Ekonomi

Struktur Modal: Pengertian, Teori, Contoh Teori, dan Faktor

Teori Struktur Modal
Written by Wida Kurniasih

Pengertian Struktur Modal – Hai Grameds, pernahkah kalian membayangkan menjadi seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak perusahaan besar? Wah, pastinya menyenangkan jika terjadi demikian. Namun, tak semudah itu kan ya untuk memiliki perusahaan besar, tentunya membutuhkan tekad serta kerja keras.

Salah satunya adalah dengan memiliki pola pikir dalam mengembangkan bisnis itu sendiri. Nah, terkait pengembangan bisnis ternyata suatu perusahaan membutuhkan struktur modal yang baik sekaligus terarah.

Hal ini dikarenakan struktur modal berperan penting dalam mengoptimalkan kinerja serta kualitas perusahaan. Lalu sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan struktur modal? Yuks, kita simak penjelasannya di bawah ini ya, Grameds.

Pengertian Struktur Modal

Pengertian Struktur ModalStruktur modal merupakan gabungan kata dari “struktur” dan “modal”. Istilah “struktur” sendiri diartikan sebagai pengaturan setiap bagian yang lebih rinci. Sedangkan kata “modal” merupakan kumpulan uang pokok untuk menjalankan usaha. Oleh sebab itu, struktur modal memiliki arti pengaturan uang pokok dalam menjalankan usaha dari sumber-sumber yang berbeda untuk jangka panjang perusahaan.

Dari penjelasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa struktur modal atau “capital structure” berkaitan dengan kombinasi saham ekuitas, modal saham preferensi, surat utang, pinjaman jangka panjang, laba yang tertahan, serta sumber dana jangka panjang lainnya yang berhasil dikumpulkan oleh perusahaan. Inilah yang membuat perusahaan melakukan pengawasan secara ketat terkait masa depan kondisi keuangan perusahaanya. Selain penjelas di atas, beberapa ahli telah mendefinisikan struktur modal secara jelas. Berikut pengertian struktur modal menurut para ahli:

1. Menurut Gerstenberg

Gerstenberg mendefinisikan struktur modal sebagai suatu proses peningkatan kapitalisasi perusahaan yang mencakup berbagai sumber serta daya yang dapat dikuasai, seperti pinjaman, cadangan, saham, serta obligasi.

2. Menurut John J. Hampton

Hamptron mengartikan struktur modal sebagai proses campuran dari suatu dampak yang ditimbulkan karena hutang dan ekuitas terhadap pembiayaan aset perusahaan.

3. Menurut I. M. Pandey

Pandey merupakan ahli keuangan terkemuka yang berhasil membuktikan kinernya. Ia juga ikut memberikan pengertian dari struktur modal. Baginya strukutur modal merupakan campuran sumber dana jangka panjang yang terdiri atas, utang, saham preferensi, dan ekuitas baik cadangan maupun surplus.

Dengan demikian, dapat kita ketahui bahwa struktur modal adalah suatu perimbangan serta kolaborasi antara modal sendiri dengan modal asing yang dimiliki suatu perusahaan. Modal sendiri yang dimaksud merupakan bentuk kepemilikan. Sedangkan modal asing merupankan utang jangka pendek maupun panjang.

BACA JUGA: Apa Itu Perusahaan Manufaktur? Ini Karakteristik, Sistem dan Proses Bisnis

Tujuan Struktur Modal

Tujuan Struktur ModalAdanya struktur modal memiliki tujuan dalam mengkolaborasikan sumber-sumber dana baik permanen maupun aktivitas dalam kegiatan operasional perusahaan. Hal ini dilakukan agar perusahaan mencapai nilai yang optimal. Lebih dari itu, struktur modal dapat menjaga kualitas serta elibilitas suatu perusahaan dalam melakukan kegiatannya.

Teori Struktur Modal

Teori Struktur ModalGrameds, pastinya untuk mendalami lebih jauh lagi terkait struktur modal membutuhkan suatu pengetahuan yang terperinci dan sistematis. Hal tersebut disebut juga dengan teori struktur modal. Teori struktur modal merupakan landasan yang digunakan untuk menjalankan struktur modal tertentu, sehingga prosesnya menjadi terkontrol dan seimbang sesuai pengetahuan ilmiah yang ada.

Contoh Teori yang Mendasari Struktur Modal

Terdapat lima teori yang mendasari struktur modal dilaksanakan. Teori-teori tersebut beberapa diantaranya dikemukakan oleh ahli keuangan ternama. Selain itu, teori-teori ini sangatlah tepat untuk digunakan oleh perusahaan. Berikut adalah penjelasannya:

Contoh Teori yang Mendasari Struktur Modal1. Teori Pendekatan Tradisional

Teori ini berfokus pada pengelolaan sekaligus pemetaan yang optimal. Oleh sebab itu, struktur modal dipandang memiliki pengaruh yang kuat terhadap nilai perusahaan. Inilah yang menyebabkan struktur modal dapat diubah serta disesuaikan untuk mendapatkan hasil optimal dalam suatu perusahaan.

2. Teori Pendekatan Modigliani dan Miller

Sesuai dengan namanya, teori ini dicetuskkan oleh Franco Modigliani dan Merton Miller. Keduanya memiliki pandangan yang sama saat membahas persoalan modal. Teori Modiglani dan Miller ini mengusulkan tiga proposisi penting, yaitu:

  • Struktur modal tidak relevan dengan nilai perusahaan. Akibatnya nilai perusahaan identik akan tetap sama atau bertahan, sekaligus tidak memberikan pengaruh pada keungan yang diadopsi untuk membiayai aset. Sedangkan nilai perusahaan bergantung pada pendapatan yang diharapkan pada masa depan, terhitung saat tidak terdapat pajak.
  • Penting untuk memiliki informasi pajak. Hal ini dikarenakan penggunaan aset serta sumber dana akan mengalami peningkatan saat mengetahui pajak yang tertanggung. Selain itu, informasi pajak juga dibutuhkan untuk mengetahui pengurangan biaya modal tertimbang rata-rata perusahaan.
  • Tidak terdapat biaya kebangkrutan dalam struktur modal. Dengan kata lain, aset dapat dijual dengan harga pasar dan earning before interest (EBIT) tidak dipengaruhi oleh utang perusahaan. Oleh sebab itu, investor berpera penting dalam menjadi price takers.

3. Teori Trade Off

Teori trade off memiliki pandangan bahwa untuk menentukan struktur modal yang optimal, maka dibutuhkan beberapa faktor seperti, biaya keagenan, pajak, serta kesulitan keungan. Namun agar perusahaan tetap bertahan, teori ini juga menegaskan untuk memperhatikan asumsi dari efisiensi pasar. Oleh sebab itu, pelaku usaha akan memikirkan kesulitan biaya dan bagaimana cara menghemat pajak.

4. Teori Pecking Order

Teori pecking order memiliki sudut pandang bahwa tingkat keuntungan yang dapat dimiliki suatu perusahaan berjumlah besar, maka hal tersebut akan membuat perusahaan sedikit memiliki hutang. Inilah yang kemudian muncul beberapa preferensi secara runtut pada teori pecking order. Berikut adalah penjelasannya:

  1. Perusahaan dapat memilih pemasukan internal dari laba hasil usaha perusahaan.
  2. Perkiraan investasi dapat digunakan untuk menghitung target rasio pembayaran.
  3. Perusahaan akan memiliki cash flow yang besar daripada pengeluaran saat memiliki kebijakan konstan dari fluktuasi serta kesempatan investasi.
  4. Jika terdapat kondisi eksternal, maka perusahaan akan mengeluarkan surat berharga yang paling aman terlebih dahulu.

5. Teori Asimetri Informasi dan Signaling

Teori struktur modal ini merupakan satu-satunya teori yang menyatakan bahwa anggota serta pihak dalam perusahaan tidak memiliki informasi sama terhadap terjadinya resiko. Ada dua pandangan yang disampaikan dalam teori ini. Berikut penjelasannya di bawah ini:

  • Myers dan Majluf menyatakan bahwa adanya perbedaan perolehan informasi antara manajer dan pihak luar. Dimana manajer memiliki informasi lebih lengkap tentang perusahaan daripada pihak luar. Oleh sebab itu, poros utama dalam perusahaan adalah manajer.
  • Signaling merupakan pandangan yang menjelaskan bahwa pengembangan modal yang terjadi akibat hutang merupakan sinyal yang disampaikan manajer pada pasar. Hal ini terjadi karena manajer berusaha untuk memastikan perusahaannya memiliki prospek yang baik. Dengan kata lain peningkatan saham serta kesempatan investor yang terbuka luas.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur ModalDalam perjalanannya menuju optimalisasi perusahaan, struktur modal dipengaruhi oleh beberapa hal yang disebut faktor penentu. Beberapa faktor di antaranya memiliki pengaruh yang tinggi terhadap kenaikan maupun penurunan struktur modal. Berikut penjelasannya di bawah ini:

1. Struktur Aktiva (Tangibility)

Seorang ahli ekonomi, Syamsudin menyatakan bahwa struktur aktiva atau tangibility merupakan suatu bentuk pemenuhan alokasi dana untuk setiap komponen aktiva baik tetap maupun lancar. Arti yang lain disampaikan oleh Weston dan Brigham, dimana struktur aktiva disebut juga sebagai perimbangan atau perbandingan yang terjadi antara aktiva tetap dengan total aktiva. Dengan kata lain, pemenuhan modal tergantung pada kondisi aktiva suatu perusahaan.

Ketika suatu perusahaan menanam modal dalam bentuk aktiva tetap, maka pemenuhan modal berasal dari kepemilikan sendiri sehingga utang hanyalah pelengkap. Sedangkan perusahaan yang aktiva lancar lebih besar akan cenderung memilih utang sebagai pemenuhan dana. Dari kedua contoh tersebut dapat kita simpulkan bahwa aktiva sangat berpengaruh pada struktur modal perusahaan.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

2. Growth Oppurtunity

Arti dari growth oppurtunity adalah sebuah peluang yang dimiliki perusahaan untuk tumbuh kedepannya. Namun, beberapa ahli mengemukakan pendapat yang berbeda. Dimana growth oppurtunity merupakan titik balik perubahan aktiva yang perusahaan miliki. Oleh sebab itu, perusahaan akan cenderung melakukan investasi demi keuntungannya sendiri.

3. Ukuran Perusahaan (Form Size)

Ukuran perusahaan sangat mempengaruhi struktur modal. Hal ini dikarenakan aktivitas yang dapat dilakukan untuk mengembangkan struktur modal terlihat dari kemajuan atau besar kecilnya suatu perusahaan. Dengan kata lain, bagaimana perusahaan tersebut tumbuh dan berkembang dalam pencapaian yang lebih tinggi.

Perbedaan tersebut dapat dilihat dari kemampuan perusahaan itu sendiri. Misalnya perusahaan yang besar akan lebih mudah dalam menentukan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan keanekaragaman produk, selain itu akan lebih siap menghadapi krisis. Sedangkan perusahaan kecil rentan mengalami kebangkrutan jika melakukan hal tersebut.

4. Profitabilitas

Perusahaan dengan profit atau keuntungan tinggi biasanya memiliki dana internal yang tinggi pula, begitu pula alokasi dana cadangan. Artinya perusahaan tersebut jauh dari kata utang kepada pihak luar. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi struktur modal pada perusahaan tersebut.

5. Risiko Bisnis

Adanya risiko bisnis maka banyak perusahaan akan lebih berhati-hati dalam menentukan modal. hal ini dikarenakan risiko yang timbul dapat menghambat kemajuan serta berpengaruh negatif terhadap sistem pendanaan internal. Selain itu, pendanaan eksternal juga akan mengalami hambatan sehingga perusahaan tidak mudah dalam menentukan permodalannya.

Dari beberapa faktor di atas, apakah Grameds sudah cukup memahami terkait materi struktur modal? Tentunya dengan memahami faktor-faktor tersebut, kita akan lebih mengetahui bagaimana struktur modal dapat berjalan dengan baik. Nah, selanjutnya kita bahas terkait fungsi struktur modal ya, Grameds.

Fungsi Struktur Modal

Struktur modal yang baik mempengaruhi posisi keuangan bisnis dan manajemen perusahaan cenderung meningkat. Selain itu, juga akan memenuhi persyaratan keungan yang harus dicapai oleh perusahaan besar. Berikut ini adalah fungsi dari diterapkannya struktur modal yang baik:

1. Maksimalisasi Pengembalian

banner-promo-gramedia-ilana-tan

Peningkatan laba pada saham dapat ditingkatkan dengan mengatur struktur modal yang baik. Hal ini membuat pemilik saham mendapatkan pengembalian yang optimal. Selain itu, pemilik saham dapat memulihkan pinjaman serta terhindar dari utang.

2. Fleksibilitas

Struktur modal juga dapat memberikan pergerakan ekspansi utang yang lebih dinamis. Hal ini bisa disesuaikan dengan strategi serta kondisi bisnis yang diinginkan. Kemudian perusahaan akan mendapatkan pergerakan kemajuan yang signifikan.

3. Solvabilitas

Likuiditas perusahaan akan terjaga dengan adanya struktur modal yang baik. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan dapat menghindari beban pembayarn bunga pada utang yang tidak direncanakan. Inilah yang menyebabkan kas di tangan mengalami penurunan.

4. Meningkatkan Nilai Perusahaan

Para investor mencari perusahaan yang memiliki struktur modal baik. Dengan kata lain, investor lebih suka menanam uang mereka hanya pada perusahaan dengan tata permodalan yang terjaga. Jika perusahaan mampu menciptakan hal tersebut, maka pastinya saham dan sekuiritas perusahaan akan meningkat.

5. Mengurangi Risiko Keuangan

Keseimbangan antara proporsi utang dan ekuitas dapat dilakukan dengan memiliki struktur modal yang baik. Oleh sebab itu, perusahaan akan terhindar dari kondisi keuangan krisis dan jauh dari kebangkrutan. Selain itu, perusahaan akan memiliki kondisi keuangan yang sehat.

6. Meminimalkan Biaya Modal

Struktur modal juga dapat dirancang untuk memenuhi modal utang jangka panjang yang strategis. Hal ini sering dilakukan oleh perusahaan demi mempersiapkan perusahaannya di masa depan. Sehingga perusahaan akan dapat meminimalisir biaya pinjaman yang diperlukan.

7. Alat Perencanaan Pajak

Perusahaan yang mengambil dana utang sebagai modalnya, cenderung akan mengalami kesulitan di jangka panjang saat tidak memiliki struktur modal yang baik. Hal ini disebabkan nilai pajak akan meningkat serta pinjaman terus berputar. Oleh sebab itu, penting dalam mengelola struktur modal.

8. Pemanfaatan Dana Optimal

Perusahaan yang memiliki struktur modal baik akan lebih leluasa dalam menyusun rencana secara sistematis dan strategis. Akibatnya perusahaan akan menghasilkan output optimal dari laba yang tersedia. Selain itu, struktur modal juga akan menjaga perusahaan agar selalu on track di jalannya.

Perbedaan Struktur Modal, Struktur Keuangan dan Struktur Aset

Perbedaan Struktur Modal, Struktur Keuangan dan Struktur AsetKetiga istilah tersebut seringkali diartikan sebagai hall yang sama. Namun, apakah Grameds tahu  bahwa ketiganya memiliki arti yang berbeda? Yaps, tiga istilah tersebut memiliki makna yang berbeda-beda meskipun sama-sama pada bidang ekonomi.

Seperti yang telah kita ketahui di atas bahwa struktur modal merupakan perimbangan dari utang dan ekuitas modal yang dimiliki perusahaan. Sedangkan struktur keuangan merupakan cara perusahaan dalam membiayai aktivanya. Misalnya dengan utang, saham, serta hasil investasi.

Dengan kata lain, struktur keuangan berfokus pada kekayaan bersih pemilik perusahaan serta kewajiban yang harus ditanggung. Sedangkan struktur aset memrupakan perimbangan atau perbandingan seluruh kekayaan antara aktiva tetap dan lancar suatu perusahaan.

Kesimpulan

Grameds, setelah mempelajari materi struktur modal pastinya semakin memahami bagaimana perusahaan mengatur dananya. Nah, dari keseluruhan penjelasan di atas, struktur modal dapat kita pahami sebagai perbandingan yang terjadi pada modal ditahan dengan ekuitas modal kepemilikan baik jangka pendek maupun panjang. Adapun tujuan struktur modal sendiri adalah untuk menggabungkan sumber-sumber dana permanen dan lancar untuk operasional perusahaan.

Hal tersebut dapat terwujud jika perusahaan memiliki pengelolaan struktur modal yang baik. Kondisi keuangan baik internal maupun eksternal akan terjaga aman sehingga perusahaan akan terhindar dari kebangkrutan. Finansial terjaga juga akan terhindar dari utang atau pinjaman eksternal.

Harapannya perusahaan-perusahaan dapat memiliki kemajuan yang signifikan secara finansial dengan memahami struktur modal baik. Selain itu, perusahaan dengan struktur modal baik banyak dicari oleh para investor yang ingin menanamkan uangnya. Inilah yang membuat perusahaan mampu bertahan di tengah kondisi persaingan.

Nah, agar wawasan kita semakin dalam terkait struktur modal, Grameds dapat membaca buku di bawah ini. Kami percaya bahwa Gramedia akan terus menjaga semangat untuk menjadi #SahabatTanpaBatas dengan menyajikan buku-buku terbaik untuk kalian semua. Yuks, kita budayakan baca buku mulai sekarang!

Penulis: Mutiani Eka Astutik

BACA JUGA:

Judul: Pengantar Pasar Modal, Didesain untuk Mempelajari Pasar Modal Dengan Mudah

Pengantar Pasar Modal, Didesain untuk Mempelajari Pasar Modal Dengan Mudah & Praktis (Edisi Revisi)

Pengantar Pasar Modal, Didesain untuk Mempelajari Pasar Modal Dengan Mudah & Praktis (Edisi Revisi)

Beli Buku di Gramedia

Judul: Akutansi Aktiva = Utang + Modal

Akutansi Aktiva = Utang + Modal

Akutansi Aktiva = Utang + Modal

Beli Buku di Gramedia

Judul: Strategi Investasi Dan Trading Saham Di Pasar Modal Indonesi

Strategi Investasi Dan Trading Saham Di Pasar Modal Indonesi

Strategi Investasi Dan Trading Saham Di Pasar Modal Indonesi

Beli Buku di Gramedia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien