Psikologi

Apa Itu Mindset? Pengertian, Macam, dan Tips Mengembangkannya

Written by Rifda Arum

Pengertian Mindset – Anak muda sering kali diminta untuk memperbaiki mindset atau pola pikir agar sukses di masa depannya. Selama ini yang kita tahu, pola pikir atau mindset ialah tentang apa yang kita yakini. Tapi, apakah hal ini benar-benar akan memengaruhi sukses atau tidaknya diri kita?

Memang, keyakinan mendapat peran penting dalam menentukan apa yang kita mau dan apakah kita akan mencapainya. Namun, apa itu mindset sebenarnya dan seberapa dalam keberadaannya memengaruhi kesuksesan kita?

https://pixabay.com/

Pengertian Mindset

Grameds, rupanya mindset sangat penting untuk masa kini dan masa depan kita. Namun, Kita tentu harus mengetahui artinya dulu sebelum mengimplementasikannya dalam kehidupan. Apa itu mindset?

Pola pikir ini adalah berbagai keyakinan yang menyatu dan akhirnya membentuk cara kita memahami sesuatu, dunia, dan diri sendiri. Dengan definisi ini, masuk akal jika mindset pada akhirnya akan mempengaruhi cara pikir, perasaan, dan perilaku kita dalam berbagai situasi. Secara sadar, kita memang selalu bertindak sesuai apa yang kita pahami, bukan?

Mindset didefinisikan sebagai seperangkat sikap atau keyakinan yang kita pegang. Pola pikir ini akan mempengaruhi persepsi kita dan bagaimana kita hidup di dunia. Meski kita memiliki satu mindset keseluruhan, ini dapat terdiri dari berbagai pola pikir yang lebih kecil.

Beberapa di antara mindset kecil itu mungkin membantu kita meningkatkan kesejahteraan dan kesuksesan. Sementara itu, mindset lainnya justru menghalangi kemampuan kita untuk melakukannya. Oleh karena itu, mengembangkan pola pikir tertentu bisa sangat membantu kita mencapai tujuan, menikmati hidup, dan menjadi lebih sukses.

Menurut Literatur

Terdapat berbagai bacaan yang mendefinisikan mindset. Berikut beberapa di antaranya!

Menurut M.Yunus S.B. dalam buku Mindset Revolution: Optimalisasi Potensi Otak Tanpa Batas (2014:38) menjelaskan mengenai definisi mindset. “Pola pikir—juga dikenal dengan istilah mindset—adalah cara otak dan akal menerima, memproses, menganalisis, mempersepsi, dan membuat kesimpulan terhadap informasi yang masuk melalui indra kita. Pola pikir itu bekerja bagaikan ramalan bintang di kepala kita. Sewaktu kita hanyut dalam samudra informasi maka pikiran mencari arah dengan berpegangan pada pola pikir yang sudah terbentuk sebelumnya. Pola pikir itu untuk menjaga pikiran agar tetap berada pada jalur yang sudah menjadi keyakinan kita dan mendukung pencapaian tujuan yang menjadi pilihan kita.”

Sedangkan dalam buku Mindset Revolution for Smart Teen karya Fani Kartikasari (2009:11) disebutkan bahwa “mindset  adalah  pola  pikir yang akan menentukan tindakan. Tindakan ini akan mengantarkan kita makin mendekat (atau justru menjauh) dari impian dan cita-cita kita. Jadi, penting sekali bagi kita untuk memiliki ‘mindset sang  bintang’,  yang  akan  mengantarkan  kita  menjadi bintang yang sesungguhnya!”

Beli Buku di Gramedia

Mengapa Mindset Penting?

Mindset alias pola pikir acapkali dianggap sebagai faktor terpenting yang akan mempengaruhi kehidupan kita. Pasalnya, hal-hal yang menjadi mindset atau yang selalu kita pikirkan dari waktu ke waktu akan memberi dampak langsung pada sifat dan sikap kita, bukan sebaliknya.

Oleh sebab itulah, penting untuk mengetahui seberapa penting mindset dengan benar.

Hal yang tampaknya kecil bisa membuat perbedaan besar, mindset menyumbang perbedaan utama antara mereka yang berhasil dan mereka yang tidak. Jadi, jika serius ingin mencapai kesuksesan di setiap bidang kehidupan, kita harus belajar untuk menguasai bidang tersebut dan menetapkan mindset yang tepat.

Berikut alasan utama pentingnya mindset dalam hidup:

  1. Mengembangkan harga diri yang sehat
  2. Merumuskan perspektif seorang pemenang
  3. Memanfaatkan dorongan diri
  4. Membantu menghadapi kesulitan dengan cara tertentu
  5. Mencapai tujuan yang mendasarinya

Beli Buku di Gramedia

Macam-Macam Mindset

Jenis mindset yang paling populer saat ini ada dua: fixed mindset dan growth mindset (mindset tetap dan berkembang). Saat memiliki mindset tetap, kita yakin bahwa semua kemampuan yang kita punyai adalah sifat yang dasar dan tetap sehingga tak bisa diubah. Pola pikir seperti ini juga mengarah pada keyakinan bahwa kita tak perlu berusaha karena kecerdasan saat ini cukup untuk membantu menjadi sukses.

Sementara itu, memiliki mindset berkembang atau growth mindset berarti kita percaya bahwa usaha dan ketekunan dapat mengubah diri dan kemampuan. Umumnya, orang yang mempunyai pola pikir ini tak langsung percaya bahwa semua orang bisa menjadi orang jenius seperti Einstein atau Mozart. Diperlukan usaha dan ketekunan untuk mendapatkannya.

Inilah contoh perbedaan mindset tetap dan berkembang:

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Fixed Mindset Growth Mindset
Entahlah apakah aku pandai atau tidak. Kalau tidak pun, ya sudah. Aku bisa belajar melakukan apapun yang kuinginkan.
Itulah aku. Aku dan siapa pun tidak bisa mengubahnya lagi. Aku adalah orang yang terus berkembang dalam proses.
Kalau kamu harus bekerja keras, kamu sebenarnya tidak punya kemampuan. Semakin kamu menantang diri sendiri, semakin pintar kamu.
Kalau aku tidak mencoba, maka aku tidak akan gagal. Aku hanya gagal ketika berhenti mencoba.
Posisi pekerjaan itu benar-benar di luar kemampuanku. Posisi pekerjaan itu terlihat menantang. Aku akan mencoba melamar.

Beli Buku di Gramedia

Selain fixed mindset dan growth mindset, sebenarnya masih ada berbagai macam mindset yang perlu kita pelajari. Apa sajakah itu?

1. Positive Mindset

Lewat namanya, kita bisa langsung tahu bahwa mindset seperti ini berarti pola pikir yang fokus pada hal-hal positif atau baik alih-alih memikirkan hal negatif. Orang yang memiliki mindset ini bisa memakai strategi seperti bersyukur, introspeksi, dan menemukan hal-hal baik yang bisa meningkatkan emosi positif mereka.

Grameds, sikap seperti ini biasanya cenderung optimis dan mengharapkan yang terbaik. Tentu saja hal ini bagus untuk kesejahteraan dan kesuksesan diri. Sebab, membangun dan memperluas emosi positif bisa mengarahkan kita pada kesuksesan dalam kehidupan profesional maupun hubungan sosial.

2. Entrepreneurial Mindset

Entrepreneurial Mindset diartikan secara gamblang sebagai pola pikir kewirausahaan. Ini sangat membantu bagi mereka yang ingin menjadi wirausahawan, tetapi juga merupakan pola pikir yang sangat berguna bagi kita semua di dunia modern.

Sebab, kehidupan modern sering mengalami perubahan yang hampir konstan. Tentunya, jenis keterampilan yang dibutuhkan untuk kewirausahaan adalah keterampilan yang paling berguna dalam beradaptasi dan mengatasi perubahan yang cepat dan ketidakpastian. Itu sebabnya pola pikir kewirausahaan adalah pola pikir yang penting untuk dikembangkan.

banner-promo-gramedia-ilana-tan

Menurut buku tentang pola pikir kewirausahaan (Gold & Rodriguez, 2018), pola pikir ini terdiri dari beberapa keterampilan penting termasuk:

  • Tidak merasa aneh dengan adanya risiko
  • Kreatif & inovatif
  • Berpikir kritis & dapat memecahkan masalah
  • Inisiatif & mandiri
  • Punya kemampuan komunikasi dan kolaborasi
  • Berorientasi pada masa depan
  • Mengakui adanya peluang
  • Fleksibel & punya kemampuan beradaptasi

Keterampilan ini dianggap membantu kesuksesan akademis dan karir. Tentu saja, ini adalah rentang keterampilan yang luas dan kemungkinan besar tidak ada orang yang memiliki tingkat tinggi dari semuanya. Karena itu, mengembangkan keterampilan yang menjadi kelemahan kita mungkinlah yang paling bermanfaat.

3. Scarcity Mindset

Tampaknya, ide pola pikir ini muncul sebagai pola pikir kelangkaan, yang merupakan pengalaman yang ditemukan umum di antara mereka yang hidup dalam kemiskinan. Pola pikir kelangkaan adalah keyakinan bahwa sesuatu tidak akan pernah cukup. Itu muncul sebagai akibat dari pengalaman masa lalu atau saat ini ketika tidak ada sesuatu yang cukup.

Para peneliti percaya bahwa kelangkaan mengubah cara orang mengalokasikan perhatian. Misalnya, ketika uang mulai menipis, setiap tagihan yang datang ke rumah tampak lebih mendesak dan mengancam. Hal ini bisa terjadi karena manusia memang dirancang untuk lebih memperhatikan ancaman dan hal-hal negatif daripada hal-hal positif.

Seperti yang kita tahu, kekurangan uang dapat menghabiskan banyak sumber daya mental orang. Singkatnya, memiliki lebih sedikit suatu hal menimbulkan fokus yang lebih besar pada hal itu (Shah, Mullainathan, & Shafir, 2012).

Sebenarnya, pola pikir scarcity atau kelangkaan ini mengubah cara kita membuat keputusan dan memecahkan masalah. Saat begitu fokus pada kekurangan di masa sekarang, kita bisa gagal mengalokasikan perhatian untuk jangka panjang. Akibatnya, kita membuat keputusan yang terlalu memprioritaskan kebutuhan mendesak dengan mengorbankan kebutuhan jangka panjang.

Akhirnya, kita terjebak dalam siklus pemikiran jangka pendek ini sehingga dalam rencana jangka panjang, kita menjadi lebih buruk.

Meskipun penelitian tentang scarcity mindset adalah seputar kemiskinan, tidak ada alasan bahwa hal ini tidak berlaku untuk area lain dalam kehidupan. Jika kita kekurangan kebutuhan dasar lainnya seperti keamanan, kesehatan, cinta, harga diri, kebebasan, atau rasa hormat, kita mungkin terlalu fokus pada kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan kita mungkin kurang fokus untuk memastikan kebutuhan lain terpenuhi di masa depan.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa kelangkaan waktu menghasilkan pola pikir scarcity. Jika kita benar-benar sibuk, kita memenuhi kebutuhan mendesak dengan mengorbankan waktu untuk jangka panjang. Lebih khusus lagi, kesibukan menghasilkan mentalitas krisis yang mengarahkan orang untuk menyelesaikan krisis saat ini sementara gagal mencegah krisis di masa depan.

Serba salah, bukan? Jadi, secara keseluruhan, pola pikir kelangkaan terus berfokus pada bagaimana memiliki masa depan yang lebih baik.

4. Abundance Mindset

Pola pikir kelimpahan atau abundance mindset adalah kebalikan dari scarcity mindset. Ini dapat membantu ketika kita tidak lagi berada dalam situasi krisis. Semakin banyak krisis yang kita alami, semakin otak kita bisa terjebak berpikir dengan cara yang telah melindungi kita di masa lalu, bahkan jika pola pikir ini tidak lagi menguntungkan kita.

Contohnya, tidak ada gunanya jika kita tidak lagi berada dalam kemiskinan namun masih terus-menerus khawatir tentang membayar tagihan.

Tidak ada gunanya jika kita telah menemukan pasangan yang baik dan masih khawatir mereka tidak mencintai kita. Ini tidak membantu jika kita telah kehidupan yang lebih ringan dan masih fokus pada mengurusi krisis daripada perencanaan untuk jangka panjang. Inilah saat-saat ketika pola pikir kelimpahan atau merasa cukup diperlukan.

​Ketika telah berhasil mengatasi tantangan dan tekanan, berulah kita belajar bahwa strategi scarcity mindset berhasil. Namun, jika kita berada dalam konteks stres yang lebih rendah, strategi yang sama cenderung tidak menjadi yang terbaik. Kita perlu menyadari bahwa kita aman dan kebutuhan kita terpenuhi sehingga dapat fokus pada masa depan dan bagaimana memastikan bahwa kebutuhan kita terus terpenuhi.

Beli Buku di Gramedia

Cara Mengembangkan Growth Mindset

Grameds, kita sudah mengetahui macam-macam mindset yang dapat dimiliki banyak orang. Kira-kira, apa mindset yang dominan dalam dirimu?

Kita tahu bahwa growth mindset sering kali digaungkan sebagai mindset yang sempurna dan harus dikembangkan. Lantas, bagaimana cara mengembangkan growth mindset? Berikut ulasannya!

1. Cerminkan Diri

Luangkan waktu untuk mengakui, merenungkan, dan merangkul semua kegagalan kita. Menyadari area yang harus kita perbaiki adalah batu loncatan dalam menumbuhkan mindset berkembang. Menyembunyikan segala kekurangan kita hanya akan menghambat kemampuan untuk mencapai kesuksesan.

2. Temukan Tujuan

Pola pikir berkembang yang beriringan dengan tujuan yang kuat dan tekad yang kencang akan meyakinkan kita bahwa selalu ada cara lain untuk mencapai tujuan kita. Jadi, luangkan waktu untuk merenungkan dan menemukan tujuan kita!

3. Temukan Tantangan

Bagian dari mengembangkan mindset berkembang adalah menghancurkan persepsi negatif tentang sebuah tantangan. Rangkul tantangan yang ada dan lihat itu sebagai pengalaman belajar yang bermanfaat yang tidak akan kita dapatkan lagi. Elbert Hubbard pernah mencetuskan, “Kesalahan terbesar yang dapat Anda buat dalam hidup adalah terus-menerus takut Anda akan membuat kesalahan.”

4. Tumbuhkan Semangat

Tabah adalah kemampuan untuk bertahan melalui rintangan untuk mencapai tujuan akhir yang berarti. Bertahanlah. Ini memberikan dorongan dari dalam diri kita untuk terus bergerak maju dan memenuhi komitmen!

5. Catat Tujuan

Orang-orang dengan mindset berkembang sadar bahwa begitu satu tujuan tercapai, mereka memiliki tujuan lain yang harus dikejar. Buatlah tujuan yang jelas dan realistis berdasarkan hasrat dan tujuan. Pastikan pula untuk memberi diri kita cukup waktu untuk menaklukkan tujuan-tujuan itu secara menyeluruh.

6. Ubah Sikap

Mindset tetap cenderung memendam sikap negatif, pesimistis, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Hentikan pikiran-pikiran itu sekarang. Kekuatan berpikir positif dan optimis dapat langsung mengubah suasana hati yang tidak hanya menginspirasi kita, tetapi juga orang lain di sekitar.

7. Mintalah Feedback yang Membangun

Orang dengan Growth mindset secara proaktif akan mencari feedback dari rekan kerja, teman, dan pimpinan mereka. Ini adalah kesempatan untuk menemukan pelajaran, belajar dari kesalahan, dan mengupayakan keterampilan yang akan membantu secara jangka panjang.

8. Latih Diri

Aktivitas mental dan fisik adalah bagian lain dari resep growth mindset. Mediasi, jalan-jalan, atau bahkan peregangan memungkinkan kita untuk fokus pada saat ini, membaur dengan sekitar, dan membawa kejernihan pada pikiran yang mendung.

9. Hargai Perjalanan Kita

Faktor penting ketika membangun mindset berkembang adalah melihat nilai dalam perjalanan. Ketika kita terpaku pada hasil, kita kehilangan momen pembelajaran berharga yang dapat meningkatkan pengembangan profesional secara keseluruhan. Seseorang dengan growth mindset melihat keindahan dalam perjuangan.

Beli Buku di Gramedia

Kesimpulan

Memiliki growth mindset dalam diri sangat penting untuk proses ‘berkembang’ itu sendiri. Apalagi, jika Grameds adalah anak muda yang menginginkan banyak pengalaman dalam karier atau bahkan merintis suatu usaha. Pastinya, kita harus memiliki growth  mindset yang memungkinkan kita untuk mengembangkan bisnis dan diri sendiri sekaligus mindset seorang wirausahawan!

Bagi Grameds yang makin tertarik untuk mengetahui tentang mindset, Gramedia memiliki berbagai buku untuk segera dibaca! Tentunya, Grameds bisa menemukan berbagai buku nonfiksi maupun fiksi lainnya di Gramedia, #SahabatTanpaBatas kita semua!

 

Penulis: Sevilla Nouval Evanda

Baca Juga!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien