Agama Islam

Pengertian Aurat: Tujuan, Jenis, Dalil Serta Batas Aurat Laki-laki & Perempuan

aurat laki laki dan perempuan
Written by Ahmad

Pengertian Aurat, Tujuan, Jenis, Dalil Serta Batas Aurat Laki-laki dan Perempuan – Setiap muslim tentu ingin menjadi seorang mukmin yang baik, untuk menjadi muslim yang baik setiap orang perlu menaati aturan-aturan yang telah diperintahkan oleh Allah. Salah satunya adalah perintah untuk menutup aurat muslim serta muslimah, terdapat beberapa batasan aurat seorang muslim laki-laki dan perempuan.

Bagi laki-laki, batasan aurat dimulai dari pusar sampai lutut, bagian yang menjadi batasan aurat ini wajib ditutup, sedangkan untuk perempuan batasan aurat mulai dari ujung kepala hingga kaki. Bagian tubuh perempuan yang wajib ditutupi mulai dari kepala yaitu rambut, tangan hingga pergelangan dan kaki. Untuk memahami lebih lanjut, penulis akan membahas mengenai aurat untuk muslimah terlebih dahulu.

A. Pengertian Aurat

Dalam fiqih, aurat adalah bagian anggota badan yang tidak boleh ditampakkan atau terlihat oleh orang yang bukan muhrimnya. Sedangkan menurut salah satu ulama fiqih, yaitu Al-Khatib As-Syirbini menyebutkan bahwa aurat merupakan bagian tubuh yang harus ditutupi serta tidak boleh terlihat oleh orang yang tidak muhrim dan bagian yang harus ditutupi ketika melakukan shalat.

Dari pengertian menurut ulama serta ahli fiqih, dapat disimpulkan bahwa aurat adalah bagian tubuh seseorang yang tidak boleh terlihat ketika salat dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya.

B. Tujuan Menutup Aurat

Menutup aurat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim, selain kewajiban menutup aurat memiliki beberapa tujuan lain, yaitu sebagai berikut.

1. Terlihat berbeda dari makhluk lain

Tujuan pertama ini dijelaskan dalam Al-Quran yaitu pada surat Al-A’raf ayat 26 yang berbunyi : “Wahai anak Adam, telah kami turunkan buat kamu pakaian yang boleh menutup aurat-aurat kamu dan untuk perhiasan”. Dari surat Al- A’raf tersebut Allah telah memberi perintah kepada anak Adam atau manusia untuk menutup aurat, dalam ayat tersebut tidak disebutkan makhluk ciptaan Allah lain yang diperintahkan untuk menutup aurat. Oleh karena itu menutup aurat dapat membedakan manusia dari makhluk lain.

2. Agama Islam adalah agama yang sempurna

Tujuan kedua menutup aurat adalah untuk menunjukan bahwa agama Islam merupakan agama yang sempurna, karena setiap aspek kehidupan telah diatur secara jelas dalam Al-Quran dan Allah sebagai pencipta maha mengetahui setiap kebutuhan makhluknya.

3. Terhindar dari dosa-dosa

Menutup aurat merupakan perintah Allah yang wajib ditaati, oleh karena itu apabila seorang hamba melakukan perintah dan menjauhi larangan Allah maka hamba itu akan terhindar dari dosa-dosa.

4. Sebagai ujian ketaatan

Melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya merupakan wujud dari ujian ketaatan. Allah ingin melihat muslim mana yang akan melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya oleh karena itu tidak setiap orang dapat mengaku sebagai seorang mukmin.

5. Sebagai identitas seorang muslim

Menutup aurat dapat menjadi identitas atau pembeda seorang muslim dari manusia dengan agama lain. Melalui pakaiannya atau dengan cara melihat orang akan mengetahui bahwa seseorang beragama Islam atau tidak. Hal ini dijelaskan pula pada surat Al Ahzab ayat 59.

6. Melindungi diri seorang wanita

Tujuan keenam dari menutup aurat adalah untuk melindungi diri seorang perempuan dari fitnah maupun bahaya lain seperti kejahatan. Zaman sekarang banyak terjadi kejahatan dan target korbannya adalah perempuan, dengan memakai pakaian tertutup, perempuan dapat terhindar kejahatan yang tidak diinginkan tersebut.

7. Mencegah penyakit

Terdapat beberapa penyakit yang penularannya bermula dari sentuhan. Untuk itu dengan menutup aurat dapat mencegah muslim dari tertular penyakit tersebut.

8. Dapat meningkatkan ketakwaan

Dengan mentaati segala perintah Allah seorang muslim dapat meningkatkan ketakwaannya, dengan menutup aurat seorang muslim dapat selalu menjaga hati dan termotivasi untuk senantiasa meningkatkan imannya.

Aurat merupakan batasan atau bagian tubuh seseorang yang tidak boleh dipamerkan atau terlihat oleh orang yang tidak mahram, baik laki-laki maupun perempuan. Umumnya, kebanyakan orang lebih fokus pada batasan aurat perempuan, padahal laki-laki juga memiliki batasan aurat yang perlu diperhatikan.

gramedia obf

C. Batas Aurat Laki-Laki

Menurut Imam Nawawi, mengenai aurat laki-laki terdapat lima pendapat dalam mazhab, namun yang tertulis dan dinilah shohih kebenarannya sesuai dengan kitab yang ditulis oleh Imam Syafii yaitu antara pusar dan lutut, namun pusar dan lutut bukanlah aurat laki-laki. kemudian lebih lanjut dijelaskan pula, bahwa apabila seorang laki-laki sedang shalat dan lututnya terlihat, maka shalat laki-laki tersebut masih sah dan tidak batal.

Terdapat hadist yang menjelaskan mengenai aurat laki-laki, Abu Darda berkata bahwa, “Saya duduk dekat Nabi Muhammad SAW. Kemudian Abu Bakar menghadap sambil mengangkat pakaiannya sampai terlihat lututnya.” Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sahabatmu ini sedang dalam pertikaian.” Kemudian Abu Bakar mengucapkan salam. (Hadis Riwayat Bukhari Muslim).

Dari hadist tersebut dapat diketahui lebih jelas bahwa lutut seorang laki-laki bukanlah aurat. Walaupun begitu Rasul selalu menutup bagian lututnya, hal ini dijelaskan pula pada hadis riwayat Bukhari, berikut hadisnya.

Dari Abu Musa Al-Asy’ari, Nabi Muhammad SAW duduk pada suatu tempat yang ada airnya dalam keadaan pakaiannya tersingkap hingga sampai kedua lutut atau salah satu lutut beliau, tatkala Utsman sudah datang, beliau menutupnya. (HR. Bukhari).

D. Batas Aurat Perempuan

Berbeda dengan laki-laki batasan aurat perempuan lebih luas, beberapa berpendapat bahwa muka dan telapak tangan adalah aurat perempuan, sehingga harus ditutupi beberapa berpendapat pula bahwa muka dan telapak tangan bukan aurat dan tidak wajib ditutupi. Hal tersebut bergantung pada mazhab apa yang dianut oleh seorang muslim, sehingga tidak bingung dalam menerapkannya.

Menurut Imam Nawawi, aurat wanita adalah seluruh badan selain wajah dan kedua telapak tangan. Beliau mengatakan pula bahwa perempuan boleh menunjukkan wajah serta kedua telapak tangan sampai pergelangan tangannya, begitu pula ketika shalat.

Hal tersebut dijelaskan lebih lanjut oleh Ibnu Hajar Al Haitami, beliau mengatakan bahwa batas wajah yang menjadi aurat perempuan dimulai dari tempat tumbuhnya rambut sampai tempat bertemunya dua rahang atau dagu yang menghadap ke depan, sedangkan bagian bawah wajah atau dagu dan janggut bukanlah termasuk dalam batasan aurat.

Dijelaskan pula batas wajah secara horizontal yaitu apa yang muncul atau terlihat (dhohir) di antara dua telinga. Makna terlihat berarti yang berbentuk fisik seperti hidung. Dari penjelasan tersebut, maka menurut Ibnu Hajar wajah adalah sesuatu yang tampak serta muncul di permukaan wajah dan tidak termasuk dalam aurat yang wajib ditutupi.

Penjelasan tersebut merupakan batasan aurat yang haram diperlihatkan kepada seseorang yang bukan mahramnya, namun dalam islam diatur pula batasan aurat yang tidak boleh diperlihatkan kepada kerabat atau saudaranya.

Menurut mazhab syafii dan hanafi aurat perempuan yang tidak boleh diperlihatkan kepada kerabatnya adalah antara pusar dan lututnya, namun menurut Mazhab Hambali aurat perempuan yang tidak boleh diperlihatkan kepada kerabatnya adalah seluruh badan selain wajah, kepala, leher, tangan, kaki, serta betis.

Berbeda dengan mazhab hanbali, menurut mazhab Maliki aurat perempuan yang tidak boleh diperlihatkan kepada kerabat adalah seluruh badan kecuali wajah, kepala, leher serta kedua tangan dan kaki. Perbedaannya terletak pada betis yang menjadi batasan aurat. Peraturan mengenai batasan aurat perempuan dengan kerabat atau saudara terebut juga merupakan batasan aurat perempuan dengan sesama perempuan

E. Batas Aurat Anak Perempuan

Selain aurat perempuan dan laki-laki beberapa ulama berpendapat bahwa aurat anak perempuan yang masih kecil juga perlu dijaga. Dalam mazhab Hanafi, anak perempuan berusia empat tahun atau kurang tidak memiliki aurat, namun setelah umur itu yaitu usia sepuluh tahun maka aurat anak perempuan adalah dubur dan kemaluan serta sekitarnya.

Sedangkan menurut madzhab Syafi’i aurat anak kecil dari bayi hingga dewasa sama dengan aurat perempuan dewasa yaitu seluruh tubuhnya kecuali bagian telapak tangan hingga pergelangan tangan, wajah dan kaki.

Tentu saja semua pendapat mengenai batasan aurat dapat diterapkan sesuai dengan mazhab yang pembaca anut dan dipercaya kebenarannya.

F. Dalil Tentang Menutup Aurat

Perintah menutup aurat telah diatur dalam Al-Qur’an serta hadis, berikut adalah dalil-dalil tentang menutup aurat. Perintah menutup aurat turun melalui surat Al Mu’minun ayat 5-6, ayat tersebut berbunyi, “(Orang beriman) adalah orang yang menjaga kemaluan mereka. Kecuali kepada istri-istri mereka atau budak-budak wanita mereka, jika demikian maka mereka tidak tercela.” (QS. Al Mu’minun: 5-6).

Ketika ayat tersebut turun, orang-orang mukmin berlomba-lomba menarik kain yang ada di sekitar mereka serta mencari kain atau benda yang dapat menutupi auratnya. Surat tersebut juga turun untuk memberikan perintah kepada umat muslim agar segera menutup serta menjaga aurat agar tidak terlihat oleh seseorang yang bukan mahram atau tidak memiliki hak untuk melihat aurat tersebut.

Dalil lain tentang menutup aurat adalah sebagai berikut:

1. Hadis riwayat Muslim no 338

“Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki (lainnya), dan janganlah pula seorang wanita melihat aurat wanita (lainnya). Seorang pria tidak boleh bersama pria lain dalam satu kain, dan tidak boleh pula seorang wanita bersama wanita lainnya dalam satu kain.”

2. Hadis riwayat At-Tirmidzi no 2794

“Wahai Rasulullah, mengenai aurat kami, kepada siapa boleh kami tampakkan dan kepada siapa tidak boleh ditampakkan? Rasulullah menjawab: “tutuplah auratmu kecuali kepada istrimu atau budak wanitamu.” Mu’awiyah berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana jika seseorang berada di tengah orang banyak yang saling melihat? Rasulullah menjawab:

“Jika engkau mampu untuk menjaga auratmu agar tidak terlihat, maka hendaknya lakukanlah. Yaitu engkau tidak melihat aurat orang lain, dan orang lain tidak melihat auratmu.” Mu’awiyah berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana jika seseorang sedang sendirian? Rasulullah menjawab: “Allah lebih berhak untuk malu kepada-Nya daripada kepada manusia.”

gramedia obf

3. Hadis riwayat Baihaqi no 3362

“Yang dibawah pusar dan di atas kedua lutut adalah aurat” hadist satu ini merupakan hadis tentang batasan aurat laki-laki.

4. Hadis riwayat Abu Daud no 4017

“Jagalah (tutuplah) auratmu kecuali pada istri atau budak yang engkau miliki.”

5. Quran surat Al-Ahzab ayat 59

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “

6. Hadis riwayat Abu Daud no 41440

“Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haid (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya.”

7. Quran surat An-Nur ayat 31

“Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.”

8. Quran surat Al-A’raf ayat 31

“Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”

9. Quran surat Al-Ahzab ayat 59

“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !”

Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

10. Quran surat Al-Maarij ayat 29-30

“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela.

11. Hadis riwayat At-Tirmidzi no 1173

“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaitan akan menghiasinya”.

12. Quran surat Al-a’raf ayat 22

“Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua ?

Itulah dalil-dalil tentang menutup aurat. Dari dalil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa aurat merupakan batasan yang wajib ditutupi oleh seorang muslim baik perempuan maupun laki-laki. batasan-batasan tersebut telah diatur dengan jelas dalam Al-Quran serta hadist. Memang ada beberapa pendapat ulama yang berbeda mengenai aurat perempuan, namun hal tersebut adalah pilihan Anda sebagai seorang muslim dan boleh mengikuti mazhab manapun yang dipercayai.

Perintah Allah tentang menutup aurat semata-mata adalah perintah yang baik untuk melindungi hamba-Nya dari kejahatan maupun perbuatan jelek yang dapat menimbulkan kerugian, oleh karena itu penulis harap artikel ini dapat membantu pembaca untuk memahami tentang aurat laki-laki dan perempuan serta dapat mengamalkan hal ini dengan baik.

Rekomendasi Buku terkait “Ciri-ciri orang munafik” :



1. Menjadi Muslimah yang Disukai Banyak Orang

Pengertian Aurat: Tujuan, Jenis, Dalil Serta Batas Aurat Laki-laki & Perempuan 1

Pengertian Aurat: Tujuan, Jenis, Dalil Serta Batas Aurat Laki-laki & Perempuan 2

2. Mau Menjadi Lebih Baik

mau menjadi lebih baik

Pengertian Aurat: Tujuan, Jenis, Dalil Serta Batas Aurat Laki-laki & Perempuan 3

3. Adab Di Atas Ilmu

Pengertian Aurat: Tujuan, Jenis, Dalil Serta Batas Aurat Laki-laki & Perempuan 4

Pengertian Aurat: Tujuan, Jenis, Dalil Serta Batas Aurat Laki-laki & Perempuan 3

Baca juga artikel lain yang terkait “Ciri-ciri orang munafik” :

Buku Best Seller :

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

1 Comment

Leave a Comment