in

Mengenal 5 Tempat Ibadah Agama yang Ada di Indonesia

Mengenal 5 Tempat Ibadah Agama yang Ada di Indonesia – Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia memiliki beraneka ragam suku, budaya, bahasa, agama, dan juga kepercayaan. Di Indonesia sendiri, terdapat 6 agama resmi yang diakui, pastinya ada kitab suci, tata cara beribadah, hari raya, dan juga tempat ibadah setiap agama yang ada di Indonesia tersebut. Negara memberikan kebebasan warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan ajarannya masing-masing. Berdasarkan Pasal 28E ayat 1 UUD 1945, setiap warga negara bebas memeluk agama dan melakukan ibadah sesuai dengan agamanya.

Perbedaan agama yang ada di Indonesia memang sudah ada sejak dulu. Awalnya, Agama Hindu dan Agama Buddha masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa India. Lalu, ada bansa Gujaat yang datang membawa ajaran Agama Islam, kemudian disusul oleh bangsa Eropa yang membawa ajaran Agama Katolik dan Kristen, serta bangsa Cina yang membawa ajaran agama Konghucu.

Dalam urusan kepercayaan, Indonesia memang salah satu negara yang sangat toleransi dan menghormati perbedaan yang ada. Oleh karena itu, enam agama yang diakui oleh negara Indonesia mempunyai ciri khasnya masing-masing. Indonesia sendiri mengakui agama sebagai sebuah elemen penting yang berhubungan dengan Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Hal itu menjadikan Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan nilai sosial. Bisa kita pahami sendiri bahwa di dalam sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa”, ini menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia sangat menghargai berbagai agama ataupun kepercayaan sebagai elemen penting dalam kehidupan.

Jika membahas tentang agama, tentu tidak akan lepas dari yang namanya tempat ibadah. Setiap agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia pasti memiliki tempat ibadah untuk memenuhi kebutuhan rohani. Masing-masing tempat ibadah tersebut mempunyai bentuk dan juga pengaturan yang sudah menjadi ciri khasnya. Masyarakat seringkali mengartikan tempat ibadah sebagai sarana keagamaan yang penting untuk setiap umat suatu agama di suatu wilayah. Lalu, rumah ibadah tersebut identik dengan simbol keberadaan pemeluk agama tertentu.

Selain menjadi sebuah simbol, tempat ibadah juga berfungsi sebagai tempat melakukan ibadah dan juga penyiaran agama. Sebagai tempat untuk beribadah, maka tempat ibadah diharapkan bisa memberikan dorongan yang kuat dan juga terarah kepada umat dan jamaahnya. Hal itu bertujuan agar kehidupan spiritual pemeluk agama tersebut bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sebagai sarana yang penting, tempat ibadah menjadi prioritas utama supaya kenyamanan umat dalam melakukan ibadah juga terjamin.

Dalam melakukan sebuah kewajiban beribadah kepada Tuhan, sarana tempat ibadah dibangun untuk memenuhi kebutuhan spiritual umat yang beragama. Artikel ini akan membahas tentang tempat ibadah dari berbagai agama yang ada di Indonesia. Jadi, pastikan kamu menyimak artikel ini sampai tuntas ya.

Agama Dalam Masyarakat Post-Sekular: Refleksi Teologis

5 Tempat Ibadah Agama yang Ada di Indonesia

Merupakan suatu kebebasan untuk masyarakat Indonesia dalam memeluk salah satu dari enam agama yang diakui oleh negara Indonesia. Keyakinan terhadap Tuhan juga sudah disebutkan di dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Agama sendiri mendukung norma yang sudah terbentuk dan menjadi pedoman bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu saja, agama juga menawarkan sebuah hubungan transendental melalui pemujaan dan juga upacara adat. Nah, di bawah ini kita akan membahas mengenai tempat ibadah beserta penjelasan agama yang ada di Indonesia.

1. Masjid

Tempat ibadah yang pertama adalah masjid, yakni rumah Allah untuk para penganut ajaran agama Islam. Di dalam sebuah masjid, biasanya akan ada dekorasi kaligrafi yang dipajang di dinding dan akan ada sebuah mimbar yang mana digunakan sebagai tempat khatib menyampaikan ceramah. Tempat ibadah milik umat Islam ini tidak hanya dikenal dengan sebutan masjid saja. Akan tetapi, kadang kala juga disebut dengan mushola, langgar, dan juga surau.

Nama-nama tersebut disematkan untuk masjid yang mempunyai ukuran lebih kecil. Secara fungsi, tempat ibadah tersebut masih sama, yakni sebagai tempat sholat umat muslim. Di dalam buku Manajemen Masjid (1995) karya Ramlan Marjoned, selain berhubungan sebagai tempat ibadah, fungsi lain dari masjid yaitu:

a. Masjid adalah tempat untuk bermusyawarah kaum muslimin untuk memecahkan sebuah persoalan yang muncul di dalam masyarakat.
b. Masjid adalah tempat bagi kaum muslimin untuk berkonsultasi, mengajikan kesulitan-kesulitan yang ada, meminta bantuan, dan juga pertolongan.
c. Masjid adalah tempat membina keutuhan ikatan jamaah dan juga kegotong-royongan di dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
d. Masjid beserta majelis taklimnya adalah wahana atau media untuk meningkatkan kecerdasan dan ilmu pengetahuan kaum muslimin.
e. Masjid adalah tempat untuk mengumpulkan dana, menyimpan, dan juga membaginya. Selain itu, masjid juga merupakan tempat melaksanakan pengaturan dan supervisi sosial.

Ada beberapa masjid di Indonesia yang menjadi destinasi wisata religi untuk masyarakat lokal ataupun luar kota. Peninggalan arsitektur Islam sudah meninggalkan jejak berupa tempat-tempat ibadah yang mengesankan. Mulai dari Sumatera hingga Sulawesi, kamu bisa menemukan berbagai macam masjid yang memiliki keindahan di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa masjid yang mempunyai sejarah yang cukup terkenal, antara lain:

– Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh,
– Masjid Raya Al-Mashun Medan,
– Masjid Raya Syekh Burhanuddin,
– Masjid Raya Pekanbaru,
– Masjid Agung Banten,
– Masjid Besar Kauman Yogyakarta,
– Masjid Jami Kudus, dan lain sebagainya.

2. Gereja

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, ada banyak sekali variasi teologi dalam masing-masing denominasi atau Gereja. Akan tetapi, pada umumnya mereka akan tetap mempunyai suatu landasan yang sama. Inti dari ajaran Kristen yang pertama yaitu Kristus yakni sebagai juru selamat. Kemudian, umat Kristen juga meyakini bahwa semua manusia sudah berdosa dan tidak ada yang bisa menghapus dosa tersebut. Dosa merupakan kondisi terputusnya hubungan antara makhluk dengan Sang Pencipta. Upah dari dosa tersebut adalah maut. Itulah yang selalu ditekankan dalam pengajaran dan pendidikan Kristen.

Tidak ada satupun manusia yang bisa lolos dari maut karena semuanya telah melakukan dosa. Dosa akan mengakibatkan manusia menjadi jahat dan dunia menjadi rusak. Untuk bisa memperbaiki hubungan antara makhluk dan Tuhannya, maka hanya Tuhan sendirilah yang bisa menghapus dosa tersebut. Tuhan di dalam ajaran umat Kristiani digambarkan sebagai seorang Bapa yang adil dan penuh dengan kasih. Dia tidak mau manusia terus menerus dalam keadaan yang berdosa. Oleh karena itu, Bapa mengutus Anak-Nya yakni Yesus supaya menjadi domba sembelihan yang mati untuk menebus dosa semua manusia.

Ada ratusan bahkan hingga ribuan denominasi Kristen yang tersebar di seluruh dunia. Masing-masing mempunyai hirarki dan juga variasi liturgi yang beraneka ragam. Meski demikian, terdapat 4 aliran utama dalam agama Kristen.

a. Katolik Roma

Gereja Katolik Roma umumnya terdiri dari dua kelompok, yaitu mereka yang memakai liturgi Katolik Roma atau Latin dan yang menggunakan liturgi Ritus Timur. Dimana gereja Katolik Roma ini berkembang dengan pesat di Eropa Barat dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Ini merupakan aliran Kristen terbesar di dunia dengan jumlah penganut mencapai lebih dari 1,3 miliar orang.

Gereja Katolik lahir di Skisma Besar yang memisahkan antara Gereja Latin dan Gereja Ortodoks. Hal tersebut terjadi pada tahun 1054. Dimana gereja Katolik Roma mempunyai sebuah badan kepemimpinan tertinggi dalam hirarkinya, yaitu Kepausan dan dipimpin oleh seorang Paus yang tinggal di negara kota Vatikan. Pemuka Agama Kristen Katolik adalah romo, uskup, paus, dan juga biarawan serta biarawati.

b. Kristen Ortodoks

Denominasi terbesar yang kedua adalah Kristen Ortodoks. Gereja Kristen Ortodoks mempunyai posisi yang cukup kuat di Eropa Timur, khususnya bangsa Yunani, Slavia, Suriah, dan juga Balkan. Orang-orang Ortodoks mempunyai ciri khasnya sendiri seperti penggunaan bahasa lokal, mengakui para Santo, memiliki ritual yang lebih rumit, dan ritus seperti puasa dan bahwa menjadikan shalat atau Tselota 7 waktu.

c. Protestan

Denominasi Kristen yang ketiga adalah rumpun aliran Protestan yang mencakup Lutheran, Bala Keselamatan, Calvinis, Baptis Anabaptis, Metodis, Anglikan, dan juga Pantekosta tradisional. Kadang kala, Gerakan Zaman Baru, Mormon, Saksi Yehovah, Kaum Adven, dan juga Kharismatik juga dimasukkan ke dalam rumpun gereja Protestan. Meski sebagian menganggap mereka sebagai bid’ah ataupun sesat. Protestan berkembang dengan sangat pesat di Jerman, Inggris, Skandinavia, dan juga Belanda. Selain itu, Protestan juga menjadi salah satu agama terbesar di Amerika Serikat dan Australia. Pemuka agama Kristen Protestan adalah pendeta, biarawan, dan biarawati.

d. Mesianik Yudaisme

Mesianik Yudaisme merupakan gerakan yang sedang berkembang pesat saat ini, baik itu di Indonesia ataupun dunia. Meski demikian, dapat dikatakan bahwa pengikutnya tidak sebanyak tiga aliran Kristen lainnya. Secara singkat, Kristen aliran ini merupakan sebuah gerakan kekristenan yang mengadopsi tata cara dan juga budaya serta gaya hidup orang Yahudi. Akan tetapi, tetap percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

Dilansir dari BBC, gereja mempunyai fungsi sosial dan komunitas. Dimana gereja bisa memainkan peran penting dalam membantu orang lain, antara lain:

– Bank makanan
– Salvation Army, denominasi Kristen membantu sesama yang sedang menderita
– Bantuan tunawisma
– Tempat untuk komunitas
– Kelas pendidikan orang dewasa
– Tempat mengumpulkan amal

Di Indonesia sendiri mempunyai beberapa tempat ibadah Gereja Protestan yang bersejarah dan cukup terkenal, diantara yaitu:

– Gereja Protestan di Maluku,
– Gereja Protestan di Ternate dan Tidore,
– Gereja Protestan di Sulawesi Utara,
– Gereja Protestan Injili di Minahasa, dan
– Gereja Protestan di Sangir Talaud.

Memahami Bahasa Agama Single Edition

3. Pura

Di Indonesia, Hindu adalah agama yang memiliki sejarah paling panjang daripada agama resmi lainnya. Sekadar informasi saja, nama kitab suci dari agama Hindu adalah Veda atau Weda. Adapun salah satu fungsi dari pura untuk umat Hindu adalah sebagai tempat ibadah. Nama pura sendiri diambil dari pur yang memiliki arti benteng. Selain itu, kata tersebut juga dipakai untuk istilah kahyangan dari kata Hyang yang artinya luhur, mulia, dan terhormat. Sehingga, pura mempunyai arti tempat ibadah yang dimuliakan untuk mengadakan pemujaan.

Di dalam buku yang berjudul “Tradisi Cinandi di Banyuwangi” karya Dr. Poniman, SAg., M Fil.H. pemimpin merupakan orang yang menjadi panutan banyak orang. Sementara, pemimpin agama merupakan orang yang bertugas memimpin sekelompok umat beragama dalam menjalankan kegiatan ibadah. Adapun pemimpin agama Hindu yaitu pemangku. Umumnya, pemimpin agama Hindu menjadi orang yang disucikan dengan berbagai macam sebutan, yaitu pandita atau sulinggih, rsi, dan pinandita.

Para pemimpin di agama Hindu mempunyai kedudukan dalam memimpin ataupun melaksanakan upacara atau yajna. Dimana para pemuka agama tersebut dirujuk oleh kelompoknya dalam memimpin persembahyangan. Daerah penganut terbanyak Agama Hindu di Indonesia berada di Bali. Maka tak heran jika kamu banyak menemukan pura dengan arsitektur indah di Pulau Bali. Bahkan, pura sendiri sudah menjadi salah satu ikon dari Pulau Dewata ini. Di Indonesia, khususnya di wilayah Bali, pura dirancang dengan bangunan terbuka yang dikelilingi oleh tembok. Masing-masing gerbang saling terhubung dan di bagian tersebut ada banyak ukiran.

4. Vihara atau Wihara

Vihara atau Wihara merupakan tempat ibadah umat Buddha yang seringkali disebut sebagai kuil. Agama Buddha sendiri merupakan agama tertua di dunia. Di Indonesia, 0,7 persen masyarakat Indonesia adalah pemeluk agama Buddha. Dimana agam ini dikenal luas berasal dari negara India. Untuk gaya arsitektur wihara biasanya bergaya khas Tiongkok yang sudah berbaur dengan budaya lokal.

Adapun bagian penting dari sebuah Vihara adalah ruang kuil yang dipakai untuk beribadah. Di dalam ruang kuil tersebut, para biksu akan mempraktekkan ritual spiritual untuk menghormati Buddha dan bisa memberikan persembahan seperti bunga, dupa, air, dan lilin. Kebanyakan Vihara mempunyai aula untuk upacara penahbisan biksu baru. Pemuka agama Buddha sendiri adalah bhiksu atau bhiksuni, pandita, dan bante. Selain berfungsi sebagai rumah ibadah keagamaan, para biksu juga menggunakan Vihara ini sebagai tempat belajar Selain itu, beberapa Vihara juga berfungsi sebagai universitas Buddhis yang penting selama era abad pertengahan.

5. Klenteng

Adanya klenteng di Indonesia menjadi salah satu situs sejarah dan juga pelestarian budaya Tionghoa. Bahkan klenteng juga menjadi tempat bertemunya budaya Tionghoa dengan kebudayaan lain. Agama Konghucu merupakan salah satu agama resmi di Indonesia. Pemuka agama dari agama Konghucu adalah xue shi (pendeta), wen shi (guru agama), jiao sheng (penebar agama), zhang lao (tokoh sesepuh).

Penyebaran agama ini dilakukan oleh orang-orang Tionghoa yang merantau ke Indonesia. Tempat ibadah yang satu ini biasanya bergaya khas bangunan Tiongkok. Klenteng merupakan sebutan umum dari tempat ibadah orang Tionghoa, sehingga tempat ibadah ini terbagi atas beberapa kategori, yaitu mewakili agama Taoisme, Konghucu, dan Buddhisme.

Berikut ini adalah beberapa klenteng berdasarkan tempat beribadah:

a. Konghucu

Klenteng untuk umat yang beragama Konghucu biasanya dinamakan dengan sebutan Miao, Wen Miao, dan Kong Miao.

b. Taoisme

Klenteng yang dipakai oleh umat Taoisme umumnya disebut dengan Gongguan. Akan tetapi, pada awalnya nama yang digunakan bukan Gongguan, tapi disebut dengan Jing yang artinya damai dan She yang artinya gubuk. Istilah Gongguan ini bari digunakan pada masa Dinasti Tang sekitar abad ke-7 M.

c. Buddhisme

Klenteng yang dipakai oleh umat Buddhisme kerap disebut dengan Siyuan. Siyuan ini mempunyai arti yang luas yakni sebagai tempat ibadah dan juga tempat pendidikan. Adapun fungsi dari klenteng ini yaitu:

– Tempat sumber ajaran spiritual
– Penanda sejarah perkembangan masyarakat Tionghoa
– Simbol ajaran berbagai kepercayaan
– Pusat kegiatan sosial dan pembauran kesenian

Pada dasarnya, banyak sekali masyarakat yang tidak mengetahui perbedaan antara klenteng dan vihara. Jadi, klenteng dan juga vihara memiliki perbedaan pada arsitektur, umat, dan juga fungsinya.

Klenteng sendiri memiliki arsitektur tradisional Tionghoa dan berfungsi sebagai tempat kegiatan sosial masyarakat selain berfungsi sebagai tempat ibadah. Akan tetapi, Vihara ada yang memiliki gaya arsitektur tradisional Tionghoa seperti vihara Budhhis aliran Mahayana yang memang berasal dari Tiongkok, seperti misalnya Klenteng Tay Kak Sie di Semarang.

Wajah Sejuk Agama Single Edition

Demikian penjelasan mengenai tempat ibadah berbagai agama yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Lely Azizah