Musim yang Tak Sempat Kita Miliki – Grameds tentu sudah tidak asing lagi dengan Rintik Sedu, nama pena dari Nadhifa Allya Tsana, penulis muda berbakat yang karyanya kerap mencuri perhatian pembaca. Berbagai bukunya berhasil menempati jajaran best seller, bahkan beberapa di antaranya telah diangkat ke layar lebar. Kali ini, Rintik Sedu kembali menyapa pembaca lewat karya terbarunya yang berjudul Musim yang Tak Sempat Kita Miliki.
Novel ini menawarkan bacaan yang ringan sekaligus sangat relevan dengan dinamika kehidupan generasi Z saat ini. Ceritanya menyinggung kegelisahan yang akrab dirasakan, seperti kecenderungan meromantisasi masa lalu, terjebak dalam perasaan sendiri, hingga dilema memilih antara orang lama atau orang baru. Pembaca diajak menyelami kebimbangan antara sosok yang tidak memberi kepastian namun dicintai, atau pilihan yang jelas namun tanpa rasa.
Musim yang Tak Sempat Kita Miliki hadir dalam 272 halaman dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 17 Oktober 2025. Lewat artikel ini, kita akan mengulas lebih dalam isi dan daya tarik novel tersebut. Jadi, simak pembahasannya sampai akhir ya!
Table of Contents
Profil Rintik Sedu – Penulis Novel Musim yang Tak Sempat Kita Miliki
Rintik Sedu merupakan nama pena dari Nadhifa Allya Tsana atau yang akrab dipanggil Tsana. Sosok wanita ini berasal dari Jakarta, yang lahir pada 4 Mei 1998. Tsana diketahui sudah suka menulis sejak ia masih menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebelumnya, Tsana memang sudah hobi membaca. Ia tak hanya gemar membaca buku Bahasa Indonesia saja, tetapi juga gemar membaca buku dalam Bahasa Inggris. Maka dari itu, tak heran jika ia memiliki kemampuan yang bagus dalam menulis dan berbicara dalam bahasa asing itu. Melalui hobinya dalam meramu kata-kata, Tsana mempunyai keinginan untuk dikenal oleh masyarakat luas melalui tulisannya.
Maka dari itu, ia mulai mempublikasi karya tulisnya dari lingkup yang paling kecil, yaitu mading sekolahnya. Sepanjang 3 bulan lamanya, setiap hari Jumat, Tsana mengirimkan kisah karya tulisnya untuk dipajang di mading sekolah. Namun, tidak ada satu pun karya Tsana yang berhasil dipajang. Ia sempat berpikir bahwa orang lain menganggap kisah yang ditulisnya absurd. Maka dari itu, mungkin mereka berpikiran bahwa kalau kisah itu dipajang di mading, tak akan ada yang mau membacanya. Jadi, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak memajang karya Tsana.
Setelah itu, Tsana memutuskan untuk meminta kembali semua karya tulisnya yang pernah dikirim untuk dipajang di mading sekolah. Tsana kemudian memutuskan untuk menulis di blog pribadi saja, tanpa peduli akan ada orang yang membaca blog itu atau tidak. Sebab, hal yang paling penting baginya, yaitu ia tak menyimpan cerita yang ditulisnya untuk dirinya sendiri. Maka dari itu, ia punya keinginan untuk selalu mempublikasi karyanya. Hingga pada suatu hari, ada seseorang yang menuliskan komentar di blognya, menyarankan Tsana untuk beralih menulis dan mempublikasi karya tulisnya di platform Wattpad.
Berawal dari Wattpad, Tsana memulai karir kepenulisannya secara profesional dengan membuat novel. Adapun inspirasi tulisan Tsana merupakan hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya, selama hidupnya. Ia juga kadang menyesuaikan dengan situasi umum dan masalah-masalah yang sering terjadi di masyarakat, supaya karyanya dapat relevan dengan pengalaman para pembacanya. Tsana seringkali menulis cerita saat dirinya sedang berada di transportasi umum, ketika ia sedang dalam perjalanan, di mana ia dapat mengamati sekitar.
Sampai saat ini, sudah ada total 8 buku yang berhasil diterbitkan oleh Rintik Sedu. Buku-buku tersebut, yakni Geez dan Ann #1 (2017), Geez dan Ann #2 (2017), Buku Rahasia Geez (2018), Kata (2018), Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang (2020), Buku Minta Dibanting (2020), Geez dan Ann #3 (2020), Pukul Setengah Lima (2023), serta yang akan dibahas pada artikel ini, Musim yang Tak Sempat Kita Miliki (2025).
Sinopsis Novel Musim yang Tak Sempat Kita Miliki
Rani adalah seorang editor yang bekerja di sebuah penerbitan. Ia menikmati kehidupan sederhana dan dunianya yang terasa nyaman di penghujung usia dua puluhan, meskipun sesekali harus menghadapi godaan ringan dari rekan-rekan kerjanya.
Suatu ketika, kantor tempat Rani bekerja mendapatkan proyek besar dari sebuah merek parfum lokal yang ingin meluncurkan produk terbarunya melalui sebuah buku. Kesempatan ini menjadi momen yang telah lama ia nantikan, karena Rani akhirnya berpeluang mewujudkan impiannya untuk menerbitkan buku pertama. Namun, selama proses penggarapan naskah, ia justru dipertemukan kembali dengan sosok dari masa lalu yang pernah menjadi alasan awal dirinya jatuh cinta pada dunia menulis.
Mampukah Rani menyelesaikan buku tersebut dengan baik, atau justru kenangan lama itu kembali mengikat perasaannya dan membawanya semakin jauh ke masa lalu?
Kelebihan dan Kekurangan Novel Musim yang Tak Sempat Kita Miliki
Kelebihan Novel Musim yang Tak Sempat Kita Miliki
Novel Musim yang Tak Sempat Kita Miliki karya Rintik Sedu memiliki banyak kelebihan yang membuatnya menarik banyak pembaca dan bisa terpajang di rak buku best seller. Â
- Bacaan yang ringan
Novel ini tergolong ringan dan nyaman dibaca. Dengan alur yang tidak rumit, pembaca bisa menuntaskannya dalam waktu relatif singkat, bahkan kurang dari satu minggu jika dibaca secara konsisten di sela aktivitas harian.
- Rollercoaster emosi
Rintik Sedu berhasil mengajak pembaca naik turun secara emosional lewat pengalaman dan sudut pandang tokoh-tokohnya. Perasaan yang disajikan terasa dekat, hingga tanpa sadar pembaca bisa tersenyum sendiri atau larut dalam emosi saat mengikuti ceritanya.
- Cerita yang dekat dengan kehidupan nyata
Latar dunia kerja, proyek kreatif, tenggat waktu, hingga dilema dalam mengambil keputusan saat perasaan belum sepenuhnya siap terasa sangat relevan dengan keseharian. Semua detail tersebut disajikan secara natural sehingga mudah dibayangkan dan terasa nyata.
- Karakter yang realistis
Karakter Rani digambarkan tidak terburu-buru dalam menyadari perasaannya, terutama terhadap Surya. Sikapnya yang cenderung berhati-hati, penuh pertimbangan, dan memberi ruang bagi waktu membuatnya terasa realistis. Cara Rani menyelesaikan urusan masa lalu dan menutup proyek yang ia kerjakan juga terasa dewasa, tenang, dan tanpa drama berlebihan. Akhir cerita memberikan rasa tuntas yang memuaskan.
- Penuh makna
Meski alurnya sederhana, novel ini menyimpan banyak makna tentang mencintai, melepaskan, dan menerima perasaan. Kisah Rani mengajak pembaca untuk merenungkan kembali perjalanan cinta masing-masing, tentang bagaimana kebahagiaan terkadang datang dari arah yang tidak pernah disangka.
Kekurangan Novel Musim yang Tak Sempat Kita Miliki
Meskipun Novel Musim yang Tak Sempat Kita Miliki karya Rintik Sedu ini memiliki beberapa kelebihan, buku ini tetap memiliki masukan yang bisa menjadikan bacaan ini lebih baik.
- Alur cerita mudah ditebak
Mengusung genre romansa dengan konflik seputar masa lalu dan perasaan yang belum selesai, alur cerita novel ini terasa cukup familiar, terutama bagi pembaca yang sudah mengikuti karya-karya Rintik Sedu sebelumnya. Jalan ceritanya cenderung mudah diprediksi. Kehadiran konflik yang lebih berbeda atau twist yang tak terduga mungkin bisa membuat cerita terasa lebih segar.
Pesan Moral Novel Musim yang Tak Sempat Kita Miliki
Novel Musim yang Tak Sempat Kita Miliki menyampaikan pesan moral yang begitu dekat dengan realitas banyak orang, terutama tentang cara kita memandang cinta dan kehadiran seseorang dalam hidup. Kisah ini mengajak pembaca untuk menyadari bahwa ketulusan sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana, lewat perhatian kecil, sikap konsisten, dan kehadiran yang tidak banyak menuntut. Namun, justru hal-hal inilah yang kerap diabaikan karena fokus kita tertuju pada sosok yang terus berputar di kepala, meski tak pernah benar-benar hadir.
Tanpa disadari, kita menyepelekan mereka yang berjuang, menganggapnya sekedar candaan atau kebiasaan, hingga akhirnya kehilangan keduanya sekaligus. Novel ini menjadi cermin tentang bagaimana manusia sering terlambat memahami nilai sebuah kehadiran.
Lebih dari sekadar kisah romansa, novel ini juga menekankan pentingnya berdamai dengan masa lalu. Rintik Sedu mengingatkan bahwa tidak semua hubungan ditakdirkan untuk bertahan, dan tidak semua perasaan perlu diperjuangkan tanpa henti. Ada hal-hal yang memang harus selesai agar ruang baru dapat terbuka.
Ketika seseorang terus memaksakan diri untuk menggenggam yang seharusnya dilepas, ia justru menghambat langkahnya sendiri. Pesan ini mengajak pembaca untuk belajar menerima akhir, melepaskan dengan lapang dada, dan berani melangkah ke depan.
Sebab, sering kali kebahagiaan bukan terletak pada apa yang kita kejar, melainkan pada keberanian untuk berhenti menoleh ke belakang dan memberi kesempatan pada hidup untuk menghadirkan yang seharusnya.
“Aku meyakini bahwa apa yang digariskan untuk selesai, ya sudah seharusnya selesai. Kalau kita paksakan untuk terus berlanjut, kita justru menghalangi apa yang seharusnya datang berikutnya. Jalan hidup yang seharusnya kita jalani, terhalang karena kita yang terus melihat ke belakang,”
— MYTSKM, Rintik Sedu
Penutup
Bagi kamu yang sedang mengagumi seseorang dan cintamu rasanya tak berbalas atau kamu yang sering dianggap backburner, novel Musim yang Tak Sempat Kita Miliki karya Rintik Sedu ini cocok banget untuk kamu! Novel ini pastinya bisa menghibur kamu dan menemani kegalauan, Grameds.
Novel ini bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com! Sebagai teman untuk menemanimu #TumbuhBersama, kami selalu siap menyediakan informasi terbaik dan terlengkap untuk kamu. Selamat membaca!
Rekomendasi Buku
Pukul Setengah Lima
Alina membenci hidupnya. Ia menciptakan realitas baru dengan menjelma menjadi seseorang bernama Marni ketika berkenalan dengan laki-laki yang ia temui di bus pada petang pukul setengah lima.
Apakah kebohongan itu berhasil menyelamatkannya atau malah menambah kesialan dalam hidupnya? Bagaimana nasib laki-laki yang telanjur jatuh hati pada Marni itu? Apakah Alina mampu menjaga identitas rahasianya? Apakah Alina bisa menyukai hidupnya meski dalam sebuah kepalsuan yang sempurna?
Buku Minta Dibanting
Hei, kalian yang ngakunya single-but-unavailable, masih sering di-PHP-in? Lo yang mendadak berharap cuma gara-gara di-chat, atau gimana? Suka ngasih kode ke gebetan, tapi nggak mempan? Atau belum bisa move on dari mantan yang udah gandeng pasangan barunya? Buku ini pas banget buat kalian. Bisa kalian sobek dan kirim langsung ke target, daripada ngasih kode via media sosial yang dilihat-juga-nggak sama target. Izinkan Mblo dan Mblu membantu kalian, tapi jangan baper ya, soalnya ini tuh Buku Minta Dibanting banget!
Buku ini termasuk dalam jenis seperti sebuah kumpulan puisi. Buku ini berisi kata-kata puitis yang berkaitan dengan kehidupan seorang lajang yang bisa membuat para pembaca tersenyum sendiri. Hal ini juga mengajarkan kita untuk tidak mudah terbawa perasaan dengan orang lain, jadi kita bisa melupakan seseorang dari masa lalu kita. Bagian belakang sampul menjelaskan mengapa si Rintik Sedu memilih Mblo dan Mblu sebagai ilustrasi.
Singkatnya, Mblo dan Mblu umumnya dipahami sebagai bayangan cermin dari seorang pembaca Rintik Sedu yang lajang, kesepian, membutuhkan cinta, tetapi tidak mengatakan bisa apa-apa. Buku ini menjelaskan kepada yang membacanya bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar sendirian. Buku ini juga unik karena disediakan bagian kertas yang bisa disobek atau digunting untuk dikirimkan kepada orang yang sedang kita sukai.
Geez & Ann #1
Novel Geez & Ann #1 ini menceritakan tentang perempuan SMP yang akan beranjak dewasa bernama Keana Amanda. Suatu hari, saat acara pensi di sekolahnya, dia bertemu dengan Gazza Cahyadi di kedai es teh. Gazza yang lebih suka dipanggil Geez itu adalah seorang alumni pintar dan tampan yang disukai banyak perempuan. Pertemuan mereka berlanjut di metromini, di kedai es krim hingga pada pertemuan berikutnya yang berujung pada sebuah rasa.
Sejak itulah mereka menjadi lebih dekat, dan Geez memanggil Keana dengan sebutan ‘Ann’. Namun, pertemuan yang tidak sengaja itu justru menjadi awal Ann merasakan sakit hati. Keduanya berhadapan dengan berbagai masalah yang cukup pelik dan menyakitkan. Mulai dari konflik kebohongan, pertentangan keluarga, hubungan jarak jauh, dan masih banyak lagi.
Untuk peri kecilku, Ann, dari kecil, aku susah sekali bicara banyak. Namun, sejak bertemu denganmu, aku ingin bisa banyak berkata-kata, khususnya saat bersamamu. Aku tahu, aku jenis orang yang sedikit rumit. Namun, percayalah Ann, aku berusaha sekeras mungkin untuk bisa membuatmu memahamiku, walaupun aku tahu itu sulit.
Berat sekali rasanya harus meninggalkanmu ke Berlin. Harus membiarkanmu sendirian dengan banyak pertanyaan. Kamu bisa sabar, kan? Tunggu ya, Geez akan pulang untuk Ann.
Penulis: Gabriel
- 101 Fabel Nusantara
- 23 Ways to Say I Love You
- 50 to 20: Pesan dari Paruh Perjalanan
- A Poem with Your Name
- Akasha: Record of Ragnarok
- Alaia III
- Anonymous Crush 2
- Ayah, Berjuang Sendiri Itu, Capek!
- Barangkali Kita Memang Perlu Hari Patah Hati
- Berandal Bandung
- Black Powder War
- Brisingr
- Damn I Love Risol
- Destination Jakarta 2040
- Eldest
- Ensiklopedia Fakta Seru
- Fourth Wing
- Hi Berlin
- Himam
- Hiu Sang Predator
- Hold Me, Never Let Go
- Hotel Magnifique
- I Can't Talk so Smoothly
- I Got a Cheat Skill in Another World and Became Unrivaled in the Real World, Too
- Kembali ke Batavia
- Kost Pak Raden
- Kost Pak Raden
- Lentera Hati
- Lima Sekawan: Melacak Jejak Rahasia
- Lima Sekawan: Rahasia di Pulau Kirrin
- Little Magacal Piya
- Madonna in a Fur Coat
- Malam Sunyi Hercule Poirot
- Memorial Perfume Shop
- Moriarty The Patriot
- Musim Yang Tak Sempat Kita Miliki
- Mystery Basketball
- Pemikiran Karl Marx
- Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer
- Princess, Bajak Laut, dan Alien
- Psikoanalisis Sigmund Freud
- Pulih dari Trauma
- Rinduku Sederas Hujan Sore Itu
- Ronggeng Dukuh Paruk
- Rumah Kecil Alie
- Rumah Tanpa Cahaya
- Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
- Si Bungsu dan Luka
- Tanpa Ayah Tanpa Arah
- Tentang Sebuah Tempat di Wilayah Kinki
- The School of Life: An Emotional Education
- The Adventures of Tom Sawyer
- The Book Censor's Library
- The Dating Game
- The Enchanted Garden 1
- The Enchanted Garden 2
- The Humans
- The Tale of Dororo and Hyakkimaru
- The Otherwhere Post
- This Is How You Heal
- This Is Me Letting You Go
- What It Takes Asia Tenggara
- White Book
- White Nights






