Maksud dari Chasing Pavement – Grameds, pernah mendengar frasa chasing pavement atau lebih populer dikenal sebagai chasing pavements?
Banyak orang mengenal istilah ini dari lagu hit milik Adele berjudul “Chasing Pavements”. Namun, di luar dunia musik, frasa ini juga sering dipakai untuk menggambarkan situasi emosional, perjuangan tanpa arah, hingga usaha mengejar sesuatu yang belum tentu membawa hasil.
Sekilas, jika diterjemahkan mentah-mentah, chasing pavement berarti “mengejar trotoar” atau “mengejar jalanan”. Akan tetapi, makna sebenarnya tidaklah sesederhana itu.
Frasa ini bersifat metaforis dan menggambarkan usaha yang dilakukan terus-menerus, tetapi terasa tidak jelas tujuannya.
Dalam artikel ini, Grameds akan mengulik dari chasing pavement, arti sebenarnya, asal usul istilah, makna dalam lagu, penggunaan dalam kehidupan sehari-hari, serta pelajaran penting yang bisa dipetik.
Table of Contents
Apa Maksud dari Chasing Pavement?

Sumber: Pexel
Secara literal:
- Chasing = mengejar
- Pavement = trotoar, jalan setapak, permukaan jalan (tergantung dialek Inggris)
Namun secara idiomatik, chasing pavement atau chasing pavements sering dimaknai sebagai:
- Mengejar sesuatu yang tidak pasti
- Berusaha keras tanpa arah jelas
- Mengejar hubungan yang buntu
- Memaksakan harapan yang belum tentu nyata
- Tetap berlari meski jalan di depan kosong
Jadi, maksud dari chasing pavement bukan benar-benar mengejar jalan, tetapi mengejar sesuatu yang terasa sia-sia atau belum jelas hasilnya.
Mengapa Disebut Chasing Pavement?
Grameds, trotoar atau pavement dalam banyak karya sastra dan lagu sering dipakai sebagai simbol:
- Perjalanan hidup
- Pilihan arah
- Masa depan
- Langkah yang terus berjalan
- Jalan yang harus ditempuh
Ketika digabung dengan kata chasing, maknanya berubah menjadi gambaran seseorang yang terus berlari di jalan, tetapi belum tahu ke mana akan sampai.
Inilah yang membuat frasa ini terdengar puitis sekaligus emosional.
Chasing Pavements vs Chasing Pavement
Secara populer, bentuk yang paling dikenal adalah Chasing Pavements (jamak), terutama karena judul lagu Chasing Pavements.
Namun, sebagian orang mencari dengan keyword chasing pavement (tunggal). Dalam praktik pencarian online, keduanya sering merujuk pada makna yang sama, yaitu:
- mengejar jalan yang tak jelas
- mengejar harapan tanpa kepastian
- berlari menuju sesuatu yang belum tentu ada
Jadi jika Grameds mencari “maksud dari chasing pavement”, konteks umumnya tetap mengarah pada makna metaforis tadi.
Sinonim dari Chasing Pavement

Sumber: Pexel
Grameds, sinonim dari chasing pavement bergantung pada konteksnya, karena frasa ini berarti mengejar sesuatu yang tidak pasti, berusaha tanpa arah jelas, atau mempertahankan hal yang sia-sia. Jadi sinonimnya lebih ke makna emosional dan situasional, bukan terjemahan literal.
Sinonim Bahasa Inggris dari Chasing Pavement
Jika Artinya Mengejar Sesuatu yang Sia-Sia
- Running in circles – berputar-putar tanpa hasil
- Going nowhere – tidak menuju ke mana-mana
- Wasting effort – membuang usaha
- Pursuing a dead end – mengejar jalan buntu
- Fighting a losing battle – berjuang dalam situasi hampir kalah
- Beating a dead horse – memaksakan hal yang sudah tidak mungkin
- Chasing shadows – mengejar bayangan / ilusi
- Spinning wheels – sibuk tapi tidak maju
- Holding onto nothing – bertahan pada sesuatu yang kosong
- Following a false hope – mengikuti harapan palsu
Jika Artinya Mengejar Hubungan yang Tidak Pasti
- Unrequited pursuit – mengejar cinta bertepuk sebelah tangan
- Holding on too long – bertahan terlalu lama
- Waiting in vain – menunggu sia-sia
- Loving from a distance – mencintai tanpa kepastian
- Chasing someone unavailable – mengejar seseorang yang tak tersedia
Jika Artinya Karier atau Tujuan yang Salah Arah
- Climbing the wrong ladder – menaiki tangga yang salah
- Running without direction – berlari tanpa arah
- Misguided pursuit – pengejaran yang salah arah
- Empty ambition – ambisi kosong
- Blind chase – pengejaran buta
Sinonim Bahasa Indonesia
Jika versi Indonesia, Grameds bisa memakai:
- Mengejar bayangan
- Jalan di tempat
- Mengulur harapan kosong
- Mengejar sesuatu yang semu
- Berlari tanpa arah
- Memaksakan yang buntu
- Mengejar ilusi
- Bertahan sia-sia
- Usaha tanpa hasil
- Mengejar angin
Contoh Kalimat
“This relationship feels like chasing pavements.”
Hubungan ini terasa seperti mengejar bayangan.
“I spent years chasing pavements.”
Aku menghabiskan bertahun-tahun berlari tanpa arah.
Kalau harus memilih yang paling dekat, biasanya:
- Chasing shadows
- Running in circles
- Going nowhere
- Pursuing a dead end
- Waiting in vain
Asal Usul Populernya Frasa Ini

Sumber: Pexel
Frasa ini mendunia berkat lagu yang dibawakan Adele. Lagu tersebut berbicara tentang kebimbangan dalam hubungan: apakah tetap bertahan mengejar cinta, atau berhenti karena merasa sia-sia.
Lirik dan nuansanya membuat banyak orang merasa relate, karena hampir semua orang pernah berada di posisi:
- memperjuangkan seseorang sendirian
- menunggu kepastian terlalu lama
- berharap pada hubungan yang retak
- bertanya apakah harus lanjut atau berhenti
Karena itu, frasa chasing pavements kemudian sering dipakai di media sosial dan percakapan umum.
Makna Emosional Chasing Pavement
-
Mengejar yang Tidak Pasti
Ini makna paling umum. Seseorang terus berusaha, tetapi tidak tahu apakah hasilnya akan datang.
Contohnya:
- mengejar promosi tanpa arahan jelas
- menunggu cinta yang tak kunjung pasti
- terus mencoba bisnis yang belum punya model kuat
-
Sulit Melepaskan Harapan
Kadang orang tahu sesuatu mungkin tidak berhasil, tetapi tetap sulit berhenti. Itulah chasing pavement.
Contohnya:
- tetap menunggu orang yang sudah berubah
- mempertahankan relasi yang hanya satu pihak berjuang
- terus memikirkan masa lalu
-
Takut Memulai Jalan Baru
Sebagian orang terus mengejar jalan lama karena takut membuka jalur baru. Mereka lebih nyaman mengejar yang familiar meski tidak sehat.
Chasing Pavement dalam Hubungan Asmara
Grameds, frasa ini sangat sering dipakai untuk hubungan. Tanda Sedang Chasing Pavement dalam Cinta adalah:
- Hanya satu pihak yang menghubungi duluan
- Janji selalu ditunda
- Tidak ada status jelas
- Banyak harapan, sedikit tindakan
- Bertahan karena kenangan, bukan kenyataan
Dalam situasi seperti ini, seseorang sedang mengejar jalan yang tidak membawa ke mana-mana.
Chasing Pavement dalam Karier
Tidak semua pekerjaan yang dikejar benar-benar sesuai tujuan hidup. Contoh chasing pavement dalam karier:
- bertahan di pekerjaan toxic hanya karena gengsi jabatan
- mengejar gelar posisi tanpa kebahagiaan
- sibuk terlihat sukses tapi kehilangan arah
- Kadang orang terus berlari, tetapi lupa bertanya: apakah ini jalan yang tepat?
Chasing Pavement dalam Bisnis
Dalam dunia bisnis, chasing pavement bisa berarti:
- terus mengembangkan produk yang tidak dibutuhkan pasar
- mempertahankan strategi gagal terlalu lama
- mengejar omzet tanpa profit sehat
- sibuk tren, lupa fondasi usaha
Bekerja keras saja tidak cukup jika arah salah.
Perbedaan Chasing Pavement dan Persistence
Grameds, penting membedakan antara gigih dan sia-sia.
Persistence (Ketekunan Sehat)
- arah jelas
- progres terlihat
- strategi terus diperbaiki
- ada peluang realistis
Chasing Pavement
- arah kabur
- pola gagal berulang
- hanya mengandalkan harapan
- menguras energi tanpa hasil
Keduanya sama-sama berusaha, tetapi kualitas usahanya berbeda.
Contoh Kalimat Chasing Pavement
Berikut adalah contoh kalimat dengan frasa chasing pavements:
- I feel like I’m chasing pavements in this relationship.
Aku merasa sedang mengejar sesuatu yang sia-sia dalam hubungan ini.
- He keeps chasing pavements instead of moving on.
Dia terus mengejar hal sia-sia daripada move on.
- Are we building a future or just chasing pavements?
Kita sedang membangun masa depan atau hanya mengejar ilusi?
- She quit the job because it felt like chasing pavements.
Dia keluar kerja karena rasanya seperti usaha tanpa arah.
- Sometimes ambition becomes chasing pavements.
Kadang ambisi berubah jadi mengejar hal sia-sia.
- Stop chasing pavements and choose a better road.
Berhenti mengejar jalan kosong dan pilih jalan lebih baik.
- I spent years chasing pavements.
Aku menghabiskan bertahun-tahun mengejar hal tak pasti.
- They were chasing pavements in the wrong market.
Mereka mengejar jalan buntu di pasar yang salah.
- Don’t confuse love with chasing pavements.
Jangan samakan cinta dengan mengejar sesuatu yang sia-sia.
- Know when to stop chasing pavements.
Ketahui kapan harus berhenti mengejar hal yang tak membawa hasil.
Kenapa Banyak Orang Terjebak Chasing Pavement?

Sumber: Pexel
Ini alasan mengapa orang terjebak dalam chasing pavement:
-
Sudah Terlalu Banyak Investasi Waktu
Karena sudah lama berjuang, orang sulit berhenti.
-
Takut Menyesal
Mereka berpikir, “bagaimana kalau sebentar lagi berhasil?”
-
Takut Memulai Lagi
Memulai dari nol terasa lebih menakutkan.
-
Identitas Terlanjur Menempel
Kadang seseorang terlalu melekat pada tujuan lama.
Cara Mengetahui Apakah Grameds Sedang Chasing Pavement
Tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah ada progres nyata?
- Apakah hanya saya yang berjuang?
- Apakah saya lelah lebih sering daripada bahagia?
- Apakah saya bertahan karena takut kehilangan, bukan karena masa depan?
- Jika mulai hari ini, apakah saya akan tetap memilih jalan ini?
Jika banyak jawaban “tidak”, mungkin Grameds sedang chasing pavement.
Cara Berhenti dari Chasing Pavement
-
Evaluasi dengan Jujur
Pisahkan fakta dan harapan.
-
Lihat Pola, Bukan Janji
Jangan menilai dari kata-kata saja.
-
Berani Mengubah Arah
Berhenti bukan selalu gagal.
-
Fokus pada Jalan Baru
Energi yang salah arah bisa dipakai membangun hal lebih baik.
-
Minta Perspektif Orang Lain
Kadang orang luar lebih objektif melihat situasi.
Pelajaran Penting dari Frasa Ini
Grameds, frasa chasing pavement bukan sekadar ungkapan puitis tentang mengejar sesuatu yang tak pasti, tetapi juga mengandung pelajaran hidup yang sangat relevan.
Banyak orang bekerja keras, mencintai dengan tulus, atau bertahan dengan setia, tetapi tidak semua perjuangan otomatis membawa hasil baik.
Karena itu, frasa ini mengajak kita untuk melihat apakah usaha yang dilakukan benar-benar menuju tujuan yang tepat atau justru hanya menguras tenaga. Berikut penjelasan mengenai pelajaran penting dari frasa ini.
Kerja Keras Harus Punya Arah
Kerja keras adalah nilai yang baik, tetapi kerja keras tanpa arah sering kali hanya menghasilkan kelelahan.
Seseorang bisa sibuk setiap hari, lembur terus-menerus, atau melakukan banyak hal sekaligus, tetapi jika tidak tahu tujuan akhirnya, semua tenaga itu bisa habis sia-sia.
Chasing pavement mengingatkan bahwa usaha harus dibarengi strategi, evaluasi, dan tujuan yang jelas. Bergerak cepat tidak selalu berarti maju. Kadang yang dibutuhkan bukan menambah kecepatan, melainkan memperbaiki arah perjalanan.
Cinta Perlu Timbal Balik
Dalam hubungan, banyak orang rela berjuang sendirian karena merasa cinta cukup dengan pengorbanan satu pihak.
Padahal hubungan sehat membutuhkan timbal balik: perhatian dibalas perhatian, usaha dihargai usaha, dan komitmen dijaga bersama.
Jika hanya satu orang yang terus mengejar sementara pihak lain pasif atau tidak peduli, maka itu mirip chasing pavement, yaitu berlari tanpa pernah sampai.
Frasa ini mengajarkan bahwa cinta bukan soal siapa paling menderita, tetapi siapa yang sama-sama mau membangun.
Kesetiaan Bukan Berarti Bertahan Selamanya
Banyak orang menganggap setia berarti tetap tinggal apa pun keadaannya. Padahal kesetiaan sejati bukan sekadar bertahan tanpa batas, melainkan bertahan selama hubungan, pekerjaan, atau tujuan tersebut masih sehat dan bernilai.
Chasing pavement mengajarkan bahwa loyalitas perlu disertai kebijaksanaan. Ada saatnya bertahan adalah kekuatan, tetapi ada saatnya pergi adalah penyelamatan diri.
Berhenti Bisa Jadi Keputusan Berani
Banyak orang takut berhenti karena merasa itu sama dengan gagal. Padahal dalam banyak situasi, berhenti justru membutuhkan keberanian lebih besar daripada bertahan.
Dibutuhkan kejujuran untuk mengakui bahwa sesuatu tidak lagi berjalan sehat. Dibutuhkan keberanian untuk meninggalkan zona nyaman dan memulai ulang.
Jalan Baru Kadang Lebih Baik dari Jalan Lama
Manusia cenderung bertahan pada sesuatu yang sudah dikenal karena terasa aman, meski sebenarnya tidak membawa kemajuan. Kita sering takut memulai jalan baru karena belum tahu hasilnya.
Kadang peluang terbaik justru muncul saat seseorang berani berbelok, mencoba cara baru, atau membuka babak hidup yang berbeda.
Tidak semua akhir adalah kehilangan; sebagian akhir justru pintu masuk menuju kehidupan yang lebih baik.
Relevansi di Era Modern
Grameds, di era modern yang sangat dipengaruhi media sosial, banyak orang terlihat terus bergerak dan sibuk mengejar sesuatu. Setiap hari kita disuguhi pencapaian orang lain, gaya hidup mewah, hubungan romantis yang tampak sempurna, hingga cerita sukses yang seolah datang secara instan.
Tanpa sadar, hal-hal tersebut mendorong banyak orang untuk ikut mengejar validasi, yaitu keinginan untuk diakui, dipuji, atau dianggap berhasil oleh orang lain. Akibatnya, ukuran kebahagiaan sering bergeser dari kepuasan pribadi menjadi penilaian publik.
Selain validasi, banyak orang juga mengejar status dan pencitraan. Mereka ingin terlihat sukses, sibuk, kaya, atau populer meskipun kenyataannya belum tentu demikian.
Tidak sedikit yang rela memaksakan gaya hidup demi tampilan luar, hanya agar terlihat setara dengan standar sosial di internet. Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa tampak maju di mata orang lain, padahal sebenarnya sedang kelelahan secara mental maupun finansial.
Frasa chasing pavement juga relevan ketika membahas hubungan semu. Di zaman digital, komunikasi menjadi lebih mudah, tetapi kedalaman hubungan justru sering berkurang.
Banyak orang bertahan dalam relasi yang tidak jelas arah, sekadar karena takut sendiri atau ingin terlihat memiliki pasangan. Ada pula yang terus mengejar perhatian dari seseorang yang tidak benar-benar serius. Secara emosional, ini seperti berlari terus tanpa pernah sampai ke tujuan.
Hal yang sama terjadi pada obsesi terhadap sukses instan. Media sosial sering menampilkan hasil akhir tanpa memperlihatkan proses panjang di baliknya.
Akibatnya, banyak orang merasa tertinggal lalu buru-buru mengejar jalan pintas, tren sesaat, atau peluang yang sebenarnya tidak sesuai dengan kemampuan dan nilai hidupnya. Mereka sibuk bergerak, tetapi bukan menuju tujuan yang tepat.
Karena itu, frasa chasing pavement menjadi pengingat penting di era sekarang. Tidak semua hal yang terlihat menarik layak dikejar, dan tidak semua kesibukan berarti kemajuan. Kadang seseorang tampak berlari cepat, tetapi sebenarnya hanya berputar di tempat.
Maka pertanyaan yang perlu diajukan pada diri sendiri adalah: apakah saya benar-benar berkembang, atau hanya sibuk mengejar hal yang tidak membawa arti? Kesadaran inilah yang membantu seseorang hidup lebih jernih, fokus, dan autentik.
Kesimpulan
Maksud dari chasing pavement adalah mengejar sesuatu yang tidak jelas arah atau hasilnya. Frasa ini menggambarkan usaha yang terus dilakukan, tetapi sering kali tidak membawa kemajuan nyata.
Istilah ini populer melalui lagu Chasing Pavements dari Adele dan kini dipakai luas untuk hubungan, karier, bisnis, maupun kehidupan pribadi.
Kadang masalah terbesar bukan kurang berusaha, tetapi berusaha di jalan yang salah. Mengetahui kapan lanjut dan kapan berhenti adalah bentuk kedewasaan.
Grameds, memahami frasa seperti chasing pavement bukan hanya soal bahasa Inggris, tetapi juga soal membaca hidup dengan lebih jernih.
Jika Grameds ingin memperkaya wawasan tentang bahasa, psikologi, pengembangan diri, dan makna hidup, temukan buku-buku terbaik hanya di Gramedia.com. Karena terkadang, satu bacaan yang tepat bisa membawa kita ke jalan yang lebih benar.
- Arti Disclaimer
- Arti Gadun
- Arti Gateway Megahub
- Arti Memoriter
- Arti Mewing
- Arti Ngabers
- Arti Plot Twist
- Balasan I Love You
- Bibi Lung Yoko
- Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
- Cara Cek Sertifikat Tanah
- Cara Menghadapi Anak Tantrum
- Cara Mengecek NPWP Aktif
- Cara Mengatasi ASN Digital Email Tidak Ditemukan
- Cara Membuat Nomor Otomatis di Excel
- Cara Membuat Checklist Box di Excel
- Chasing Pavement
- Cikgu Besar Upin Ipin
- Ciri-ciri Planet dalam Tata Surya
- Ciri Planet Bumi dan Peranannya dalam Tata Surya
- Ciri Planet Neptunus dan Peranannya dalam Tata Surya
- Ciri-ciri Wanita Menjauh
- Contoh Tanggung Jawab Sosial
- Contoh Kalender Konten Instagram
- Contoh Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
- Family Man
- Film Barat yang Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil
- Film Jepang yang Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil
- Film Korea yang Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil
- Film Untuk Anak SD
- Generasi Beta
- Gelang Hitam di Tangan Kanan
- Hadiah Hari Guru Perempuan
- In House Training
- Jarak Merkurius Dari Matahari
- Jurusan IPS Bisa Masuk Fakultas Apa Saja
- Karakteristik Planet Merkurius
- Kenapa Bayi Sering Ngulet
- Lost Feeling
- Makanan Khas Yogyakarta
- Menghitung Jumlah Data di Excel
- Mengenal Cluster Random Sampling
- Mythical Zoan One Piece
- Musuh Musuh Ultraman
- Mysterio Spiderman
- Nama Teman Pororo
- Negara Termiskin di Asia
- Negara Terkaya di Asia
- Negara Terbesar di Dunia
- Painting Date
- Pantun Ubur-ubur Ikan Lele
- Pat Kay Kera Sakti
- Pekerjaan di Jepang
- Pekerjaan Bayi 3 Bulan
- Pertanyaan Konyol
- Pengertian Non Probability Sampling
- Pendidikan Seksual Remaja
- Perbedaan Bola Tenis dan Padel
- Perbedaan Psikolog dan Psikiater
- Pertanyaan Tentang Bullying
- Ramalan Nostradamus
- Sapardi Djoko Damono
- Siapa Ayah Kakashi
- Shio Tikus Tahun Berapa
- Stimulasi Oromotor
- Speech Delay
- Suhu Planet Merkurius
- Social Energy
- Tanggung Jawab OSIS
- Tableau vs Power Bi
- Tanggung Jawab Sosial
- Tenryuubito
- Ultraman Terkuat
- Urutan Generasi
- Urutan Weton Jawa
- Warna Planet Merkurius
- We Listen We Don't Judge
- Wisata Anak di Jakarta




