Business Lifestyle Partnership

Bisnis Gelato: Peluang Usaha Dessert Premium yang Terus Berkembang

Written by Dzikri Nurul Hakim

Bisnis Gelato – Bisnis gelato menjadi salah satu sektor food & beverage (F&B) yang terus berkembang di Indonesia. Berbeda dengan es krim biasa, gelato memiliki tekstur lebih padat, kandungan lemak yang lebih rendah, serta cita rasa yang lebih kaya. Kombinasi tersebut membuat gelato memiliki kesan yang lebih premium dan diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, keluarga, hingga profesional muda.

Pertumbuhan pusat perbelanjaan, kawasan mixed-use, serta meningkatnya tren kuliner membuat bisnis gelato memiliki prospek yang semakin menarik. Selain membuka gerai secara mandiri (independen), pelaku usaha juga dapat memilih model franchise yang menawarkan sistem operasional dan merek yang sudah dikenal pasar.

Mengapa Bisnis Gelato Memiliki Prospek Cerah?

Permintaan terhadap dessert premium terus meningkat seiring berubahnya gaya hidup masyarakat. Kini, pelanggan tidak hanya mencari produk yang enak, tetapi juga pengalaman menikmati makanan di tempat yang nyaman dan estetik.

Beberapa alasan bisnis gelato layak dipertimbangkan:

  • Pasar dessert premium terus bertumbuh.
  • Cocok untuk semua segmen usia.
  • Margin produk relatif tinggi.
  • Variasi rasa dapat terus dikembangkan.
  • Mudah dikombinasikan dengan coffee shop maupun bakery.
  • Menjadi daya tarik tambahan bagi pusat perbelanjaan.

Independen atau Franchise?

Kedua model bisnis memiliki kelebihan masing-masing.

Aspek Independen Franchise
Investasi Awal Lebih fleksibel Umumnya lebih besar
Brand Awareness Dibangun dari awal Sudah dikenal konsumen
Royalti Tidak ada Umumnya ada
Kebebasan Menu Sangat tinggi Mengikuti SOP franchisor
Risiko Lebih tinggi Lebih terarah

Apabila memiliki pengalaman di industri F&B, model independen memberikan fleksibilitas lebih besar.

Sebaliknya, franchise cocok bagi investor yang menginginkan sistem operasional yang telah teruji.

Proyeksi Investasi Gerai Gelato Skala Besar

Berikut merupakan estimasi investasi untuk gerai berukuran sekitar 80–150 m² di pusat perbelanjaan atau kawasan komersial.

Komponen Independen Franchise
Renovasi Interior Rp700 juta Rp600 juta
Mesin Gelato Rp450 juta Termasuk paket / Rp250 juta
Freezer & Display Rp200 juta Rp150 juta
Kitchen Equipment Rp250 juta Rp150 juta
Furniture Rp250 juta Rp200 juta
Stok Awal Rp150 juta Rp150 juta
Franchise Fee Rp500 juta–Rp1 miliar
Modal Kerja Rp500 juta Rp500 juta
Total Estimasi Rp2,5–3 miliar Rp2,8–4 miliar

*Angka di atas merupakan estimasi dan dapat berbeda tergantung lokasi, merek, serta skala gerai.

Simulasi Omset Bulanan

Dengan asumsi:

  • 300 transaksi per hari
  • Rata-rata pembelian Rp55.000
  • Operasional 30 hari

Maka estimasi omset:

300 × Rp55.000 × 30 hari = Rp495 juta per bulan

Apabila transaksi meningkat menjadi 500 transaksi per hari, omset dapat mencapai sekitar Rp825 juta per bulan.

Dengan pengelolaan biaya operasional yang baik, bisnis gelato berpotensi menghasilkan margin keuntungan yang menarik, terutama di lokasi dengan trafik pengunjung tinggi.

Faktor Penentu Keberhasilan Bisnis Gelato

1. Lokasi Strategis

Lokasi menjadi faktor utama. Gerai yang berada di pusat perbelanjaan, kawasan wisata, atau area dengan aktivitas tinggi memiliki peluang memperoleh trafik pelanggan yang lebih besar.

2. Kualitas Produk

Konsistensi rasa merupakan alasan utama pelanggan melakukan pembelian ulang. Gunakan bahan baku berkualitas dan jaga standar penyajian.

3. Inovasi Menu

Selain rasa klasik seperti vanilla atau chocolate, kamu juga bisa menghadirkan varian unik seperti:

  • Matcha
  • Pistachio
  • Yuzu
  • Salted Caramel
  • Mango Passion
  • Cookies & Cream

Selain yang telah disebutkan di atas, menu musiman juga dapat meningkatkan minat pelanggan.

4. Pengalaman Pelanggan

Desain gerai yang nyaman dan estetik mendorong pelanggan untuk berlama-lama serta membagikan pengalaman mereka di media sosial.

Peluang Kolaborasi di Pusat Perbelanjaan

Saat ini, pusat perbelanjaan tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga destinasi untuk bekerja, belajar, dan berkumpul. Oleh karena itu, tenant F&B yang menawarkan pengalaman berbeda memiliki peluang berkembang lebih cepat.

Salah satu contoh adalah kolaborasi Partnership Gramedia dengan Matchasan (@matchasan_id) di Bogor Great Mall. Kehadiran tenant F&B di dalam area Gramedia menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung yang ingin menikmati minuman sambil membaca buku, bekerja, atau mengikuti berbagai kegiatan komunitas.

Konsep serupa juga dapat diterapkan pada bisnis gelato. Gerai gelato yang terintegrasi dengan toko buku atau ruang komunitas mampu meningkatkan dwell time, memperluas segmen pelanggan, dan menciptakan alasan bagi pengunjung untuk datang lebih lama ke pusat perbelanjaan.

Kesimpulan

Bisnis gelato merupakan peluang investasi yang menjanjikan karena didukung oleh tren dessert premium, meningkatnya aktivitas di pusat perbelanjaan, serta tingginya minat masyarakat terhadap pengalaman kuliner yang unik.

Bagi investor yang menginginkan fleksibilitas penuh, model independen menawarkan kebebasan dalam membangun merek dan menentukan strategi bisnis. Sementara itu, franchise menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memanfaatkan kekuatan merek dan sistem operasional yang telah terbukti.

Dipadukan dengan konsep retail modern seperti Partnership Gramedia, bisnis gelato berpotensi menjadi tenant unggulan yang mampu meningkatkan daya tarik pusat perbelanjaan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.

FAQ

Apakah bisnis gelato masih menguntungkan?

Ya. Permintaan terhadap dessert premium terus meningkat, terutama di kota-kota besar dan pusat perbelanjaan yang memiliki trafik pengunjung tinggi.

Berapa modal membuka bisnis gelato?

Untuk gerai skala besar, estimasi investasi berkisar Rp2,5–3 miliar untuk bisnis independen dan Rp2,8–4 miliar untuk model franchise, tergantung lokasi, merek, dan konsep gerai.

Mana yang lebih baik, bisnis gelato independen atau franchise?

Bisnis independen menawarkan fleksibilitas dan tidak memiliki biaya royalti, sedangkan franchise memberikan keuntungan berupa merek yang sudah dikenal, standar operasional, dan dukungan bisnis dari franchisor.

Saya memiliki mal yang belum memiliki Gramedia. Apakah bisa bekerja sama?

Bisa. Melalui Partnership Gramedia, investor, developer, maupun pengelola pusat perbelanjaan dapat menjajaki peluang menghadirkan toko Gramedia yang disesuaikan dengan potensi lokasi. Konsep tersebut juga dapat dikombinasikan dengan tenant F&B seperti gelato, coffee shop, atau dessert café sehingga menciptakan destinasi yang lebih menarik bagi pengunjung

 

About the author

Dzikri Nurul Hakim

Gramedia Literasi