Ekonomi

Teori-teori Perdagangan Internasional dan Manfaatnya

Teori-teori Perdagangan Internasional dan Manfaatnya 1
Written by Lely Azizah

Teori-teori Perdagangan Internasional – Manusia merupakan makhluk hidup yang tidak jauh dari ekonomi, terutama mengenai pemenuhan kebutuhan baik barang maupun jasa. Tidak ada negara di dunia yang mampu hidup sendiri termasuk dalam mencukupi kebutuhan rakyatnya. Mungkin ada beberapa negara yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sendiri dengan memproduksi barang-barang atau jasa secara mandiri.

Namun, tidak mutlak hal ini dapat dipenuhi karena satu negara pasti membutuhkan peran serta dari negara lain dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Beberapa hal yang menjadi alasan seperti kemajuan ilmu pengetahuan, ketersediaan bahan baku, dan sebagainya menyebabkan kita membutuhkan peran serta negara lain dalam memenuhi kebutuhan perekonomian suatu negara.

Apabila hal ini terjadi, maka perlu adanya kerja sama antar negara agar dapat saling memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah kerja sama antara dua negara atau lebih dalam hal memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, pengertian lainnya dapat diartikan sebagai kerja sama atau kesepakatan ekonomi antara penduduk negara satu dengan negara lainnya yang dapat berupa individu dengan individu, individu dengan negara atau pemerintah, atau negara dengan negara.

Perdagangan internasional merupakan salah satu indikator untuk dapat mengetahui maju tidaknya pertumbuhan perekonomian dalam negeri. Kegiatan utama yang berjalan di dalamnya ada dua, yaitu impor dan ekspor. Impor merupakan kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan ekspor merupakan kegiatan menjual barang atau jasa kepada suatu negara untuk dipakai dalam memenuhi kebutuhan negara yang bersangkutan.

Kegiatan impor dan ekspor inilah yang dapat meningkatkan kemajuan ekonomi. Keuntungan yang didapatkan dari sektor impor yaitu negara dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya yang tidak bisa dipenuhi secara mandiri. Keuntungan dari sektor ekspor adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendatangkan devisa untuk negara. Karena itulah, perdagangan internasional menjadi salah satu hal yang penting bagi kemajuan suatu negara.

Baca juga : Pengertian Perdagangan Internasional

Teori-Teori Perdagangan Internasional

Berikut ini teori-teori yang menjelaskan mengenai hal-hal tersebut.

1. Teori Keunggulan Mutlak atau Ablosut (Absolute Advantage)

Adam Smith merupakan orang yang mengemukakan teori keunggulan mutlak. Ia berpendapat bahwa teori keunggulan mutlak dijelaskan sebagai kondisi dimana suatu negara dapat menghasilkan atau memproduksi barang atau jasa lebih banyak dibandingkan dengan para pesaingnya dengan mengeluarkan biasa yang lebih rendah dalam produksinya sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Negara dapat dikatakan mempunyai keunggulan mutlak apabila dapat menghasilkan sesuatu yang tidak dapat dihasilkan negara lain. Sebagai contoh Jepang adalah negara yang memproduksi mobil dalam jumlah besar dengan merk-merk ternama seperti Honda, Suzuki, dan lain-lain.

Dalam hal ini, Jepang memiliki keunggulan mutlak dalam produksi mobil-mobil bermerek tersebut karena di negara lain tidak dapat menghasilkannya. Untuk lebih memahami penerapan keunggulan mutlak yang sebenarnya terjadi di lapangan, simak tabel berikut.

Kemampuan Bekerja 1 orang untuk 1 hari

Nama Negara Produksi Nilai Tukar Dalam Negeri
Beras Barang Elektronik
Indonesia 40 kg per hari 40 unit per hari 1 kg beras sama dengan 1 unit barang elektronik
China 30 kg per hari 90 unit per hari 1 kg beras sama dengan 3 unit barang elektronik

Dari tabel di atas diketahui bahwa Indonesia mampu memproduksi beras lebih baik daripada China. Dapat dikatakan Indonesia memiliki keunggulan absolut pada beras. Akan tetapi China lebih unggul dalam hal produksi barang-barang elektronik sehingga memiliki keunggulan absolut pada barang-barang elektronik.

Maka dari itu Indonesia sebaiknya melakukan spesialisasi pada produksi beras, sementara China melakukan spesialisasi pada barang-barang elektronik sehingga ketika kedua negara melakukan perdagangan internasional, keduanya akan sama-sama memperoleh keuntungan.

banner-promo-gramedia

2. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage)

Teori ini dikemukakan oleh seorang bernama David Ricardo. Teori ini muncul untuk mengatasi kelemahan dalam teori keunggulan absolut dimana negara yang tidak memiliki keunggulan absolut berbeda nasibnya dibandingkan dengan negara yang memiliki keunggulan absolut.

Menurutnya, negara yang tidak memiliki keunggulan absolut tetap dapat berkontribusi dalam perdagangan internasional dengan cara melakukan spesialisasi pada produk-produk yang dihasilkan di negara tersebut. Selain itu, keunggulan komparatif akan muncul ketika negara dapat memproduksi barang atau jasa dengan mengeluarkan biaya tenaga kerja yang lebih murah dibandingkan dengan negara lain. Untuk lebih memahami bagaimana konsep dari teori keunggulan komparatif, simak tabel di bawah ini.

Kemampuan Bekerja 1 orang untuk 1 hari

Nama Negara Produksi Nilai Tukar Dalam Negeri
Beras Barang Elektronik
Indonesia 40 kg per hari 40 unit per hari 1 unit barang elektronik sama dengan 1 kg beras
China 60 kg per hari 120 unit per hari 1 unit barang elektronik sama dengan 0,5 kg beras

 

Dari tabel di atas, China unggul pada produksi beras dan barang-barang elektronik. China memiliki keunggulan terbesar pada barang-barang elektronik. Sedangkan Indonesia lemah pada kedua produksi, namun kelemahan paling kecil ada di produksi beras.

Seharusnya Indonesia berspesialisasi pada beras dan China pada barang-barang elektronik sehingga apabila kedua negara melakukan perdagangan internasional, akan saling menguntungkan satu sama lain. Maka dari itu, walau Indonesia memiliki kelemahan absolut, namun tetap dapat berkontribusi melalui ekspor beras yang lebih baik daripada China.

Baca Juga : Dampak Positif Perdagangan Internasional

Perluas Wawasanmu Seputar Ekonomi & Perdagangan Internasional Melalui Buku Berikut Ini

1. Kerja Sama Perdagangan Internasional – Peluang dan Tantangan Bagi Indonesia

Buku yang secara lengkap membahas bidang kerja sama perdagangan internasional masih terhitung sangat sedikit dijumpai dalam khazanah literatur Indonesia.

Teori-teori Perdagangan Internasional dan Manfaatnya 2

beli sekarang

2. Hukum Perdagangan Internasional

Kehadiran buku ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan atas referensi di bidang Hukum Perdagangan Intenasional, khususnya bagi para mahasiswa, praktisi hukum dan ekonomi, serta pengusaha.

Teori-teori Perdagangan Internasional dan Manfaatnya 3

beli sekarang

 

3. Perdagangan dan Bisnis Internasional – Teori dan Analisis Empiris

Kedua buku ini lebih menekankan pada aspek teori dan studi kasus yang bersifat verbal/naratif. Untuk lebih memahami aspek teknik metode analisis, mahasiswa harus mempelajari artikel dalam jurnal ilmiah yang menjadi rujukan/referensi kedua buku dimaksud.

 

banner-promo-gramedia

Teori-teori Perdagangan Internasional dan Manfaatnya 4

beli sekarang

4. Seluk Beluk Perdagangan Ekspor Impor

Buku ini sebagian besar berisikan aturan-aturan kebijaksanaan pemerintahan dibidang ekspor-impor antara lain bersumber dari Keputusan Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan, Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan, dan aturan-aturan dari WTO serta dari Kadin Internasional (ICC).
Teori-teori Perdagangan Internasional dan Manfaatnya 5

beli sekarang

 

Manfaat Perdagangan Internasional

Berbicara mengenai perdagangan internasional tentu tidak lepas dari manfaat yang diperoleh didalamnya. Apa saja manfaatnya? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Membina Hubungan yang Baik antar Negara

Adanya perdagangan internasional akan membantu komunikasi yang baik antara dua negara atau lebih. Relasi yang terjalin akan membuat hubungan negara-negara didalamnya akan semakin erat.

Ketika suatu negara dapat menjalin persahabatan dengan dekat, kerja sama di sektor yang lain memungkinkan untuk terjadi seperti pada sektor politik, budaya, pendidikan, dan lain sebagainya. Maka secara tidak langsung hal itu dapat membantu terpenuhinya kebutuhan di sektor yang lain selain pada perekonomian.

2. Terciptanya Spesialisasi

Ketika suatu produk baik itu barang atau jasa masuk ke dalam suatu negara, penduduk dapat mempelajari cara pembuatan atau cara kerjanya. Hal ini dapat mendorong mereka untuk memiliki keahlian yang sama untuk dapat memproduksi barang yang serupa untuk dalam negeri.

Ketika penduduk dapat memproduksi barang atau jasa yang sebelumnya tidak dapat diproduksi sendiri akan membuat mereka dapat menghasilkan produk serupa yang dapat di ekspor sehingga mendatangkan keuntungan tambahan dalam negeri. Contohnya pada kerjasama sektor transportasi pada pembuatan mobil Esemka di Indonesia.

Keahlian yang didapatkan dari bentuk kerja sama ini mendorong masyarakat untuk dapat memproduksi mobil buatan sendiri yang lebih murah dan dapat di ekspor ke luar negeri suatu saat dengan kelebihan yang berbeda dibandingkan dengan mobil-mobil buatan Jepang yang lebih terkenal sebelumnya.

3. Tingkat Kemakmuran Negara Meningkat

Tidak dapat dipungkiri bahwa manfaat yang dapat diterima oleh negara dari perdagangan internasional adalah meningkatnya kemakmuran. Indikator yang menunjukkan adanya kemakmuran dapat dicermati dari aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh produsen, konsumen, dan pemerintah yang sama-sama mendapatkan keuntungan. Ketiganya sama-sama merasakan kemakmuran dari kegiatan ini.

Misalkan saja produsen mendapatkan keuntungan ketika barang atau jasanya dipasarkan ke luar negeri, konsumen juga untung karena mendapatkan barang atau jasa dengan mudah. Sementara pemerintah akan mendapatkan keuntungan lewat devisa negara yang semakin meningkat.

4. Mengurangi Jumlah Angka Pengangguran

banner-promo-gramedia

Kerja sama perdagangan antar negara dapat menjadi jalan pembuka usaha untuk dapat menciptakan lapangan kerja. Tingkat permintaan barang yang diinginkan oleh konsumen yang meningkat, artinya produsen membutuhkan tenaga kerja yang semakin banyak pula.

Produsen tidak mungkin bisa memenuhi pesanannya tersebut seorang diri. Hal ini membuka kesempatan bagi para pengangguran untuk ikut serta bekerja sama memenuhi kebutuhan konsumen. Terutama pada daerah-daerah yang memiliki tingkat pengangguran yang tinggi, produksi barang secara besar-besaran di daerah tersebut akan berkontribusi pada pengurangan angka pengangguran sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar tempat produksi tersebut.

Apabila produksi dilakukan di kota-kota besar, hal ini mendorong masyarakat untuk mencari pekerjaan di kota dengan penghasilan yang lebih besar dibandingkan dengan di kampung atau di desa sehingga peningkatan kesejahteraan ekonomi akan didapatkan.

5. Menyebarluaskan IPTEK

Tidak jarang perdagangan internasional membawa perubahan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Barang atau jasa yang diekspor yang mempunyai basis teknologi yang canggih akan meningkatkan pengetahuan dan teknologi pada negara tujuan. Hal demikian dapat mendorong mobilisasi teknologi sehingga masyarakat suatu negara akan semakin maju dengan teknologi yang dikenal tersebut.

6. Harga Barang-Barang Cenderung Stabil

Pernahkan kamu merasakan harga barang pada suatu ketika melonjak drastis dibandingkan sebelumnya? Hal ini disebabkan langkanya pasokan barang tersebut di pasaran sehingga produsen juga kesulitan mendatangkan barang tersebut. Melalui perdagangan internasional, barang-barang yang semula sulit didapatkan akan dengan mudah tersedia.

Apabila barang yang tersedia di pasaran mudah untuk didapatkan, maka tingkat harganya akan cenderung stabil. Contoh kasus baru-baru ini terjadi adalah langkanya masker masker pada masa pandemi. Akibat tidak tersedia masker dengan cukup di pasaran, harganya melejit daripada sebelum pandemi. Namun ketika masker dapat dengan mudah ditemui di beberapa produsen, harganya akan kembali normal seperti sebelumnya.

Teori-teori Perdagangan Internasional dan Manfaatnya 6

beli sekarang

Baca juga : Usaha Perdagangan

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

1. Perbedaan Sumber Daya Alam Negara-Negara di Dunia

Kondisi alam suatu negara memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perdagangan internasional. Negara yang tidak memiliki kondisi alam yang lebih baik dari negara lain membutuhkan peran dari negara tersebut.

Sebagai contoh Indonesia kaya akan hasil bumi dan batubara sedangkan Selandia Baru kaya akan produksi daging sapi berkualitas. Hal ini menjadi dasar terbentuknya kesepakatan keduanya karena sama-sama membutuhkan. Indonesia membutuhkan daging sapi berkualitas untuk dikonsumsi oleh masyarakat sedangkan Selandia Baru membutuhkan hasil bumi untuk menunjang sektor industri.

2. Keinginan Mendapatkan Keuntungan yang Lebih

Tidak dapat dipungkiri bahwa suatu negara pasti menginginkan pendapatan yang lebih untuk menunjang kehidupan masyarakatnya. Berbagai upaya dilakukan oleh negara dalam menentukan kebijakan yang mendatangkan keuntungan lebih termasuk dalam mekanisme pasar global.

Contohnya penetapan biaya pajak untuk barang-barang baik itu impor maupun ekspor. Pajak untuk ekspor diharapkan memiliki nilai yang tinggi sedangkan untuk impor tentu berharap bernilai rendah. Hal ini akan menguntungkan bagi suatu negara untuk meningkatkan pendapatannya.

3. Keinginan untuk Memperluas Pasar

Produksi barang ataupun jasa dari suatu negara diharapkan dapat mendatangkan keuntungan yang lebih. Untuk itu, memperluas jaringan perdagangan penting untuk dilakukan. Dengan membuka diri, pasar hasil produksi negara dapat diekspor ke beberapa negara sehingga akan memperoleh keuntungan yang lebih daripada hanya dipasarkan dalam negeri.

Banyak negara berlomba-lomba dalam memasarkan produknya dengan negara lain seperti hanya Indonesia yang memasarkan produknya berupa hasil kekayaan alam ke negara lain karena akan mendatangkan keuntungan yang lebih.

4. Perbedaan Iklim

Suatu negara dapat menghasilkan suatu produk dan menjadikan negara tersebut terkenal akan hasil produksinya tersebut. Namun, kondisi iklim di suatu negara ada kalanya dapat mempengaruhi mudah tidaknya memperoleh bahan baku yang diperlukan.

Sebagai contoh Indonesia merupakan negara terbesar penghasil tempe. Tetapi, kondisi iklim di beberapa daerah di Indonesia tidak semua memungkinkan untuk menanam kedelai dengan baik sehingga Indonesia lebih sering melakukan impor kedelai dari beberapa negara untuk memperoleh kedelai yang berkualitas.

5. Peningkatan Sumber Daya Manusia

Dalam pasar internasional, kualitas merupakan hal yang penting. Kualitas dihasilkan dari kerja sumber daya manusia. Mau tidak mau setiap negara harus bisa meningkatkan sumber daya manusianya agar dapat bersaing dengan negara lain.

Seringkali beberapa negara sengaja mengutus beberapa kelompok untuk menambah atau meningkatkan kualitas dirinya ke negara yang lebih maju agar dapat memperoleh pengetahuan dan kemampuan yang lebih dan selanjutnya diterapkan di dalam negeri.

6. Transportasi dan komunikasi

Peran transportasi dapat mendorong terciptanya kemudahan dalam perdagangan internasional. Bagaimana tidak, kemudahan dalam mendistribusikan produk dari suatu tempat ke tempat yang lain akan mendorong negara-negara berlomba dalam bekerja sama dengan bangsa lain. Kemudahan ini dapat tercipta karena tidak hanya melalui satu moda transportasi.

Seperti yang kita ketahui bahwa transportasi ada tiga jenis yaitu darat, udara, dan laut. Arus informasi yang berjalan sangat cepat juga mendorong terciptanya efisiensi yang lebih sehingga jalinan komunikasi antar negara akan semakin baik. Baik transportasi maupun komunikasi, keduanya mendorong kegiatan ekspor dan impor menjadi lebih efektif dan efisien.

7. Saling Membutuhkan

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dalam aktivitasnya, mereka membutuhkan orang lain untuk hidup. Hal inilah yang mendorong terciptanya perdagangan internasional. Hubungan saling membutuhkan antar dua negara atau lebih mendorong terciptanya kerja sama.

Sebagai contoh Indonesia membutuhkan kedelai dari Amerika Serikat sebagai negara penghasil kedelai berkualitas baik, sementara Amerika membutuhkan kelapa sawit sebagai bahan baku produk kesehatan dan kecantikan. Keduanya saling membutuhkan satu sama lain dalam memenuhi kegiatannya.

8. Hubungan Diplomatik Negara

Kerja sama antar negara tidak lepas dari hubungan diplomatik terjalin. Hal tersebut dapat berjalan karena adanya hubungan diplomatik yang mendasari hal tersebut. Apabila hubungan diplomatik negara tidak terjalin dengan baik, maka tidak akan ada kesepakatan ekonomi yang dilakukan oleh negara yang berseteru.

9. Selera Masyarakat

Negara wajib memenuhi kebutuhan masyarakatnya tanpa terkecuali. Terkadang cara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tidak dapat dipenuhi oleh negara sehingga membutuhkan bantuan negara lain. Seperti contoh masyarakat Indonesia mayoritas menjadikan nasi sebagai makanan pokok.

Ketika stok persediaan beras nasional menipis, pemerintah melakukan berbagai upaya agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut salah satunya melalui impor beras dari negara lain. Hal ini mendorong Indonesia untuk menjalin hubungan dengan negara-negara penghasil beras.

Itulah pokok bahasan mengenai perdagangan internasional, banyak manfaat yang akan diperoleh dari aktivitas tersebut untuk kemajuan suatu bangsa kedepannya. Setiap negara diharapkan dapat bekerja sama dengan bangsa lain sehingga dapat mendatangkan kemakmuran juga untuk masing-masing.

Baca juga artikel terkait “Perdagangan Internasional” berikut ini :

Teori-teori Perdagangan Internasional dan Manfaatnya 7

Beli Buku di Gramedia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien