in

Apa itu HAM? Sejarah, Pentingnya dan Peran HAM

Apa itu HAM? Sejarah, Pentingnya dan Peran HAM – Setiap manusia dimanapun memiliki Hak asasi masing-masing, yang sudah ada sejak pertama kali mereka membukakan mata di dunia. Apapun warna kulitnya, dari manapun asalnya, apapun jenis kelaminnya, hingga seperti apapun penampilannya semuanya memiliki Hak asasi yang setara sebagai manusia. Hak inilah yang kita sebut dengan HAM. Mengapa HAM ini ada di dunia? Seperti apa peranannya?

Pada dasarnya, seperti apapun penampilan seseorang dan apapun latar belakangnya semuanya adalah sama-sama manusia. Sebagai sesama manusia perlu adanya sebuah kebijakan yang menegaskan bahwa semua manusia itu setara dan memiliki hak yang sama. Supaya semua orang bisa merasakan keadilan tanpa adanya penindasan satu sama lain.

Mengapa? Sebab manusia juga memiliki ego yang berbeda dimana ego in akan mampu memicu sifat-sifat buruk yang juga ada pada manusia itu sendiri. Untuk itu lahirlah sebuah kebijakan yang mengatur hak dan kewajiban sesama manusia supaya dapat mencapai keadilan yang sama, seperti cita-cita bangsa ini.

Apa itu HAM?

HAM adalah Hak Asasi Manusia yang merupakan sebuah kebijakan yang mengatur kebebasan serta perlindungan dasar manusia. HAM sudah ada sejak manusia dilahirkan hingga manusia meninggal dunia tanpa memandang siapapun dia.

Jadi, entah apa saja kewarganegaraanya, suku, budaya, jenis kelamin, orientasi seksual, agama, ras, dan kepercayaannya, semua orang memiliki HAM yang sudah melekat dalam diri. Dan hal ini berlaku dimana saja kita berada.

Mengapa Ada HAM?

Jauh di masa lampau, awalnya setiap insan belum memiliki HAM ini. Hingga saat masa pemerintahan Raja John sekitar tahun 1215 yang memerintahkan kerajaan Inggris kala itu terkenal suka bertindak semena-mena.

Di masa pemerintahan tersebut raja sering sekali memeras rakyat melalui penarikan pajak yang tinggi, menaikkan harga bahan pokok dan suka menghukum rakyatnya. Hal tersebut membuat rakyat menjadi sengsara dan banyak yang merasakan ketidakadilan.

Melalui keluhan yang serupa membuat sejumlah orang di masa itu menjadi tergerak hatinya untuk melawan sejumlah penindasan yang terjadi dalam pemerintahan Raja John. Orang-orang ini kemudian menandatangani sebuah perjanjian Magna Charta yang merupakan kebijakan mengenai perlindungan hak manusia.

Kendati perjanjian sudah disepakati, namun selama masa pemerintahan dalam beberapa dekade selanjutnya masih ada saja hukum pemerintahan kerajaan yang dianggap tidak relevan. Kemudian pada tahun 1689 dicetuskan Bill of Rights yang memperbaharui HAM secara modern.

Ini bertujuan untuk melawan sejumlah pemerintahan kerajaan dan kekuasaan absolut raja yang merugikan setiap individu. Selain itu, Bill of Rights juga menjadi sebuah perlindungan hak manusia supaya terlindungi dari tirani yang merugikan rakyat.

Seiring berjalannya waktu kebijakan dalam HAM pun ikut berkembang, dan konsep ini secara modern diatur dalam Deklarasi Universal HAM (DUHAM). Ini merupakan kebijakan hukum pertama yang sah, mengatur supaya HAM perlu dilindungi secara universal.

Hal tersebut dilandasi oleh sejumlah peristiwa besar seperti Perang Dunia II. Perang Dunia II merupakan sebuah mimpi buruk bagi banyak manusia di muka bumi dan meninggalkan banyak kerugian.

Banyak nyawa melayang begitu saja, kerugian besar dari segi ekonomi, menurunnya bahan pangan dan sarana tempat tinggal yang hilang begitu saja. Perang dunia begitu memukul banyak orang dalam banyak pihak dan dampaknya semakin memburuk ketika mulai muncul kelaparan dan penyakit yang berujung menewaskan lebih banyak jiwa.

Melihat kejadian ironis tersebut, seorang aktivis sekaligus ibu negara Amerika Eleanor Roosevelt mencetuskan DUHAM pada 10 Desember 1948. Beliau menyatakan bahwa HAM ini perlu di sahkan dalam waktu secepatnya, dan oleh karena itu dibuat komisi PBB untuk menegakkan hukum HAM dan juga menetapkannya.

DUHAM kemudian ditetapkan oleh komisi PBB tersebut untuk menjadi instrumen atau alat yang akhirnya menjadi standar internasional HAM di seluruh dunia.

banner-promo-gramedia

Dengan adanya HAM ini bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Lantas, kehidupan saat ini memang sudah jauh lebih baik dan makmur, apakah HAM masih diperlukan?

Pentingnya HAM

Kendati kita sudah tidak lagi mengalami kehidupan seperti saat pasca perang, namun masih saja sering terjadi penindasan dimana saja dengan bentuk penindasan yang berbeda. Sebab sifat manusia itu sendiri akan selalu sama sampai kapanpun, oleh karena itu penting adanya HAM yang dapat menjadi alat perlindungan untuk seseorang.

HAM merupakan alat yang digunakan setiap pemerintahan untuk mengatur segala kebutuhan manusia, termasuk pendidikan, kebutuhan pangan, tempat tinggal dan lainnya. Bayangkan apabila HAM dihapuskan, maka mungkin tidak semua lapisan masyarakat dapat merasakan pendidikan dan kebutuhan primer lainnya dengan layak.

Melalui HAM inilah kita juga mendapatkan perlindungan dari segala tindak kekerasan serta memiliki kebebasan berfikir, beragama, berekspresi dan lainya. Jadi, secara keseluruhan melalui HAM kita mampu menjadi diri kita sendiri tanpa adanya tekanan dari pihak lain, menjadi pribadi yang bebas dan memiliki kehidupan yang baik. Semuanya tidak terlepas dari peranan HAM.

Peranan HAM Bagi Kehidupan Manusia

Jika ingin dijabarkan ada begitu banyak peranan HAM yang mempengaruhi kehidupan kita kini dan nanti. Tetapi, pada dasarnya ada beberapa peranan HAM yang secara garis besar mempengaruhi kehidupan setiap individunya.

HAM berperan penting untuk mengatur hak kehidupan kita dari yang paling dasar dan utama yakni hak untuk hidup, hak beragama, hak berpikir dan berpendapat.

Selain itu HAM juga mengatur supaya setiap orang memiliki kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang layak yaitu hak memiliki pekerjaan, mendapatkan pendidikan, kesehatan dan memiliki kebutuhan primer seperti sandang, pangan dan papan.

Hak asasi manusia di atas merupakan sebagian kecil dari hak-hak lain yang kita miliki. Sebagian besar diantaranya sudah diatur ke dalam 30 pasal yang ada dalam DUHAM beserta dokumen internasional lainnya yang juga mendukung undang-undang dalam HAM.

Dokumen tersebut adalah Kovenan Internasional untuk Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Adapun dokumen lain yakni Kovenan Internasional yang mengatur Hak Sipil dan Politik. Ketiganya memiliki kebijakan-kebijakan yang mengatur sejumlah kebutuhan hak manusia hingga dalam ranah yang lebih luas lagi.

Seperti yang kita ketahui kini sudah banyak negara yang memiliki sistem pemerintahan masing-masing yang jauh lebih demokratis dimana setiap warga negaranya memiliki kesempatan yang sama atas hak sosial dan politik mereka.

Ini semua diatur dalam sembilan perjanjian internasional HAM, termasuk diskriminasi ras, sipil dan politik, diskriminasi terhadap perempuan, perlindungan anak, perlindungan tenaga kerja asing, diskriminasi disabilitas, perlindungan terhadap perilaku amoral yang tidak manusiawi dan masih banyak lagi.

Terkait peranan HAM dan apa saja yang diatur oleh HAM secara lengkap dipaparkan dalam buku yang membahas khusus tentang HAM. Semuanya dipaparkan secara mendetail termasuk pasal-pasal dalam perundangan DUHAM.

Bagaimana HAM di Indonesia?

Seperti yang kita ketahui, HAM memang dicetuskan oleh para pemerintahan di negara-negara maju bagian barat. Akan tetapi kebijakan dalam HAM ini secara sah sudah mencangkup aturan yang harus ditepati oleh seluruh negara di dunia.

Di Indonesia sendiri, kita memiliki sejumlah UUD 1945 sebagai dasar aturan negara yang dibuat mengacu kepada pancasila sebagai cita-cita bangsa. Pancasila sendiri juga dirundingkan berdasarkan keinginan supaya bangsa ini dapat menjadi tempat yang memanusiakan rakyatnya.

Seperti yang dijelaskan dalam sila kedua, ‘Kemanusiaan yang adil dan beradab’ menjelaskan bahwa sudah seharusnya kita mewujudkan nilai kemanusiaan dan menghargai martabat manusia, serta negara juga memiliki kewajiban untuk memberikan keadilan bagi semua orang.

Jika mau menelaah, pancasila memiliki nilai-nilai yang menjunjung tinggi kemanusiaan, keadilan dan persatuan. Hal tersebut juga merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh HAM untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu atas hak mereka.

Perundangan tentang HAM di Indonesia juga dijelaskan terperinci dalam buku berikut ini. Besarnya peranan HAM membuat kehadirannya menjadi alat yang berpengaruh di setiap negara dalam memutuskan kebijakan di sistem pemerintahan mereka. Tidak terlepas di Indonesia itu sendiri.

Hak Asasi Manusia Dalam Konstitusi Indonesia

Hak Asasi Manusia Dalam Konstitusi Indonesia Edisi Kedua: Majda El Muhtaj
Hak Asasi Manusia Dalam Konstitusi Indonesia Edisi Kedua: Majda El Muhtaj

Sebagai suatu instrumen penting, HAM memiliki peranan besar dalam konstitusi Indonesia. Ini juga mendasari banyak undang-undang yang mengatur hal-hal yang berhubungan dengan tujuan HAM itu sendiri.

banner-promo-gramedia

Prinsip HAM

Selayaknya sebuah perundangan HAM sebagai instrumen yang mengatur kehidupan tetap memiliki sejumlah prinsip, sehingga tidak setiap orang mampu mengubah atau menghapuskan HAM begitu saja dalam satu masa pemerintahan. Berikut ini prinsip HAM yang sah di seluruh dunia.

1. Universal dan Tidak Dapat Dicabut

HAM bersifat universal, maksudnya berlaku untuk semua lapisan masyarakat di setiap negara. Tanpa memandang latar belakang dan jenis kelamin HAM adalah hak milik setiap insan manusia. Hak asasi ini juga bersifat tetap dan tidak bisa dicabut.

Namun, sifat HAM yang tetap ini memiliki pengecualian terhadap hak-hak yang bersifat relatif tergantung situasi tertentu serta harus diproses secara hukum. Sebagai contoh, apabila seseorang dinyatakan bersalah dan terkena suatu hukum dengan putusan pengadilan, maka kemungkinan ada hak yang akan dicabut darinya seperti hak kebebasan bergerak.

Hal tersebut dikenakan pada seseorang yang bersalah untuk mencapai tujuan seperti mengurangi ancaman, atau hal lain yang dapat merugikan pihak yang lebih luas lagi.

Hak asasi manusia secara universal juga telah dipaparkan dalam buku tentang HAM. Dimana buku ini juga menjadi rujukan bagi para pelajar, mahasiswa dan mereka yang tertarik dalam pembahasan HAM.

Hak Asasi Manusia

Hak Asasi Manusia: Al Khanif
Hak Asasi Manusia: Al Khanif

Selain itu, pada buku ini juga mencangkup bagaimana batasan dalam HAM tersebut terjadi dan dalam situasi yang jauh lebih rumit, sejauh apakah HAM yang relatif ini bisa berlaku.

2. Memiliki Keterkaitan Satu Sama Lain

Prinsip HAM yang selanjutnya adalah memiliki keterikatan antara hak satu dengan hak lainnya. Sehingga HAM ini tidak dapat dipisahkan. Keterikatan ini juga saling bergantung, maka apabila seseorang melanggar satu hak maka tindakan tersebut akan mempengaruhi pemenuhan hak lainnya.

Dalam contoh apabila kamu memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang baik, maka dengan begitu kamu mampu memenuhi hak atas pekerjaan. Ketika kamu sudah memiliki pekerjaan maka kamu akan mampu memiliki hak atas tempat tinggal yang lebih layak lagi.

3. Setara dan Tidak Mendiskriminasi

Dalam semua hukum HAM memiliki kesetaraan, dimana hukum satu dan lainnya harus dipenuhi dengan setara dan tidak boleh berat salah satu. Hukum yang ada juga tidak boleh mendiskriminasi kaum minoritas bahkan seorang pelaku kejahatan juga tidak boleh mendapatkan diskriminasi.

Dengan begitu sejumlah hak-hak yang diberikan oleh semua manusia, serta hukum yang mengaturnya akan tetap netral tanpa adanya diskriminasi dalam pemenuhannya oleh siapa saja. Supaya HAM tetap mewujudkan kebebasan dan perlindungan untuk saling mengerti dan memanusiakan manusia.

Batasan dalam HAM

Dalam beberapa kasus dan situasi HAM memang memiliki sejumlah batasan, tanpa melanggar prinsip-prinsip tersebut. batasan ini berfungsi supaya semua orang yang sedang menjalankan hak mereka tidak melanggar hak milik orang lain juga.

Sehingga hak yang diatur dalam HAM dibagi menjadi dua jenis yakni hak absolut, dimana seseorang memiliki beberapa hak yang tidak bisa dicabut. Serta hak relatif yang mengatur beberapa hak manusia yang dibatasi, dengan situasi tertentu.

Belajar HAM Lebih Menarik Lewat Buku Tentang HAM ini!

banner-promo-gramedia

Masih bingung? Pembahasan HAM mungkin akan sangat panjang apabila semuanya dijabarkan ke dalam artikel ini, oleh karena itu belajar HAM jangan berhenti sampai disini. Kamu bisa membaca buku tentang HAM berikut supaya memahami secara keseluruhan tentang HAM.

Misalnya, seperti seperti apa saja contoh hak yang memiliki sifat absolut, bagaimana contoh situasi pada hak yang relatif, sejauh mana batasan sifat-sifat tersebut hingga apa saja yang mendasari pembatasan prinsip dalam HAM. Berikut ini sejumlah buku rekomendasinya untuk kamu.

1. Interpretasi Hak-Hak Asasi Manusia Oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia

Interpretasi Hak-Hak Asasi Manusia Oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia: Titon Slamet Kurnia
Interpretasi Hak-Hak Asasi Manusia Oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia: Titon Slamet Kurnia

a topik hukum memang kadang terasa berat, namun dalam buku ini dijelaskan dengan pemahaman yang mudah. Pembahasan mengenai hak asasi dipaparkan secara jelas dalam buku ini. Bagaimana HAM menjadi alat perlindungan manusia, dan seperti apa pembatasannya.

2. Menghijaukan HAM

Menghijaukan Ham
Menghijaukan Ham

Selain melindungi hak-hak manusia, HAM juga secara tidak langsung melindungi lingkungan hidup kita untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman, asri dan layak bagi kehidupan manusia. Ini juga dipandang sebagai masalah hak asasi yang perlu kita pahami dan jaga, seperti yang diceritakan M.Ridha Saleh dalam bukunya.

3. Hukum HAM & Humaniter

Hukum Ham & Hukum Humaniter: Andrey Sujatmoko
Hukum Ham & Hukum Humaniter: Andrey Sujatmoko

Membahas HAM secara ringan melalui naskah-naskah pendek yang merupakan kumpulan yang ditulis berdasarkan pengalaman. Naskah ini juga sedikit banyak menyinggung HAM dalam dunia instansi, militer, dan hubungan dalam dan luar negeri.

Usai membaca ulasan tentang HAM dan sudah memiliki bukunya, maka wawasan kamu tentang HAM sudah semakin baik. Kamu tahu pasti sejauh mana hak asasi kamu yang berhak kamu dapatkan serta apa saja kewajibanmu sebagai warga negara yang baik.

Memahami HAM harapannya supaya kita sebagai manusia memahami dan menghargai martabat sesama. Tanpa ada diskriminasi terhadap orang lain bahkan dari hal paling sederhana, seperti menyindir ras saat bercanda dengan teman.

Sebab ucapan sesederhana apapun bagi kita bisa berdampak besar bagi orang lain, entah itu ucapan baik atau buruk. Sebagai generasi modern, seharusnya menghargai nilai-nilai kemanusiaan sudah bukan hal yang sulit untuk dilakukan.

Dan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan layak kedepannya, pada akhirnya yang diperlukan tidak hanya sekedar otak yang pandai tapi juga perilaku yang baik. Sekian, semoga artikel ini bermanfaat!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Rafi