in

Membandingkan Kisah Mitologi Yunani dalam Kehidupan Sehari-Hari

kompasiana.com

 Mitologi Yunani – Bicara soal mitologi, hampir setiap negara biasanya memiliki mitologinya masing-masing. Meski begitu, seperti ada yang kurang lengkap apabila bicara tentang mitologi, tetapi tidak membahas tentang mitologi Yunani. Bahkan, mitologi Yunani itu sendiri bisa kita bandingkan dengan kehidupan sehari-hari.

Jika Grameds, ingin mengetahui lebih jauh tentang mitologi Yunani bila dibandingkan dengan kehidupan sehari-hari, maka bisa simak artikel ini.

Sisyphus

Mitologi Yunani
bladjar.com

1. Kisah Sisyphus

Kisah tentang Sisifus berawal dari narasi cerita tentang seseorang yang dikutuk dengan kutukan paling kejam yang pernah dialami oleh manusia. Legenda Sisyphus pada zaman dahulu berawal dari mitologi Yunani Kuno yang mengisahkan tentang seorang raja bernama Sisyphus yang memimpin kerajaan Efira yang memiliki sifat licik dan tamak. Berulang kali ia memberontak terhadap dewa, melakukan hal-hal keji kepada seluruh rakyatnya, dan dari semua dosa yang ia lakukan adalah dosanya yang dengan lancang membocorkan rahasia Dewa Zeus.

Mendapati kabar bahwa Sisyphus terlalu kejam dan tidak pantas segala perangainya untuk disebut manusia, Dewa Zeus mengangkat Sisyphus dari dunia dan menjerumuskannya ke dalam neraka. Di dalam neraka ia dikutuk oleh Zeus untuk selalu mendorong sebongkah batu besar sampai ke atas puncak bukit.

Sesampainya di atas ia mengira siksaan itu akan berakhir saat di puncak namun batu besar itu seketika menggulir kembali jauh ke bawah kaki bukit. Karena dikutuk akan keinginan untuk selalu mendorong batu, ia melaksanakan hukuman tersebut terus-menerus tanpa diizinkan berhenti sama sekali dan selamanya hukuman itu tidak akan berakhir.

Kisah Sisyphus ini seperti sebuah pembelajaran tentang kesia-siaan, sesuatu yang tidak masuk diakal, dan bahkan merupakan kisah yang menyedihkan tentang kesadaran bahwa kehidupan tidak ada artinya.

2. Konflik antar Saudara

Sisyphus adalah salah satu putra dari Raja Thessalia, Aeolus (??????). Meski begitu, takhta sang ayah tidak turun kepada Sisyphus dan malah direbut oleh saudaranya, Salmoneus (?????????). Oleh karena itu, Sisyphus sangat benci pada Salmoneus, hingga ia berkonsultasi pada peramal di Delphi tentang bagaimana cara membunuh Salmoneus tanpa dosa. Peramal tersebut meramalkan bahwa keponakan perempuannya dan putri Salmoneus, Tyro (????) akan melahirkan seorang putra yang akan menghabisi sang kakek.

Jadi, satu hari, ia menghampiri Tyro dan putri Salmoneus pun melahirkan seorang putra. Namun, begitu tahu mengenai ramalan dan nasib Salmoneus, Tyro terpaksa membunuh buah hatinya bersama Sisyphus.

Dalam keseharian kita juga tidak luput dari perseteruan, baik dengan orang lain maupun dengan keluarga kita sendiri. Namun, dilihat dari kisah Sisyphus yang menghalalkan segala cara demi mencapai sebuah tujuannya kita tidak jadi seperti tersadar bahwa kehidupan akan lebih damai jika kita bisa rukun dengan sanak saudara kita sendiri, hidup berdampingan dan saling membantu sehingga terjadinya harmonisasi. Sisyphus dengan segala perangainya dapat menjadi acuan yang menampar kita bahwa sebagai manusia kita tidak boleh sepertinya dan lebih baik memiliki pribadi yang santun dan tidak mengadu domba.

Berdasarkan latar sejarah pun kita sudah mengetahui bahwa kemerdekaan bangsa kita terlahir karena adanya persatuan antar bangsa yang berbeda-beda tapi tetap satu jua, sehingga politik adu domba yang dilancarkan para penjajah bangsa dapat kita singkirkan perlahan demi terwujudnya bangsa yang satu dan jauh dari konflik.

3. Membandingkan Hukuman Sisyphus dengan Kehidupan Kita

Terdengar menakutkan? Atau bahkan kedengaran familiar di telinga kita? Coba bayangkan kehidupan kita selama ini dan mari coba bandingkan. Bangun pagi, bersiap-siap melakukan aktivitas entah sekolah, kuliah, atau kerja dari pagi sampai sore dan setelah lelah seharian kita masih menyempatkan main sebentar sama teman-teman di kampus atau teman kerja, lalu pulang, tidur, dan esoknya masih harus bekerja atau kuliah lagi dengan rutinitas yang itu-itu saja. Dapat dikatakan bahwa rutinitas hidup kita sehari-hari yang membosankan dan berulang-ulang adalah kutukan Sisyphus itu sendiri.

Di Balik Pena: Curahan Hati Natasha Rizky dalam Buku “Kamu Tidak Istimewa”

Apa yang kita lakukan sebagai rutinitas sehari-hari dalam kehidupan ini juga dapat dikatakan sebagai sebuah siklus yang terus berulang di mana kita dituntut untuk menjadi masyarakat normal pada umumnya yakni melakukan fase kehidupan, seperti lahir, lalu beranjak anak-anak kita sekolah, bekerja, lanjut mencari pasangan, menikah, dan akhirnya mati.

Kita dituntut untuk melakukan pengulangan fase kehidupan ini dari asal-muasal nenek moyang kita dan bukan tak mungkin bahwa apa yang kita alami sekarang di kehidupan ini adalah sebuah dampak sebab-akibat dari apa yang dilakukan manusia sebelum kita yaitu nenek moyang kita sendiri.

Kutukan Sisyphus tentang pengulangan hukuman yang terus-menerus juga mungkin menjadi sebuah gambaran kehidupan manusia yang monoton. Meskipun setiap manusia memiliki tujuan hidupnya masing-masing yang ingin dicapai namun pada akhirnya kita semua akan mati dan semua pencapaian kita dalam hidup di dunia tidak akan berarti lagi setelah kita mati.

Kesadaran akan kehidupan yang tidak bermakna ini mau tidak mau kita alami dan jalani karena bagaimanapun kehidupan akan terus berlanjut dan entah kita memilih jalan yang lurus ataupun berkelok dalam setiap perjalanan hidup kita pada akhirnya kita semua akan mengalami ketidakbermaknaan hidup lewat siklus pengulangan hidup ini. Kita semua adalah Sisyphus, manusia yang hidup dengan pengulang-ulangan kegiatan meski dengan cara yang berbeda-beda.

Manusia mencari arti hidup dengan membanding-bandingkan pencapaian karir dengan manusia lainnya, mencari pasangan idamannya, hingga mencapai gelar pendidikan yang tinggi. Itu semua dilakukan oleh semua manusia, tetapi kita semua akan dan pasti mati juga pada akhirnya. Itulah kesia-siaan yang dialami Sisyphus dan kita semua.

Penggunaan alegori kutukan Sisyphus untuk merepresentasikan pola kehidupan yang monoton paling terkenal telah dilakukan oleh seorang filsuf absurdisme bernama Albert Camus. Ia menyatakan bahwa kegiatan berulang pada kehidupan kita adalah sia-sia, absurd, tak bermakna dan tanpa tujuan. Dengan kata lain, kehidupan adalah ruang absurditas itu sendiri.

Mitologi Yunani

4. Gambaran Hidup Sisyphus pada Manusia Modern

Mitologi Yunani
unsplash.com

Mungkin kita bisa membantah anggapan diatas, bahwa kehidupan yang kita jalani tidaklah sia-sia karena kita mempunyai keinginan serta punya tujuan yang ingin dicapai dengan jelas. Tapi, seberapapun jelasnya tujuan hidup kita entah dalam waktu yang singkat atau bahkan lama sekalipun, kita akan berusaha keras untuk memenuhi pencapaian tersebut. Kalau diibaratkan dengan alegori Sisyphus, usaha kita untuk mencapai tujuan tersebut seperti mendorong batu ke puncak bukit. Lalu setelah kita berhasil mencapai puncak, apalagi yang harus dilakukan?

Meraih satu tujuan tersebut bukanlah akhir dari sebuah cerita hidup kita. Sesaat setelah kita berhasil mendorong batu dimana ini menggambarkan karir kita, sesampainya di puncak bukit, kelegaan akan keberhasilan mendorong batu tersebut hanyalah nikmat yang sementara dan kita tidak akan berdiam diri disana selamanya walaupun kita sudah bersusah payah mencapai puncak dan ingin berlama-lama menikmati hasil kerja keras kita di puncak sana.

Pada dasarnya, sifat manusia tidak akan pernah merasakan puas atau cukup, kita pasti akan merencanakan sesuatu yang lain, membuat target, dan tujuan hidup yang lebih jauh lagi. Sampai pada akhirnya kita akan mendorong batu tersebut lagi ke depan melewati puncak. Jauh dan lebih jauh lagi sampai kehidupan telah pergi meninggalkan kita. Bukankah kehidupan kita ini absurd?

Sama seperti persoalan manusia modern seperti sekarang ini yang hidup penuh dengan persaingan, sangat kompetitif, dan saling sikut-sikutan dalam mencapai sesuatu. Gambaran hidup yang demikian menjenuhkan dan monoton membuat kita berpikir apakah kita akan meneruskan hidup atau mati saja. Toh, mati sekarang dan mati nanti tidak ada bedanya. Itulah hidup yang digambarkan Camus tentang keabsurdan.

Namun, menurut pandangan Camus, persoalan kutukan hidup yang monoton sebagai bentuk hukuman yang menyiksa bisa dibantah jika kita mengandaikan apa yang dijalani Sisyphus dengan mendorong batu ke puncak bukit tersebut adalah kegiatan yang berbahagia karena ia mendorong batu tersebut dengan sukacita. Tentang ketidakbermaknaan hidup yang berulang bisa dipatahkan jika kita dapat mengandaikan kehidupan ini menyenangkan.

Harus digarisbawahi pada konsep ini bahwa gambaran soal mendorong batu adalah hobi yang menyenangkan bagi Sisyphus dan sebab itulah dia dengan sukacita melakukannya. Namun, menjadi sebuah tragedi jika kita menjalani rutinitas sehari-hari tanpa memperoleh kebahagiaan di setiap langkahnya.

Zeus

Mitologi Yunani
en.wikipedia.org

1. Kisah Zeus

Dewa Zeus disebut juga bapak para dewa dalam mitologi Yunani kuno. Sering disebut sebagai Ayah, sebagai dewa petir dan ‘pengumpul awan’, Zeus dengan kekuatannya dapat mengatur cuaca dengan sesuka hatinya seperti misalnya, menghadirkan guntur yang dahsyat, cuaca panas, hujan, serta juga angin, dan mampu memberikan pertanda-pertanda. Ia juga pada umumnya mampu memberikan keadilan untuk menjamin suasana ketertiban dan harmonisasi di antara para dewa dan manusia dari singgasana duduknya yang tinggi di Gunung Olympus.

Sebagai dewa utama atau bapak para dewa, Zeus dianggap sebagai penguasa, pelindung, dan ayah dari semua dewa dan manusia. Zeus adalah raja para dewa Olympian dan dewa tertinggi dalam mitologi Yunani Kuno. Zeus sering digambarkan sebagai pria tua dengan jenggot dan memiliki simbol seperti petir dan elang.

Nama “Zeus” sendiri memiliki asal muasal dari kata Yunani Kuno yang berarti “cerah”. Kata tersebut memiliki hubungan yang erat dengan dies, yang merupakan kata Latin untuk “hari” dan memiliki sejarah yang sangat lampau. Oleh karena itu, banyak ahli mitologi percaya bahwa Zeus adalah salah satu dewa Yunani yang tertua.

2. Makna Kisah Zeus dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sama seperti kehidupan di dunia manusia, kehidupan para dewa-dewa di dalam mitologi Yunani Kuno juga digambarkan memiliki sistem pemerintahan dan menunjuk pemimpin di antara mereka untuk memimpin dan mengatur negara atau kekuasaan yang mereka miliki. Kehidupan para dewa-dewa juga tidak dapat dikatakan sempurna walaupun status mereka sebagai dewa yang memiliki kehendak melebihi para manusia namun kehidupan mereka juga diwarnai dengan banyak konflik diantara para dewa-dewa itu sendiri.

Zeus sendiri sebagai pemimpin para dewa dalam kepemimpinannya terkenal kejam dalam memberikan hukuman kepada para pembangkangnya. Bahkan, sebagai seorang dewa kehidupan personalnya juga diwarnai dengan kisah perselingkuhan dan pelecehan seksual baik dengan dewi-dewi dan para manusia. Hal ini dijelaskan dengan begitu banyaknya anak Zeus, baik dari kalangan para dewa maupun manusia.

Mitologi Yunani

Perang Troya

Mitologi Yunani
id.wikibooks.org

1. Kisah Perang Troya

Perang Troya merupakan kisah fenomenal yang berasal dari mitologi Yunani kuno, bahkan hampir diceritakan di seluruh dunia. Ada banyak versi yang mengatakan tentang perang besar tersebut, apa benar memang dulu pernah terjadi atau tidak? Sebagian sejarawan ada yang percaya bahwa dulu Perang Troya memang pernah terjadi dan sebagian sejarawan lain menyebutkan bahwa peristiwa tersebut hanyalah sebuah kisah mitologi belaka.

Jika kalian pernah menonton film berlatarkan kisah perang ini, mungkin kalian akan disuguhi kisah tentang betapa murkanya Raja Agamemnon terhadap pangeran dari negeri Yunani Troya, karena tingkah pangeran Troya yang mencoba merebut istri dari Agamemnon yang bernama Helen. Namun, berdasar sejarah yang menyebutkan bahwa kasus yang terjadi sebetulnya jauh lebih rumit dari pada itu.

Perang Troya dinarasikan sebagai sebuah perang besar akibat perseteruan yang terjadi di antara dewa-dewi Yunani, yakni Athena, Hera, Eris, Aphrodite, dan sudah pasti Bapak para Dewa mereka yakni Zeus. Entah bagaimana ceritanya, perseteruan yang terjadi di antara mereka dapat merembet hingga ke dunia manusia yang akhirnya ikut terseret ke dalam sebuah perang di negeri Troya.

Dalam berbagai sumber pun menyebutkan, jika memang Perang Troya pernah terjadi, maka kemungkinan besar perang tersebut terjadi pada akhir Zaman Perunggu, yakni 1200 Sebelum Masehi. Meskipun perang tersebut masih diragukan kepastiannya, tetapi faktanya, reruntuhan-reruntuhan kota besar yang dianggap sebagai Troya pernah ditemukan di sisi barat laut Turki. Sisa-sisa reruntuhan kota tersebut diperkirakan berusia 4000 tahun.

Namun, hingga saat ini ilmuwan dan ahli sejarah yang meneliti wilayah tersebut tidak menemukan adanya jejak-jejak peperangan besar di masa lalu. Anehnya, berdasar naskah-naskah kuno yang ditemukan dituliskan bahwa peperangan besar tersebut memang pernah terjadi. Di sini para ilmuwan menyimpulkan bahwa kemungkinan peperangan besar Troya hanya mitos yang melegenda, yang diceritakan secara turun temurun di generasi mereka.

2. Makna Perang Troya dalam Kehidupan Sehari-Hari Saat Ini

Kisah perang tersebut menggambarkan bahwa hidup manusia yang memang sarat akan konflik dan perseteruan tidak dapat terpisah secara langsung dari kehidupan manusia itu sendiri. Terlepas kisah diatas benar-benar terjadi atau hanya sekadar mitologi Yunani Kuno, tetapi banyak hal yang dapat dibandingkan dengan kehidupan manusia sehari-hari seperti, manusia memang pada dasarnya makhluk yang memiliki gairah dalam mencapai kehendaknya dan tidak pernah puas bahkan beberapa hal kecil dapat menyulut api peperangan yang dahsyat yang membuat perdamaian dunia menjadi kacau.

Perang selalu menjadi pemicu kerusakan dan perpecahan dalam hidup manusia baik dari pihak yang menang maupun yang kalah peperangan bukanlah menjadi sebuah solusi atas sebuah konflik yang tidak terselesaikan. Terlebih lagi, dampaknya yang begitu besar  hingga mengakibatkan banyak korban berjatuhan dan jutaan orang kehilangan sanak saudaranya.

Kisah perang Troya di atas walaupun diwarnai dengan berbagai konflik, tetapi ada bumbu romantisme yang terdapat disana. Dimana demi menggapai cinta Helen, Troy rela melakukan apa saja demi cintanya.

Dewa Narcissus

1. Kisah Dewa Narcissus yang Mencintai Bayangannya Sendiri

Mitologi Yunani
nationalgeographic.grid.id

Seorang lelaki muda yang angkuh, acuh, dan tampan. Narcissus tidak mencintai siapa pun dan selalu menganggap dirinya layak untuk dicintai. Dia tersesat jauh dilebatnya hutan ketika hendak berburu, dan nimfa Echo secara tidak sengaja melihatnya. Echo jatuh cinta pada Narcissus, ketika dia mengikuti lelaki muda itu dan menunggunya berbicara lebih dulu karena kutukannya yang hanya bisa mengikuti kata-kata terakhir dari lawan bicaranya.

Seorang nimfa mengulurkan tangannya dan mengejar hendak mendekat ke Narcissus. Dia melihatnya, tetapi dengan jumawa dan arogan seperti biasanya, Narcissus langsung mendorongnya menjauh dan pergi masuk ke dalam hutan yang gelap. Dia menolak cinta semua orang. Banyak bidadari dibuat sakit hati dengan tingkah lakunya. Kali ini, dia memutuskan dia lebih baik mati sebelum membiarkan peri memilikinya dan mendorongnya pergi.

Echo bersembunyi di sebuah gua di hutan tak tertembus yang menderita karena cinta Narcissus. Dia mulai kurus karena kelaparan tanpa makan dan tidur sampai tubuhnya layu seluruhnya menjadi debu, hanya menyisakan suaranya.

Kemudian, datang Nemesis yang menghukum Narcissus Jatuh Cinta Dengan Bayangan Sendiri. Selepas itu, dewi balas dendam, Nemesis, memberikan hukuman untuk Narcissus atas tingkah lakunya. Dia mengajaknya ke kolam, lalu membiarkan Narcissus melihat bayangannya sendiri dan jatuh cinta padanya. Dia menolak untuk pergi meninggalkan bayangannya sendiri dan seperti Echo, dia mati kelaparan, tetapi sebelum itu terjadi, dia berteriak: “Selamat tinggal, anak tersayang, sia-sia.” Suara gema mengulangi ratapan dari gua, Narcissus akhirnya mati.

2. Makna Kisah Dewa Narcissus dalam Kehidupan Saat Ini

Betapa bahayanya mencintai diri secara berlebihan, dalam mitos, air bertindak sebagai cermin, cermin itu merefleksikan keadaan pikiran Narcissus dan apa yang terjadi di sekitarnya. Air dalam kolam menjadi tenang, kemudian menjadi berawan, dan akhirnya menghilang. Mitologi Yunani Kuno yang indah ini menampakkan berbagai aspek alam. Nimfa Echo menjadi pengulangan suara, dan Narcissus melambangkan kemandirian, narsisme, dan keangkuhan.

Echo dan Narcissus keduanya meninggal karena cinta yang tidak kesampaian. Mereka begitu terobsesi dengan cinta mereka, bahwa mereka mengabaikan diri mereka sendiri dan rela jika harus mati. Ada juga pesan moral dari cerita ini. Kematian dan perubahan sifat Narcissus menampakkan betapa bahayanya mencintai diri secara berlebihan yang juga bisa menjadi obsesif diri atau disebut narsisme.

Mitologi menunjukkan perilaku semacam ini dengan tepat, dan seseorang dengan gangguan kepribadian memuja dirinya sendiri memiliki sifat jumawa terhadap diri yang mengesankan. Mereka mengabaikan keberadaan orang lain serta kekaguman tak terbatas pada diri sendiri dan berfantasi tentang kesuksesan atau kekuasaan yang berlanjut.

Mitologi Yunani

Jika Grameds memiliki ketertarikan untuk mempelajari mengenai tentang sejarah mitologi Yunani Kuno, kamu bisa mempelajarinya dengan membaca referensi-referensi yang ada di internet maupun buku yang hanya bisa kamu dapatkan di gramedia.com.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu berusaha untuk menyediakan informasi terbaik dan terbaru untuk kamu. Membaca banyak buku dan artikel tidak akan pernah merugikan kalian, karena Grameds akan mendapatkan informasi dan pengetahuan #LebihDenganMembaca.

Penulis: Pandu Akram

BACA JUGA:

  1. Pengertian Mitologi: Asal-Usul, Jenis, dan Manfaat Mempelajarinya
  2. 7 Urutan Novel Percy Jackson Karya Rick Riordian Terbaik 
  3. 10 Hewan Mitologi Khas Indonesia yang Mendunia 
  4. Review Novel The Song of Achilles 
  5. Review Novel Seri The Kane Chronicles: Mitologi Mesir Kuno Best Seller 


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda