in , ,

Review Buku Warisan Dua Dunia Karya Shienny M.S

Warisan Dua Dunia – Grameds, kamu pasti pernah mendengar tentang tradisi Cap Go Meh yang dirayakan pada hari ke-15 setelah tahun baru Imlek. Tradisi ini merupakan warisan budaya yang masih diteruskan oleh peranakan Tionghoa-Indonesia, dan telah melebur menjadi budaya di beberapa kota, tanpa memandang suku.

Pada artikel kali ini, Gramin akan membahas buku berjudul Warisan Dua Dunia karya Shienny M.S yang akan membahas tentang tradisi budaya ini.

Novel Warisan Dua Dunia mengangkat kekayaan budaya Tionghoa-Indonesia dengan menyoroti tradisi lontong Cap Go Meh sebagai inti ceritanya.

Karya ini lahir dari proses akademik penulis dalam menyelesaikan studi doktoralnya yang dimulai pada tahun 2022.

Penelitian dan penulisan novel rampung pada Juni 2024, lalu dirilis secara khusus bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh. Melalui novel ini, pembaca diajak menyelami warisan budaya peranakan yang sarat makna dan nilai historis.

Dalam novel ini, Shienny menuangkan pengalaman personalnya. Sejak kecil, ia tumbuh dekat dengan Klenteng Hok An Kiong di Surabaya. Tempat tersebut menjadi inspirasi penting dalam membangun dunia cerita yang terasa hidup dan autentik.

Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam proses kreatifnya adalah menghadirkan unsur budaya Tionghoa secara alami, sehingga menyatu dengan alur cerita dan tidak terasa dipaksakan.

Diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada 3 Februari 2025 dengan ketebalan 232 halaman, Warisan Dua Dunia menawarkan kisah yang kaya emosi dan sarat akan refleksi budaya.

Profil Shienny M.S – Penulis Buku Warisan Dua Dunia

Dr. Shienny Megawati Sutanto, S.Sn., M.M., M.Ds., atau yang dikenal dengan nama Shienny M.S., merupakan dosen Visual Communication Design di Universitas Ciputra. Ia dikenal sebagai novelis dan ilustrator produktif yang telah menghasilkan sepuluh novel fiksi sejak tahun 2010.

Karier kreatifnya bermula dari dunia komik, namun keterbatasan waktu untuk menggambar ratusan ilustrasi membuatnya beralih fokus ke penulisan novel.

Di sela aktivitas mengajar, Shienny tetap disiplin mengatur jadwal penulisan dan ilustrasi secara mandiri. Kemandirian tersebut memberinya fleksibilitas tanpa mengorbankan target penyelesaian karya.

Minat menulis Shienny telah tumbuh sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Semasa SMA, karya-karyanya berupa komik dan cerita pendek telah dikirim ke berbagai tabloid dan majalah. Buku pertamanya, Past Promise, diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dan menjadi komik pertama karya seniman wanita muda yang terbit di Indonesia pada masanya.

Selain Warisan Dua Dunia, ia juga menerbitkan beberapa karya. Mulai dari tetralogi fantasi Ther Melian yang terdiri dari Ther Melian Revelation, Ther Melian Chronicle, Ther Melian Discord, dan Ther Melian Genesis, serta dua novel pendamping berjudul Anthology dan Recollection.

Lebih dari itu, ia juga telah melahirkan berbagai karya lain, mulai dari komik hingga buku panduan menggambar.

Sinopsis Buku Warisan Dua Dunia

button cek gramedia com

Aileen sering mengeluh ketika harus membantu Ama di kelenteng. Terbiasa hidup berkecukupan, ia tumbuh tanpa ketertarikan mendalam terhadap budaya leluhurnya dan kerap menganggap tradisi sebagai hal yang merepotkan.

Namun, pandangannya perlahan berubah ketika ia mengalami sebuah perjalanan misterius yang membawanya melampaui batas dunia yang ia kenal.

Dalam perjalanan tersebut, Aileen mulai memahami makna di balik ritual yang dilakukan Ama, serta akar budaya dari masakan dan tradisi yang selama ini ia abaikan.

Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga yang tidak semua orang berkesempatan mengalaminya, sekaligus membuka matanya terhadap arti warisan, identitas, dan hubungan antargenerasi.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Warisan Dua Dunia

Pros & Cons

Pros
  • Representasi budaya Tionghoa-Indonesia
  • Ilustrasi Shio.
  • Penjabaran tradisi yang informatif.
  • Alur cerita yang sederhana dan ringan.
  • Glosarium istilah Tionghoa.
Cons
  • Tempo awal yang lambat.
  • Pembaca yang tersegmentasi.
  • Penutup cerita yang kurang mendalam.

 

Kelebihan Buku Warisan Dua Dunia

Buku Warisan Dua Dunia karya Shienny M.S memiliki beberapa kelebihan yang membuat buku ini tampil menarik untuk turut kamu telusuri.

  • Representasi budaya Tionghoa-Indonesia

Novel ini mengangkat tradisi Cap Go Meh sebagai latar utama cerita.

Melalui pendekatan yang ringan dan narasi yang mengalir, pembaca diajak mengenal budaya Tionghoa-Indonesia secara lebih dekat.

Tema budaya disampaikan dengan cara yang ramah bagi pembaca muda, sehingga terasa edukatif tanpa menggurui.

  • Ilustrasi shio

Warisan Dua Dunia dilengkapi dengan 18 ilustrasi yang dibuat langsung oleh penulis.

Salah satu bagian yang paling menonjol adalah visualisasi dua belas shio yang diakui sebagai proses paling menantang.

Versi digital novel ini disajikan dalam format berwarna, sedangkan edisi cetak menggunakan ilustrasi hitam putih.

  • Penjabaran tradisi yang informatif

Buku ini memberikan penjelasan yang cukup rinci mengenai tradisi Cap Go Meh di kalangan Tionghoa-Indonesia, termasuk makna simbolik di balik setiap ritual.

Seluruh informasi tersebut dikemas dalam bentuk novel middle grade yang tetap menyenangkan dan mudah diikuti.

  • Alur cerita yang sederhana dan ringan

Plot cerita disusun secara linear dengan konflik yang ringan. Gaya bahasanya mudah dipahami, sehingga cocok untuk pembaca dari berbagai latar belakang, terutama anak dan remaja yang baru mulai mengeksplorasi bacaan bertema budaya.

  • Glosarium istilah Tionghoa

Bagi pembaca yang belum familiar dengan istilah yang umum digunakan dalam budaya Tionghoa-Indonesia, buku ini menyediakan glosarium di bagian akhir.

Kehadiran glosarium ini sangat membantu dalam memahami konteks cerita tanpa mengganggu alur membaca.

Kekurangan Buku Warisan Dua Dunia

Buku Warisan Dua Dunia karya Shienny M.S memang bacaan yang sangat menarik dengan segala kelebihannya, akan tetapi buku ini masih memiliki kekurangan yaitu:

  • Tempo awal yang lambat

Bagian pengenalan cerita terasa cukup panjang karena memakan sekitar enam puluh satu halaman.

Pada tahap ini, cerita berjalan relatif pelan dan dapat menimbulkan rasa jenuh, terlebih karena belum ada ilustrasi yang menampilkan kemeriahan Cap Go Meh.

Unsur fantasi baru mulai terasa pada bab tujuh, yang kemudian membuat alur cerita menjadi lebih menarik.

  • Pembaca yang tersegmentasi

Novel ini lebih cocok untuk anak-anak hingga remaja. Bagi pembaca dewasa, karakter dan konflik yang disajikan mungkin terasa kurang realistis.

Tokoh utama, Aileen, digambarkan hidup dalam lingkungan keluarga yang sangat ideal, dengan latar sosial ekonomi yang mapan dan suasana yang serba positif, sehingga perjalanan hidupnya terkesan terlalu mulus.

  • Penutup cerita yang kurang mendalam

Bagian akhir cerita terasa kurang memuaskan karena unsur fantasi yang menjadi daya tarik utama belum dieksplorasi secara maksimal.

Dengan pengembangan yang lebih dalam pada aspek tersebut, penutup cerita berpotensi memberikan kesan yang lebih kuat bagi pembaca.

Sekilas Tentang Cap Go Meh

Cap Go Meh merupakan perayaan yang menandai hari ke-15, sekaligus menjadi puncak dan penutup rangkaian Tahun Baru Imlek.

Secara etimologis, istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian, di mana Cap Go berarti lima belas dan Meh berarti malam.

Pada tahun 2026, perayaan Cap Go Meh jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026. Perayaan ini menutup rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan dikenal sebagai Tahun Kuda Api.

Di Indonesia, Cap Go Meh dirayakan dengan kuatnya unsur akulturasi antara budaya Tionghoa dan tradisi lokal. Perayaan ini biasanya dimeriahkan dengan berbagai kegiatan khas yang sarat makna simbolis.

  • Pawai Barongsai dan Liong: Pertunjukan barongsai dan tarian naga menjadi bagian penting dalam perayaan Cap Go Meh. Atraksi ini dipercaya mampu mengusir energi negatif sekaligus membawa keberuntungan dan keselamatan bagi masyarakat.
  • Festival Lampion: Kemerlip lampion warna-warni dipasang dan diterbangkan sebagai simbol doa dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Cahaya lampion juga melambangkan penerangan jalan hidup dan kebahagiaan.
  • Pawai Tatung (Singkawang): Di Singkawang, Cap Go Meh identik dengan pawai Tatung, yaitu ritual tradisional di mana para peserta yang diyakini dirasuki roh leluhur memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk ritual tolak bala dan pembersihan diri dari mara bahaya.
  • Lontong Cap Go Meh: Lontong Cap Go Meh merupakan hidangan khas hasil perpaduan budaya Tionghoa dan Nusantara. Sajian ini melambangkan keberuntungan dan kemakmuran, serta menjadi pengganti tradisi menyantap ronde atau yuan xiao yang umum dilakukan di Tiongkok.
  • Ritual Bakar Naga: Di beberapa wilayah, seperti Singkawang, replika naga yang digunakan dalam pawai akan dibakar di akhir perayaan. Prosesi ini dimaknai sebagai simbol pengembalian roh dewa naga ke alam langit setelah menyertai perayaan di dunia manusia.

Penutup

Warisan Dua Dunia hadir sebagai novel teenlit yang ringan dan cocok bagi remaja yang mencari bacaan menghibur sekaligus memperkaya pengetahuan.

Melalui kisah yang sederhana namun bermakna, novel ini menunjukkan bagaimana akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia tumbuh, hidup, dan layak diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Perjalanan Aileen terasa begitu dekat dengan keseharian peranakan Tionghoa-Indonesia, menghadirkan nuansa nostalgia yang hangat dan personal.

Cerita ini tidak hanya mengajak pembaca menikmati alur yang mengalir, tetapi juga memancing rasa ingin tahu untuk menelusuri lebih dalam makna budaya, keluarga, dan identitas yang tersimpan di balik setiap tradisi.

Buku Warisan Dua Dunia Karya Shienny M.S ini bisa jadi bacaan menjelang Tahun Baru Imlek 2026 yang menyenangkan! Jangan lupa untuk mendapatkan buku ini hanya di Gramedia.com!

Sebagai teman untuk menemanimu #TumbuhBermakna, kami selalu siap menyediakan informasi terbaik dan terlengkap untuk kamu. Selamat membaca!

 

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

Ther Melian: Revelation (Collector Edition)

Ther Melian

button cek gramedia com

Vrey, pencuri andal anggota komplotan Kucing Liar, terbiasa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Valadin, Elvar terhormat yang menjalani hidupnya sebagai seorang Eldynn, kesatria suci yang bersumpah melindungi sesamanya. Kisah mereka terjalin di Ther Melian, sebuah benua tropis kecil yang diselimuti kabut dan misteri. Vrey memburu harta legendaris yang diimpikan setiap pencuri. Sedang Valadin menjalankan misi rahasia untuk mengembalikan kejayaan bangsanya. Pencarian masing-masing membawa mereka dalam petualangan yang luar biasa, dan pada akhirnya mempertemukan mereka…. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Akankah mereka berakhir sebagai teman atau musuh?

 

Ther Melian: Chronicle (Collector Edition)

Ther Melian: Chronicle

button cek gramedia com

Setelah takdir mempertemukannya kembali dengan Valadin, Vrey dan teman-temannya nyaris tak selamat dari maut. Keadaan memburuk ketika Rion membongkar rahasia Aelwen, membuat Vrey terjebak di antara kemarahan dan keraguan–apakah luka akibat kebohongan itu cukup membuatnya tega mengirim Aelwen kembali ke penjara bertakhtakan emasnya?

Sementara itu Valadin bertekad menuntaskan misinya, apa pun akibatnya. Bahkan jika itu berarti dia harus kembali berhadapan dengan Vrey untuk merebut kembali Relik Safir. Kali ini, mereka harus memilih; mengenang masa lalu yang manis, atau bertarung demi masa depan yang diimpikan masing-masing. Ini adalah kelanjutan KISAH mereka…

 

Ther Melian-Genesis (Collector`s Edition)

Ther Melian: Genesis

button cek gramedia com

Perjalanan panjang Valadin mungumpulkan Relik Elemental selesai sudah. Berbekal kepingan-kepingan para Aether, Valadin menuju Laut Kematian untuk menyatukan ketujuh Relik. Dia pun harus menempuh satu ujian terakhir. Sementara itu, Vrey dan teman-temannya mendapat bantuan dari seorang wanita misterius, yang mengetahui rahasia kelam Benua Ther Melian.