IPA Sains dan Teknologi

12 Nama Galaksi: Pengertian, Jenis, dan Teori Pembentukannya

nama galaksi
Written by Rifda Arum

Nama Galaksi – Pada dasarnya, planet bumi yang kita tinggali ini adalah salah satu dari beberapa planet yang berada di sebuah tata surya. Di dalam tata surya tersebut, tidak hanya ada planet-planet saja termasuk bumi, tetapi juga ada satelit, meteor, komet, hingga asteroid yang ternyata semua itu hanyalah satu dari jutaan bintang yang tergabung dalam suatu kelompok galaksi. Lalu, itu berarti kita ini hidup di sebuah galaksi? Yap, itu benar.

Di seluruh alam semesta ini, keberadaan galaksi tidak hanya satu saja lho… Melainkan ada banyak sekali galaksi jumlahnya, hanya saja ilmu pengetahuan kita masih terbatas dan baru mengetahui ratusan saja. Meskipun demikian, tetap saja ilmu pengetahuan manusia hingga detik ini sudah keren ya karena mampu mengetahui nama galaksi yang ada!

Lalu sebenarnya, apa sih galaksi itu? Apa saja nama galaksi yang ada di alam semesta ini? Bagaimana pula teori tentang proses pembentukan sebuah galaksi yang tentu saja berbeda dengan proses pembentukan tata surya?

Nah, supaya Grameds memahami akan hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/

Apa Itu Galaksi?

Apa yang Grameds pikirkan ketika mendengar istilah “Galaksi?” Apakah langsung memikirkan sebuah kumpulan bintang-bintang yang bercahaya putih dan membentuk sebuah spiral? Jika demikian, pemikiran Grameds tidak sepenuhnya salah.

Galaksi adalah sebuah sistem bintang yang memiliki ukuran sangat besar, tersusun atas bintang-bintang yang jumlahnya tak terhitung banyaknya. Biasanya, bintang-bintang tersebut dapat juga berupa bintang tunggal maupun gugus bintang, kemudian ada juga planet, cluster, nebula, asteroid, komet, gas, hingga debu-debu kosmik. Perlu diketahui ya bahwa planet bumi ini bukanlah jenis bintang, sebab tidak memiliki kemampuan untuk memancarkan cahayanya sendiri.

Nah, Grameds juga pasti sudah tahu bahwa matahari itu adalah pusat dari tata surya kita ini. Matahari bersama planet-planet lain termasuk bumi, berputar mengikuti garis edar alias orbitnya pada sebuah galaksi. Galaksi tersebut dinamakan sebagai Galaksi Milky Way atau Galaksi Bima Sakti. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh manusia yang hidup di planet bumi ini berada di dalam Galaksi Bima Sakti.

Galaksi-galaksi yang ada di seluruh alam semesta ini terdiri atas bermilyar-milyar bintang dan benda langit yang masing-masing memiliki ragam tipenya, ada yang berupa bintang berwarna merah dan warna putih. Jarak antara satu bintang dengan bintang lainnya sangat jauh, sehingga alam semesta akan tampak “kosong”. Namun, ada juga beberapa puluh ribu bintang tampaknya “berdekatan” mengelilingi sebuah pusat, sehingga apabila dilihat akan tampak seperti kabut.

Ciri-Ciri Galaksi

Banyak orang tidak dapat membedakan antara galaksi dengan kabut kosmis maupun nebula biasa. Nah, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri galaksi.

  • Sebuah galaksi itu memiliki cahaya sendiri dan cahayanya bukanlah berupa pantulan (fluorescence). Selain itu, cahaya tersebut nantinya akan memberikan spektrum serap yang menunjukkan bahwa benda penyinar tersebut berupa benda padat dengan diliputi oleh gas-gas tertentu.
  • Sebuah galaksi itu memiliki bentuk khusus dimana terdapat bagian inti bercahaya di pusatnya, sehingga mudah dikenali.
  • Sebuah galaksi itu akan terlihat di luar jalur bintang Kali Serayu, sejauh apapun itu dari matahari.

Jenis-Jenis Galaksi

Apabila dilihat dari bentuknya, galaksi yang terdapat di seluruh alam semesta ini dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yakni.

1. Galaksi Spiral

Jenis galaksi yang satu ini paling umum dikenal orang, sebab sebagian besar galaksi memiliki bentuk demikian. Dalam galaksi tipe ini, bagian utamanya disebut dengan bulge dan hallo. Bulge adalah bagian pusat galaksi yang menonjol dan berupa bagian yang padat. Nah, pada galaksi kita yaitu Bima Sakti, pusat galaksinya berada di arah rasi Sagitarius, tetapi mata kita tidak dapat melihatnya secara langsung. Sedangkan hallo adalah bagian lengan spiral.

Umumnya, galaksi spiral terdiri atas pusaran bintang dan medium antarbintang yang berupa garis tengah atau pusat galaksi tersebut memiliki bintang-bintang dengan umur yang sangat tua. Bintang-bintang yang ada di galaksi ini juga terdiri lagi atas bintang muda dan bintang tua.

Berhubung bentuknya spiral, maka galaksi jenis ini akan berotasi dengan kecepatan sangat jauh lebih besar, apabila dibandingkan dengan jenis galaksi elips. Kecepatan rotasinya bahkan dapat menyebabkan galaksi ini menjadi pipih dan membentuk bidang galaksi. Besar kecilnya kecepatan rotasi bergantung pada massa galaksi tersebut, sehingga tidak semua galaksi spiral memiliki kecepatan rotasi yang sama. Contoh Galaksi jenis spiral ialah M31 (Andromeda), M33 (Triangulum), dan M51 (Whirlpool).

2. Galaksi Elips (Elliptical)

Bentuk dari jenis galaksi ini bermacam-macam, mulai dari bentuk hampir bulat seperti ellipsoidal hingga hampir berbentuk datar. Galaksi elips merupakan jenis galaksi yang diperkirakan memiliki bentuk elipsoid dan terlihat lembut, sebab terangnya cahaya pada antarbintang, sehingga hampir keseluruhan bentuknya seolah rata dan terang. Bermacam-macam bentuk pada galaksi jenis ini tentu saja dapat mempengaruhi jumlah bintang yang ada di dalamnya.

Klasifikasi galaksi ini dicetuskan oleh Edwin Hubble dalam skema klasifikasi Hubble. Contoh jenis galaksi ini adalah M32, M49, dan M59.

3. Galaksi Tak Beraturan

Jenis galaksi ini disebut demikian sebab bentuknya bukan spiral maupun eliptikal, melainkan beragam bentuknya. Ada beberapa yang disebut dengan Galaxy Dwarf sebab bentuknya yang lebih kecil dibandingkan galaksi pada umumnya, contohnya adalah M110. . Beberapa yang lainnya disebut dengan Ring Galaxy sebab berbentuk layaknya cincin dengan bagian tengah adalah pusatnya, contohnya adalah Objek Hong. Ada pula yang disebut dengan Lenticular Galaxy sebab bentuknya berupa perpaduan dari jenis spiral dan eliptik, contohnya adalah NGC 5866 HG.

Galaksi yang tidak memiliki bentuk khusus ini biasanya mengandung materi antarbintang yang terdiri atas gas dan debu, tetapi tetap memiliki bintang muda serta bintang tua. Contoh lain dari galaksi jenis ini adalah Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Besar yang ternyata berada di dekat galaksi kita lho, dengan jarak sekitar 180.000 tahun cahaya dari Galaksi Bima Sakti ini.

Nama Galaksi yang Terdapat di Alam Semesta

1. Galaksi Bima Sakti

galaksi bima sakti

Galaksi yang berbentuk spiral ini adalah tempat kita hidup bersama manusia lain di planet bumi. Yap, sama halnya dengan galaksi lainnya, Galaksi Bima Sakti ini tentu saja tersusun atas miliaran bintang, kabut kosmis, debu-debu, dan gas-gas kosmis yang sebarannya tidak merata. Kumpulan bintang di galaksi ini bahkan dapat kita lihat dengan mata telanjang lho, terutama ketika malam hari. Pusat dari galaksi Bima Sakti berupa kawasan yang sangat terang, dengan diselimuti kabut debut, dan biasanya hanya tampak dalam gelombang radio (inframerah). Di sekitar pusat tersebut akan terdapat bintang dan bahan bintang yang membentang membentuk piring, dengan garis tengah sekitar 80.000 tahun cahaya.

2. Galaksi Andromeda (M31)

galaksi andromeda

Galaksi lain yang sama kerap dikenal oleh kalangan umum adalah Galaksi Andromeda, sebab dapat dilihat secara langsung tanpa teropong. Galaksi Andromeda juga sama dengan galaksi kita, yakni sama-sama berbentuk spiral dan jarak antara keduannya adalah sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Nama lain dari Galaksi Andromeda adalah Messier 31 (M.31). Messier adalah nama seorang astronom asal Perancis yang pertama kalinya mencatat galaksi ini ketika tengah menyelidiki keberadaan galaksi yang ada di alam semesta.

3. Galaksi Magellan Besar dan Magellan Kecil

Big Magellan Galaxy

Small Magellan Galaxy

Kedua galaksi ini berada di belahan langit selatan, kira-kira berjarak 150.000 tahun cahaya dari galaksi Bima Sakti. Bentuknya yang berdekatan itu kerap dianggap sebagai satelit-satelit dari galaksi kita ini. Nama keduanya yakni Magellan diambil dari penemunya, yakni Ferdinand Magellan, selaku astronom berasal dari Portugal.

Berhubung galaksi ini kerap mengorbit di sekitar galaksi Bima Sakti, banyak yang menganggap bahwa dua galaksi tersebut adalah bagian dari sistem galaksi kita, padahal sebenarnya bukan ya…

4. Galaksi Sombrero

galaksi sombrero

Bentuk galaksi ini adalah spiral dan terlihat seperti topi sombrero, maka dari itu dinamakan demikian. Nama lain dari Galaksi Sombrero ini adalah Messier 104 (M104), yang terletak di sekitar 28 juta tahun cahaya dari galaksi kita. Inti pada galaksi ini sangat cerah, yakni pada pusat tonjolannya yang besar dan di bagian tengah dikelilingi debut.

Pada tonjolan besar tersebut diperkirakan sebagai pusat lubang hitam supermasif, sementara jalur debunya sangat menarik perhatian para astronom profesional.

5. Galaksi The Rose (Arp 273)

galaksi the rose

Galaksi ini disebut demikian sebab bentuknya seperti bunga mawar dan berada di rasi bintang Andromeda. Sebenarnya, galaksi The Rose ini terdiri dari 2 galaksi yakni UGC 1810 dan UGC 1813. Pada UGC 1810 ini berukuran besar dan memiliki cakram yang membentuk menyerupai bunga mawar. Kemudian UGC 1810 yang berada di bawah UGC 1810 ini berbentuk lebih kecil dan bahkan menunjukkan tanda-tanda berbeda dari proses pembentukan bintang aktif pada umumnya.

6. Galaksi Sculptor (NGC 253)

galaksi sculptor

Galaksi NGC 253 ini berbentuk spiral dan disebut sebagai galaksi paling terang sekaligus yang paling redup. Terletak di rasi bintang Sculptor selatan dengan jarak sekitar 8 juta tahun cahaya. Dalam Galaksi Sculptor ini memiliki banyak debu, bahkan selur-selur debunya kerap terlihat naik dari piringan galaksinya.

7. Galaksi Black Eye (M64)

galaksi black eye

Disebut demikian sebab galaksi ini memiliki pita gelap yang spektakuler dalam menyerap debu yang ada di depan inti terang galaksi. Pita gelap tersebut diperkirakan terbentuk akibat tabrakan dengan galaksi lain. Sama halnya dengan Galaksi Sombrero, galaksi ini juga ditemukan oleh Charles Messier, seorang astronom dari Perancis.

8. Galaksi Roda Biru (Blue Pinwheel Galaxy)

galaksi roda biru

Sesuai dengan namanya, galaksi ini memiliki bentuk bundar layaknya roda dengan warna biru. Galaksi ini berjarak sekitar 2 juta tahun cahaya dengan galaksi kita. Berhubung galaksi ini bertetangga dekat dengan galaksi Bima Sakti, maka anggotanya bahkan dapat dengan mudah dilihat oleh manusia di bumi, baik itu menggunakan binokuler maupun teropong khusus.

9. Galaksi Cartwheel

galaksi cartwheel

An image of the Cartwheel Galaxy taken with the NASA/ESA Hubble Space Telescope.

Bentuknya sangat unik, mirip dengan roda pada gerobak yang berjejer, dan memiliki ukuran jarak sekitar 150.000 tahun cahaya. Galaksi Cartwheel ini memiliki pusat yang sangat terang, dengan jeruji debut dan gas tipis yang memancar ke arah cincin bintang yang ada di sekitarnya.

Apabila dari bumi, maka jaraknya sekitar 500 juta tahun cahaya, yakni berada di rasi bintang Sculptor. Bentuknya yang unik tersebut diperkirakan terjadi karena tabrakan kosmik secara langsung pada jutaan tahun yang lalu.

10. Galaksi Bunga Matahari (Sunflower)

galaksi bunga matahari

The arrangement of the spiral arms in the galaxy Messier 63, seen here in a new image from the NASA/ESA Hubble Space Telescope, recall the pattern at the centre of a sunflower.

Bentuk tampilannya hampir menyerupai bunga matahari dan mempunyai nama lain Messier 63 (M63). Sama halnya dengan galaksi Sombrero dan Black Eye, galaksi ini juga ditemukan oleh Charles Messier pada tahun 1781. Berhubung bentuknya adalah spiral dengan banyak lengan, maka akan terlihat seperti pola bunga matahari.

Apabila dari bumi, maka jaraknya adalah sekitar 27 juta tahun cahaya, yakni berada di rasi bintang Canes Venatici. Adanya cahaya terang yang kerap kali menerangi galaksi ini sebenarnya dihasilkan oleh bintang raksasa biru-putih yang terbentuk baru-baru ini.

11. Galaksi Ursa Mayor

galaksi ursa mayor

Ursa Mayor M101 Galaxy

Nama lain dari galaksi ini adalah Galaksi Bintang Biduk. Keberadaan dari galaksi ini ternyata sangat bermanfaat bagi para manusia di bumi, terutama para pelayar yang menjadikannya sebagai patokan ketika tengah berlayar pada malam ini. Tidak hanya itu saja, Galaksi Ursa Mayor ini juga populer di kalangan petani, karena pada kemunculannya sering dianggap sebagai penanda dari dimulainya waktu nama padi, terutama di masyarakat Jawa yang mengenalnya dengan nama Lintang Kartika.

Apabila dilihat sekilas, galaksi ini nampak terdapat tujung bintang yang sangat terang sehingga tentu saja dapat dijadikan sebagai patokan ketika berlayar. Jumlah bintang yang ada di galaksi ini adalah 6 buah, bahkan dapat juga dilihat di langit Kutub Utara.

12. Galaksi Pusaran Air (M51)

galaksi pusaran air

Bentuk tampilannya seolah menyerupai pusaran air, yang mana terjadi akibat gangguan gravitasi di alam semesta. Apabila Grameds melihat bintang-bintang di langit menggunakan binokular, pasti dengan mudah menemukan galaksi ini. Galaksi Pusaran Air alias M51 ini kerap dijadikan sasaran empuk bagi para astronom dalam upayanya mempelajari struktur dan lengan spiral galaksi.

Teori Terbentuknya Galaksi

Terdapat dua teori utama mengenai bagaimana terbentuknya sebuah galaksi, yakni:

1. Teori Kelompok Chaostic

Pendapat dalam teori ini dikemukakan oleh sekelompok sarjana kosmologi modern, yang meyakini bahwa terbentuknya galaksi berhubungan dengan Teori Big Bang pada proses pembentukan alam semesta. Apabila kita melihat kembali apa itu teori Big Bang, yang mana merupakan teori bahwa alam semesta ini berasal dari suatu ledakan yang hebat sehingga mampu melemparkan segala benda ke segala arah. Nah, lambat laun, benda-benda yang terlempar tersebut membentuk sebuah galaksi.

2. Teori Kelompok Quiescent

Pendapat dalam teori ini dikemukakan oleh sekelompok sarjana kosmologi yang percaya bahwa alam semesta sebenarnya memiliki jumlah kecil kondisi yang inhomogenitas, sehingga lambat laun akan berkembang membentuk galaksi.

Namun hingga sekarang, belum ada ahli astronom yang memiliki teori pasti akan bagaimana proses terbentuknya galaksi. Meskipun kedua teori pendapat tersebut memiliki kelebihan masing-masing, tetapi secara konkrit belum dapat dipastikan teori mana yang benar adanya.

Nah, itulah ulasan mengenai nama-nama galaksi yang ada di alam semesta ini. Sebenarnya, masih banyak kok galaksi-galaksi yang tersebar di seluruh alam semesta ini, apabila Grameds tertarik mempelajarinya, dapat dilakukan dengan membaca buku astronomi ya…

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien