku tentang bahasa Jawa, maka bisa menemukannya di Gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Sofyan

Buku-Buku Terkait

Kamus Gaul Bahasa Jawa-Indonesia

https://www.gramedia.com/products/kamus-gaul-bahasa-jawa-indonesia?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Kamus Gaul Bahasa Jawa – Indonesia ini sengaja diluncurkan dan digaungkan di seluruh pelosok penjuru tanah air Indonesia ini bahkan ke luar negeri adalah dalam upaya untuk nguri-uri atau melestarikan Bahasa Jawa salah satu bahasa daerah yang banyak dipakai dalam pergaulan sehari-hari di Jawa Tengah, DIY serta Jawa Timur.

Banyak generasi muda kita atau putra putri kita yang orang tuanya berasal dari ketiga Provinsi itu dan saat ini menetap atau tinggal di Provinsi lainnya termasuk di luar Pulau Jawa dan di luar negeri yang sudah tidak mengerti bahasa Jawa salah satu bahasa daerah yang cukup populer di Indonesia. Di masa pendudukan Belanda dan Jepang banyak penduduk dari ketiga Propinsi tersebut di atas yang bertransmigrasi atau bahkan terpaksa pindah ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bahkan ke beberapa negara Asia lainnya.

Selanjutnya anak anak metreka yang lahir di tempat barunya itu sudah tidak mampu lagi berbahasa Jawa. Bahasa Daerah merupakan salah satu aset atau kekayaan budaya nasional kita yang wajib untuk dilestarikan. Kita ambil contoh misalnya di Filipina. Meskipun di Filipina sudah banyak dikuasai bahasa Inggris namun penduduk disana masih mempertahankan Bahasa Tagalog sebagai Bahasa Daerah yang dipakai secara nasional.

Demikian pula Malaysia dan Brunei Darussalam. Mereka masih mempertahankan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi negara itu agar tidak terdesak oleh bahasa Inggris. Itulah sebabnya mengapa Kamus Gaul Bahasa Jawa-Indonesia ini sangat diharapkan ada di setiap rumah yang yang keluarganya berasal dari Jateng, D.I.Y dan Jatim maupun untuk para peminat bahasa Jawa.

Baboning Pepak Basa Jawa Edisi Lengkap

https://www.gramedia.com/products/baboning-pepak-basa-jawa-ed-lengkap?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/baboning-pepak-basa-jawa-ed-lengkap?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Buku ini dilengkapi bonus aplikasi android belajar aksara jawa yang dapat di download di play store. Inovasi terbaru dari kami, buku ini adalah V-Book Series, dimana anda akan disuguhkan Free Video Tutorial Belajar Aksara Jawa.

Buku Baboning Pepak Basa Jawa ini merupakan buku pepak edisi lengkap, yang mengupas tuntas : Bab ruparupakawruh, paramasastra, kawruh basa, kasusastraan, aksara jawa, wayang purwa, tanggap wacana, babagan layang, pacelathon, crito basa jawa, lan gambar wayang. 1. Rupa-rupa Kawruh: Kewan, Tetuwuhan, Manungsa, Pepindhan, Sanepan, & Kawruh Liyaliya, 2. Paramasastra: Pamilahe Tembung, Silahsilahing Tembung. Silah-silahing Ukara, 3. Kawruh Basa: Pamilahe Basa Manut Unggahungguhe, Tembung Ngoko-Krama Madya-Krama Inggil, Tembung Padha Tegese, Kosok Balen, Saroja, Garba, Entar, Dasanama, Basa Kawi, Camboran, Kerata Basa, Rurabasa, Plutan, & Yogaswara, 4. Kasusastraan: Paribasan, Bebasan, Saloka,Cangkriman, Wangsalan, Parikan, Tembang Macapat, Purwakanthi, Tembang Dolanan, Geguritan,

5. Aksara Jawa: Asal usul Aksara Jawa, Aksara Nglegena, Angka Jawa, Pasangan, Swara, Murdha, Rekan, & Sandhangan, 6. Wayang Purwa: Satriya lan Kesatriyane, Pandhita lan Pertapane, Ratu lan Negarane, Pusaka lan Aji-aji, Dewa lan Kahyangane, Panggonan lan Barang ing Kahyangan, Dasanama Jeneng ing Pewayangan, Wewatake Wayang, Silsilahing Pandawa lan Kurawa, Astha Brata, Urutane Crito Lakon Wayang, Tembung ing Pewayangan, & Gamelan, 7. Tanggap Wacana: Purwaka, Ancase Sesorah, Wigati Nalika Sesorah, Urut-urutane Sesorah, Metode Sesorah, & Tuladha Sesorah, 8. Babagan Layang: Layang Ulem.

Kitab Primbon Jawa Serbaguna; Tetap Relevan Sepanjang Masa

https://www.gramedia.com/products/kitab-primbon-jawa-serbaguna-tetap-relevan-sepanjang-masa?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Kitab Primbon adalah sekumpulan kearifan lokal supaya seseorang mampu memahami dirinya, sesamanya, dan alam makrokosmos maupun mikrokosmos tempat dia hidup. selama ratusan tahun kitab Primbon menjadi pedoman sehari-hari bagi orang Jawa untuk mengartikan berbagai fenomena. Kandungan ilmu dan ngelmu dalam Primbon Jawa akan membuat kita mengerti apa yang tidak dimengerti orang lain. Ilmu dan ngelmu ini terbukti tetap relevan dalam berbagai situasi dan berguna sepanjang masa.

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by M. Hardi