in

Arti Yamete Kudasai dan Kimochi, Simak Cara Penggunaannya!

YouTube

Arti Yamete Kudasai dan Kimochi – Bahasa Jepang adalah bahasa yang sangat memperhatikan tingkat kesopanan. Bahkan kondisi yang spesifik bisa mengharuskan kita untuk memakai kata yang lain untuk menyampaikan informasi yang sama.

Arti Yamete Kudasai
Spy X Family

Maka, tak heran bila bahasa Jepang mempunyai identitas dan ciri yang khas. Hal ini bisa kita lihat pada pemakaian alfabet Jepang yang masih terus digunakan hingga saat ini yang berarti orang Jepang sangat menjunjung tinggi identitas mereka. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang telah menggunakan alfabet latin.

Salah satu kata ungkapan dalam bahasa Jepang yang mempunyai variasi kata yang berbeda untuk mengucapkan informasi yang sama ialah yamete kudasai. Kata ini pernah viral di media sosial Indonesia beberapa waktu yang lalu karena dinyanyikan oleh seorang ibu bernama Dewi Isma. Video nyanyiannya ditonton oleh ribuan orang di tiktok dan pernah menduduki trending ke-7.

Arti Yamete Kudasai dalam Bahasa Indonesia

Arti Yamete Kudasai
Spy X Family

Yamete Kudasai adalah kata yang sudah tak langi asing bagi pecinta anime karena kata tersebut sangat kerap dipakai dalam percakapan anime. Maka, tak mengherankan bila sudah banyak yang tahu bahwa yamete kudasai memiliki arti “tolong berhenti”.

Kata ungkapan yamete kudasai terdiri dari dua kata, yakni yamete dan kudasai . Sebenarnya kata yamete sendiri adalah bentuk kata kerja dalam bahasa Jepang yang berasal dari kata yameru yang artinya dalah “berhenti”. Sementara kudasai artinya adalah “tolong”. Jadi arti dari yamete kudasai  adalah gabungan kedua kata tersebut yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mempunyai arti “tolong berhenti” atau “tolong hentikan!”.

Dalam beberapa kesempatan, terkadang ada yang memakai kata yameru kudasai yang mempunyai arti yang sama dengan yamete kudasai. Kalimat ungkapan ini umumnya dipakai ketika hendak meminta lawan bicara untuk berhenti melakukan sesuatu karena adanya suatu hal. Alasanya dapat bermacam-macam; bisa karena bosan, mengganggu, berbahaya, dan lain sebagainya. Misalnya ketika ada orang jahil yang mengganggu anak kecil hingga hampir nangis, Grameds dapat mengucapkan “yamete kudasai!” kepada orang jahil tersebut.

Arti Yamete Kudasai

Sebenarnya, ungkapan tersebut dapat diwakili dengan satu kata saja yang ditambah dengan tanda seru di belakangnya, yakni “yamete!” yang artinya adalah“hentikan!”. Kata ungkapan “yamete!” adalah kata kasual yang kerap digunakan ketila berbicara dengan orang maupun lawan bicara yang sudah dikenal baik. Kata kasual biasanya dipakai untuk menunjukkan keakraban pada lawan bicara.

Penambahan kata “kudasai” di belakang memiliki fungsi untuk memberi kesan yang lebih sopan. Umumnya dipakai ketika berbicara dengan orang asing atau orang yang lebih tua. Terhadap lawan bicara yang dikenal tetapi tak terlalu akrab juga kerap kali orang Jepang menyematkan kata “kudasai” di belakang “yamete”. Kata “kudasai” juga dapat dipakai sebagai penegasan kepada lawan bicara supaya dia benar-benar menghentikan kegiatannya.

Grameds mungkin masih bingung ya. Mari, simak penjelasan mengenai penggunaan kata yamete kusai berikut ini!

Penggunaan Kata Yamete Kudasai

Gramrds dapat menggunakan kalimat ekspresi atau ungkapam ini ketika Grameds ingin seseorang yang sedang diajak bicara untuk berhenti melakukan sesuatu. Sangat banyak penggunaan dan penerapan dari kata “yamete kudasai” berdasarkan oada situasi di lapangan dengan variasi penambahan kata imbuhan yang berfungsi sebagai tambahan dan penggunaan yang spesifik. Berikut, beberapa contoh penggunaannya, silahkan disimak!

Yamete kudasai

Arti Yamete Kudasai

Kata ungkapan ini kerap kali digunakan ketikan berbicara dengan orang asing atau tidak dikenal, kenal tak terlalu dekat, atau untuk menunjukkan kesantunan maupun kesopanan. Namun, ada kalanya kata ungkapan ini dipakai ketika berbicara dengan orang yang akrab dengan subjek. Bila itu terjadi, maka kata “yamete kudasai” mempunyai fungsi tambahan, yakni untuk menegaskan bahwa subjek benar-benar ingin lawan bicaranya menghentikan kegiatannya.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Yamete kudasai yo

Arti Yamete Kudasai

Kata ungkapan ini adalah bentuk sopan yang digunakan ketika bersenda gurau dengan teman. Teman yang dimaksud disini bukanlah teman akrab maupun sahabat, tetapi bisa berupa teman kerja, teman sekelas, teman komunitas, dan lain sebagainya.

Yamete

Kata ungkapan ini adalah bentuk kasual yang dipakai ketika berbicara dengan orang yang dikenal baik, teman dekat maupun sahabat. Meski demikian, ada kalanya kata ini dipakai ketika berbicara dengan lawan bicara yang tak dikenal.

Bila situasi tersebut yang terjadi, maka kata “yamete!” mempunyai fungsi tambahan, yakni untuk menunjukkan ketegasan atau dengan sengaja tak menunjukkan kesatunan dan kesopanan. Hal ini bisa terjadi ketika ada orang asing yang berbuat tidak sopan dan menjengkelkan terhadap Grameds yang telah berusaha sopan, maka selanjutnya Grameds bisa mengatakan “yamete!”.

Contoh Penggunaan Yamete Kudasai

Arti yamete kudasai dalam bahasa Indonesia ialah “tolong berhenti”, tetapi tak sesimpel itu. Ada beberapa variasi kata yang mempunyai arti sama, tetapi digunakan pada waktu yang berbeda. Supaya lebih paham, silakan Grameds pelajari contoh kalimat berikut ini!.

 

Arti Yamete Kudasai

Jyoudan wa yamete kudasai.

“Tolong hentikan bercandanya.”

Kalimat ini mempunyai arti permintaan untuk berhenti bercanda dengan tanpa mengurangi rasa hormat dan kesopanan kepada lawan bicaranya.

 

Yamete kudasai yo, hontou ni!

“Tolong berhenti, serius deh.”

Kalimat ini mempunyai arti permintaan untuk menghentikan suatu kegiayan dengan nada sambil bercanda dan masih mempunyai nilai kesopanan dan kesantunan.

 

Arti Yamete Kudasai

Kenka wa yamete!

“Berhenti bertengkar!”

Kalimat ini mempunyai arti permintaan untuk menghentikan perkelahian dengan nada yang tegas. Kalimat ini lebih menunjukkan ketegasan daripada kesopanan. Kata ini kerap digunakan ketika menyuruh anak-anak untuk berhenti bertengkar.

Walai mempunyai arti “berhenti” atau “tolong berhenti”, kata ungkapan yamete!, yamete kudasai, dan yamete kudasai yo tak dapat dipakai ketika Grameds meminta orang untuk berhenti berjalan atau menunggu. Ada kata khusu lain yang digunakan untuk kondisi tersebut, yakni matte! Atau chotto matte.

Arti Kimochi dalam Bahasa Indonesia

Arti Yamete Kudasai
Spy X Family

Secara harfiah, kimochi artinya merupajan “rasa” atau “perasaan”. Aksara kimochi ditulis dengan memakai campuran huruf kanji dan hiragana serta merupakan kategori kata benda. Dalam kehidupan sehari-hari, kimochi dipakai untuk mengungkapkan perasaan yang berkaitan dengan kondisi emosional seseorang. Grameds bisa memakai kara kimochi untuk mengekspresikan perasaan yang datang tiba-tiba atau tak bisa Grameds kendalikan. Misalnya perasaan jijik atau nyaman.

Kimochi mempunyai makna yang berdekatan dengan kata  “kibun” yang artinya adalah “perasaan”. Perbedannya ialah,  kibun cenderung dipakai untuk menggambarkan suatu kondisi fisik atau kesehatan seseorang. Misalnya, ketika Grameds kehujanan sepulang dari pergi, kemudian keesokan harinya merasa tak enak badan. Dalam hal ini, Grameds dapat menggunakan kibun.

Penggunaan Kata Kimochi di Jepang

Dalam percakapan sehari-hari, pemakaian kata kimochi umum dipakai untuk mengungkapkan perasaan dalam dua konteks, baik yang menyenangkan maupun tidak. Kimochi ga ii dipakai dalam konteks yang menyenangkan, kimochi ga warui dipakai dalam konteks yang tidak menyenangkan.

Kimochi ga ii

Kimochi ga ii bisa dipakai ketika Grameds merasa nyaman atau senang. Dalam bahasa Jepang (ii) berarti baik, senang, atau bagus. Sehingga kimochi ga ii memiliki arti “perasaan yang senang atau baik dan bagus” yang menandakan suasana hati yang menyenangkan. Misalnya, ketika Grameds pulang kerja dalam keadaan yang lelah, lalu Grameds rebahan sembari berendam air hangat, rasanya nyaman dan menyenangkan, bukan? Nah, pada situasi ini Grameds dapat mengatakan kimochi ga ii.

Kimochi ga ii juga bisa disingkat menjadi kimochi-ii dan kerap kali menjadi kalimat tunggal yang adalah ekspresi perasaan maupun emosi positif. Misalnya, seorang pegawai kantor dapat menyerukan “kimochi-ii!” ketika akhirnya dapat keluar kantor untuk istirahat atau pulang.

Kimochi ga warui

Arti Yamete Kudasai

Sebaliknya, kimochi ga warui dipakai ketika Grameds hendak mengekspresikan perasaan yang tak menyenangkan. Kata warui berarti tidak senang, tidak baik, atau buruk. Sehingga frasa kimochi ga warui berarti “perasaan yang tidak baik, tidak enak, atau jijik”. Frasa ini dipakai ketika suasana hati sedang tidak enak.

Misalnya, ketika Grameds berjalan sendirian melalui sebuah gang, lalu ada segerombolan anak muda yang menggoda Grameds “hai manis, sendirian aja, mau ditemani nggak?”, perasaan Grameds menjadi tidak senang, bukan? Pada situasi ini Grameds bisa menggunakan kimochi ga warui yang berarti hampir seperti ketika Grameds berkata “jijik” atau “najis”.

Umumnya, para remaja di Jepang menyingkat kata kimochi ga warui menjadi kata slang kimoi yang ditulis menggunakan katakana atau kimochi warui yang artinya adalah jijik. Kata ini lebih cocok dipakai dalam situasi informal, jadi jangan sembarangan menggunakannya, ya!

Contoh Penggunaan Kimochi

Supaya Grameds lebih memahami pemakaian kimochi dalam kalimat, perhatikan contoh kalimat selengkapnya berikut ini.

 

Kyou wa kimochi ga dou desu ka?

Bagaimana perasaan Anda hari ini?

 

Untuk mengungkapkan perasaan senang, Grameds dapat menggunakan kimochi ga ii atau kimochi-ii dan bisa dipakai pada situasi formal sekalipun.

 

Kyou no sora ga sugoku kirei node, kimochi ga ii.

Hari ini langitnya sangat bagus, senang deh.

Ofuro n haittara kimochi ga ii desu yo.

Anda akan merasa segar setelah mandi.

Asa-no-sanpo hodo kimochi-ii mono wa nai.

Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada jalan-jalan di pagi hari.

 

Sementara untuk mengungkapkan perasaan yang tidak enak atau tidak nyaman, Grameds dapat memakai kimochi ga warui pada situasi formal, dan kimochi warui atau kimoi untuk situasi yang informal. Misalnya:

Kono tabemono ga henna nioi ga suru no de, kimochi warui.

Makanan ini baunya aneh, nggak suka deh.

Ano koto wa kimoi desu yo.

Hal itu menjijikkan.

Selain itu, ada kalanya Grameds memakai kimochi warukunatta untuk menyatakan perasaan yang tak menyenangkan pada situasi yang cukup formal. Misalnya:

Iya-na nioi de watashi kimochi warukunatta.

Bau busuk itu membuatku mual.

Nah, setelah membaca penjelasan dan contoh kalimat memakai kata yamete kudasai dan kimochi pada artikel ini, Grameds dappat melihat sendiri bahwa yamete kudasai dan kimochi tak selalu memiliki makna buruk atau berbau porno, bukan? Kimochi bisa dipakai dengan sewajarnya dalam kehidupan sehari-hari bila konteksnya sesuai.

Sekarang, Grameds dapat menjelaskan kepada teman-teman supaya mereka tak salah kaprah lagi atau berpikir bahwa yamete kudasai dan kimochi selalu mengarah ke hal-hal mesum. Bila diperlukan, Grameds dapat membagikan artikel ini kepada mereka!

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Arum Rifda

Menulis adalah cara terbaik untuk menyampaikan isi pemikiran, sekalipun dalam bentuk tulisan, bukan verbal.
Ada banyak hal yang bisa disampaikan kepada pembaca, terutama hal-hal yang saya sukai, seperti K-Pop, rekomendasi film, rekomendasi musik sedih mendayu-dayu, dan lain sebagainya.