anti core di TikTok – Grameds, pernah nggak, sih, saat scrolling di TikTok kamu sering banget menemukan caption atau hashtag yang diakhiri dengan kata “core”? Mulai dari #cottagecore, #cozycore, sampai #darkacademia. Kata yang satu ini seolah jadi mantra wajib buat bikin video langsung masuk For You Page (FYP).
Sebenarnya, arti core di TikTok itu apa, sih? Mengapa sebuah kata akhiran (sufiks) bisa punya pengaruh besar pada algoritma dan kesuksesan sebuah konten?
Buat kamu para kreator konten, pebisnis online, atau sekadar penikmat tren media sosial yang penasaran, yuk kita kupas tuntas rahasia di balik tren core, cara pemanfaatannya buat bikin konten ramai, hingga peluang monetisasinya!
Table of Contents
Apa Itu “Core” di TikTok?
Secara bahasa, core berarti “inti” atau “pusat”. Namun di TikTok, core telah ber-evolusi menjadi label subkultur visual dan gaya hidup (lifestyle aesthetic). Kata ini digunakan sebagai penanda sebuah tema konten yang memiliki kesatuan elemen visual, audio, hingga suasana emosional (vibes).
Sebuah core tidak terbentuk secara acak, melainkan gabungan dari beberapa elemen utama:
-
Palet Warna Dominan: Setiap core punya identitas warna khas. Cottagecore identik dengan warna tanah (earth tone) dan hijau alami, sementara softcore mendominasi warna pastel hangat.
-
Audio Cue & Musik: Potongan lagu khas—seperti musik lo-fi, klasik, atau rekaman ASMR—menjadi ciri suara yang langsung dikenali penonton.
-
Properti & Wardrobe: Baju vintage, buku tua, cangkir kopi, atau tanaman mini bertindak sebagai simbol visual utama.
-
Gaya Editing: Teknik transisi, penggunaan filter grain yang terkesan nostalgia, atau sudut pengambilan gambar (POV) mempertegas tone konten.
Mengapa Kata “Core” Sangat Disukai Algoritma TikTok?
Penggunaan tagar core bukan sekadar gaya-gayaan. Dari sudut pandang optimasi mesin pencari (SEO TikTok), tagar ini membantu algoritma bekerja lebih cepat mengategorikan kontenmu.
-
Sinyal Pengelompokan Otomatis: Kombinasi visual yang konsisten, musik yang seragam, serta hashtag spesifik mengirimkan sinyal kuat pada algoritma untuk merekomendasikan videomu kepada audiens yang punya minat serupa.
-
Membentuk Komunitas Niche: Tagar core memudahkan audiens menemukan “rumah” mereka. Penonton yang menyukai estetika tertentu cenderung lebih aktif memberikan like, komentar, dan share.
-
Template Produksi yang Mudah: Kreator tidak perlu bingung mencari ide dari nol. Core menyediakan “resep” visual dan audio yang tinggal diadaptasi dengan sentuhan personal.
Deretan Core Populer yang Wajib Kamu Tahu
Berikut beberapa genre core paling hits di TikTok beserta karakteristik uniknya:
-
Cottagecore: Mengusung estetika kehidupan pedesaan yang romantis dan damai. Kontennya mendokumentasikan aktivitas merawat tanaman, membuat roti rumahan, hingga memakai gaun vintage.
-
Dark Academia: Terinspirasi dari kehidupan kampus klasik Eropa, ketertarikan pada sastra, buku-buku tua, interior perpustakaan kayu, dan pakaian gaya preppy yang elegan.
-
Cozycore / Softcore: Menekankan pada kenyamanan dan self-care. Identik dengan rutinitas menyeduh teh hangat, menyalakan lilin aroma, dan mendengarkan musik mellow.
-
Goblincore: Merayakan keindahan alam yang unik dan tidak sempurna (imperfect nature), seperti lumut, jamur, dedaunan gugur, dan batuan unik.
-
Kidcore: Sarat akan nostalgia masa kecil era 90-an/2000-an yang penuh warna cerah, mainan retro, dan musik yang ceria.
Peluang Cuan dan Risiko Komersialisasi
Tinggi dan spesifiknya keterikatan (engagement) komunitas core membuka pintu rezeki yang besar bagi kreator maupun pemilik merek (brand).
Potensi Keuntungan:
-
Pemasaran Tepat Sasaran: Merek bisa langsung menyasar audiens yang sangat relevan. Misalnya, brand peralatan dapur meluncurkan produk bermerek “cottagecore kitchen set”.
-
Kolaborasi Kreator Micro: Kreator dengan pengikut skala kecil hingga menengah (micro-influencer) yang konsisten di satu core biasanya memiliki tingkat kepercayaan (trust) sangat tinggi dari pengikutnya.
-
Shoppable Content yang Alami: Video tutorial atau room tour yang menampilkan produk terasa seperti rekomendasi jujur, bukan iklan kaku, sehingga memicu konversi penjualan yang tinggi di TikTok Shop.
Risiko yang Wajib Diwaspadai:
-
Kehilangan Otentisitas: Jika kreator terlalu sering menerima promosi produk yang tidak relevan, pengikut akan merasa komunitasnya dikomersialisasi secara berlebihan.
-
Kejenuhan Audiens (Ad Fatigue): Feed yang terlalu penuh dengan muatan sponsor akan terasa monoton dan menurunkan durasi menonton (watch time).
Tips Taktis Pakai Tag “Core” Biar Kontenmu Meluncur ke FYP
Agar video buatanmu tidak sepi penonton, cobalah menerapkan trik optimasi sederhana ini:
-
Riset & Pilih Satu Identitas Utama: Tentukan estetika yang paling pas dengan kepribadian atau produkmu. Konsistenlah pada 5–10 video pertama agar algoritma mengenali niche akunmu.
-
Kombinasikan Hashtag Populer dan Spesifik: Padukan tagar luas seperti
#cottagecoredengan tagar mikro seperti#gardeninglifeatau#homebaking. -
Manfaatkan Trending Audio Komunitas: Gunakan audio yang sedang banyak dipakai oleh kreator lain di dalam core yang sama untuk mendongkrak visibilitas.
-
Gunakan Caption Berbasis Deskripsi: Tuliskan frasa pencarian yang jelas di caption, misalnya “5 menit morning routine estetik #softcore”, daripada sekadar menulis kata “estetik”.
FAQ seputar Istilah “Core” di TikTok
1. Bisakah saya mencampurkan dua konsep core dalam satu akun?
Bisa banget! Percampuran dua estetika—seperti Dark Cottagecore atau Soft Academia—justru sering kali melahirkan subgenre baru yang unik dan segar di mata penonton.
2. Apakah konsep core hanya berfokus pada penampilan baju dan warna?
Tidak. Core mencakup gaya hidup, hobi, aktivitas harian, hingga prinsip atau nilai-nilai tertentu yang dijalani oleh komunitasnya.
3. Berapa banyak hashtag core yang ideal digunakan dalam satu postingan?
Cukup gunakan 3–5 hashtag yang benar-benar relevan dengan isi videomu agar tidak dianggap sebagai spam oleh algoritma.
Kesimpulan
Fenomena core di TikTok membuktikan bahwa tren media sosial telah bergeser dari sekadar konten hiburan sesaat menjadi sarana pembentuk identitas dan komunitas yang solid. Kunci utama untuk sukses memanfaatkan tren ini terletak pada konsistensi visual, pemilihan audio yang tepat, dan keaslian (autentisitas) narasi.
Dengan memahami cara kerja core, kamu bisa membangun jangkauan audiens yang lebih luas sekaligus membuka peluang kemitraan bisnis yang menguntungkan. Jadi, dari sekian banyak tren yang ada, estetika core mana yang paling menggambarkan kepribadianmu, Grameds?
Ingin tahu lebih banyak panduan pengembangan diri, strategi social media marketing, hingga buku-buku wirausaha terlaris lainnya? Yuk, selancari ribuan koleksi menarik hanya di Gramedia.com. Selamat berkarya dan siap-siap videomu banjir likes!
Rekomendasi Buku Bisnis Digital & Media Sosial di Gramedia.com
Ingin memperdalam strategi content creation, pemasaran media sosial, hingga rahasia mendulang omzet dari TikTok? Yuk, intip tiga buku referensi pilihan berikut ini:
1. Kiat-Kiat Jitu Menjadi Tiktoker Ngehits
Buku panduan praktis yang membongkar resep rahasia menjadi kreator konten populer di TikTok, mulai dari teknik penyusunan ide, algoritma FYP, hingga cara membangun personal branding.
2. Terbongkar Cara Gila Meledakkan Bisnis Online TikTok dan Shopee
Buku wajib bagi para pebisnis online dan pemilik brand yang ingin menguasai teknik pemasaran digital, memanfaatkan fitur live streaming, serta melipatgandakan penjualan melalui TikTok Shop.
3. Cuan Maksimal dari TikTok Affiliate
Panduan langkah demi langkah untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus memiliki produk sendiri. Cocok banget buat kamu yang ingin belajar memilih niche konten dan mempromosikan produk secara efektif.




