Monster Minister – Grameds, pernah nggak sih kamu merasa hidup itu seperti rapat kabinet tanpa jeda? Tuntutan keluarga di satu sisi, ambisi pribadi di sisi lain, dan kamu berdiri di tengah seperti menteri yang harus tetap tenang walau dunia rasanya mau sidang paripurna setiap hari.
Dari kegelisahan yang terasa nyata itulah Monster Minister karya Aya Widjaja lahir. Novel ini merupakan adaptasi dari cerita Wattpad dengan judul yang sama mulai ditulis sejak 2020, dan sukses memikat lebih dari 13,1 ribu pembaca melalui akun @ayawidjaja. Di tahun yang sama, kisah ini meraih peringkat pertama kategori cerita politik dan peringkat kelima kategori minister, sekaligus dinobatkan sebagai Pemenang The Writer’ Show 2020, pencapaian yang semakin mengukuhkan kualitas ceritanya.
Mengusung percintaan berlatar politik dunia kerja, Monster Minister menampilkan dinamika yang terasa dekat dan realistis. Tokoh utamanya adalah seorang sandwich generation yang terhimpit antara tanggung jawab keluarga dan ambisi pribadi. Lewat konflik yang dihadirkan, pembaca diajak melihat bahwa perjuangan itu bukan hanya soal berkorban, tetapi juga tentang menemukan cinta dan keberanian di tengah tekanan hidup.
Lalu, bagaimana jika “monster” yang dimaksud bukan sekadar jabatan, melainkan pilihan-pilihan yang harus diambil? Di bagian berikutnya, kita akan mengupas sisi paling menarik dari karakter dan konflik yang membuat kisah ini terasa begitu relevan!
Table of Contents
Mengenal Sandwich Generation
Grameds, pernah merasa hidup kamu seperti berdiri di tengah dua pintu yang sama-sama harus dibuka? Itulah gambaran sandwich generation. Umumnya, mereka adalah pria dan wanita berusia di atas tiga puluh tahun, sudah menikah, dan memiliki pekerjaan tetap. Terlihat mapan, tetapi di balik itu ada beban gand yang harus dipikul: mengurus kebutuhan anak sekaligus memastikan orang tua tetap terawat, mulai dari transportasi, makanan, kesehatan, hingga urusan rumah tangga lainnya.
Salah satu penyebab utama munculnya generasi sandwich adalah persoalan finansial. Ketika orang tua tidak memiliki tabungan hari tua atau dana darurat yang memadai, ketergantungan kepada anak menjadi sulit dihindari. Saat sumber penghasilan utama berhenti, tanggung jawab itu otomatis berpindah. Di titik ini, kemampuan mengatur dan mengelola keuangan menjadi faktor yang sangta menentukan.
Selain faktor ekonomi, budaya juga berperan besar. Ada anggapan kuat bahwa anak memang berkewajiban merawat dan menanggung orang tua sebagai bentuk bakti. Nilai ini tentu mulia, tetapi dalam praktiknya sering membuat banyak orang berada di posisi terhimpit. Di sinilah realitas sandwich generation terasa nyata. Bukan sekadar istilah, melainkan situasi hidup yang menuntut keseimbangan di tengah tekanan.
Profil Aya Widjaja – Penulis Novel Monster Minister
Aya Widjaja adalah seorang penulis yang gemar bereksperimen dengan berbagai genre dalam karyanya. Hingga kini, ia telah menerbitkan tujuh novel dengan tema yang beragam. Uniknya, Aya memiliki kebiasaan menghadirkan karakter dari novel sebelumnya sebagai cameo di cerita-cerita barunya. Jadi, jangan heran jika Anda menemukan tokoh lintas novel yang tiba-tiba muncul di bukunya—seolah dunia yang ia ciptakan saling terhubung.
Novel Dewa Angkara Murka menjadi karya ke-8 Aya setelah sejumlah novel yang telah lebih dulu diterbitkan, seperti Starstruck Syndrome (Bentang Belia), Failure Tale (Elexmedia), Editor’s Block (Storial Publishing), Monster Minister (KPG POP), Hellove (KataDepan), Alegori Valerie (Noura Publishing), dan Ghosting Writer (GPU). Setiap karyanya memiliki ciri khas tersendiri dan memperlihatkan kreativitasnya dalam mengeksplorasi cerita.
Saat ini, Aya tengah berusaha lebih konsisten dalam menyelesaikan naskah-naskahnya yang masih terbengkalai di berbagai platform. Sambil terus menulis, ia juga menantikan penerbitan novel terbarunya yang berjudul Cita Rasa untuk Jiwa yang Mati Rasa, yang akan segera terbit di Penerbit Buku Kompas. Bagi para penggemarnya, ini tentu menjadi kabar yang sangat dinantikan!
Sinopsis Novel Monster Minister
Kalita Yuma sudah di titik lelah paling sunyi. Target tak masuk akal dari bosnya yang keras dan tak kenal ampun menguras tenaga, pikiran, bahkan hubungannya dengan Ibram ikut tumbang karena jam kerja yang seolah tak punya pintu keluar. Atas nasihat sang ibu, Kalita memutuskan resign dan menerima gaji lebih kecil sebagai staf di Kementerian Penerangan Informasi demi hidup yang lebih tenang. Namun ketenagan itu hanya seumur jagung. Aldrich Avery Sharga, mantan bos yang dulu menjadi sumber tekanannya, justru diangkat sebagai Menteri Penerangan Informasi. Artinya, sosok yang paling ingin ia hindari kini duduk di kursi tertinggi, hanya beberapa langkah dari mejanya.
Saat orang-orang menyambut menteri muda itu sebagai angin segar, Kalita malah sibuk menyebar CV ke mana-mana, berharap bisa kabur sebelumnya terlambat. Ironisnya, nasib justru menariknya lebih dekat. Ia ditunjuk sebagai sekretaris pribadi Pak Menteri. Ingin menolak, tetapi sebagai sandwich generation yang menanggung beban keluarga, kehilangan pekerjaan bukan opsi realistis. Dengan berat hati, Kalita kembali masuk ke lingkaran yang dulu melukainya. Pertanyaannya, apakah kali ini ia akan sekadar bertahan, atau justru menemukan akhir yang berbeda dari masa lalu?
Kelebihan dan Kekurangan Novel Monster Minister
Kelebihan Novel Monster Minister
Novel Monster Minister karya Aya Widjaja Memiliki banyak kelebihan yang menjadikannya novel yang wajib untuk dimiliki.
- Tema yang kekinian dan relevan
Monster Minister mengangkat tema yang sangat dekat dengan realitas masa kini. Aya Widjaja menghadirkan kisah tentang generasi sandwich yang harus menanggung beban keluarga sambil tetap berjuang di dunia kerja, sebuah situasi yang dialami banyak orang saat ini. Ditambah dengan intrik politik di lingkungan kementerian, tema ini terasa segar sekaligus relevan karena menunjukkan bagaimana kehidupan pribadi dan profesional bisa saling bertabrakan.
- Gaya bercerita yang lucu manis dan hangat
Meski mengangkat konflik kehidupan yang cukup berat, penulis membalutnya dengan gaya bercerita yang lucu, manis, dan hangat. Kalita digambarkan sebagai tokoh yang dekat dengan keseharian pembaca, sementara interaksinya dengan orang-orang di sekitarnya disajikan dengan humor yang menghibur. Kehangatan cerita membuat pembaca tetap nyaman mengikuti alurnya, seolah sedang mendengar kisah dari seorang teman.
- Page turner
Novel ini tergolong sebagai page turner karena mampu membuat pembaca terus ingin membuka halaman demi halaman berikutnya. Setiap bab mengalir dengan ritme yang pas, tidak terlalu cepat tetapi juga tidak berlarut-larut. Konflik yang dihadirkan ringan namun cukup kuat untuk menjaga rasa penasaran pembaca hingga akhir cerita.
- Interaksi antar karakter yang menarik
Kelebihan lain dari Monster Minister terletak pada interaksi antar karakternya. Hubungan Kalita dan Aldrich sebagai bawahan dan atasan di kantor kementerian ditulis dengan sangat natural. Percakapan mereka terasa hidup, tidak dibuat-buat, dan menampilkan dinamika yang menarik. Hal ini membuat hubungan keduanya semakin meyakinkan dan menjadi pusat perhatian dalam cerita.
- Memberikan pengetahuan lebih tentang institusi pemerintahan
Novel ini tidak hanya menyajikan kisah romansa saja, tetapi juga memberikan pengetahuan tambahan tentang kehidupan di sebuah institusi pemerintahan. Pembaca bisa menemukan trivia mengenai pekerjaan sehari-hari di kementerian yang disampaikan dengan cara sederhana dan menyenangkan. Informasi ini membuat cerita terasa lebih nyata sekaligus memperkaya pengalaman membaca.
- Romansa yang pas
Aya Widjaja tidak menjejali cerita dengan kata-kata manis yang berlebihan, melainkan menyajikan hubungan cinta yang berkembang perlahan dan alami. Takarannya yang pas membuat kisah cinta Kalita dan Aldrich lebih meyakinkan dan menyentuh, tanpa kehilangan keseimbangan dengan konflik utama cerita.
.
Kekurangan Novel Monster Minister
- Alur cerita mudah ditebak
Salah satu kelemahan dari Monster Minister terletak pada alur ceritanya yang relatif mudah ditebak. Sejak awal, konflik utama hingga potensi arah hubungan antara Kalita dan Aldrich sudah bisa diraba oleh pembaca.
- Ada plot hole dan ending yang menggantung
Selain alur yang mudah ditebak, novel ini juga masih menyisakan beberapa plot hole yang membuat ceritanya terasa kurang rapat. Ada bagian-bagian yang seolah dilewati begitu saja tanpa penjelasan yang cukup, sehingga menyisakan pertanyaan di benak pembaca. Ending cerita yang dibuat menggantung semakin memperkuat kesan tersebut. Bagi sebagian pembaca, akhir yang terbuka memang bisa menambah ruang imajinasi, namun di sisi lain juga bisa menimbulkan rasa tidak puas karena beberapa konflik tidak benar-benar tuntas.
Penutup
Drama antara atasan dan bawahan memang sering kali menjadi bumbu sehari-hari di dunia kerja, Grameds. Namun, bagaimana jadinya jika drama itu melibatkan dua orang yang sama-sama lajang dan berada di sisi yang berlawanan? Dari rasa benci yang perlahan berubah menjadi cinta, Monster Minister menghadirkan kisah romansa kantor yang segar dan dekat dengan keseharian. Bagi kamu yang gemar membaca cerita office romance dan sedang mencari bacaan ringan yang mampu membuatmu tersenyum sekaligus merasa relate dengan pengalaman di tempat kerja, novel ini adalah pilihan yang tepat. Monster Minister bukan hanya sekadar cerita cinta, tetapi juga sebuah kisah yang akan menemani hari-harimu dengan hangat dan penuh warna.
Novel Monster Minister karya Aya Widjaja bisa kamu pesan dengan mudah di Gramedia.com! Kamu juga bisa dapatkan novel-novel recommended karya Aya Widjaja lainnya di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
1. MetroPop: Dewa Angkara Murka
Namanya Dewangkara Maheswara. Namun, anak buahnya sepakat mengganti namanya menjadi Dewa Angkara Murka. Selain tukang murka, dia juga suka bertitah bagai dewa. Apa pun yang diinginkan harus tercapai saat itu juga. Termasuk saat Dewang “memerintah” Mosha menjadi “pasangannya” supaya dia batal dijodohkan. Mosha awalnya menolak. Namun, undangan pernikahan dari Kyle—rekan kerja sekaligus mantan pacar—membuat hati Mosha terbakar.
Selama lima tahun pacaran, Kyle bilang dia tidak percaya komitmen. Tak lama setelah putus, Kyle malah menikah. Tentu saja Mosha sakit hati. Mosha akhirnya membuat perjanjian dengan iblis—eh, Dewang. Adakah cara yang lebih jitu untuk membalas mantan selain menghadiri pernikahannya dengan membawa pasangan yang jauh lebih keren?
2. Ghosting Writer
“Ghosting Writer? Nama pena apaan, tuh! Pasti dia cuma writer tukang ghosting pembaca alias nulis cerita nggak kelar-kelar!” Sebagai penulis di T3, salah satu platform menulis online, Wilma tidak bisa berhenti julid setiap kali mendengar Ghosting Writer disebut-sebut teman sekelasnya. Masalahnya, Wilma sudah lebih lama menulis di T3 dan susah payah mendapatkan peringkat tinggi dengan mempromosikan ceritanya ke semua media sosial dan mengikuti keinginan pembaca.
Sedangkan Ghosting Writer bisa melampaui popularitas Wilma tanpa promosi atau bersusah payah. Argh! Nyebelin! Belum lagi kakak kelasnya, Ganindra, terus-terusan mengganggunya tanpa alasan; meledeknya penjajah karena namanya mirip ratu Belanda zaman penjajahan, memanggilnya dengan merek minyak goreng, dan sering melempar gombalan-gombalan jayus yang bikin merinding. Ganindra ada masalah apa sih sama Wilma? Keisengan Ganindra bikin Wilma, yang sudah bete karena perkara Ghosting Writer dan peringkat T3, jadi makin mumet. Duuh! Apa yang harus Wilma lakukan untuk menyingkirkan Ganindra dan memperbaiki peringkatnya di T3 yang dibalap Ghosting Writer?
- 101 Fabel Nusantara
- 23 Ways to Say I Love You
- 50 to 20: Pesan dari Paruh Perjalanan
- A Poem with Your Name
- Akasha: Record of Ragnarok
- Aku (AADC)
- Alaia III
- Anonymous Crush 2
- Ayah, Berjuang Sendiri Itu, Capek!
- Barangkali Kita Memang Perlu Hari Patah Hati
- Berandal Bandung
- Black Powder War
- Bonjour Paris! La Fleur de L’amour
- Brisingr
- Dalam Bayang-Bayang Lenin
- Damn I Love Risol
- Destination Jakarta 2040
- Eldest
- Ensiklopedia Fakta Seru
- Fourth Wing
- Hi Berlin
- Himam
- Hiu Sang Predator
- Hold Me, Never Let Go
- Hotel Magnifique
- I Can't Talk so Smoothly
- I Got a Cheat Skill in Another World and Became Unrivaled in the Real World, Too
- I'll Go To You When The Weather is Nice
- Kata Sandi
- Kembali ke Batavia
- Kost Pak Raden
- Kost Pak Raden
- Lentera Hati
- Lima Sekawan: Melacak Jejak Rahasia
- Lima Sekawan: Rahasia di Pulau Kirrin
- Little Magacal Piya
- Look Back
- Maaf Aku Lahir ke Bumi
- Madonna in a Fur Coat
- Malam Sunyi Hercule Poirot
- Memorial Perfume Shop
- Monster Minister
- Moriarty The Patriot
- Musim Yang Tak Sempat Kita Miliki
- Mystery Basketball
- Penyihir Dahsyat dari Oz
- Pemikiran Karl Marx
- Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer
- Princess, Bajak Laut, dan Alien
- Psikoanalisis Sigmund Freud
- Pulih dari Trauma
- Renjana Azerbaijan
- Rinduku Sederas Hujan Sore Itu
- Ronggeng Dukuh Paruk
- Rumah Kecil Alie
- Rumah Tanpa Cahaya
- Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
- Sherlock Holmes: Koleksi Kasus 1
- Si Bungsu dan Luka
- Tanpa Ayah Tanpa Arah
- Tentang Sebuah Tempat di Wilayah Kinki
- The School of Life: An Emotional Education
- The Adventures of Tom Sawyer
- The Book Censor's Library
- The Dating Game
- The Enchanted Garden 1
- The Enchanted Garden 2
- The Humans
- The Tale of Dororo and Hyakkimaru
- The Otherwhere Post
- This Is How You Heal
- This Is Me Letting You Go
- What It Takes Asia Tenggara
- White Book
- White Nights



