in ,

Review Novel Si Anak Spesial

Si Anak Spesial – Grameds, pernah nggak kamu merindukan masa kecil yang sederhana… tapi justru terasa paling hangat dan penuh cerita?         

Buku Si Anak Spesial merupakan bagian kedua dari serial Anak Nusantara karya Tere Liye, melanjutkan kisah dari Burlian yang mengangkat kehidupan anak-anak Mamak. Novel setebal 336 halaman ini diterbitkan oleh Sabak Grip pada 1 Maret 2021 dan kembali menghadirkan sosok Burlian, anak ketiga dalam keluarga, bersama Amelia, Eliana, dan Pukat dalam keseharian mereka yang sederhana namun penuh makna.

Terdiri dari 25 bab, buku ini mengajak pembaca mengikuti langkah Burlian dengan segala tingkah polos, lucu, dan kadang menggelitik khas anak kampung di masa ketika listrik belum menjangkau rumah-rumah. Malam hari ditemani cahaya petromak dan lampu centang, menciptakan suasana hangat yang justru terasa begitu hidup dan berkesan.

Buat kamu yang penasaran dengan perjalanan Burlian sekaligus nilai-nilai kehidupan yang diselipkan di setiap ceritanya, Gramin sudah merangkum sinopsis, kelebihan, dan kekurangan novel Si Anak Spesial di bawah ini. Yuk, simak sampai selesai!

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Profil Tere Liye – Penulis Novel Si Anak Spesial

Tere Liye adalah seorang novelis terkenal di Indonesia yang telah menghasilkan banyak karya dengan berbagai genre. Sejak mulai menulis novel pada tahun 2005, jumlah karyanya terus bertambah, begitu pula dengan jumlah penggemarnya. Tere Liye lahir di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, pada 21 Mei 1979. Nama “Tere Liye” hanyalah nama pena, sementara nama aslinya adalah Darwis. Ia berasal dari keluarga sederhana, di mana kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dan memiliki tujuh anak, dengan Tere Liye sebagai anak keenam. Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya tetap berusaha mendidik anak-anak mereka dengan baik agar menjadi pribadi yang cerdas dan berilmu. Tere Liye menghabiskan masa kecilnya di desa bersama keluarga dan teman-temannya.

Ketika mencapai usia sekolah, ia mulai mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Kikim Timur, yang terletak di Kecamatan Kikim Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia melanjutkan ke SMP Negeri 2 Kikim yang berada di Kabupaten Lahat. Pendidikan tingkat menengah pertama ini dilaluinya dengan baik hingga ia berhasil lulus dan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Untuk pendidikan SMA, ia memilih bersekolah di luar kampung halamannya, tepatnya di SMA Negeri 9 Bandar Lampung, Lampung.

Tinggal di Bandar Lampung membawa perubahan dalam dirinya, terutama dalam kebiasaannya mencari informasi dan memperluas wawasan. Ia mulai rajin membaca berbagai buku untuk menambah pengetahuan. Setelah lulus SMA, ia bertekad melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, dengan Universitas Indonesia (UI) sebagai target utamanya. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, ia terus berusaha meningkatkan ilmu dan wawasan hingga akhirnya diterima sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia. Banyak orang mungkin mengira ia mengambil jurusan sastra karena kiprahnya sebagai penulis, namun ternyata ia memilih bidang ekonomi dan menempuh pendidikan di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi UI. 

Sinopsis Novel Si Anak Spesial

Sejak kecil, Bapak dan Mamak selalu berkata, “Kau itu istimewa, Burlian.” Kalimat itu menjadi cara mereka menanamkan keyakinan dan keberanian dalam diri Burlian agar suatu hari nanti, saat ia menghadapi kesulitan, ia ingat bahwa dirinya memiliki nilai yang tak pernah berkurang. Kisah ini berkisar pada Burlian, anak yang keras kepala namun punya masa kecil yang begitu berharga.

Di masa depan, ia akan menjelajahi tempat-tempat jauh dan melihat sendiri betapa luasnya dunia dibandingkan kampung tempat ia tumbuh. Di antara begitu banyak karya Tere Liye, seri inilah yang disebut sebagai salah satu karya paling berharga.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Si Anak Spesial

Pros & Cons

Pros
  • Banyak peristiwa menarik dan lucu.
  • Narasi yang seru dan memberikan kesan.
  • Memberikan kehangatan.
  • Memberikan pesan moral bagi pembaca.
  • Bisa dibaca sendiri.
Cons
  • Slow burn.
  • Gaya bahasa terlalu dewasa.

Kelebihan Novel Si Anak Spesial

Novel Si Anak Spesial ini memiliki banyak sekali kelebihan yang menjadikan novel anak ini sangat populer dan dipuji oleh banyak orang. 

  • Banyak peristiwa menarik dan lucu

Sejak halaman awal, cerita sudah mampu membuat pembaca tersenyum bahkan tertawa. Tingkah Mamak yang sering menakut-nakuti anak-anaknya yang bandel terasa begitu hidup dan menghibur. Setiap bab dibuka dan ditutup dengan kejadian yang memikat, membuat hal-hal sederhana dalam kehidupan keluarga Mamak terasa jauh lebih berwarna berkat gaya bertutur Tere Liye.

  • Narasi yang seru dan memberikan kesan 

Novel ini menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan dan terasa memuaskan. Cocok sekali untuk anak-anak karena sarat pelajaran berharga. Ketulusan, keceriaan, dan kelucuan yang dituangkan Tere Liye tersampaikan dengan sangat baik hingga meninggalkan kesan hangat setelah membaca.

  • Memberikan kehangatan

Serial anak Mamak selalu berhasil menjadi hiburan ketika pikiran sedang penat atau hati membutuhkan ketenangan. Menyelami dunia Burlian kembali menghadirkan kombinasi haru dan tawa yang khas seperti pada buku-buku sebelumnya. Kisahnya mampu membawa pembaca kembali ke suasana keluarga yang hangat dan penuh cinta.

  • Memberikan pesan moral bagi pembaca

Lewat perjalanan Burlian, pembaca diajak memahami banyak nilai kehidupan. Ada pesan untuk lebih bersyukur, menjaga lingkungan, bersemangat meraih impian, setia pada teman, memahami konsekuensi perbuatan, serta menghargai waktu bersama keluarga dan sahabat. Walaupun ditujukan untuk anak-anak, novel ini tetap menarik dibaca oleh orang dewasa yang ingin menikmati kisah ringan namun bermakna.

  • Bisa dibaca sendiri

Beberapa pembaca sering bingung dengan urutan Serial Anak Anak Mamak, namun sebenarnya tiap buku mengangkat kisah masing-masing anak secara terpisah. Jadi tidak masalah membaca Burlian, Pukat, atau Eliana terlebih dahulu. Setiap cerita berdiri sendiri dan tetap dapat dinikmati tanpa harus memahami buku sebelumnya.

Kekurangan Novel Si Anak Spesial

Meskipun novel Si Anak Spesial memiliki banyak kelebihan, masih ada beberapa hal yang dinilai pembaca menjadi kekurangan pada novel ini. 

  • Pacing yang slow burn

Sebagian pembaca merasa novel ini berjalan cukup lambat. Hampir setengah buku berlalu tanpa arah cerita yang jelas sehingga membuat tujuan utama tokohnya terasa samar. Bahkan ada yang kebingungan menentukan apakah tokoh utamanya laki-laki atau perempuan karena begitu minim petunjuk di awal.

  • Gaya bahasa terlalu dewasa

Gaya bercerita Burlian dinilai terlalu matang untuk ukuran anak seusianya. Jika diberikan kepada pembaca seusia tokohnya, mungkin mereka akan kebingungan dengan pilihan kata dan cara penyampaiannya. Novel ini terasa seperti memoar masa kecil yang dituturkan ketika tokohnya sudah tumbuh dewasa sehingga kesan keanak-anakannya tidak terlalu kuat.

Cara Memupuk Rasa Percaya Diri Anak

Mamak dan Bapak selalu meyakinkan Burlian bahwa dirinya adalah anak yang spesial. Ucapan sederhana itu mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan dorongan kuat dalam diri Burlian. Begitu besar sebenarnya pengaruh sebuah panggilan atau pengakuan terhadap tumbuhnya keyakinan diri seorang anak. Salah satu cara paling efektif untuk menumbuhkan kepercayaan diri adalah dengan memberikan pujian yang tepat.

Ingat ya Grameds, pujilah usaha mereka, bukan hanya hasil akhir. Berikan apresiasi yang jelas atas kerja keras yang mereka lakukan, bahkan ketika mereka belum mencapai keberhasilan. Tanamkan pemahaman bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar dan bukan sesuatu yang harus ditakuti. Selain itu, penting juga memberi ruang bagi anak untuk mandiri. Tawarkan tanggung jawab kecil sesuai usia dan biarkan mereka belajar menyelesaikan masalah sendiri agar rasa tanggung jawab dan kemandirian perlahan tumbuh. Biarkan mereka memilih hal-hal sederhana seperti menu sarapan atau pakaian harian supaya mereka merasa memiliki kendali atas hidupnya.

Dengan membiasakan langkah-langkah sederhana ini setiap hari, anak dapat tumbuh dengan rasa percaya diri yang lebih kuat dan membentuk karakter positif yang bermanfaat bagi masa depannya.

Penutup

“Perjalanan ini tidak akan pernah benar-benar selesai. Ia akan terus membawa langkahmu melintasi lembah-lembah lembap, menanjaki gunung-gunung tinggi, memasuki kota yang sibuk, hingga tiba di desa-desa yang indah dan menenangkan. Di setiap tempat ada pelajaran baru, ada harapan tentang masa depan. Jalan itu tidak berhenti, ia terus menuntunmu menuju pelabuhan dan bandara, tempat di mana kamu bisa melangkah lebih jauh lagi, menemukan rute berikutnya, menjelajahi dunia, menyaksikan begitu luasnya kehidupan. Di sanalah masa depan anak-anak kampung seperti kalian terbentang, masa depan sebuah bangsa, dan masa depanmu yang penuh peluang, Burlian-Kun.”

Kutipan tersebut mengingatkan bahwa setiap perjalanan hidup selalu membawa kita pada persimpangan baru, tempat kita belajar memahami dunia sekaligus mengenali diri sendiri. Jalan yang tak berujung itu bukan hanya gambaran tentang tempat-tempat jauh, tetapi juga simbol dari kesempatan yang terus terbuka selama kita masih berani melangkah. Seperti Burlian yang diberi harapan untuk melihat dunia lebih luas dari kampung halamannya, kita pun diajak menyadari bahwa masa depan dibentuk oleh keberanian untuk berjalan, jatuh, bangun, dan terus mencari arah berikutnya. Hidup adalah rangkaian perjalanan panjang yang tidak selalu mudah, namun justru pada lika-liku itulah kita menemukan makna, membangun mimpi, dan mengukir masa depan yang lebih baik.

Gimana Grameds? Menarik sekali ya kehidupan anak Mamak yang satu ini. Buku Si Anak Spesial karya Tere Liye ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com ya Grameds! Kamu juga bisa mendapatkan karya-karya Tere Liye yang lain di Gramedia.com. Sebagai sahabat untuk #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu. 

Rekomendasi Buku

1. Si Anak Pemberani

Si Anak Pemberani

button cek gramedia com

“Aku Eliana, si anak pemberani, anak sulung Bapak dan Mamak yang akan menjadi pembela kebenaran dan keadilan. Berdiri paling gagah, paling depan.”

Buku ini tentang Eliana, anak pemberani yang membela tanah, sungai, hutan, dan lemah kampungnya. Saat kerakusan dunia datang, Eliana bersama teman karibnya bahu-membahu melakukan perlawanan. 

Eliana adalah buku keempat dari Serial Anak-Anak Mamak. Inilah kisah tentang dunia anak-anak dimana rasa ingin tahu dan proses belajar menyatu dengan kepolosan dan kenakalan. 

2. Si Anak Pintar

Si Anak Pintar

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

“Kau bukan Pukat si anak yang pintar……….kau lebih dari itu, kau Pukat si anak yang genius.”

Berkisah tentang keluarga Bapak Syahdan dan Mamak Nur dengan empat anaknya yang hebat: Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia. Kisah masing-masing anak diceritakan sendiri-sendiri oleh Tere Liye. Kali ini Pukat, sebagai anak kedua, sembilan tahun, si anak pintar yang paling dijagokan bisa menjawab semua pertanyaan keluarga dan sekolahnya, teman dengan nilai kejujuran yang patut diacungi jempol, dan penunai janji yang baik.

Buku ini tentang Pukat, si anak paling pintar dalam keluarga, masa kecilnya dipenuhi petualangan seru dan kejadian kocak serta jangan lupakan pertengkaran dengan kakak dan adik-adiknya. Tapi apakah dia mampu menjawab teka-teki hebat itu, apakah harta karun paling berharga di kampung mereka? 

3. Si Anak Pelangi

Si Anak Pelangi

button cek gramedia com

“Karena kau bisa memahami bahwa pelangi tampak indah karena berwarna-warni. Begitu juga kehidupan kita, indah karena warna kulit yang berbeda, ukuran mata tak sama, bentuk rambut yang berlainan. Kau sungguh anak pelangi, Ras.”

Buku ketujuh ini, Si Anak Pelangi, tentang Rasuna, yang tinggal di lingkungan sangat beragam, dengan segala permasalahannya. Rasuna sebagai tokoh utama dalam novel ini akan membawa para pembaca tenggelam dalam kenangan indah persahabatan masa kecil. Rasuna tinggal di lingkungan yang beragam baik di rumah, pasar, hingga sekolah. Masa anak-anak yang seru dan lucu, mulai dari sekolah, lapangan bermain, belajar bela diri, hingga kehidupan pasar dan gang-gang sempit. Saat Rasuna paham, dunia memang bagai pelangi. Berbeda tapi indah. Namun, dengan keberagaman itulah yang membuat hidup lebih bermakna. 

 

 

Written by Laura Saraswati