Fisika Pendidikan

28 Contoh Penerapan Hukum 3 Newton dalam Kehidupan Sehari-hari

Written by Vania Andini

contoh penerapan hukum 3 Newton dalam kehidupan – Pernahkah kamu merasa heran mengapa saat mendorong sesuatu, tanganmu terasa seperti didorong balik? Atau saat melompat, tubuhmu bisa terangkat dengan mudah dari tanah?

Tanpa kamu sadari, semua itu terjadi karena aturan fisika berupa Hukum 3 Newton yang bekerja secara alami di sekitar kita.

Menariknya, konsep ini tidak hanya berlaku di laboratorium atau buku pelajaran, tetapi juga ada dalam setiap kegiatan sederhana yang kamu lakukan setiap hari.

Sebelum melihat beberapa contoh penerapan Hukum 3 Newton dalam kehidupan sehari-hari, mari kita bedah dahulu pengertian dan ciri-ciri dari hukum ini!

Apa Itu Hukum 3 Newton dalam Kehidupan?

Hukum 3 Newton menjelaskan bahwa setiap gaya yang diberikan oleh suatu benda akan menimbulkan gaya balasan dari benda lain dengan kekuatan yang sama, tetapi arahnya berlawanan.

Dengan konsep ini, tidak ada gaya yang bekerja sendiri karena selalu berpasangan. Hukum ini menunjukkan bahwa aktivitas sederhana maupun kompleks dalam kehidupan sehari-hari dapat disebabkan karena hukum ini.

Ciri-Ciri Hukum 3 Newton

Sebelum melihat contoh nyatanya, kamu perlu memahami ciri-ciri utama hukum ini agar lebih mudah mengenalinya sehari-hari.

1. Gaya Selalu Berpasangan

Setiap gaya (aksi) yang muncul pasti punya pasangan berupa gaya reaksi. Artinya, tidak ada gaya (dorongan atau tarikan) yang bekerja sendiri tanpa ada gaya balasan dari benda lain.

2. Besar Gaya Sama

Gaya aksi dan reaksi selalu sama besar. Gaya aksi adalah dorongan atau tarikan pertama, sedangkan gaya reaksi adalah dorongan atau tarikan balasannya. Namun, hasil yang terjadi bisa berbeda tergantung pada berat benda yang terlibat.

3. Arah Berlawanan

Arah gaya aksi (dorongan atau tarikan awal) dan gaya reaksi (dorongan atau tarikan balasan) selalu berlawanan. Jika satu gaya ke depan, gaya lainnya ke belakang.

4. Terjadi pada Dua Benda Berbeda

Gaya aksi dan reaksi bekerja pada dua benda berbeda. Misalnya, gaya aksi adalah dorongan tangan ke meja sementara gaya reaksi adalah dorongan balik meja ke tanganmu.

5. Tidak Saling Menghilangkan

Walaupun gaya aksi dan reaksi sama besar, kedua gaya ini tidak saling menghilangkan. Ini karena gaya aksi bekerja pada satu benda dan gaya reaksi bekerja pada benda lain.

Contoh Hukum 3 Newton di Rumah

Di rumah, banyak kegiatan sederhana yang menunjukkan prinsip aksi dan reaksi. Berikut beberapa contoh penerapan hukum 3 Newton dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kamu temukan di rumah:

1. Mendorong Meja

Saat kamu mendorong meja, tangan memberikan gaya pada meja sebagai aksi. Meja memberikan gaya balik ke tangan sehingga kamu merasakan tekanan saat mendorongnya.

2. Menutup Pintu

Tangan mendorong pintu untuk menutupnya. Pintu memberikan gaya balik ke tangan sehingga kamu merasakan hambatan saat menekan.

3. Duduk di Kursi

Tubuh memberikan gaya ke kursi karena berat badan. Kursi memberikan gaya balik ke atas agar kamu bisa duduk dengan nyaman.

4. Menekan Bantal

Tangan menekan bantal ke bawah sebagai aksi. Sebaliknya, bantal memberikan gaya balik ke atas yang terasa empuk di tanganmu.

5. Memukul Kasur

Saat tangan memukul kasur, kasur menerima gaya itu. Kasur kemudian memberikan gaya balik yang membuat tanganmu sedikit terpental.

6. Menarik Laci

Tangan menarik laci ke luar sebagai aksi. Sementara itu, laci memberikan gaya balik ke tangan yang terasa saat menariknya.

7. Memencet Remote

Jari menekan tombol remote. Tombol memberikan gaya balik ke jari sehingga terasa kamu mendapatkan tekanan saat menekannya.

Contoh Hukum 3 Newton di Sekolah

Lingkungan sekolah juga penuh dengan kegiatan yang melibatkan hukum ini, meskipun sering tidak disadari oleh siswa.

1. Menulis dengan Pensil

Pensil menekan kertas saat digunakan untuk menulis. Di sisi lainnya, kertas memberikan gaya balik ke pensil untuk menghasilkan goresan tulisan.

2. Menghapus dengan Penghapus

Penghapus memberikan gaya gesek pada kertas untuk menghapus tulisan. Kertas memberikan gaya balik yang membuat penghapus terasa tertahan saat digunakan.

3. Menekan Meja Saat Belajar

Tangan menekan meja saat kamu bersandar. Meja memberikan gaya balik ke tangan sehingga tanganmu tetap stabil.

4. Membuka Pintu Kelas

Tangan mendorong pintu untuk membukanya. Sementara itu, pintu memberikan gaya balik ke tangan yang dapat kamu rasakan saat dibuka.

5. Mendorong Kursi

Kamu memberikan gaya pada kursi agar bergeser. Kursi memberikan gaya ke belakang pada tubuhmu selama proses itu.

6. Melempar Kertas

Tangan memberikan gaya pada kertas saat dilempar. Kertas memberikan gaya reaksi pada tangan, meskipun terasa sangat kecil.

7. Menarik Tas

Tangan menarik tas ke arah tertentu. Tas lalu memberikan gaya balik yang terasa sebagai beban di tanganmu.

Contoh Hukum 3 Newton di Jalanan

Saat di luar rumah, kamu juga bisa menemukan banyak contoh aksi dan reaksi dalam kegiatan sehari-hari.

1. Berjalan Kaki

Kaki mendorong tanah ke belakang saat melangkah. Di sisi lain, tanah memberikan gaya balik ke depan sehingga tubuh bisa bergerak maju.

2. Mengayuh Sepeda

Kaki menekan pedal ke bawah sebagai aksi. Pedal dan roda memberikan gaya balik yang membuat sepeda bergerak.

3. Motor Melaju

Mesin mendorong roda untuk berputar. Sementara itu, jalan memberikan gaya balik yang membuat motor bergerak ke depan.

4. Mobil Direm

Ban memberikan gaya pada jalan saat pengereman kemudian jalan memberikan gaya balik yang memperlambat laju mobil.

5. Menarik Gerobak

Seseorang menarik gerobak sebagai aksi. Gerobak memberikan gaya balik ke tangan yang terasa sebagai beban.

6. Mendorong Motor Mogok

Tubuh memberikan dorongan pada motor. Motor kemudian memberikan gaya balik yang terasa saat mendorongnya.

7. Menendang Batu

Kaki memberikan gaya ke batu. Batu memberikan gaya balik ke kaki yang kadang terasa sakit.

Contoh Hukum 3 Newton dalam Kehidupan Sehari-hari

Selain di rumah, di sekolah, dan di jalan, banyak kegiatan lain yang menunjukkan prinsip ini dengan jelas.

Yuk, kita lihat contoh penerapan Hukum 3 Newton ini!

1. Menepuk Tangan

Kedua tangan saling memberikan gaya saat bertepuk. Gaya balik membuat kedua tangan terasa saling berbenturan.

2. Melompat

Kaki mendorong tanah ke bawah. Di sisi lain, tanah memberikan gaya balik ke atas yang mengangkat tubuh.

3. Memukul Bola

Tangan atau alat memberikan gaya pada bola. Sementara itu, bola memberikan gaya balik ke arah berlawanan.

4. Menarik Tali

Tangan menarik tali sebagai aksi kemudian tali memberikan gaya balik ke tangan sehingga tali ini terasa tegang.

5. Memijat

Tangan memberikan tekanan pada tubuh orang lain. Tubuh memberikan gaya balik ke tangan yang terasa sebagai tekanan balik.

6. Membuka Tutup Botol

Tangan memutar tutup botol sebagai aksi. Tutup botol kemudian memberikan gaya balik yang terasa saat diputar.

7. Mengangkat Barang

Tangan memberikan gaya ke atas untuk mengangkat barang. Barang lalu memberikan gaya ke bawah yang terasa sebagai beban.

Hukum Newton Ternyata Dekat dengan Kehidupan Kamu!

Dari berbagai contoh di atas, kamu bisa melihat bahwa contoh penerapan Hukum 3 Newton dalam kehidupan sehari-hari sangat mudah ditemukan.

Setiap kegiatan sederhana–mulai dari berjalan sampai membuka pintu–melibatkan prinsip aksi dan reaksi yang sama besar tapi berlawanan arah.

Kalau kamu tertarik untuk melihat pembahasan tentang Hukum Newton atau lainnya, yuk cobalah baca-baca buku tentang ilmu Fisika di bawah ini!

Rekomendasi Buku tentang Fisika

1. Membaca Semesta-Fisika di Sekitar Kita

Membaca Semesta-Fisika di Sekitar Kita

Lewat buku ini, hal-hal sederhana yang sering kita anggap biasa seperti bola jatuh, pesawat terbang, hingga gerhana, tiba-tiba jadi penuh makna. Buku ini mengajakmu melihat bahwa fisika bukan sekadar rumus rumit, tapi kunci untuk memahami dunia di sekeliling kita. Dengan cerita ringan dan penuh rasa ingin tahu, perjalanan dimulai dari kisah kecil Albert Einstein hingga berbagai fenomena sehari-hari yang ternyata menyimpan keajaiban sains.

2. Siap Jadi Juara OSN Fisika SMP Sederajat

Siap Jadi Juara OSN Fisika SMP Sederajat

Buku ini hadir sebagai “senjata rahasia” buat kamu yang ingin menaklukkan Olimpiade Sains Nasional. Dengan rangkuman materi yang padat dan mudah dipahami, ditambah bank soal lengkap dari tingkat kabupaten hingga nasional, buku ini melatih cara berpikir kritis sekaligus mengasah insting menyelesaikan soal fisika.

3. Super Master KSN Fisika: Kompetisi Sains Nasional untuk SMA/MA

Super Master KSN Fisika: Kompetisi Sains Nasional untuk SMA/MA

Buku ini adalah “training camp” lengkap untuk kamu yang ingin menembus persaingan ketat KSN. Disusun mengikuti silabus kompetisi, buku ini menghadirkan rangkuman konsep penting, strategi pemecahan soal, hingga kumpulan latihan dari tingkat kabupaten sampai nasional yang siap mengasah logika dan ketajaman analisismu.

Dengan pendekatan yang fokus pada pemahaman konsep dan problem solving, kamu nggak cuma belajar fisika—tapi juga dilatih berpikir seperti calon juara.

4. Buku Paten OSN Fisika SMA Sederajat

Buku Paten OSN Fisika SMA Sederajat

Ini adalah paket lengkap buat kamu yang ingin serius menaklukkan Olimpiade Sains Nasional. Mulai dari rangkuman materi yang ringkas, latihan soal bertipe olimpiade, hingga prediksi soal terbaru, semuanya dirancang untuk mengasah logika dan ketelitianmu dalam menyelesaikan soal fisika yang menantang.

Nggak cuma belajar, kamu juga diajak “naik level” lewat latihan intensif dan simulasi yang bikin kamu makin siap menghadapi tekanan kompetisi. Singkatnya, ini buku yang siap menemani langkahmu dari latihan hingga podium juara.

5. Buku Kamus Lengkap IPA Untuk SMP-SMA; A-Z Istilah-Istilah Sains-Fisika Kimia Biologi

Buku Kamus Lengkap IPA Untuk SMP-SMA

Buku ini jadi “kunci cepat” buat memahami dunia sains tanpa ribet. Dari istilah fisika, kimia, hingga biologi, semuanya disusun alfabetis lengkap dengan penjelasan yang mudah dipahami—mulai dari konsep dasar sampai istilah yang sering bikin bingung.

Dilengkapi simbol fisika dan tabel periodik, buku ini bukan cuma kamus, tapi teman belajar yang bikin IPA terasa lebih jelas, ringan, dan siap bantu kamu meraih nilai maksimal.

About the author

Vania Andini

Gramedia Literasi