in

Mengenal Apa Itu Public Speaking dan Dasar-dasarnya

Apa itu Public Speaking? – Setiap orang  pasti dapat berbicara, tetapi tidak setiap orang mampu berbicara secara mudah dan menarik di depan umum. Berbicara di depan umum merupakan sebuah kemampuan atau skill yang dapat dipelajari. Tekniknya dapat dengan mudah dipelajari dan sudah menjadi hal umum yang dapat dilakukan oleh banyak orang.

Mungkin bagi beberapa orang yang tidak terbiasa berbicara di depan umum, berbicara di depan umum merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, hal tersebut terjadi karena seseorang kadang merasa tidak percaya diri dan tidak menyiapkannya secara baik.

Kegunaan berbicara di depan umum sekarang ini tak hanya berlaku untuk mereka yang berada di perguruan tinggi atau ranah pendidikan saja, berbicara di depan umum berlaku di ranah mana saja seperti jika di kampung, berbicara di depan umum digunakan dalam acara arisan warga, pidato, atau seperti dalam ranah keagamaan, berbicara di depan umum digunakan untuk ceramah keagamaan.

Tentunya tak jarang sekarang ini berbicara di depan umum merupakan salah satu hal yang menjadi tantangan tersendiri dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kehidupan professional. Bagi mereka yang sudah dikenalkan atau terbiasa berbicara di depan umum, mudah baginya untuk menguasai audiens, tetapi bagi sebagian mereka yang tak terbiasa berbicara di depan umum, akan menganggap bahwa berbicara di depan umum merupakan hal yang menegangkan dan menakutkan.

Terbayang bahwa seluruh mata audiens akan tertuju pada sosok yang berbicara di depan umum. Namun, berbicara di depan umum terlepas suka atau tidak suka bagi sebagian besar di era sekarang ini merupakan hal yang wajib dikuasai karena dalam suatu hal dan kondisi yang tak terduga pastinya akan berhadapan dengan sejumlah orang. Tentunya untuk mengatasinya dibutuhkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian berikut hal-hal dasar dan tips dari publik speaking.

A. Apa itu Public Speaking? Pengertian Public Speaking

apa itu public speaking

Apa itu public speaking? Istilah public speaking bermula dari para ahli retorika yang mengartikannya sebagai seni (keahlian) berbicara atau berpidato di mana istilah tersebut sudah berkembang sejak abad sebelum masehi.

Sebagai pengertian awal, seperti yang sudah kita ketahui bahwa public speaking merupakan sebuah frasa yaitu public dari bahasa Inggris yang berarti umum dan speaking dari bahasa Inggris yang berarti berbicara, sehingga dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai bicara di depan umum.

Namun, pengertian public speaking belum mendapatkan istilah yang tepat dalam bahasa Indonesia. Sehingga pada umumnya istilah yang sering digunakan sampai sekarang adalah public speaking.

Kaitannya dengan hal itu, tentunya dalam bahasa Indonesia umumnya untuk menggantikan istilah public speaking dapat menyebutnya berbicara di depan umum atau berbicara di depan publik. Di sisi lain, sebagian mereka juga masih menyebutnya dengan pidato.

Ada yang menyebutkan pengertian dari Kamus Merriam-Webster dalam kutipannya mengartikan public speaking yaitu “the act or skill of speaking to a usually large group of people” yang artinya public speaking merupakan sebuah aksi, tindakan atau keterampilan berbicara pada sekelompok besar orang.

Sedangkan menurut kutipan lain yaitu dari David Zarefsky dalam bukunya yang berjudul “Public Speaking Strategic for Success” berpendapat bahwa “Public speaking is a continuous communication process in which messages and signals circulate back and forth between speaker and listeners” yang memberi pengertian bahwa public speaking merupakan sebuah proses komunikasi berkelanjutan, yang mana pesan dan lambang terus berinteraksi di antara pembicara dan pendengarnya.

Disebutkan juga bahwa public speaking adalah salah satu rumpun atau kelompok keluarga dari Ilmu Komunikasi (Retorika). Pada pengertiannya, retorika memiliki pengertian yang mirip dengan public speaking yaitu seni berkomunikasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang ke sekelompok orang secara langsung bertatap muka sebagai contoh yaitu pidato, moderator, MC (Master of Ceremony) dan dalam presentasi.

Sedangkan dalam (KBBI, 2016) pengertian retorika lebih dikerucutkan lagi yaitu: 1. (n). sebagai keterampilan berbahasa secara efektif; 2. (n). studi tentang pemakaian bahasa secara efektif dalam karang-mengarang; 3. (n). seni berpidato yang muluk-muluk dan bombastis.

banner-promo-gramedia

Dari pengertian umum yang telah dijelaskan di atas, kunci utama yang dibutuhkan untuk dapat lancar dalam public speaking adalah menyampaikan gagasan ke lawan bicara. Tentunya hal tersebut sejenis dengan percakapan yang kita dalam berinteraksi dalam keseharian. Namun secara istilah, percakapan dan public speaking memiliki persamaan dan perbedaan di dalamnya.

Persamaan public speaking dengan percakapan adalah penyusunannya sama-sama mengikuti logika, sistematis, dan tahap demi tahap dengan tujuan agar pesan dapat dimengerti. Selain itu, persamaan lainnya adalah perlunya untuk menyesuaikan isi dan cara penyampaian pesan kita dengan lawan bicara atau publik.

Persamaan dalam percakapan dan public speaking adalah pesan yang disampaikan dengan tujuan mendapatkan dampak positif dan maksimal, serta pembicara harus dapat menyesuaikan gagasan apa yang disampaikan dengan tanggapan dari lawan bicaranya atau publik.

Sedangkan perbedaan utamanya antara public speaking dan percakapan terletak pada pesan yang disampaikan. Penyampaian pesan yang disampaikan melalui public speaking lebih terstruktur dengan menggunakan tata bahasa yang lebih formal dibandingkan dengan percakapan. Selain itu, metode yang dilakukan dalam melakukan public speaking lebih berbeda yang mana dalam penyampaiannya dibutuhkan dengan sikap tubuh yang lebih sopan supaya terkesan baik dan nyaman jika dilihat oleh publik.

Karena public speaking tidak terlepas dari kunci dan teori-teori ilmu komunikasi,  tentunya terdapat lima unsur penting yang tidak terlepas dari ranah ilmu komunikasi yang perlu diperhatikan. Berikut lima unsur penting yang dalam komunikasi, 1) Pengirim pesan (sender); 2) Pesan (message); 3) Bagaimana pesan dikirimkan (delivery channel or medium); 4) penerima pesan (receiver); 5) Umpan balik (feedback).

B. Dasar & Metode Public Speaking

Terdapat empat metode yang perlu dipelajari dalam berbicara di depan umum. Berikut penjelasan empat metode tersebut beserta kelemahan dan kelebihannya.

1. Impromptu atau Ad Libitum

Metode Impromtu merupakan metode yang dilakukan secara spontanitas yang mana tidak menggunakan persiapan atau pembuatan naskah tertulis terlebih dahulu (secara langsung). Metode impromtu biasanya dilakukan oleh seseorang yang akan tampil secara mendadak.

Istilah impromptu dalam dunia siaran adalah Ad Libitum yang artinya berbicara tanpa naskah (script). Kelebihan dari metode ini adalah pendapat dan gagasan yang dihasilkan akan datang secara spontan, dapat mengungkapkan perasaan dengan sebenarnya, dan dapat memungkinkan pembicara untuk terus berpikir.

Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah dapat menghasilkan kesimpulan yang masih mentah karena adanya keterbatasan pengetahuan pembicara, gagasan yang dihasilkan kurang sistematis, dan dapat menghasilkan penyampaian yang tidak lancar terutama bagi mereka yang belum berpengalaman berbicara di depan umum.

2. Manuscript atau Naskah

Berbeda dari metode Impromtu, metode manuscript atau naskah merupakan metode yang dilakukan dengan cara membaca naskah yang sudah disiapkan. Biasanya metode ini digunakan oleh pejabat negara atau bagi mereka yang memberi sambutan di acara resmi atau formal.

Metode Manuscript atau naskah dilakukan untuk menghindari terjadinya kesalahan karena setiap kata yang diucapkan dalam acara resmi atau formal akan menjadi figur oleh masyarakat luas dan dikutip oleh media massa.

Kelebihan dari metode Manuscript atau naskah ini adalah sebelum berbicara di depan umum, kita dapat memilih kata-kata dengan sebaik-baiknya untuk ditulis, menghemat pernyataan, dapat memperlancar dalam berbicara, dapat menghindari hal-hal yang menyimpang, naskah dapat diperbanyak.

Sedangkan kelemahan dalam metode ini adalah dapat mengurangi interaksi dengan pendengar, pembicara akan terlihat kaku, persiapan yang dilakukan akan lebih lama, dan tanggapan pendengar akan sukar mempengaruhi pesan.

3. Memoriter atau Hafalan

Seperti istilahnya yang digunakan, metode memoriter atau hafalan adalah metode yang dilakukan dalam berbicara di depan umum dengan menghafalkan teks atau naskah yang sudah disiapkan. Sehingga pada saat pembicara akan menyampaikan pidatonya, pembicara tidak lagi menggunakan teks atau naskah yang dibuatnya karena keseluruhan isi teks sudah dihafalkan.

Ketika pembicara tampil, pembicara secara spontan mengingat kembali keseluruhan teks yang sudah dihafalkan. Tentunya, metode ini memiliki kelebihan dan kelemahan yang sama dengan metode Manuscript bahkan risikonya lebih menantang karena metode ini akan mengandalkan kemampuan ingatan.

Pembicara dituntut untuk menguasai susunan bahasa, ide, dan gagasan yang ada dalam teks, yang mana metode ini cocok untuk mereka yang memiliki daya ingat tinggi. Selain itu, metode ini juga cocok untuk mereka yang memiliki pembahasan atau topik yang menarik dan sederhana, yang mana waktu yang digunakan untuk menyampaikan topik tidak terlalu lama.

Metode Memoriter tidak disarankan untuk mereka yang tidak memiliki kapasitas daya ingat yang tinggi karena jika metode ini dilakukan akan menimbulkan risiko seperti kurang menariknya pembahasan yang disampaikan karena pembicara akan kebingungan dan berfokus dengan kesalahan pembicara sendiri.

4. Extempore atau Using Note

Dari keseluruhan metode di atas, metode extempore merupakan metode pilihan yang sangat dianjurkan untuk pembicara. Karena metode ini dilakukan dengan  menggunakan teks atau naskah pidato yang hanya berisi outline (garis besar) dan pokok penunjang.

Dengan menggunakan outline (garis besar) dan pokok penunjang, keduanya akan menjadi pedoman untuk mengatur gagasan dalam pikiran untuk disampaikan ke publik. Metode ini juga disebut sebagai metode dengan penjabaran kerangka yang mana menggunakan teknik berpidato dengan menjabarkan materi pidato yang terpola secara keseluruhan.

Namun, metode ini hanya dapat digunakan untuk mereka yang sudah berpengalaman, karena dalam menggunakan metode ini dibutuhkan kecakapan dalam berbicara. Tentunya, jika pembicara tidak cakap maka risikonya yaitu pembahasan atau topik yang disampaikan akan menjadi tidak teratur yang mana ide dan gagasan yang sudah tersusun akan menjadi kacau dan tak terarah.

banner-promo-gramedia

Kelebihan dari metode ini adalah komunikasi yang dihasilkan dengan pendengar akan lebih baik, pesan atau pembahasan dapat diubah sesuai dengan kebutuhan, penyajiannya akan lebih spontan. Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah akan menjadi kurang baik jika persiapan yang dibuat terburu-buru, penggunaan diksi yang kurang menarik, mengurangi kefasihan, adanya kemungkinan menyimpang outline atau kerangka, dan  tidak dapat diterbitkan.

C. Tips Mengembangkan Kemampuan Public Speaking

Biasanya terdapat ketakutan-ketakutan dalam diri seseorang ketika berbicara di depan umum yang mana di antaranya adalah merasa tidak percaya diri dengan kemampuan komunikasinya, takut pesan yang disampaikan tidak informatif, takut pendengar tidak tertarik dengan pembahasan yang disampaikan, dan beberapa ketakutan sejenisnya. Oleh karena itu, berikut tips mengembangkan kemampuan public speaking.

1. Demam panggung adalah hal yang biasa

Perasaan takut dan gugup saat berdiri sendiri untuk menyampaikan gagasan di depan umum yang kemudian menjadi tidak percaya diri adalah hal yang normal, di mana setiap orang pasti merasakan demam panggung.

Rasa cemas yang ditimbulkan seperti cemas jika topik dan informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan harapan publik, takut dan cemas jika terdapat kesalahan dalam menyampaikan topik, cemas jika penampilan yang diberikan buruk dan malah mempermalukan diri sendiri.

Dari keseluruhan tersebut tentunya dapat diatasi dengan melakukan persiapan dengan baik dan sempurna. Selain itu, lakukan latihan secara terus-menerus sebelum berdiri di panggung dan menyampaikan gagasan ke publik. Jadikan rasa cemas tersebut untuk memunculkan penampilan yang luar biasa. Tentunya tanpa adanya rasa cemas, pembahasan yang disampaikan akan terlihat membosankan.

2. Percaya Diri dan Salurkan Energi Positif

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa energi negatif seperti ketakutan-ketakutan yang muncul ketika berbicara di depan akan lebih menghantui. Dengan begitu cara mengatasinya adalah dengan membuang jauh-jauh energi negatif tersebut dan berikan energi positif ke publik karena hal tersebut dapat mempengaruhi publik.

Tentunya publik sebagai pendengar akan lebih menyukai pembicaranya yang memberikan energi positif. Sebelum menyampaikan gagasan atau pembahasan yang akan diterima oleh publik pastikan kembali untuk menyiapkan pikiran positif. Pilih kata-kata positif untuk bekal energi positif. Karena dengan adanya energi positif saat menyampaikan pembahasan dapat meningkatkan percaya diri. Demikian sebaliknya jika yang diberikan adalah energi negatif tentunya akan menelurkan dampak negatif.

3. Lakukan Interaksi dengan Peserta

Membangun interaksi antara pembicara dengan peserta merupakan hal yang penting saat berbicara di depan umum. Lakukan interaksi dengan peserta secara baik dan tidak berlebihan, tentunya hal ini dapat mengurangi kecemasan saat menyampaikan materi atau gagasan yang dibawakan.

Selain itu, melakukan interaksi dengan peserta merupakan salah satu cara untuk dapat menarik perhatian. Interaksi yang dapat dilakukan saat berbicara di depan umum misalnya yaitu menanyakan kabar, memberikan gurauan ringan, dan memberi pertanyaan ke peserta.

Selain itu, menceritakan pengalaman pribadi secara singkat juga merupakan salah satu cara untuk membangun interaksi dengan peserta. Tentunya kamu juga akan mendapat bonus dikenal oleh peserta karena telah menceritakan pengalaman secara singkat.

4. Pertimbangkan Penampilan

Dari keseluruhan tips di atas tentunya hal yang penting untuk dilihat dari segi visual seseorang saat berbicara di depan umum adalah penampilan. Tentunya publik atau peserta akan lebih memperhatikan seseorang yang berpenampilan rapi.

Pada tahap penampilan ini, tak perlu khawatir jika pakaian atau aksesoris yang digunakan mahal. Dengan menggali pengetahuan tentang outfit dan dipertimbangkan dengan mix & match berpenampilan rapi tak perlu mengeluarkan biaya yang mahal.

Tentunya dengan memanfaatkan pakaian dan aksesoris yang dimiliki, memiliki penampilan rapi dapat dengan mudah dipelajari. Sebaliknya jika kita berbicara di depan umum dengan berpakaian yang lusuh dan tidak rapi, tentunya akan membuat publik atau peserta bosan dan mengalihkan perhatian.

D. Buku Belajar Public Speaking

1. Cepat&Mudah Lancar Public Speaking



2. Public Speaking Seni Berbicara

3. Public Speaking for Success

Baca juga artikel terkait seputar “dasar-dasar public speaking” :

Buku Best Seller Terkait :

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ahmad