Bahasa Indonesia

Perbedaan Fakta Dan Opini, Ini Penjelasan Lengkapnya

Perbedaan Fakta dan Opini
Written by Lala Nilawanti

Perbedaan Fakta Dan Opini – Apakah Grameds masih kesulitan menentukan perbedaan fakta dan opini? Tepat sekali, dalam praktik berkomunikasi, baik tulisan maupun lisan, fakta dan opini sering kali terbolak balik dalam mengartikannya. Padahal perbedaan fakta dan opini sangat jelas dalam konsep kajian ilmu bahasa. Selain secara teoritis Grameds juga perlu mengenali dan memahami perbedaan fakta dan opini agar bisa berkomunikasi dan mengonsumsi informasi dengan baik. 

[algolia_carousel]

Kalimat fakta dan opini memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda dalam gejala kebahasaan. Itulah sebabnya perbedaan fakta dan opini bisa dilihat dari penggunaannya saat berkomunikasi atau menyampaikan informasi. Untuk memahami perbedaan fakta dan opini tersebut Grameds bisa mempelajarinya dari pengertian, ciri- ciri, perbedaan, dan contoh- contoh kalimat fakta dan opini, seperti berikut ini:  

PENGERTIAN FAKTA DAN OPINI

1. Pengertian Fakta

Pengertian fakta dalam kalimat adalah menjadi sebuah sifat yang menunjukan bentuk kalimat berdasarkan situasi riil atau peristiwa, masalah, dan konteks wacana yang benar-benar terjadi. Kebenaran dalam fakta menciptakan ciri- ciri atau karakteristik pada kalimat tersebut agar dapat menampilkan kebenaran itu sendiri secara kebahasaan. Hal dikatakan sebuah fakta jika ditampilkan karena sudah teruji dan terbukti. 

Kalimat fakta kemudian dapat diartikan sebagai susunan bahasa yang menampilkan fenomena riil atau benar-benar terjadi tanpa adanya campuran pendapat, opini, atau perspektif penulis tentang kejadian atau fenomena yang sedang dibicarakan dalam konteks kalimat tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kalimat fakta bisa diidentifikasi jika tidak ada kalimat opini dalam konteks kalimat tersebut. 

Kalimat Fakta dalam konteks komunikasi tulis akan banyak kita temukan pada teks- teks berita yang sifatnya informatif. Seperti pada media cetak seperti Koran, majalah, buletin, brosur, dan sebagainya, dan media daring atau online seperti berita online di website atau video dan ilustrasi gambar.  Dalam praktiknya, berita memang bersifat objektif dan fakta sehingga harus berisi kalimat- kalimat yang benar- benar terjadi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada banyak orang. Itulah sebabnya kita hanya boleh mempercayai kebenaran atau fakta saja dalam berita agar tidak termakan informasi palsu. 

2. Pengertian Opini

Opini adalah suatu bentuk pendapat, pemikiran, atau pendirian seseorang saat menghadapi fenomena tertentu berdasarkan perspektifnya. Itulah sebabnya sebuah opini bergantung dari siapa yang mengungkapnya bukan kejadian fakta yang terjadi, melainkan tanggapan atas kemunculan kejadian itu. Maka menjadi hal wajar jika dalam satu fenomena tertentu akan banyak muncul opini yang berbeda-beda sesuai dengan perspektif masing-masing orang. 

Dalam praktiknya, opini biasanya juga mencantumkan fakta- fakta dan data- data untuk menguatkan argumen atau opini seseorang. Dalam menyampaikan opini tertentu biasanya membutuhkan fakta- fakta tertentu agar opini tersebut semakin kuat dan dapat meyakinkan seseorang. Jika opini hanya Itulah sebabnya opini tidak bisa dilepaskan dari fakta- fakta karena jika opini muncul tanpa diimbangi fakta maka akan lemah pendapatannya dibandingkan dengan keterlibatan fakta dan data dalam menampilkan opini. 

Jadi, opini adalah tanggapan, pendapat, pernyataan, pola pikir, dan pengetahuan seseorang terhadap fenomena yang terjadi yang memerlukan fakta- fakta untuk memperkuat opini tersebut. Berbeda dengan fakta, opini memiliki tujuan dan fungsinya dalam gejala kebahasaan, yakni menampilkan banyak perspektif- perspektif pada fenomena tertentu agar memiliki banyak pembahasan. Itulah sebabnya dalam mengkonsumsi opini Grameds perlu memilih orang atau pihak yang tepat untuk mempercayai pandangan atau pendapatnya. 

CIRI- CIRI FAKTA DAN OPINI

Perbedaan fakta dan opini akan sangat tampak pada ciri- ciri atau karakteristiknya dalam gejala kebahasaan. Berikut ini ciri- ciri fakta dan opini yang perlu Grameds ketahui agar tidak tertukar dalam mendefinisikannya:  

1. Ciri- ciri Fakta

  • Ada Data Akurat

Ciri- ciri yang pertama dimiliki kalimat fakta adalah menampilkan data yang jelas tentang peristiwa yang terjadi dalam konteks atau maksud dalam kalimat tersebut. Ada banyak bentuk data yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kalimat tersebut. Contohnya berupa bilangan statistic, tanggal dan waktu kejadian, pernyataan atau pengakuan, dan hal- hal lain yang sudah terverifikasi kebenarannya.  Berikut ini contoh kalimat yang menampilkan data akurat: Jumlah penduduk Negara Indonesia berdasarkan sensus pemerintah tahun 2019 mencapai lebih dari 3120 juta jiwa. 

  • Bersifat Objektif

Fakta bisa teridentifikasi dalam kalimat jika bersifat objektif yang menyatakan pernyataan netral atau tidak memihak siapapun yang sedang dibicarakan. Kalimat fakta memberikan konteks umum yang sudah diakui kebenarannya oleh banyak pihak. Keobjektifan dalam kalimat fakta dapat ditentukan dari pertimbangan data- data pada konteks kejadian agar berbicara sesuai kejadian yang benar- benar terjadi tanpa memberikan penilaian yang memihak. Berikut ini contoh kalimat yang objektif: Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, angka kekerasan pada perempuan pada tahun 2021 meningkat sampai 20  persen lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2020. 

  • Telah Benar- benar Terjadi

Hal yang paling mudah diidentifikasi kalimat fakta adalah melihat konteks kalimat yang menunjukan situasi yang benar- benar terjadi. Konteks kalimat tersebut benar- benar terjadi yang ditampilkan dengan kelogisan atau logika berpikir bahwa kejadian tersebut memang benar- benar telah terjadi dan ada banyak pasang mata yang melihatnya atau mendengar kejadian tersebut. Jadi untuk menentukan kalimat fakta ada banyak elemen yang perlu Grameds perhatikan, salah satunya adalah narasumber fakta tersebut bisa muncul. 

3. Ciri- ciri Opini

  • Mengandung Pendapat Pribadi

Opini identic dengan pandangan atau pendapat pribadi seseorang tentang fenomena tertentu berdasarkan pengalaman- pengalaman atau pengetahuan yang orang itu miliki. Karena sifatnya yang personal inilah kita banyak menemukan opini yang beragam dalam satu fenomena tertentu. Jadi opini memang membawa personal atau pribadi itu sendiri, misalnya pendapat seorang ahli, pandangan akademisi, tanggapan masyarakat, dan sebagainya. 

Contoh kalimat opini yang mengandung pendapat pribadi sebagai berikut: Kapolsek menduga ada pihak tertentu yang sengaja membakar ruko pinggir jalan tersebut di Jakarta Utara. 

  • Bersifat Subjektif

Berkebalikan dari fakta yang bersifat objektif, mka opini bersifat subjektif karena memang memiliki tujuan untuk menilai dan memberi pandangan untuk memihak salah satu pihak dalam suatu fenomena tertentu. Subjektif berarti opini tidak bisa bersifat netral karena dikemukakan hanya menurut salah satu pihak. Contoh kalimat opini yang bersifat subjektif, seperti berikut ini: Saya yakin dia melanggar aturan hukum yang berlaku.  

  • Memiliki Kata-Kata yang Sifatnya Relatif

Kalimat opini cenderung banyak menggunakan kata- kata yang relatif atau kata dan frasa yang bisa berubah tergantung dari siapa yang mengucapkannya. Beberapa kata- kata yang menunjukan kerelatifan adalah paling, lebih, agak, dan Biasanya. Berikut ini contoh kalimat opini yang menggunakan kata- kata yang bersifat relatif : Semakin dekat dengan pemilihan presiden biasanya akan muncul lebih banyak black campaign yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

PERBEDAAN FAKTA DAN OPINI

Perbedaan fakta dan opini dalam sebuah tulisan dapat Grameds kenali dari sifat- sifatnya dalam kalimat. Sifat- sifat inilah yang kemudian juga menciptakan tujuan dari kalimat fakta dan opini tersebut. Berikut ini perbedaan fakta dan opini dari sifatnya dalam kalimat:

1. Kalimat Fakta

  • Informasi dalam kalimat dapat dibuktikan kebenarannya
  • Berisi data- data yang bersifat kuantitatif atau angka dan kualitatif atau sebuah pernyataan
  • Memiliki data yang akurat seperti keterangan waktu, tanggal, tempat dan peristiwa
  • Dikumpulkan dari berbagai narasumber yang terpercaya
  • Bersifat objektif, yakni menampilkan data yang sebenarnya dan bukan dibuat-buat dan ilengkapi dengan gambar objek yang jelas
  • Biasanya dapat menjawab rumus pertanyaan 5W + 1H
  • Menyampaikan kejadian yang sedang atau telah dan pernah terjadi
  • Informasi datang dari kejadian yang sebenarnya
  • Pengungkapan fakta yang deskriptif dan apa adanya
  • Penalaran fakta secara induktif

2. Kalimat Opini

  • Kalimat opini dipengaruhi data pendukung atau konteks didalamnya
  • Bersifat subjektif dan bergantung pada kepentingan tertentu yang disertai dengan pendapat, saran, dan kalimat berupa uraian penjelasan
  • Tidak berasal dari narasumber melainkan bersifat personal
  • Berisi pendapat tentang peristiwa atau fenomena yang terjadi
  • Memberikan pandangan peristiwa yang belum pasti terjadi atau bisa terjadi di kemudian hari
  • Hasil pemikiran atau pendapat seseorang atau kelompok terhadap isu tertentu
  • Informasi yang disampaikan belum memiliki pembuktian yang konkret
  • Ditandai dengan penggunaan kata-kata, seperto bisa jadi, sepertinya, mungkin, seharusnya, dan sebaiknya
  • Opini biasanya diungkapkan secara argumentatif dan persuasif
  • Penalaran opini menggunakan pendekatan deduktif

CONTOH KALIMAT FAKTA DAN OPINI

Setelah mengetahui pengertian, ciri- ciri, dan perbedan fakta dan opini, Grameds bisa mulai berlatih membedakan fakta dan opini dari contoh- contoh kalimat berikut ini: 

1. Contoh Kalimat Fakta

  • Sapi adalah hewan yang berkaki empat dan makhluk herbivora.
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah salah satu negara kepulauan yang memiliki 5 pulau besar, yakni Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya dan Jawa.
  • Gula Jawa adalah material yang bisa membuat minuman menjadi memiliki cita rasa manis.
  • Pensil Yang dijual oleh beberapa swalayan memiliki harga diatas sepuluh ribu rupiah.
  • Oksigen adalah sebuah energi yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk bertahan hidup.
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia berhasil merdeka pada 17 Agustus 1945 atas penjajahan Belanda dan Jepang.
  • Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan dan bahasa resmi yang digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
  • Matahari terbit di sebelah timur pada pagi hari dan terbenam di sebelah barat pada sore hari.
  • Ayam dan burung termasuk dalam kategori binatang unggas yang berkembang biak dengan bertelur.
  • Joko Widodo adalah Presiden Republik Indonesia ke delapan.
  • Jakarta adalah ibukota Negara Indonesia saat ini.
  • Bencana besar tsunami pernah melanda Provinsi Aceh pada tahun 2004. 
  • Landak memiliki duri dalam tubuhnya yang berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan dirinya dari ancaman serangan hewan lainnya.
  • Pemerintah telah memberikan lampu hijau bagi perizinan untuk menyelenggarakan kegiatan- kegiatan dan acara besar seperti konser musik, festival, konferensi, hingga resepsi pernikahan—sumber berita dari Jawapos.com
  • Warga di sekitar Jalan Brantas Kota Probolinggo, pagi kemarin terkejutkan karena ada insiden kebakaran yang muncul dari PT Rimba Sempana Indonesia (RSI) di lokasi Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan—sumber berita dari Jawapos.com
  • Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns di Balaikota Semarang pada Kamis, 30 September—sumber berita dari Tempo.co
  • Personel gabungan TNI-Polri berhasil menangkap 5 pelaku penyerangan di Pos Koramil Kisar yang mengakibatkan 4 prajurit TNI gugur, 2 September 2021—sumber berita dari Kompas.com
  • Ada 300 unit rumah habis terbakar di Kompleks Nelayan Borobudur II Kelurahan Pardani Manokwari, Papua Barat, pada Kamis 30 September 2021 sekitar pukul 11. 30 WIT hingga pukul 16.00 WIT—sumber berita Kumparan.com

2. Contoh Kalimat Opini

  • Rumah milik artis Hollywood tersebut besar sekali.
  • Orang kurus biasanya tidak suka dan jarang makan. 
  • Perut buncit bisa terjadi karena setelah makan seseorang langsung tidur. 
  • Indonesia adalah negara yang sangat indah dan nyaman untuk ditinggali.
  • Mobil keluaran terbaru dari Suzuki sangat cepat dibandingkan versi dalam kelasnya.
  • Makanan buatan ibu hari ini sangat lezat.
  • Tampaknya nanti sore akan turun hujan deras dan disertai dengan angin kencang.
  • Soto Surabaya akan terasa lebih gurih jika ditambahkan dengan sedikit perasan air jeruk.
  • Bunga mawar adalah bunga yang paling indah dibandingkan bunga- bunga lainya.
  • Matematika dan Fisika adalah mata pelajaran yang paling susah dan banyak dibenci oleh siswa sekolah.
  • Rumah yang lama kosong dan tidak ditempati dipercaya akan berhantu.
  • Sekarang Kota Semarang sudah semakin baik dan nyaman dihuni karena tata kelola kota yang dilakukan oleh pemerintah Kota Semarang. 
  • Menurut saya yang efektif dapat dilakukan adalah merevisi isi kamus dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti masukan dan juga melalui serangkaian uji publik—Opini Ahmad Nashih Luthfi di Tirto.id
  • Hanya satu-dua sosok dari partai politik yang mau menyentuh akar persoalan pengendalian sains, yaitu pemikiran sepihak dari sebuah partai politik terutama pada para pengurus seniornya yang tidak pernah mengkomunikasikan gagasannya secara transparan dengan para pelaku sains itu sendiri—opini Fajri Siregar di Tirto.id
  • Omnibus Law Undang- Undang Cipta Kerja yang sudah disahkan cacat prosedur karena bukan dari draf akhir yang diketok palu—opini Sri Lestari Wahyuningrum di Tirto.id 
  • KPI seharusnya dapat melakukan tindakan serupa serta secara serius menyatakan stasiun TV tidak dapat menayangkan pelaku kekerasan seksual terhadap anak—opini Febi R. Ramadhan di Remotivi 
  • Manusia-manusia bebal juga akan selalu tak punya rasa malu dan tak akan segan melakukan hal-hal di luar etika, bahkan melanggar hukum, karena mereka selalu menolak fakta dan realitas, pembenaran akan selalu ada atas apa pun yang mereka lakukan—opini Oki Mandasari di Jawapos.com

Nah, itulah penjelasan tentang perbedaan fakta dan opini dalam kaidah kebahasan Indonesia. APakah Grameds sudah bisa membedakan dua kalimat tersebut? Dalam beberapa kasus mungkin saja Grameds bisa menemukan kalimat yang sulit dibedakan, apakah kalimat fakta atau opini. Itulah sebabnya Grameds perlu memverifikasi data atau kalimat tersebut untuk menentukan apakah konteks dalam kalimat tersebut fakta atau hanya berisi opini orang lain yang bisa dipercaya. Karena kalimat fakta dan opini kerap kali disandingkan maka Grameds perlu sikap kritis dan skeptis untuk menanggapinya. 

 Begitu pula ketika Grameds ingin memberi opini atau pandangan terkait fenomena terjadi perlu memisahkan fakta-fakta dan pemaduan pemikiran dalam suatu gagasan tersebut. Itulah sebabnya dalam beberapa kasus untuk membuat opini kita perlu memadukan dengan fakta-fakta, namun untuk membuat kalimat fakta kita tidak perlu memberikan opini. Jika Grameds tertarik belajar lebih jauh tentang perbedaan fakta dan opini, terutama dalam kajian ilmu kebahasaan maka bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di www.gramedia.com. Grameds akan menemukan banyak referensi tentang pelajaran bahasa Indonesia, baik referensi materi pelajaran di sekolah maupun teori kebahasaan yang lebih luas, seperti berikut ini: Selamat belajar. #SahabatTanpabatas 

Perbedaan Fakta Dan Opini, Ini Penjelasan Lengkapnya 1Beli Buku di GramediaPerbedaan Fakta Dan Opini, Ini Penjelasan Lengkapnya 2Beli Buku di GramediaPerbedaan Fakta Dan Opini, Ini Penjelasan Lengkapnya 3Beli Buku di Gramedia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien