in , ,

Review Buku Jadi Anak Peka dan Peduli

jadi anak peka dan peduli – Grameds, pernah nggak sih, lihat si kecil kebingungan saat mau menghibur temannya yang lagi sedih? Atau justru terharu banget waktu dia tiba-tiba membagi mainannya tanpa diminta?

Rasa peka dan empati itu ternyata bukan bakat ajaib dari lahir, tapi keterampilan yang bisa dilatih sejak dini! Lewat buku Jadi Anak Peka dan Peduli, Jenny Alexander dan Dr. Alice Brown mengemas latihan empati jadi petulangan seru yang penuh gambar, warna, dan aktivitas kreatif.

Mau tahu gimana cara menyenangkan untuk melatih hati si kecil jadi lebih peka? Intip ulasan lengkapnya di bawah ini!

Sinopsis Buku Jadi Anak Peka dan Peduli

Siapa bilang belajar jadi anak baik itu membosankan?

Lewat lebih dari 30 aktivitas seru—mulai dari mewarnai, menggambar bebas, sampai memecahkan teka-teki misteri—buku ini mengajak anak-anak berpetualang menyelami dunia emosi. Mereka akan diajak mengenali apa yang sedang dirasakan hatinya, memahami perasaan orang-orang di sekitar, hingga menemukan “keajaiban” di balik tindakan sederhana seperti berbagi dan menolong.

Bukan sekadar buku cerita biasa, ini adalah arena bermain interaktif yang bakal mengasah kebaikan hati si kecil tanpa terkesan menggurui. Siap melihat anak-anak tumbuh jadi sosok yang hangat, baik hati, dan disukai banyak orang?

Semua rahasia dan keseruannya ada di dalam buku ini!

 

button cek gramedia com

 

Tentang Penulis Buku Jadi Anak Peka dan Peduli

Jadi Anak Peka dan Peduli ditulis oleh Jenny Alexander dengan dukungan Dr. Alice Brown, seorang psikolog anak dan pendidikan profesional.

Jenny Alexander merupakan penulis asal Inggris yang menghasilkan berbagai karya fiksi maupun nonfiksi untuk pembaca dari berbagai usia. Dalam karya anak-anaknya, Jenny banyak mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti perundungan, kepercayaan diri, kebahagiaan, stres, gaya hidup ramah lingkungan, hingga cara belajar yang efektif. Melalui tulisannya, Jenny berusaha membantu anak-anak memahami diri sendiri dan menghadapi berbagai tantangan dengan cara yang menyenangkan.

Selain menulis buku nonfiksi anak, Jenny juga dikenal melalui karya fiksinya, seperti How to Get What You Want yang menjadi pilihan Blue Peter Book Club dan Car-Mad Jack yang mendapatkan penghargaan Red House Children’s Book Awards Highly Commended. Novel remajanya, Drift, yang mengangkat tema tentang kehilangan akibat bunuh diri saudara, juga direkomendasikan oleh organisasi konseling duka terbesar di Inggris, Cruse Bereavement Care.

Dalam penulisan Jadi Anak Peka dan Peduli, Jenny Alexander bekerja sama dengan Dr. Alice Brown untuk menghadirkan buku yang membantu anak memahami emosi dan mengembangkan rasa empati.

Dr. Alice Brown merupakan psikolog anak dan pendidikan bersertifikat dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mendukung kesejahteraan sosial, emosional, dan mental anak-anak. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di University of Exeter, Inggris, dengan penelitian mengenai ketahanan diri dan cita-cita anak-anak dalam pengasuhan.

Melalui pengalaman Jenny Alexander dalam menulis buku anak dan keahlian Dr. Alice Brown di bidang psikologi anak, Jadi Anak Peka dan Peduli hadir sebagai buku aktivitas yang membantu anak belajar mengenali emosi, memahami orang lain, serta membangun sikap peduli dalam kehidupan sehari-hari.

Belajar Menjadi Anak yang Lebih Peka dan Peduli

Grameds, menjadi anak yang baik hati dan peduli bisa dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Melalui buku Jadi Anak Peka dan Peduli, anak-anak diajak memahami bahwa setiap tindakan sederhana dapat memberikan dampak positif bagi orang lain.

Buku ini membantu anak mengenali pentingnya sikap empati, yaitu kemampuan untuk memahami perasaan orang lain dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dengan berbagai aktivitas menarik, anak tidak hanya belajar melalui teori, tetapi juga langsung mempraktikkan nilai-nilai kebaikan.

Beberapa hal yang dipelajari dalam buku ini, yaitu:

  • Memahami arti kebaikan hati

Anak diajak memahami bahwa bersikap baik tidak harus selalu melalui tindakan besar. Hal sederhana seperti berbagi, membantu teman, atau memberikan perhatian juga merupakan bentuk kepedulian.

  • Belajar memperhatikan orang lain

Anak dilatih untuk lebih peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang di sekitarnya.

  • Membangun kebiasaan positif sejak dini

Melalui aktivitas yang menyenangkan, anak dapat membiasakan diri melakukan tindakan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenal Arti Empati dan Cara Memahami Perasaan Orang Lain

Salah satu fokus utama dalam buku Jadi Anak Peka dan Peduli adalah membantu anak mengembangkan empati. Empati menjadi kemampuan penting yang membuat anak mampu memahami perasaan orang lain dan membangun hubungan yang lebih baik.

Buku ini mengajak anak untuk mengenali berbagai emosi, baik yang dirasakan oleh diri sendiri maupun orang lain. Dengan memahami emosi, anak dapat belajar memberikan respons yang lebih tepat ketika menghadapi berbagai situasi.

Melalui buku ini, anak dapat belajar:

  • Menjadi pendengar yang baik

Anak diajarkan untuk mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian dan memahami apa yang ingin disampaikan.

  • Mengungkapkan perasaan dengan cara yang baik

Anak belajar bahwa setiap emosi memiliki makna dan perlu disampaikan dengan cara yang tepat.

  • Memahami sudut pandang orang lain

Anak diajak melihat suatu keadaan dari perspektif orang lain agar lebih mudah memahami perasaan mereka.

Aktivitas Kreatif untuk Melatih Sikap Peduli

Tidak hanya berisi penjelasan, Jadi Anak Peka dan Peduli juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas kreatif yang membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

Melalui kegiatan menggambar, mewarnai, dan menyelesaikan tugas sederhana, anak dapat belajar menerapkan nilai kepedulian secara langsung.

Beberapa aktivitas yang terdapat dalam buku ini, yaitu:

  • Membuat pesan kebaikan di batu kecil

Anak dapat mengekspresikan pesan positif melalui karya sederhana yang bisa memberikan semangat bagi orang lain.

  • Membuat kolase tentang kebaikan

Aktivitas ini membantu anak memahami berbagai bentuk tindakan baik yang dapat dilakukan sehari-hari.

  • Melakukan kegiatan peduli lingkungan

Anak diajak melakukan hal positif seperti membersihkan lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap komunitas.

  • Belajar meminta maaf

Anak memahami pentingnya mengakui kesalahan dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.

Aktivitas tersebut membuat anak nggak hanya memahami konsep kebaikan, tetapi juga belajar menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Belajar Berbagi dan Menemukan Kebahagiaan dari Membantu Orang Lain

Buku Jadi Anak Peka dan Peduli juga mengajarkan bahwa membantu orang lain dapat memberikan rasa bahagia. Anak-anak diajak memahami bahwa berbagi waktu, perhatian, maupun bantuan kecil dapat membuat orang lain merasa dihargai.

Melalui berbagai latihan dalam buku ini, anak belajar bahwa:

  • Memberikan bantuan dapat membuat hubungan menjadi lebih dekat.
  • Berbagi dengan orang lain dapat menciptakan rasa bahagia.
  • Tindakan kecil yang dilakukan dengan tulus dapat memberikan dampak besar.

Dengan memahami hal tersebut, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih peduli dan memiliki hubungan yang lebih positif dengan orang di sekitarnya.

Mendukung Perkembangan Sosial dan Emosional Anak

Jadi Anak Peka dan Peduli merupakan bagian dari seri Thoughts and Feelings yang dirancang untuk membantu anak memahami serta mengekspresikan emosi melalui aktivitas praktis.

Buku ini cocok digunakan sebagai media belajar bagi anak maupun pendamping seperti orang tua, guru, dan pengasuh untuk mendukung perkembangan sosial dan emosional.

Manfaat yang bisa diperoleh anak melalui buku ini antara lain:

  • Meningkatkan kemampuan memahami emosi.
  • Mengembangkan rasa empati.
  • Melatih kemampuan berkomunikasi.
  • Membentuk kebiasaan berpikir positif.
  • Membangun sikap peduli terhadap orang lain.

Dengan pendekatan yang menyenangkan dan ilustrasi penuh warna, buku ini membantu anak belajar menjadi pribadi yang lebih peka, baik hati, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Jadi Anak Peka dan Peduli
Pros dan Cons

Pros & Cons

Pros
  • Aktivitas interaktif dan menyenangkan
  • Membantu anak memahami emosi dan empati
  • Dilengkapi ilustrasi menarik dan berwarna
  • Mengajarkan nilai kepedulian melalui praktik langsung
  • Mendukung perkembangan sosial dan emosional anak
Cons
  • Beberapa aktivitas membutuhkan pendampingan orang dewasa
  • Materi lebih cocok untuk anak usia tertentu
  • Konsep kebaikan bisa terasa sederhana bagi anak yang lebih besar
  • Tidak semua aktivitas mudah dilakukan di semua lingkungan
  • Membutuhkan waktu untuk menyelesaikan seluruh aktivitas

 

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan buku.

Kelebihan Buku Jadi Anak Peka dan Peduli

  1. Aktivitas yang menarik dan mudah dipahami

Buku ini menggunakan berbagai kegiatan seperti menggambar, mewarnai, membuat kolase, dan permainan sederhana sehingga anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan.

  1. Membantu anak mengenali dan mengelola emosi

Melalui berbagai latihan, anak diajak memahami perasaan diri sendiri maupun orang lain sehingga dapat mengembangkan rasa empati.

  1. Mengajarkan nilai kebaikan sejak dini

Buku ini membantu anak memahami pentingnya berbagi, membantu sesama, meminta maaf, dan menunjukkan perhatian kepada orang lain.

  1. Cocok sebagai media belajar bersama

Buku ini dapat digunakan oleh anak bersama orang tua, guru, atau pendamping untuk mendukung perkembangan sosial dan emosional.

Kekurangan Buku Jadi Anak Peka dan Peduli

  1. Beberapa aktivitas membutuhkan bantuan pendamping

Anak mungkin membutuhkan arahan dari orang tua atau guru untuk memahami instruksi dan menyelesaikan beberapa kegiatan.

  1. Target pembaca cukup spesifik

Buku ini lebih cocok untuk anak usia 6 tahun ke atas sehingga kurang sesuai untuk anak yang masih terlalu kecil atau pembaca yang lebih dewasa.

  1. Tidak semua aktivitas dapat dilakukan di setiap kondisi

Beberapa kegiatan mungkin membutuhkan alat atau lingkungan tertentu sehingga perlu penyesuaian sebelum dilakukan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Jadi Anak Peka dan Peduli: Aktivitas untuk Membantumu Jadi Anak yang Peka dan Peduli merupakan buku aktivitas yang membantu anak belajar memahami emosi, mengembangkan empati, dan membangun kebiasaan baik sejak dini.

Melalui berbagai kegiatan menarik, buku ini mengajarkan bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mendengarkan orang lain, berbagi, meminta maaf, hingga memberikan perhatian kecil yang berarti bagi sekitar.

Dengan ilustrasi menarik serta aktivitas yang mudah dipraktikkan, Jadi Anak Peka dan Peduli cocok digunakan oleh anak, orang tua, maupun pendidik sebagai panduan untuk menumbuhkan sikap baik hati, peduli, dan penuh empati dalam kehidupan sehari-hari

Rekomendasi Buku Terkait

Laiqa: The Special Boy – Husain Suitaatmadja 

Laiqa: The Special Boy

button cek gramedia com

 

Terlahir sebagai anak spesial, Aubin berusaha maksimal terhadap semua potensi yang dia punya. Berbisnis sedari muda, hingga ia menemukan passion-nya; berkarier sebagai pekerja sosial. Bagaimana Aubin meyakinkan lingkungan sekitarnya bahwa ketidaknormalannya justru membuat ia spesial?

 

Laiqa: Wedding Agreement – Mia Chuz 

LAIQA: Wedding Agreement

 

button cek gramedia com

 

Tak lama setelah pernikahannya, Tari disodori lembaran kertas oleh Bian, suaminya. 

 “Apa ini?”  

“Kesepakatan pernikahan selama kita menikah.” 

“Aku masih belum mengerti.” 

“Sejak awal aku memang berencana untuk berpisah setelah satu tahun menikah. Mungkin kamu belum tahu kalau aku sudah bertunangan sebelumnya.” 

 Tari menatap suaminya dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin ia menikahi laki-laki seperti itu? Suaminya berencana menikah dengan perempuan lain setelah menceraikannya. Ia hanya punya waktu satu tahun untuk menjalani pernikahan ini. Apakah ada yang lebih buruk daripada itu?

 

Laiqa: Kresek Hitam – Honey Dee 

Laiqa: Kresek Hitam

 

button cek gramedia com

Maera pikir, masuk asrama rehabilitasi merupakan hukuman terbaik atas penebusan dosa-dosa masa lalunya. Ternyata, hukuman yang sesungguhnya didapat setelah dia keluar dari sana. Dia kehilangan saudara dan teman, di-DO dari kampus, dan yang jauh lebih buruk, tak lagi dipercaya kedua orangtuanya. Ketika Maera berusaha menata ulang kehidupannya, orang-orang yang dia harap bisa menolong malah berbalik menghancurkannya. Apakah beban yang terlampau berat ini mampu dihadapi Maera di usianya yang baru sembilan belas? Haruskah hidupnya berakhir bagaikan kresek hitam yang akan disingkirkan oleh keluarganya?

 

 

Written by Laura Saraswati