Sejarah

Sejarah Majalah – Perkembangannya di Dunia dan di Indonesia

sejarah majalah
Written by Rifda Arum

Sejarah Majalah – Apakah Grameds tahu bahwa keberadaan media massa pada kala penjajahan itu justru berperan penting terutama dalam proses kemerdekaan negara Indonesia. Meskipun pada zaman tersebut, media massa hanya sebatas kertas selembar dua lembar dengan bertuliskan beberapa tulisan, tetapi tulisan yang dimuat mengandung makna dan informasi yang besar.

Media massa itu banyak macamnya, beberapa yang terkenal adalah majalah dan surat kabar. Keduanya menjadi media massa yang baik dalam bentuk cetak maupun elektronik, tetap masih digandrungi masyarakat karena muatan informasinya yang beragam.

Media massa berjenis majalah biasanya terbit setiap minggu, setiap dua minggu, atau bahkan setiap bulan. Lalu, media massa elektronik ini biasanya berwujud alat elektronik seperti radio dan televisi untuk menyebarkan informasinya. Sementara itu, media massa online ini terdiri dari satelit telepon dan jaringan internet.

Lalu, apakah Grameds tahu bagaimana sejarah dari majalah hingga dapat sepopuler sekarang ini? Yuk simak ulasan berikut ini!

sejarah majalah

https://www.pexels.com/

Pengertian Majalah

Menurut Soeatminah (1987), majalah merupakan terbitan secara berkala yang berisi artikel-artikel dan terbitan untuk waktu yang tidak terbatas serta mempunyai nomor urut. Nah, berdasarkan pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa majalah adalah “media massa yang terbit secara berkala dan berisi mengenai artikel-artikel informasi sesuai dengan bidang yang bersangkutan dalam majalah tersebut.”

Keberadaan majalah ini muncul tidak lama setelah surat kabar muncul. Di Indonesia, keberadaan majalah mempunyai sejarah yang cukup lama dan dibagi menjadi empat periode, yakni pada awal kemerdekaan, zaman orde lama, zaman orde baru, dan zaman reformasi.

Majalah biasanya terbit dengan sasaran atau khalayak yang sudah ditentukan sebelumnya. Artinya, redaksi sudah menentukan sejak awal mengenai siapa yang akan menjadi pembacanya, apakah anak-anak, remaja, wanita dewasa, pria dewasa, atau bahkan pembaca umum.

Namun, sasaran pembaca tersebut tidak hanya didasarkan pada usia dan jenis kelamin saja, tetapi juga dapat didasarkan pada profesi. Misalnya, pembaca sebagai pelaku bisnis atau petani.

Hal yang membedakan antara majalah dengan surat kabar yang paling mencolok adalah sampul dalam majalah biasanya terdapat wajah manusia selaku modelnya dan dirancang secara khusus. Selain itu, bentuk majalah cenderung mirip buku karena memang dijilid sedemikian rupa, sementara ukuran kertas untuk surat kabar cenderung lebih besar dan lebar.

majalah bobo 49 edisi 10

beli sekarang

Sejarah Majalah dan Perkembangannya di Dunia

Secara umum, majalah adalah kumpulan berita, artikel, cerita, hingga iklan yang dicetak dalam lembaran kertas kemudian dijilid menjadi bentuk buku, dengan diterbitkan secara berkala, biasanya seminggu sekali, dua minggu sekali atau bahkan satu bulan sekali.

Berbicara mengenai majalah pertama yang terbit di dunia, itu ada banyak sumber yang berbeda-beda. Berdasarkan suatu literatur, majalah pertama yang terbit di dunia adalah Gentleman’s Magazine pada tahun 1731 yang kala itu terbit di Inggris. Majalah bertajuk Gentleman’s Magazine ini berisikan berbagai topik, mulai dari sastra, fiksi, humor, essai politik, musik, biografi tokoh, hingga kritisisme.

Namun, dalam sumber lain yakni Encyclopedia Americana menyebutkan bahwa majalah sudah terbit sejak tahun 1665 di Perancis, dengan tajuk Le Journal de Savants. Majalah ini mempunyai bentuk berupa sisipan di sebuah surat kabar. Majalah periodik ini berisikan berita-berita penting, terutama dari berbagai buku dan penulis, mulai dari adanya komentar seni, filsafat, hingga IPTEK.

Kemudian, pada sekitar tahun 1709 hingga 1711, terbitlah majalah bertajuk Tatler, kemudian disusul dengan terbitnya majalah bertajuk The Spectator pada tahun selanjutnya, yaitu 1711-1712.

Majalah bertajuk Gentleman’s Magazine yang sebelumnya dibahas lebih cocok disebut sebagai majalah umum yang pertama kali terbit sekaligus tampil lebih modern, selain itu juga dapat bertahan cukup lama hingga tahun 1901. Keberadaan media massa pasti tidak akan lepas dari peran seorang editor. Pada kala itu, seorang editor majalah Gentleman’s Magazine, bernama Edward Cave dengan nama pena “Sylvanus Urban”, menjadi sosok pertama yang menggunakan istilah “magazine”.

Kemudian, pada tahun 1741, di daerah Philadelphia, terbitlah majalah Amerika pertama, yakni American Magazine. Majalah ini dimiliki oleh William Bradford. Tidak hanya itu, ada juga majalah bertajuk General Magazine and Historical Chronicle yang dimiliki oleh Ben Franklin. Namun sayangnya, kedua majalah tersebut tidak bertahan lama.

American Magazine hanya bertahan selama tiga bulan saja, sementara majalah General Magazine and Historical Chronicle bertahan selama enam bulan.

Sebelum terjadi Revolusi Amerika, banyak penerbit yang mencoba mempopulerkan majalah di kalangan masyarakat. Namun sayangnya, upaya tersebut gagal. Banyak faktor yang mempengaruhi mengapa majalah kurang populer pada kala itu, misalnya terlalu sedikit masyarakat selaku pembaca yang memiliki waktu senggang untuk membaca, tingginya biaya penerbitan, hingga sistem distribusi yang mahal.

Nah, tepat pada saat terjadi Revolusi Amerika, majalah justru menjadi alat politik. Contohnya, Thomas Paine yang kala itu menjadi editor majalah Pennsylvania Magazine, mengedit informasi yang mendesak revolusi. Pada saat itu juga, banyak majalah yang disebut sebagai Miscellanies atau majalah dengan berbagai macam isi, sebab dalam majalah itu memuat beragam konten dan mencoba menarik pembaca dari berbagai kalangan.

Setelah Revolusi Amerika berakhir, baru lah majalah mulai perlahan “berhasil” secara ekonomi. Hal tersebut disebabkan karena sistem Pos Amerika Serikat meningkat, sehingga lebih banyak orang yang menghargai keberadaan literatur sebagai bentuk pengetahuan dan hiburan menjadi hal penting, sehingga menjadikan majalah tumbuh sebagai media massa utama terutama pada tahun 1800-an. Hingga pada tahun 1879, majalah tidak diberi biaya tambahan dalam tarif posnya sehingga banyak majalah dapat berumur panjang.

Kemudian, pada awal tahun 1800-an, ada sebuah majalah baru bertajuk Saturday Evening Post, yang berisikan konten berupa sejarah, politik, seni, cerita pendek, travel, hingga serial dan diterbitkan setiap minggu. Hal ini memunculkan sebuah tren baru terhadap “Miscellanies Sastra”.

Selanjutnya, terbit juga majalah wanita Amerika pertama bertajuk Ladies Magazine yang berpusat di Boston, milik Sarah Josepha Hale. Kemunculan majalah wanita ini kemudian segera diikuti oleh majalah serupa bertajuk Godey’s Lady’s Book.

Hingga akhirnya pada tahun 1923, Henry Luce dan Briton Hadden memulai majalah Time yang secara tidak langsung mengantarkan Time Inc untuk menerbitkan Life, yakni sebuah majalah jurnalistik foto bergambar.

majalah nova

beli sekarang

Sejarah Majalah dan Perkembangannya di Indonesia

Lalu, bagaimana ya perkembangan majalah di Indonesia? Apakah pada zaman dahulu, terutama ketika zaman penjajahan, muncul juga majalah dan dapat dibaca oleh pribumi? Yuk simak ulasan berikut ini!

Sejarah perkembangan majalah sebagai media massa di Indonesia, dimulai pada zaman penjajahan Belanda. Pada tahun 1853, majalah yang terbit di Indonesia pertama kali memiliki tajuk Tijdschrift voor Indische Taal- Land En Volkenkunde (disingkat TGB) yang diterbitkan oleh Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia) pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Kesenian dan Ilmu Batavia) adalah sebuah lembaga kebudayaan yang berpusat di Batavia pada tahun 1778. Majalah ini jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia memiliki arti “Kebebasan & Antropologi Hindia-Belanda”.

Sejarah Majalah Zaman Sebelum Kemerdekaan Indonesia

Sebelum kemerdekaan Indonesia tahun 1945, ternyata sudah banyak majalah yang diterbitkan oleh pihak Indonesia. Sebut saja majalah Soewara Moehammadijah, majalah Adil, dan majalah Daulat Ra’jat. 

Perlu diketahui bahwa Majalah Soewara Moehammadijah ini diterbitkan dalam bahasa dan aksara Jawa, yang terbit di Yogyakarta sejak tahun 1915 dan masih diterbitkan oleh Muhammadiyah sampai sekarang lho…

Pada kala itu, rata-rata majalah diterbitkan dengan konten khusus, misalnya khusus membahas konten politik atau agama Islam. Sebut saja majalah bertajuk Daulat Ra’jat yang memiliki konten khusus politik. Bahkan ada juga salah satu edisinya yang cukup terkenal adalah edisi 31 September 1931 yang memuat tulisan-tulisan Moh. Hatta dan tokoh-tokoh pergerakan nasional lainnya.

beli sekarang

Sejarah Majalah Zaman Kemerdekaan Indonesia 1945

Pada kemerdekaan Indonesia tahun 1945, juga terbit sebuah majalah yang dipimpin oleh Markoem Djojohadisoeparto dan Ki Hajar Dewantara, yakni bertajuk Pantja Raja, terbit di Jakarta dengan waktu satu bulan sekali.

Lalu, di daerah Ternate, juga terbit sebuah majalah mingguan bertajuk Menara Merdeka yang berisikan konten berupa berita-berita dari Radio Republik Indonesia. Majalah Menara Merdeka ini terbit pada bulan Oktober 1945 oleh Arnold Mononutu dan Dr. Hassan Missouri. Pada waktu yang sama, di daerah Blitar juga terbit sebuah majalah khusus berbahasa Jawa dengan tajuk Djojobojo dan Obor (Suluh).

Awal kemerdekaan, Soemanang S.H menerbitkan sebuah majalah bertajuk Revue Indonesia yang bertujuan untuk menghancurkan sisa-sisa kekuasaan Belanda di Indonesia. Tidak hanya itu saja, majalah ini juga berusaha mengobarkan semangat perlawanan rakyat terhadap bahaya penjajahan, serta menempa persatuan nasional untuk keabadian kemerdekaan bangsa dan penegakan kedaulatan rakyat.

Sejarah Majalah Zaman Orde Lama

Pada kala Orde Lama, terdapat pedoman resmi untuk para penerbit surat kabar dan majalah yang ada di Indonesia. Dalam pedoman resmi tersebut, intinya adalah surat kabar dan majalah wajib menjadi pendukung, pembela, sekaligus alat penyebar “Manifesto Politik” bagi program pemerintah.

Namun sayangnya, pada masa ini justru majalah tidak begitu berkembang, bahkan yang terbit juga relatif sedikit. Salah satu majalah yang paling eksis pada era Orde Lama adalah bertajuk Star Weekly.

beli sekarang

Sejarah Majalah Zaman Orde Baru

Sejalan dengan perkembangan ekonomi Indonesia yang kian membaik, maka perkembangan majalah pun juga semakin pesat. Pada era Orde Baru, kira-kira lebih dari 10 majalah terbit dengan berbagai tema dan pilihan. Misalnya, terbit sebuah majalah keluarga bertajuk Ayahbunda, Famili, dan lain-lain.

Berikut adalah kategori majalah yang terbit pada zaman orde baru:

  • Majalah berita :Tempo, Gatra, Sinar, Tiras
  • Majalah keluarga : Ayahbunda, Famili
  • Majalah wanita :Femina, Kartini, Sarinah
  • Majalah pria :Matra
  • Majalah remaja wanita :Gadis, Kawanku
  • Majalah remaja pria :Hai 
  • Majalah anak-anak :Bobo, Ganesha, Aku Anak Saleh
  • Majalah ilmiah popular :Prisma 
  • Majalah umum :Intisari, Warnasari 
  • Majalah hukum :Forum Keadilan 
  • Majalah pertanian :Trubus 
  • Majalah humor :Humor 
  • Majalah olahraga :Sportif, Raket 
  • Majalah berbahasa daerah: Mangle (Sunda, Bandung), Djaka Lodang (Jawa, Yogyakarta)

Sejarah Majalah Zaman Digital

Pada saat ini, masyarakat menyebutnya sebagai zaman digital sebab perkembangan jaringan internet yang sangat pesat dan penggunaan smartphone yang semakin canggih, akhirnya memunculkan sebuah inovasi baru untuk majalah, yakni E-Magazine. 

E-Magazine atau majalah elektronik adalah sebutan untuk majalah yang berbentuk elektronik dan dapat dibaca melalui smartphone atau laptop, Saat ini, sudah banyak penerbit yang menerbitkan majalahnya dalam dua versi, yakni versi majalah cetak dan majalah elektronik supaya lebih memudahkan pembaca untuk mengaksesnya.

majalah trubus

Apa Majalah Tertua di Indonesia?

sejarah majalah

Tahukah kamu majalah tertua di Indonesia itu majalah apa? Jawabannya adalah Majalah Panjebar Semangat. Majalah ini bahkan sudah beredar sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Wah itu berarti, usia majalah ini sangat tua ya…

Majalah bertajuk Panjebar Semangat ini diterbitkan pada 2 September 1933, yang berarti pada tahun 2022 ini, majalah tersebut berusia 89 tahun. Majalah Panjebar Semangat diterbitkan oleh Dr. Soetomo yang sekaligus merupakan pendiri organisasi Budi Utomo.

Perlu diketahui bahwa organisasi Budi Utomo ini menjadi organisasi yang menandakan era kebangkitan nasional bangsa Indonesia dalam upaya melawan penjajah Belanda pada masa itu.

Majalah bertajuk Panjebar Semangat ini diterbitkan dengan tujuan untuk mengorbarkan semangat kepada masyarakat Indonesia dalam upaya merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Saat pertama kali terbit, majalah ini ditulis dalam Bahasa Indonesia, tetapi seiring perkembangannya, majalah ini justru eksis dengan Bahasa Jawa.

Fungsi Majalah

Sebuah majalah mempunyai fungsi yang berbeda-beda dengan majalah lain. Hal tersebut bergantung pada informasi yang termuat di dalamnya.

Misalnya, majalah berita seperti Tempo memiliki fungsi sebagai media informasi yang berisi kejadian di dalam dan luar negeri, serta sebagai fungsi hiburan. Lain lagi dengan majalah wanita dewasa Femina. Dalam majalah wanita dewasa Femina,  tulisan yang termuat di dalamnya adalah mengenai berbagai informasi dan tips seputar masalah kewanitaan, sehingga lebih berfungsi untuk mendidik dan menghibur.

Lalu, ada juga media pertanian Trubus, yang fungsi utamanya adalah memberikan pendidikan dan pengarahan mengenai bagaimana cara bercocok tanam sehingga menjadikannya fungsi informasi. Namun, secara umum, majalah memiliki banyak fungsi selain dari yang sudah dicontohkan sebelumnya. Menurut tesis yang ditulis oleh Devita Permatasari dengan judul LKP: Pembuatan Desain dan Tata Letak Halaman Pada Majalah Zigma, sebuah majalah memiliki 2 fungsi dilihat dari sudut pandang yang berbeda yaitu fungsi untuk penerbit dan fungsi untuk pembaca.

majalah elle

beli sekarang

1. Fungsi Majalah Untuk Penerbit

  • Majalah sebagai media belajar organisasi
  • Majalah sebagai media komunikasi
  • Majalah sebagai media promosi (dengan adanya iklan produk yang termuat di dalamnya)
  • Majalah sebagai media penyaluran bakat dalam bidang penulisan
  • Majalah sebagai sarana investasi

2. Fungsi Majalah Untuk Pembaca

  • Majalah sebagai sumber informasi
  • Majalah sebagai media komunikasi
  • Majalah sebagai penyalur aspirasi setiap orang (dengan adanya kolom khusus untuk menerbitkan aspirasi tiap orang yang mengirimkannya ke redaksi)
  • Majalah sebagai penyemai demokrasi
  • Majalah sebagai media promosi
  • Majalah sebagai media pembelajaran berbasis baca-tulis
  • Majalah sebagai media penyaluran bakat dalam bidang penulisan
  • Majalah sebagai peningkatan kreativitas
  • Majalah sebagai hiburan

majalah fortune

beli sekarang

Nah, itulah ulasan mengenai sejarah majalah yang ada di dunia dan di Indonesia. Meskipun pada zaman sekarang ini, keberadaan majalah cetak “kalah” pamornya dengan majalah elektronik karena mudah dibawa kemana-mana, tetapi tidak menyurutkan masyarakat untuk tetap membaca literatur yang berisikan informasi penting seputar kehidupan. Lalu, apakah Grameds juga masih berlangganan majalah tertentu pada tiap bulannya?

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Sejarah Majalah



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien