mari pergi lebih jauh – Novel Mari Pergi Lebih Jauh bukan jenis novel yang bisa ditebak arahnya sejak halaman pertama.
Di balik petualangannya yang absurd, lucu, dan terasa seperti mimpi yang berjalan liar, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie menyelipkan banyak pertanyaan tentang manusia, masyarakat, dan cara kita memandang dunia.
Siap-siap, karena semakin jauh perjalanan ini berjalan, semakin sulit membedakan mana yang sekadar fantasi dan mana yang diam-doam sedang menyindir kenyataan…
Table of Contents
Profil Penulis Buku Mari Pergi Lebih Jauh
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie merupakan penulis Indonesia yang dikenal lewat gaya penulisannya yang absurd, unik, dan penuh permainan kata.
Karya-karyanya sering menggabungkan fantasi, humor gelap, kritik sosial, dan pandangan anak-anak yang terlihat sederhana tapi punya arti dalam.
Melalui buku Mari Pergi Lebih Jauh, Ziggy kembali menunjukkan ciri khasnya dengan menghadirkan dunia yang aneh, penuh imajinasi, dan sulit ditebak oleh pembaca
Sinopsis Buku Mari Pergi Lebih Jauh
Fifi ditangkap Kucing-Kucing Luar Biasa. Namun, Ibu Mo dan Ibu Tetangga Sebelah bilang Fifi hanya bayangan cermin yang selalu dibawa Fufu. Fifi sedari awal tidak benar-benar ada. Kucing Luar Biasa hanyalah kucing, kuping yang digoreng krispi sebenarnya jamur kuping, jagung tidak bisa mengendalikan kereta; Mi dan Ma dan Mo hanya bermimpi. Mi dan Ma dan Mo merencanakan sesuatu ketika Bapak dan Ibu Mo meninggalkan Rumah Merah nomor 17 dan mencari uang karena uang di Kota Suara tidak lagi tersimpan di dasar laut, di bawah tanah, atau di ranting pohon Mi dan Ma dan Mo harus terlebih dahulu membebaskan Fufu dari Rumah Sakit Jiwa yaitu rumah untuk orang yang jiwanya disakiti, kemudian mencari cara lain yang bukan Cara Lain agar bisa mencari keberadaan Fifi. Di sanalah Mi dan Ma dan Mo berjumpa dengan Petronella, tokoh baru yang adalah anak yang sangat pintar. Bersama Mi dan Ma dan Mo dan Petronella, Mari Pergi Lebih Jauh.
Gaya Penulisan Buku Mari Pergi Lebih Jauh
Hal pertama yang paling menonjol dari novel ini adalah cara Ziggy menulis ceritanya. Banyak pembaca merasa gaya penulisannya sangat khas dan langsung terasa berbeda sejak halaman pertama.
1. Penuh Permainan Kata yang Absurd
Ziggy menggunakan banyak permainan kata, singkatan lucu, dan nama tokoh yang sengaja dibuat aneh. Permainan kata ini sering membuat pembaca tertawa karena terasa acak, tapi tetap cocok dengan cerita.
2. Banyak Pengulangan Kalimat
Salah satu ciri khas novel ini adalah penggunaan kalimat berulang yang sengaja dipakai berkali-kali.
Sebagian pembaca merasa pengulangan ini membuat cerita semakin lucu dan terasa seperti sudut pandang anak-anak. Namun, ada juga yang merasa gaya ini membuat novel terasa melelahkan untuk dibaca.
3. Menggabungkan Humor dan Kritik Sosial
Meski terdengar konyol, novel ini sebenarnya menyimpan banyak sindiran tentang orang dewasa, keluarga, dan masyarakat.
Ziggy membahas masalah seperti pengabaian anak, membungkam suara, hingga tekanan sosial lewat cerita fantasi yang terlihat ringan.
4. Menggunakan Dunia Fantasi yang Tidak Biasa
Dunia dalam novel ini terasa sangat liar dan sulit ditebak. Ada kota terapung, kucing luar biasa, rumah sakit jiwa dengan istilah aneh, hingga berbagai tokoh yang terasa seperti muncul dari mimpi.
Pembangunan dunia seperti ini membuat novel terasa unik sekaligus membuat sebagian pembaca harus ekstra fokus saat membaca.
5. Narasinya Terasa Seperti Mimpi Demam
Banyak pembaca menggambarkan novel ini seperti mimpi aneh saat sedang demam. Alurnya sering melompat, aneh, dan kadang terasa tidak masuk akal. Meski begitu, justru inilah yang membuat gaya Ziggy dianggap berbeda dari penulis lain.
Kelebihan Buku Mari Pergi Lebih Jauh
Walaupun terasa aneh, novel ini memiliki banyak hal menarik yang membuat pembaca terus penasaran mengikuti petualangan anak-anak di dalamnya.
1. Humor dan Wordplay yang Sangat Menghibur
Banyak pembaca mengaku sering tertawa sendiri saat membaca novel ini. Nama tokoh, dialog absurd, dan footnote lucu menjadi daya tarik utama yang membuat cerita terasa segar.
Bahkan di tengah tema yang cukup gelap, Ziggy tetap berhasil menyisipkan humor yang menghibur.
2. Worldbuilding yang Kreatif
Dunia yang dibangun Ziggy terasa sangat imajinatif dan berbeda dari novel fantasi biasa. Setiap tempat memiliki aturan, istilah, dan logikanya sendiri yang unik. Hal ini membuat pembaca merasa seperti masuk ke dunia mimpi yang penuh kejutan.
3. Kritik Sosialnya Relate dengan Kehidupan Nyata
Di balik cerita anehnya, novel ini membahas banyak masalah sosial yang dekat dengan kehidupan nyata. Ada kritik tentang orang tua yang mengabaikan anak, suara anak-anak yang dibungkam, hingga masyarakat yang memaksakan “kebenaran” tertentu.
4. Karakter Anak-Anaknya Sangat Ikonik
Mi, Ma, Mo, Fufu, dan Petronella memiliki kepribadian yang unik dan mudah diingat. Interaksi mereka terasa lucu, polos, tetapi kadang juga menyedihkan. Hubungan antar tokohnya juga membuat cerita terasa hangat di tengah dunia yang aneh.
5. Ilustrasi dan Konsep Bukunya Menarik
Novel ini hadir dengan ilustrasi penuh warna yang mendukung suasana cerita. Sampul dan gambar di dalam buku terlihat lucu dan kontras dengan isi cerita yang sebenarnya cukup kelam.
Kekurangan Buku Mari Pergi Lebih Jauh
Walaupun memiliki banyak penggemar, novel ini juga memiliki beberapa hal yang cukup sering dikritik pembaca.
1. Alurnya Bisa Terasa Membingungkan
Sebagian pembaca merasa cerita novel ini terlalu aneh dan sulit diikuti. Banyak istilah baru serta logika dunia yang tidak biasa membuat pembaca harus benar-benar fokus saat membaca.
2. Pengulangan Kalimat Bisa Melelahkan
Ciri khas pengulangan kata memang menjadi ciri Ziggy. Namun, beberapa pembaca merasa cara ini membuat cerita terasa panjang dan berulang.
Ada yang bahkan harus berhenti membaca sementara karena merasa lelah mengikuti ceritanya.
3. Pace Cerita Kadang Terasa Lambat
Walaupun ide ceritanya menarik, beberapa bagian dianggap terlalu panjang untuk tujuan yang sederhana.
Beberapa pembaca bahkan merasa perjalanan para tokohnya terlalu berputar-putar sebelum sampai ke inti cerita.
4. Tidak Semua Misteri Dijelaskan
Novel ini sengaja membiarkan beberapa hal tetap misterius. Bagi sebagian pembaca, hal itu terasa menarik karena membuat penasaran. Namun, ada juga yang merasa kurang puas karena ingin jawaban yang lebih jelas.
5. Lebih Fokus ke Atmosfer daripada Plot Twist
Jika dibandingkan buku sebelumnya, beberapa pembaca merasa novel ini tidak terlalu mengejutkan dari sisi plot twist. Cerita lebih menonjolkan petualangan dan suasana absurd daripada kejutan besar di akhir cerita.
Kenapa Buku Mari Pergi Lebih Jauh Ini Tidak Cocok untuk Semua Orang?
Walaupun populer dan banyak dipuji, novel ini memang bukan tipe bacaan yang bisa dinikmati semua pembaca. Ada beberapa alasan kenapa sebagian orang justru merasa kesulitan membaca buku ini.
1. Gaya Bahasanya Sangat Tidak Biasa
Novel ini memakai gaya bahasa yang unik dan penuh permainan kata. Kalau kamu lebih suka cerita dengan bahasa sederhana dan langsung ke inti, novel ini mungkin terasa membingungkan.
Banyak pembaca perlu membaca ulang beberapa bagian agar benar-benar memahami maksudnya.
2. Alurnya Tidak Selalu Logis
Cerita dalam novel ini sering bergerak seperti mimpi atau khayalan anak-anak. Karena itu, pembaca yang suka alur realistis dan teratur mungkin akan kesulitan menikmati ceritanya. Novel ini lebih mengutamakan suasana dan simbol daripada logika biasa.
3. Temanya Cukup Gelap untuk Cerita Anak
Walaupun tokohnya anak-anak dan ilustrasinya lucu, novel ini membahas tema yang cukup berat. Ada masalah tentang keluarga, rumah sakit jiwa, kehilangan, hingga membungkam suara.
Jadi, pembaca yang mengira novel ini hanya petualangan ringan mungkin akan cukup terkejut saat membacanya.
4. Membutuhkan Fokus Saat Membaca
Banyak pembaca mengatakan novel ini tidak cocok dibaca sambil santai atau terburu-buru. Kamu perlu fokus agar tidak kehilangan konteks cerita dan permainan katanya. Jika sedang mengalami malas baca, novel ini mungkin terasa cukup menantang.
5. Humor Absurdnya Sangat Tergantung Selera
Humor Ziggy memang punya penggemar sendiri. Ada pembaca yang merasa novel ini sangat lucu, tetapi ada juga yang justru tidak cocok dengan gaya humornya. Maka dari itu, pengalaman membaca setiap orang bisa sangat berbeda.
Mari Pergi Lebih Jauh, Novel Absurd yang Penuh Makna
Mari Pergi Lebih Jauh bukan sekadar novel fantasi biasa. Buku ini menghadirkan petualangan absurd dengan humor unik, permainan kata kreatif, dan kritik sosial yang diam-diam terasa dekat dengan kehidupan nyata.
Walaupun gaya penulisannya bisa terasa membingungkan bagi sebagian orang, banyak pembaca justru menyukai keanehan itulah yang membuat novel ini terasa berbeda.
Kalau kamu penasaran dengan novel fantasi Indonesia yang berbeda dari biasanya, buku ini wajib masuk daftar bacaanmu.
Yuk, baca Mari Pergi Lebih Jauh dan rasakan sendiri petualangan aneh, lucu, sekaligus penuh makna dari dunia ciptaan Ziggy!
Rekomendasi Buku Ziggy Lainnya
1. Kita Pergi Hari Ini
Di buku Kita Pergi Hari Ini, kamu akan mengikuti petualangan Mi, Ma, dan Mo bersama Nona Gigi, seekor Kucing Luar Biasa yang sangat aneh dan misterius. Saat orang tua mereka sibuk mencari uang di Kota Suara, Nona Gigi mengajak anak-anak itu pergi ke tempat-tempat yang terasa seperti mimpi. Mereka naik Kereta Air, bertemu Kolonel Jagung, hingga masuk ke Kota Terapung Kucing Luar Biasa yang penuh kejutan.
Awalnya perjalanan mereka tampak menyenangkan, tetapi lama-kelamaan suasananya berubah jadi menegangkan dan ganjil. Ziggy menghadirkan dunia absurd yang dipenuhi permainan kata, humor gelap, dan kritik sosial tentang hubungan orang tua dan anak. Meski dikemas seperti cerita fantasi anak-anak, novel ini menyimpan banyak makna yang bikin kamu berpikir setelah selesai membaca.
2. Ketika Anak-Anak Pergi
Novel Ketika Anak-Anak Pergi melanjutkan kisah Ma, Mi, Mo, dan Petronella setelah peristiwa di Mari Pergi Lebih Jauh. Kali ini, mereka harus menghadapi persoalan yang lebih rumit dan terasa lebih dekat dengan dunia orang dewasa, yaitu persidangan.
Di tengah situasi yang membingungkan, muncul berbagai tokoh baru dengan karakter unik yang membuat cerita semakin menarik. Kamu akan bertemu Ryan yang suka pergi sendirian hingga Pak Arkue, pemilik toko kue yang ikut terlibat dalam perjalanan mereka.
Ziggy kembali menghadirkan gaya bercerita absurd, penuh sindiran, tetapi tetap terasa emosional. Meski dunia yang dibangun terlihat aneh dan nyeleneh, konflik di dalamnya justru sangat dekat dengan kenyataan.
3. Di Tanah Lada
Di Tanah Lada bercerita tentang Salva atau Ava, seorang anak perempuan yang hidup bersama keluarga dengan hubungan yang tidak hangat. Papanya bahkan ingin menamainya “Saliva” karena menganggap Ava tidak berguna.
Setelah pindah ke Rusun Nero, Ava bertemu dengan P, anak laki-laki yang pandai bermain gitar dan punya kehidupan yang tidak kalah rumit. Pertemuan mereka membawa Ava masuk ke berbagai sudut kehidupan yang gelap, menyedihkan, tetapi juga penuh harapan.
Melalui sudut pandang anak-anak, Ziggy membahas banyak isu keluarga dan kekerasan dengan cara yang sederhana namun mengena. Kamu akan menemukan banyak kalimat unik dan metafora yang membuat cerita terasa berbeda dari novel lain.
4. Jakarta Sebelum Pagi
Novel Jakarta Sebelum Pagi mengajak kamu mengikuti perjalanan misterius Emina di tengah kota Jakarta pada dini hari. Semua bermula dari bunga-bunga misterius yang selalu dikirim ke balkon apartemennya tanpa nama pengirim.
Rasa penasaran membuat Emina mulai menelusuri jejak sang pengirim hingga menemukan berbagai hal aneh yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia bertemu gadis kecil misterius, apartemen sunyi tanpa suara, hingga surat-surat cinta yang menyimpan banyak rahasia.
Ziggy menghadirkan suasana Jakarta yang terasa magis sekaligus melankolis melalui detail-detail kecil yang unik. Ceritanya penuh teka-teki, tetapi tetap dibalut dengan nuansa hangat dan emosional.






