Environment IPA

5 Macam-macam Pencemaran Lingkungan, Apa Saja Ya?

Written by Rifda Arum

Macam-Macam Pencemaran – Apakah Grameds menyadari bahwa semakin berkembangnya zaman justru keadaan lingkungan alam malah menjadi kotor? Maksud dari kata “kotor” tersebut adalah lingkungan saat ini sudah banyak terjadi pencemaran yang tentu saja menjadi permasalahan pokok di setiap negara, tidak hanya di Indonesia saja.

Yap, pencemaran lingkungan ini dipengaruhi oleh banyaknya produktivitas yang terjadi di planet bumi. Banyak manusia selaku objek sosial tidak menyadari akan bahaya dari terjadinya pencemaran ini. Bahaya yang paling dapat dirasakan dari terjadinya pencemaran adalah kesehatan manusia juga turut terganggu.

Lalu, apa saja sih macam-macam dari pencemaran itu? Apakah hanya sekadar pencemaran udara saja yang kebanyakan berasal dari asap polusi kendaraan dan pabrik?

Tentu saja saja tidak, banyak pencemaran yang telah terjadi di planet bumi yang bahkan tanpa kita sadari justru kita lah pelakunya. Nah, maka dari itu, yuk cermati mengenai materi macam-macam pencemaran yang telah terjadi di planet bumi ini sekaligus cara mengatasinya.

https://www.pexels.com/

Memahami Apa Itu Pencemaran Lingkungan

Sebelum membahas mengenai macam-macam pencemaran, ada baiknya apabila Grameds memahami terlebih dahulu mengenai apa itu pencemaran, terutama pencemaran lingkungan.

Pencemaran lingkungan sekarang ini sudah menjadi masalah pokok yang dialami oleh banyak negara, tidak hanya di Indonesia saja. Hal tersebut terjadi seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat sehingga mengakibatkan kebutuhan akan sumber daya alam termasuk air, udara, dan lahan juga turut “tersentuh”.

Secara umum, pencemaran adalah proses masuknya bahan atau energi tertentu ke dalam suatu lingkungan yang justru menyebabkan timbulnya perubahan negatif pada lingkungan, kesehatan manusia, hingga eksistensi manusia beserta organisasi lain. Dalam hal ini, lingkungan yang dimaksud berkaitan dengan ekosistem udara, ekosistem tanah, ekosistem laut, dan lainnya.

Sementara itu, menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terutama pada Pasal 1 ayat 14, mengungkapkan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah “Masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain kedalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.”

Pencemaran lingkungan ini dapat terjadi di mana saja, seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk. Beban pencemaran paling berat diakibatkan oleh limbah industri dan berbagai bahan kimia.

Beli Buku di Gramedia

5 Macam Pencemaran Lingkungan

Apabila dilihat dari sifatnya, pencemaran lingkungan yang terjadi di kebanyakan negara termasuk Indonesia, dapat dikelompokkan menjadi 5 macam, yakni pencemaran udara, pencemaran suara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran radiasi. Nah, berikut adalah penjelasannya.

1. Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah ketika munculnya bahan-bahan asing yang masuk melalui udara dan kemudian mempengaruhi kualitasnya di suatu wilayah tertentu. Sementara itu, menurut Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. KEP – 03 / MENKLH/ II / 1991 turut mengungkapkan bahwa pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Klasifikasi Bahan Pencemar Udara

Secara umum, pencemaran udara atau polusi udara ini dapat disebabkan oleh dua jenis polutan, yakni yang bersifat primer dan sekunder.

  • Polutan Primer

Yakni jenis polutan yang merupakan hasil langsung dari suatu proses atau substansi pencemar yang ditimbulkan secara langsung oleh sumber pencemarnya. Contoh polutan primer ini yaitu sulfur dioksida yang dihasilkan oleh pabrik – pabrik serta karbon dioksida dan karbon monoksida hasil pembakaran

  • Polutan Sekunder

Yakni jenis polutan yang dihasilkan oleh adanya interaksi dari beberapa polutan primer di atmosfer, seperti reaksi foto kimia. Contoh dari polutan sekunder ini adalah disosiasi NO2 yang menghasilkan NO dan O.

Penyebab Terjadinya Pencemaran Udara

  • Lalu Lintas

Penggunaan alat transportasi justru menjadi penyebab utama dari terjadinya pencemaran udara, terutama pada kendaraan mobil dan motor. Apalagi pada zaman sekarang ini, jumlah kendaraan justru semakin meningkat pada tiap tahunnya hingga akhirnya menimbulkan kemacetan.

Secara teori, dalam minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar tersebut mengandung senyawa hidrokarbon dan kemudian dibakar sehingga menghasilkan senyawa karbondioksida dan air.

Namun pada kenyataannya mesin tidak dapat membakar hidrokarbon hingga bersih yang menyebabkan knalpot kendaraan mengeluarkan zat-zat berbahaya yang menyebabkan pencemaran udara lebih parah. Hasil pembakaran tidak sempurna tersebut menghasilkan senyawa Karbon monoksida (CO) yang merupakan gas beracun, Nitrogen oksida dan senyawa organik volatil (VOC).

Zat-zat tersebut merupakan penyebab pencemaran udara yang berbahaya sehingga udara menjadi berkabut coklat, biru atau hitam dan membentuk ozon. Ozon ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat mengganggu pernafasan yang serius dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai penyakit yang lebih akut.

  • Asap Industri atau Pabrik

Penyebab utama kedua dari pencemaran udara adalah semakin banyaknya asap industri atau pabrik yang terdapat di berbagai wilayah. Pada industri pabrik, biasanya terdapat cerobong asap yang berfungsi untuk mengepulkan asap sisa pembakaran setiap harinya.

Namun, beberapa industri pabrik menghasilkan polutan yang sangat berbahaya, terutama industri pabrik pembuatan plastik, semen, aluminium, baja, dan industri kimia lainnya. Senyawa organik seperti karbon monoksida dan hidrokarbon menjadi polutan yang biasa dihasilkan oleh industri pabrik, sehingga secara tidak langsung justru mempercepat proses terjadinya fenomena efek rumah kaca.

  • Penggunaan Insektisida dan Pestisida

Pada zaman sekarang ini, supaya tanaman pertanian dapat tumbuh secara baik dan sehat, perlu diberikan pupuk dan obat anti hama seperti insektisida serta pestisida. Namun ternyata, penggunaan bahan-bahan tersebut justru memberikan dampak tidak baik bagi lingkungan.

Pestisida mengandung amonia atau NH3 yang tentunya berbahaya bagi atmosfer. Amonia merupakan zat yang dapat menyebabkan pencemaran udara sekaligus pencemaran air dan tentu saja tidak baik bagi kesehatan karena dapat menimbulkan penyakit bronkitis.

Beli Buku di Gramedia

2. Pencemaran Suara (Kebisingan)

Pencemaran udara atau kebisingan ini adalah ketika terjadinya suara bising di suatu lingkungan yang melampaui nilai ambang batas dari yang telah ditentukan sebelumnya pada lingkungan tersebut. Pengaruh kebisingan pada kesehatan manusia ditentukan oleh tingkat (kerasnya suara), jarak, dan intensitas kebisingan dari sumbernya.

Pencemaran suara dapat diakibatkan oleh suara-suara bervolume tinggi yang membuat daerah sekitarnya menjadi bising dan tidak menyenangkan. Tingkat kebisingan terjadi bila intensitas bunyi melampui 70 desibel (dB).

 Penyebab Terjadinya Pencemaran Suara

  • Suara penggunaan mesin, baik itu gergaji mesin, mesin pemotong keramik, mesin pemotong rumput, dan lain-lain.
  • Riuhnya suara binatang peliharaan.
  • Suara televisi dengan volume tinggi.
  • Proyek pembangunan.
  • Suara klakson kendaraan umum.
  • Suara mesin di pabrik, mulai dari penggunaan kipas angin besar, kompresor, trafo, dan pompa.

Apabila diukur berdasarkan kekuatan desibel (dB), suara-suara yang kerap menjadi penyebab pencemaran suara adalah:

  • Orang ribut atau bertengkar = 80 dB
  • Suara kereta api = 95 dB
  • Mesin motor = 104 dB
  • Suara petir = 120 dB
  • Pesawat lepas landas = 150 dB

Dampak yang paling dirasakan dari pencemaran suara ini adalah biasanya perasaan tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, hingga yang paling parah adalah dapat menyebabkan terjadinya tuli sementara.

Beli Buku di Gramedia

3. Pencemaran Tanah

Yakni ketika ada benda asing yang ditambahkan di suatu area lahan dan menyebabkan kualitas tanah di area lahan tersebut menjadi menurun hingga mampu membahayakan makhluk hidup yang memanfaatkan tanah tersebut. Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri.

Jenis bahan yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah bahan kimia, mikroorganisme, dan bahan radioaktif. Semua bahan-bahan tersebut apabila masuk ke air akan turut mencemari tanah.

Komponen Bahan-Bahan yang Menyebabkan Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah paling umum disebabkan karena limbah sampah, terutama yang berasal dari pemukiman penduduk dan tempat perdagangan seperti pasar. Dalam hal ini, berikut adalah uraian mengenai komponen bahan-bahan yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah.

  • Limbah Domestik

Limbah domestik kebanyakan berasal dari pemukiman penduduk, tempat perdagangan seperti pasar, usaha rumah makan, dan lainnya; dengan bentuk berupa limbah padat maupun cair.

  • Limbah Padat

Limbah padat ini berupa senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan atau diuraikan oleh mikroorganisme, misalnya plastik, keramik, kaleng, dan bahan bekas bangunan. Untuk senyawa anorganik tersebut dapat tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang.

Sampah anorganik ini dapat menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman, sehingga tanah juga tidak akan mendapatkan air terutama mineral yang mana fungsinya adalah untuk menyuburkan tanah.

  • Limbah Cair

Limbah cair itu dapat berupa deterjen, tinja, oli, atau cat, yang mana apabila dibiarkan meresap ke tanah justru akan merusak kandungan air tanah sekaligus membunuh mikroorganisme yang ada di dalam tanah. Limbah cair ini biasanya berasal dari hasil pengolahan suatu proses produksi, terutama pada industri pengolahan logam dan industri kimia lainnya, contoh zatnya adalah tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron.

  • Limbah Industri

Limbah industri juga dapat berwujud padat hingga cair, yang biasanya dihasilkan oleh industri pabrik, misalnya lumpur, dan bubur yang berasal dari proses pengolahan. Industri pabrik yang menyumbang limbah industri terbanyak adalah pabrik gula, pabrik kertas, tempat pengawetan buah, tempat penjualan ikan dan daging, dan lain-lain.

  • Limbah Pertanian

Limbah pertanian juga turut andil dalam pencemaran tanah ini, apalagi dengan penggunaan pupuk urea dan pestisida yang biasanya digunakan untuk memberantas hama tanaman. Penggunaan pupuk ini apabila dilakukan secara terus-menerus dapat merusak struktur tanah sehingga menyebabkan kesuburan tanah menjadi berkurang lalu menjadi tidak dapat ditanami oleh jenis tanaman tertentu, sebab hara tanah semakin berkurang.

Dampak dari Terjadinya Pencemaran Tanah

  • Dampak Pada Kesehatan

Berhubung tanah adalah tempat tumbuhan dapat hidup, yang apabila tanahnya sudah tercemar maka tumbuhan yang ditanam juga akan ikut tercemar. Apalagi jika tumbuhan tersebut dikonsumsi oleh manusia, maka tentu saja akan berdampak pada kesehatan. Terutama bahan timbal yang sangat berbahaya bagi anak-anak, karena menyebabkan kerusakan otak dan kerusakan ginjal.

  • Dampak Pada Ekosistem

Pencemaran tanah juga turut memberikan dampak terhadap ekosistem. Mengingat ekosistem itu memiliki bentuk layaknya piramida, maka efek kimia yang ditimbulkan dari pencemaran tanah ini akan mempengaruhi  bentuk kehidupan terbawah. Hewan yang berada pada piramida bagian bawah, akan memakan makanan yang mengandung bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan  terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas.

Beli Buku di Gramedia

4. Pencemaran Air

Yakni masuknya benda asing ke dalam suatu wilayah perairan dan menurunkan kualitas air di wilayah perairan tersebut. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna. Masalah pencemaran ini justru menjadi permasalahan global yang mampu membunuh ratusan manusia dalam waktu singkat. Contohnya adalah di India, diperkirakan sekitar 700 juta orang di India tidak memiliki akses ke toilet, dan 1.000 anak-anak India meninggal karena penyakit diare setiap hari.

Penyebab Terjadinya Pencemaran Air

Sebenarnya, pencemaran air itu dapat disebabkan oleh dua faktor yakni faktor alam dan faktor aktivitas manusia. Untuk faktor alam, biasanya berhubungan dengan bencana alam seperti letusan gunung berapi, tsunami, dan banjir.

  • Letusan Gunung Berapi

Lahar yang dikeluarkan oleh gunung berapi biasanya berupa campuran batu, pasir dan kerikil akibat adanya aliran air yang terjadi di lereng gunung. Dari lahar tersebut nantinya akan “bergabung” ke aliran air, yang mana aliran air tersebut digunakan penduduk terutama korban pengungsian untuk memenuhi kebutuhannya. Apabila air tersebut masuk ke tubuh manusia, tentu saja akan berbahaya.

  • Banjir

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang hampir setiap musim penghujan melanda di beberapa wilayah di Indonesia. Pencemaran air yang dikarenakan banjir terutama pada saat sungai atau tidak dapat menampung kapasitas air karena curah hujan lebat lalu air meluap ke daratan sekitar dan tercemar oleh sampah sampah.

  • Limbah Rumah Tangga

Terutama pada limbah rumah tangga yang berwujud cair turut andil dalam penyebab pencemaran air. Dari limbah rumah tangga cair tersebut, nantinya dapat dijumpai berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemak, air buangan manusia) yang terbawa air got/parit, kemudian ikut aliran sungai.

Tidak hanya itu saja, bahkan ada pula bahan-bahan anorganik seperti plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Sampah bertimbun, menyumbat saluran air, dan mengakibatkan banjir. Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis berupa bibit penyakit, bakteri, dan jamur.

Di daerah perkotaan, air got cenderung berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau yang menyengat. Di dalam air got yang demikian, tidak ada organisme hidup kecuali bakteri dan jamur. Dibandingkan dengan limbah industri, limbah rumah tangga di daerah perkotaan di Indonesia mencapai 60% dari seluruh limbah yang ada.

  • Penangkapan Ikan Menggunakan Racun

Hingga saat ini, masih banyak penduduk dan nelayan yang menggunakan tuba atau potas (racun) untuk menangkap ikan. Racun tersebut tidak hanya dapat membunuh ikan dewasa, tetapi juga ikan yang masih berukuran kecil. Kegiatan penangkapan ikan dengan cara tersebut mengakibatkan pencemaran di lingkungan perairan dan menurunkan sumber daya perairan

Beli Buku di Gramedia

5. Pencemaran Radiasi

Yakni masuknya bahan bersifat radioaktif yang memiliki kekuatan radiasi melampaui nilai ambang batas yang telah ditentukan. Tidak hanya itu saja, pencemaran radiasi juga dapat disebabkan oleh radiasi panas yang melebihi temperatur normal di suatu lingkungan.

Biasanya, pencemaran radiasi ini disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom.

Beli Buku di Gramedia

Nah, itulah ulasan mengenai macam-macam pencemaran yang terjadi di planet bumi dan menjadi permasalahan global yang dialami oleh banyak negara, tidak hanya di Indonesia saja. Sebagai generasi masa depan, kita harus melakukan pencegahan lebih dini supaya pencemaran-pencemaran ini tidak semakin meluas dan justru berimbas pada anak cucu kita kelak.

Baca Juga!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien