Pendidikan

Cara Menghormati dan Menghargai Guru

Written by Rifda Arum

Cara Menghormati dan Menghargai Guru – Perilaku menghormati dan menghargai sesama manusia merupakan hal yang wajib dilakukan. Sesama manusia yang dimaksud adalah semua manusia di sekitar kita tanpa memandang jenis kelamin, umur, status, hingga jabatan yang dimilikinya. Sekalipun itu seorang pengemis atau pengamen, kita juga harus menghormati dan menghargainya.

Adab menghormati dan menghargai sesama manusia itu sejatinya telah diajarkan oleh keluarga dan sekolah. Jika di sekolah, biasanya hal tersebut diajarkan oleh guru. Lalu, jika guru mengajarkan akan adab baik tersebut, bagaimana pula perilaku kita kepada mereka? Apakah juga harus menghormati dan menghargainya?

Jawabannya tentu saja iya, bahkan harus! Guru selaku orang tua kedua kita di sekolah wajib untuk dihormati dan dihargai, sekecil apapun perbuatan mereka. Nah, berikut adalah cara menghormati dan menghormati guru yang wajib diajarkan kepada generasi muda supaya budaya sopan-santun dalam bangsa Indonesia tidak luntur begitu saja.

https://www.pexels.com/

Cara Menghormati dan Menghargai Guru di Sekolah

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), menghormati itu berarti menaruh rasa hormat kepada seseorang. Bentuk dari rasa hormat adalah dengan mengakui dan menaati aturan yang dikemukakan oleh seseorang tersebut. Biasanya, perilaku hormat ini diberikan oleh seseorang yang lebih muda kepada seseorang yang lebih tua.

Sementara itu, menghargai juga hampir sama dengan menghormati, yakni sama-sama tidak memandang remeh orang lain.

Apabila di sekolah, kita selaku murid wajib menghormati guru-guru yang telah mengajarkan ilmu pengetahuan. Sekalipun guru tersebut tidak mengampu kelas kita, tetapi tetap wajib untuk dihormati.

Nah, berikut adalah cara menghormati guru di sekolah yang tentu saja dapat kamu praktikkan.

1. Memberi Salam Ketika Berpapasan

Ketika sekolah bertatap muka, kita pasti akan kerap berpapasan dengan guru, baik itu di koridor atau bahkan di kantin. Nah, ketika berpapasan tersebut, kita sebagai murid wajib memberi salam kepada mereka, misalnya ucapan selamat pagi atau selamat siang. Bahkan ketika guru telah selesai mengajar, kita juga harus mengucapkan terima kasih. Apabila bertemu di luar sekolah juga diwajibkan untuk memberi salam.

Perilaku memberi salam tersebut sebenarnya telah menjadi bagian dari budaya sopan santun bangsa Indonesia, tetapi seiring berjalannya waktu, budaya tersebut perlahan luntur. Maka dari itu, sebagai generasi bangsa Indonesia di masa depan, kita harus mempertahankan budaya tersebut.

2. Mendengarkan Ketika Guru Menjelaskan Materi Pelajaran

Cara kedua untuk menghormati dan menghargai guru adalah dengan mendengarkan dengan seksama ketika guru menjelaskan materi pelajaran. Sekalipun kita tidak menyukai mata pelajaran tersebut, tetapi tetap saja kita harus mendengarkan penjelasan Beliau. Siapa tahu dengan begitu, perlahan-lahan kita justru dapat memahami materinya.

Ketika mendengarkan tersebut, kita juga jangan mengobrol dengan teman sebangku, atau bahkan hingga tidur. Hal tersebut jelas memperlihatkan bahwa kita tidak menghargai usaha guru yang sudah menjelaskan banyak hal.

3. Menaati Perintah Guru

Selanjutnya ada menaati perintah guru, termasuk perintah untuk mengerjakan latihan soal di papan tulis kelas. Memang agak menyebalkan jika guru menyuruh kita untuk maju ke depan kelas untuk mengerjakan latihan soal, karena kita tidak mengerti bagaimana mengerjakannya.

Namun, tahukah kamu alasan mengapa guru memberikan perintah tersebut? Yakni secara tidak langsung ingin mengajarkan kepada murid-muridnya untuk menjadi sosok yang berani. Jika kamu ternyata tidak bisa mengerjakan soal tersebut, tidak apa-apa, lebih baik mencobanya sekalipun salah. Guru tentu saja tidak akan marah apabila kamu salah dalam menjawab latihan soal tersebut.

4. Mengerjakan Tugas Yang Diberikan

Tahukah kamu bahwa hal sederhana seperti mengerjakan tugas, baik itu tugas di sekolah maupun tugas rumah, sudah menjadi bentuk rasa hormat sekaligus menghargai guru. Jika kamu dan teman-temanmu rajin dalam mengerjakan tugas yang telah diberikan, maka gurumu tentu saja akan senang karena akan merasa dirinya dihormati sebagai tenaga pengajar.

Beli Buku di Gramedia

5. Mengucapkan Terima Kasih

Guru sejatinya adalah sosok yang berjasa karena telah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada kita. Maka dari itu, kita harus senantiasa mengucapkan terima kasih atas semua ilmu, perhatian, dan kasih sayang yang telah diberikan.

Biasanya, ucapan terima kasih disampaikan secara bersama-sama ketika pelajaran telah usai dan dipimpin oleh ketua kelas.

6. Tidak Memotong Pembicaraan Guru

Ketika guru tengah menjelaskan materi pelajaran di kelas, jangan pernah menyela atau memotong pembicaraannya ya…

Jika kamu ingin bertanya atau mengatakan sesuatu, tunggu sampai Beliau selesai menjelaskan. Setelah itu, angkat tanganmu dan setelah dipersilakan untuk bicara, kemukakan apa yang hendak kamu katakan.

7. Bersikap Lemah Lembut

Guru yang baik adalah yang memberikan pendidikan dan pengajaran kepada muridnya. Pengajaran yang dimaksud adalah berupa perhatian dan kasih sayang seolah kamu adalah anaknya.

Lalu, bagaimana bersikap lemah lembut kepada guru itu? Yakni dengan tidak berkata kasar, tidak membentak guru, dan berbicara dengan suara dan intonasi yang lemah lembut.

Dalam agama Islam, ternyata perilaku ini telah dikemukakan dalam Al-Quran surah Al-Isra’ ayat 23, yang berbunyi:

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Yang artinya:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Q.S Al-Isra’, ayat 23)

Beli Buku di Gramedia

8. Mendengarkan Nasihat Guru

Guru itu ibarat orang tua kedua kita di sekolah, maka dari itu wajar apabila mereka selalu memberikan nasihat dan arahan supaya jalan hidup kita selalu lurus. Ketika Beliau memberikan nasihat, dengarkan secara baik-baik dan pertimbangkan secara matang.

Jangan sesekali membantah nasihatnya karena itu merupakan perilaku tidak terpuji. Selama nasihat tersebut tidak melanggar norma sosial dan norma agama, maka taatilah serta hormati nasihat yang telah diberikan tersebut.

9. Selalu Meminta Doa, Saran, dan Petunjuk

Misalnya kita sudah kelas 12 SMA dan hendak meneruskan jenjang pendidikan lanjutan dengan berkuliah, tetapi bingung dalam menentukan jurusan apa yang tepat. Nah, kamu dapat meminta saran dan petunjuk gurumu, biasanya adalah guru Bimbingan Konseling. Dengarkan saran dan petunjuk tersebut, lalu pertimbangkan kembali.

Untuk para guru Bimbingan Konseling, apabila ada muridnya yang hendak berkonsultasi masalah jurusan di jenjang pendidikan lanjutan, sebaiknya berikan nasihat yang baik. Jangan meremehkan usaha mereka untuk berkuliah, di jurusan apapun.

10. Selalu Meminta Izin Ketika Memiliki Keperluan Mendesak

Selama proses pembelajaran, adalah hal biasa apabila murid memiliki keperluan mendesak, misalnya hendak buang air. Nah, sebelum keluar dan menuju toilet, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu kepada gurumu.

Tidak sopan apabila kamu langsung keluar begitu saja, itu sama saja tidak menghormati dan menghargai keberadaan gurumu.

Beli Buku di Gramedia

Adab Terhadap Guru Menurut Islam

Dalam agama Islam, terdapat adab yang harus diterapkan kepada para guru. Hal tersebut karena guru itu dianggap sebagai sosok yang berilmu dan harus dihormati selagi apa yang diajarkannya tersebut sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Berkat guru, kita dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang tidak terbatas. Bahkan, pada zaman dahulu, untuk dapat memperoleh sepotong hadis dan ilmu pengetahuan saja, orang-orang rela melakukan perjalanan jauh demi dapat duduk di sebuah perkumpulan dan mendengarkan ajaran yang disampaikan oleh seorang guru.

Nah, berikut adalah adab-adab kepada guru yang harus dilakukan selama tengah menuntut ilmu pengetahuan:

1. Tidak Membuat Gaduh di Hadapan Guru

Coba bayangkan apabila kamu tengah berbicara menyampaikan sesuatu, lalu tiba-tiba ada orang yang malah asyik mengobrol sendiri. Rasanya dongkol bukan? Seolah tidak dihargai…

Nah, itulah yang dirasakan guru apabila ketika menjelaskan materi pelajaran, kemudian ada murid yang asyik mengobrol. Maka dari itu, sebaiknya tahan dahulu keinginan kita untuk mengobrol sampai waktu istirahat atau pergantian jam pelajaran, dan dengarkan penjelasan guru.

Hal tersebut sejalan dengan hadis, yakni “Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satupun dari kami yang berbicara” (HR. Bukhari).

2. Duduk, Bertanya, dan Mendengarkan Dengan Baik

Ketika mendengarkan penjelasan guru, lalu tiba-tiba ada sesuatu yang harus disampaikan atau bertanya, lakukan secara baik. Misalkan kamu ingin bertanya, angkatlah tanganmu dan mohon izin secara sopan bahwa kamu hendak menanyakan sesuatu terkait materi yang tengah dijelaskan tersebut.

Syaikh Bakr Abu Zaid Rahimahullah di dalam kitabnya Hilyah Tolibil Ilm mengatakan, “Pakailah adab yang terbaik pada saat kau duduk bersama syaikh mu, pakailah cara yang baik dalam bertanya dan mendengarkannya.”

3. Mendoakan Kebaikan Untuk Guru

Guru telah memberikan banyak kebaikan kepada kita sebagai muridnya, yakni dengan mengajarkan ilmu pengetahuan. Nah, untuk membalas kebaikan tersebut adalah kita perlu mendoakannya.

Rasulullah bersabda: “Apabila ada yang berbuat baik kepadamu maka balaslah dengan balasan yang setimpal. Apabila kamu tidak bisa membalasnya, maka doakanlah dia hingga engkau memandang telah mencukupi untuk membalas dengan balasan yang setimpal.” (HR Bukhari)

Beli Buku di Gramedia

4. Bersabar Terhadap Kesalahan Guru

Manusia tidak akan luput dari berbuat salah, begitu juga dengan guru karena mereka juga manusia seperti kita. Ketika mengajar, wajar apabila guru melakukan kesalahan, misalnya kesalahan dalam menyampaikan materi pelajaran.

Apabila hal itu terjadi, sebagai murid yang baik adalah kita wajib untuk bersabar dan mengoreksi kesalahannya. Nah, sebagai guru, apabila mendapatkan koreksi kesalahan dari murid, jangan langsung marah ya, justru ucapkan terima kasih kepada mereka. Bahkan apabila guru mendapatkan koreksi kesalahan dari muridnya, itu berarti penjelasan materi yang disampaikannya didengar dan disimak oleh para murid.

Sama halnya apabila ada guru yang sering mendapatkan julukan “killer” karena cara mengajarnya yang tegas dan galak. Hal tersebut tidak lantas membuat kita sebagai murid malah malas untuk bertemu guru tersebut.

Al Imam As Syafi Rahimahullah mengatakan, “Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya”

5. Rendah Diri di Hadapan Guru

Sebenarnya, sikap rendah diri itu tidak hanya di hadapan guru saja, tetapi juga di hadapan semua orang. Sebab, apabila kita bersikap sombong, terutama di hadapan guru, membuat kita secara tidak langsung menjadi sulit untuk menerima apa yang disampaikan oleh orang lain.

Ibnu Jama’ah rahimahullah berkata: “Hendaklah seorang murid mengetahui bahwa rendah dirinya kepada seorang guru adalah kemuliaan, dan tunduknya adalah kebanggaan.” (Tadzkirah Sami’ hal. 88)

6. Menghormati Hak Guru

Semua manusia tentu saja memiliki hak dalam hidup, begitu juga dengan guru yang memiliki hak-hak dalam mengajar. Misalnya, hak untuk istirahat, hak untuk menjelaskan dalam keadaan duduk karena telah mengajar banyak kelas, dan lain-lain. Maka dari itu, hargailah hak guru tersebut.

“Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menghormati orang yang tua, tidak menyayangi yang muda, dan tidak mengerti hak ulama kami.” (HR. Al-Bazzar 2718, Ahmad 5/323, lafadz milik Al-Bazzar. Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shohih Targhib 1/117)

Beli Buku di Gramedia

Pentingnya Sikap Menghormati dan Menghargai Sesama

Kita semua pasti sudah memahami bahwa manusia itu adalah makhluk sosial, yang tidak dapat hidup sendiri dan akan selalu membutuhkan bantuan orang lain sampai akhir hayatnya. Maka dari itu, hidup kita akan selalu berdampingan dengan orang lain, sehingga wajib untuk saling menghormati dan menghargai mereka.

Memang, selama hidup berdampingan, akan sering timbul permasalahan, baik yang sepele maupun yang besar. Namun, adanya permasalahan tersebut seharusnya tidak membuat komunikasi menjadi berhenti begitu saja.

Sikap menghormati dan menghargai sesama bahkan telah menjadi bentuk nyata dari penggambaran Bhinneka Tunggal Ika. Yap, tulisan yang berada di kaki burung garuda, selaku simbol negara Indonesia tersebut telah menjadi cermin toleransi masyarakat Indonesia. Para pendiri bangsa ini telah memahami bahwa seluruh rakyat Indonesia itu mempunyai latar belakang, suku, agama, ras, bahasa, hingga warna kulit  yang berbeda-beda. Adanya perbedaan tersebut tidak lantas membuat hidup harus dikelompokkan sesuai latar belakang yang sama, hal itu justru salah. Kita sebagai masyarakat Indonesia harus hidup bergotong-royong tanpa memperdulikan latar belakang orang lain.

Nah, berikut adalah hal-hal penting yang berkaitan dengan perilaku menghormati dan menghargai orang lain.

  1. Menghargai orang lain tidak membuat diri kita menjadi lemah
  2. Menghargai orang lain dapat membuat diri kita menjadi lebih matang emosinya
  3. Secara tidak langsung, apabila kita menghormati orang lain, maka orang lain juga akan berbalik menghormati kita
  4. Dengan adanya perilaku menghormati dan menghargai orang lain, maka komunikasi dan kerjasama akan terbangun secara baik

Beli Buku di Gramedia

Nah, itulah penjelasan mengenai bagaimana cara menghormati dan menghargai guru ketika proses pembelajaran di sekolah. Hal ini tentu saja dapat diterapkan ketika proses pembelajaran daring seperti saat ini. Jangan pernah malu dan ragu untuk menghormati serta menghargai orang lain ya…

Sumber:

Prodi Administrasi Publik

https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/

https://ppmal-kautsarmuhammadiyah.ponpes.id/

Baca Juga!

  1. Mengenal Pengertian Kewajiban
  2. Apa Itu Integrasi?
  3. Contoh Penerapan Sila Pancasila Keempat
  4.  Perbedaan Pendidikan Inklusif dan Eksklusif
  5. Pengertian Nilai Dasar Pancasila
  6. Apa Saja Manfaat Dari Hidup Rukun?
  7. Mengenal Tujuan dari Sekolah


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien