Komunikasi Tips dan Trik

Metode Public Speaking: Pengertian, Tujuan, Metode, dan Tips

Written by Rifda Arum

Metode Public Speaking – Grameds, pernahkah kamu berbicara di depan umum? Jika pernah, maka itu berarti kamu sedang melakukan public speaking. Wah, keren ya pastinya, bisa berkomunikasi di depan banyak orang.

Namun, yang disebut dengan public speaking bukan sekedar berbicara  di depan umum saja, loh. Sebab yang disebut dengan public speaking itu adalah cara berkomunikasi di depan umum yang baik dengan sistematika serta aturan tertentu.  Hal tersebut dinamakan sebagai metode public speaking. Ketika seseorang dapat melakukan komunikasi di depan banyak orang dengan cara yang baik, maka itu akan menjadi keuntungan tersendiri bagi dirinya.

Nah, untuk itu yuk kita simak penjelasan lebih lanjutnya di bawah ini!

Pengertian Public speaking

Secara bahasa, public speaking terdiri dari dua kata dalam Bahasa Inggris. Public artinya umum di depan public dan speaking artinya berbicara. Dengan demikian, pengertian public speaking secara bahasa adalah berbicara di depan umum.

Dalam Bahasa Indonesia, public speaking belum mendapatkan pengertian yang menyeluruh. Selama public speaking dipahami sebagai tindakan untuk berbicara di depan umum. Padahal tidak semua berbicara di depan umum dapat dikatakan sebagai public speaking.

Pada prakteknya, public speaking bukan berarti Kalian harus berbicara di acara resmi. Bahkan pada acara informal yang tidak terjadwal pun, Kalian tetap bisa melakukan public speaking. Lalu bagaimana sih pengertian definisi public speaking itu?

Menurut catatan sejarah, istilah public speaking pada mulanya diartikan oleh para ahli retorika sebagai kemampuan atau seni berbicara. Istilah ini telah berkembang sejak abad sebelum masehi. Saat itu, istilah public speaking identic dengan pidato.

Dalam perkembangannya, public speaking mulai didefinisikan oleh para ahli. Menurut kamus Merriam-Webster, public speaking didefinisikan dengan “the act or skill of speaking to a usually large group of people”.  Artinya, public speaking adalah aksi, tindakan, atau seni dalam berbicara yang biasanya dilakukan di depan sekelompok besar orang.

Sementara itu, David Zarefsky mengartikan public speaking di dalam bukunya yang berjudul Public speaking Strategic for Success sebagai “public speaking is a continuous communication process in which messages and signals circulate back and forth between speaker and listeners”. Profesor sekaligus ahli komunikasi dan retorika di Amerika Serikat ini menyatakan, public speaking merupakan proses komunikasi yang secara kontinu terjadi, dimana pesan dan sinyal ikut terlibat dalam interaksi antara pembicara dan pendengar.

Beli Buku di Gramedia

Tujuan Public speaking

Seseorang yang melakukan public speaking pastinya memiliki tujuan tersendiri. Hal tersebut menjadi penting untuk memperjelas alasan melakukan public speaking sesuai kebutuhan yang dituju. Berikut beberapa tujuan yang sering digunakan oleh para speaker:

  • Menyampaikan informasi

Salah satu tujuan saat seseorang melakukan public speaking tentunya untuk menyampaikan suatu informasi. Adapun informasi yang hendak disampaikan bisa berupa program, ide, gagasan, proyek, hasil pemikiran maupun penelitian. Penyampaian informasi ini dilakukan untuk membantu orang lain lebih mengerti, mengetahui, dan memahami akan suatu hal.

Bila diartikan secara bahasa, informasi merupakan suatu bentuk kabar atau berita tentang suatu hal. Arti lain dari informasi juga disebut dengan pemberitahuan. Oleh sebab itu, penyampaian informasi dilakukan dalam penyampaian berita yang berisi pesan-pesan tertentu.

  • Memberikan pengaruh

Tujuan selanjutnya dilakukan public speaking adalah untuk memberikan pengaruh pada orang lain. Pengaruh diartikan sebagai upaya untuk merubah atau mempertahankan suatu pemikiran sekaligus tindakan orang lain.  Individu yang memiliki kemampuan public speaking bagus, tentunya dapat mempengaruhi publik untuk mengikuti sesuatu hal yang sedang ia bawakan dalam materinya. Tujuan ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang berprofesi sebagai motivator, sales marketing, dosen, dan lainnya.

  • Penyampaian pendapat

Penyampaian pendapat yang dimaksud dalam tujuan selanjutnya ini berkaitan dengan ungkapan pemikiran dari suatu individu yang menjadi pembicara atau speaker. Disini seseorang akan menyampaikan yang dipikirannya guna memperjelas apa yang sedang ingin ia lakukan. Biasanya orang yang ingin menyampaikan pendapat menginginkan komunikasi yang efektif dengan lainnya.

  • Memberikan motivasi

Memberikan motivasi menjadi tujuan yang  sangat penting dalam melakukan public speaking. Mengingat memberikan motivasi dapat mendorong publik untuk berbuat dan berpikir lebih positif. Hal ini sering dilakukan oleh pembicara seperti motivator yang sedang memberikan motivasi di suatu seminar.

Dalam memberikan motivasi, seorang motivator akan melantangkan suaranya dan memberikan energi semangat yang lebih agar audiens termotivasi. Selain itu, motivator akan membawakan materi public speakingnya dengan gaya yang menarik. Inilah yang membuat audiens menjadi tertarik dan terdorong untuk mengikuti pemikiran sang motivator.

  • Menghibur penonton

Selain untuk tujuan yang mendasar, public speaking juga sering digunakan dengan tujuan untuk menghibur audiens. Kita tahu bahwa banyak orang senang dihibur dengan lawak atau komedi serta cara pembicara menyampaikan materinya. Kegiatan menghibur ini dapat kita jumpai dengan mudah di acara televisi seperti talk show, komedi, maupuk lawak.

Baru-baru ini juga banyak bermunculan acara yang memadukan antara public speaking dengan komedi, yaitu Stand Up Comedy. Acara ini dilakukan oleh seseorang yang memiliki kemampuan komunikasi baik dengan membawakan suatu materi yang dengan karakteristik humor. Karakteristik humor tersebut dapat dilihat dari ekspresi wajah, bahasa tubuh, serta cerita lucu.

Beli Buku di Gramedia

Metode Public speaking

Ada empat metode yang sering digunakan untuk melakukan public speaking. Kalian bisa menggunakan salah satu cara atau beberapa cara sekaligus dengan menyesuaikan kondisi. Ayo Grameds, langsung saja kita simak metode-metodenya.

1. Metode Impromptu atau Ad Libitum

Metode impromptu merupakan cara melakukan public speaking tanpa adanya catatan atau naskah sama sekali. Bahkan catatan mengenai apa saja yang perlu diingat dan dipelajari tidak ada. Metode ini pada umumnya dilakukan karena kebutuhan mendesak untuk melakukan public speaking.

Metode impromptu dilakukan secara spontanitas. Dalam dunia siaran, ad libitum berarti berbicara tanpa naskah atau script. Dengan demikian, metode ini mengkalian kan kemampuan personal public speaker.

Kelebihan metode impromptu adalah sebagai berikut:

  • Karena tanpa persiapan naskah ataupun kerangka dalam bentuk apapun, Kalian sebagai public speaker berbicara secara spontan. Apa yang ada menjadi ide dan gagasan Kalian, kemampuan Kalian membahasakan gagasan, dan kemampuan Bahasa tubuh Kalian dapat terbaca dengan jelas. Pada saat itu, akan terlihat kapasitas Kalian dalam melakukan public speaking.
  • Apa yang Kalian sampaikan terasa natural, tanpa dibuat-buat.
  • Kalian akan terdorong untuk terus berfikir selama proses tersebut.
  • Kreativitas Kalian secara otomatis terasah.

Sementara itu, kekurangan metode impromptu adalah sebagai berikut:

  • Kesimpulan, asumsi, dan data yang Kalian sajikan terkadang kurang matang karena data lama.
  • Karena tanpa persiapan, bahkan untuk membuat kerangka pun belum sempat, gagasan yang Kalian sampaikan bisa saja kurang runtut.
  • Apabila kamu kurang berpengalaman melakukan public speaking, penyampaian gagasan akan kurang lancar.

2. Metode Reading Manuscript (Membaca Naskah)

Public speaking dengan metode membaca naskah dilakukan dengan cara membaca naskah yang telah disiapkan sebelumnya. Metode ini pada umumnya digunakan untuk melakukan public speaking di acara formal atau resmi. Para pejabat atau  orang yang memiliki kedudukan penting lebih banyak yang memilih metode ini untuk menghindari kesalahan.

Naskah yang dibaca dalam public speaking biasanya memiliki isi yang penting sehingga tidak jarang media massa turut meliput atau mengutipnya. Tidak hanya itu, masyarakat luas juga memperhatikan dengan serius. Contoh public speaking yang menggunakan metode ini adalah pidato di upacara, pengumuman genting mengenai kebijakan publik, pengumuman pemilu, dan sebagainya.

Kelebihan metode reading manuscript adalah sebagai berikut:

  • Rasa takut atau was-was dapat diminimalisir karena kalian cukup membacanya saja.
  • Dapat memilih kata-kata terbaik untuk dibacakan karena memiliki persiapan yang cukup.
  • Dapat berbicara secara efektif dan efisien sehingga tidak perlu menyampaikan kalimat yang panjang namun sedikit makna. Kalian dapat menghemat pernyataan.
  • Dapat memperlancar pengucapan Bahasa.
  • Dapat mengurangi resiko adanya data yang out of date.
  • Dapat memperbanyak naskah sehingga pendengar dapat membacanya juga.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, metode membaca naskah ini juga memiliki kekurangan, yaitu:

  • Interaksi dengan audience berkurang karena kalian lebih fokus membaca naskah. Tatapan mata dan pikiran kalian lebih fokus pada naskah, bukan ke audience.
  • Public speaker terkesan sebagai orang yang kurang ahli karena membaca teks. Bagaimanapun, seseorang yang berbicara tanpa melihat teks akan terlihat lebih keren.
  • Public Speaker tampak kaku karena mayoritas public speaker yang menggunakan metode ini seakan merasa “terkekang” dengan merasa “harus seindah teks”.
  • Kurangnya improvisasi yang berbasis spontanitas.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan lebih panjang.
  • Tanggapan yang diberikan oleh audience relatif lebih sulit untuk memberikan pengaruh terhadap pesan yang disampaikan. Karena apa yang disampaikan sifatnya lebih informatif, bukan diskusi interaktif.

Beli Buku di Gramedia

3. Metode Hafalan atau Memoriter

Sebagaimana nama istilahnya, metode hafalan atau memoriter digunakan dalam public speaking dengan cara menghafalkan teks atau naskah yang telah disiapkan sebelumnya. Pada saat pembicara melakukan public speaking, ia tidak lagi menggunakan teks karena ia telah menghafalkan isinya. Saat tampil untuk menyampaikan pidatonya, pembicara secara spontan mengingat kembali isi teks yang telah dihafalkannya.

Cara ini sangat menantang, karena metode ini hanya disarankan untuk kalian yang mempunyai daya ingat yang tajam. Tidak hanya itu, kalian juga dituntut untuk menguasai ide, gagasan, dan susunan bahasa yang ada di dalam teks. Kalian yang memiliki kemampuan improvisasi dalam komunikasi dan retorika sangat cocok dengan metode ini karena metode hafalan sangat dipengaruhi oleh kemampuan pembicara dalam menyampaikan emosi melalui pidatonya.

Cara ini tidak disarankan untuk kalian yang tidak memiliki daya ingat tajam. Pasalnya, kealpaan terhadap teks saat melakukan pidato dapat menyebabkan demam panggung, malu, data tertukar, dan misinformasi. Tentu hal ini sangat berbahaya jika dilakukan oleh orang penting dalam acara resmi.

Metode ini memiliki kelebihan, yakni:

  • Kalian akan terlihat keren, berwibawa, dan mengagumkan.
  • Kalian tampak sebagai orang yang cerdas dan pintar.
  • Pesan yang kalian sampaikan di dalam pidato tetap tersusun secara rapi.

Metode ini juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

  • Jika kalian lupa pada isi teks dan kalian tidak menemukan clue apapun, kalian bisa kehilangan kendali. Sementara itu, kehilangan kendali dapat menjadikan kalian tampak sebagai orang yang meracau tidak jelas.
  • Waktu yang kalian  siapkan lebih lama dibanding metode membaca naskah.
  • Kerja yang dilakukan oleh otak kalian akan lebih keras karena harus menghafal isi teks lebih dulu.

4. Metode Using Note atau Menggunakan Catatan Kecil

Metode using note merupakan metode yang paling kami rekomendasikan buat kalian. Metode ini dilakukan dengan cara menuliskan kisi-kisi, outline, atau garis besar dari bahasan yang ingin kalian sampaikan kepada audience. Penjelasan lengkap dan detailnya akan kalian kembangkan sendiri ketika kalian sudah berada di atas panggung.

Untuk kalian yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi dalam melakukan public speaking, metode menggunakan catatan kecil ini sangat disarankan. Metode ini tidak mempersulit kerja kalian dan tidak memakan banyak waktu. Hanya saja, metode ini menuntut kalian untuk memiliki keterampilan berbicara dan berpikir kritis terhadap segala sesuatu.

Kelebihan metode menggunakan catatan kecil adalah sebagai berikut:

  • Interaksi dengan audience dapat terjaga dengan baik. Kalian bisa sesekali melakukan kontak mata terhadap mereka.
  • Audience akan lebih tertarik karena apa yang kalian sampaikan disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Hal ini tidak lepas dari improvisasi yang kalian lakukan.
  • Kalian tampak cerdas, berwibawa, elegan, dan profesional.
  • Waktu yang kalian butuhkan cukup hemat, bahkan cenderung spontan.

Sementara itu, kekurangan menggunakan public speaking dengan metode ini adalah:

  • Apabila persiapan yang kalian lakukan terlalu terburu-buru, hal ini akan menyebabkan kalian kurang maksimal.
  • Jika kalian belum terbiasa, diksi yang kalian pilih akan terasa kurang menarik.
  • Sebelum melakukan pidato, panitia akan menitipkan pesanan. Metode ini memberikan potensi yang cukup besar untuk terjadi penyimpangan dari pesanan awal.

Beli Buku di Gramedia

Tips Melakukan Public speaking

Jika Grameds ingin melakukan public speaking, namun bingung harus memulai darimana, maka bisa menggunakan beberapa cara di bawah ini. Berikut adalah tips dalam melakukan public speaking:

  • Mengenal audiens yang menjadi target 

Mengenali audiens atau publik pada saat hendak berbicara di depan umum dapat membantu speaker lebih mudah diterima. Orang lain yang menjadi audiens akan merasa lebih diperhatikan, memiliki kecocokan serta tertarik. Adapun hal-hal yang perlu dikenali dari audiens adalah seperti latar belakang, bahasa, usia, suku, pendidikan, dan tujuan diadakannya acara tersebut.

  • Menguasai materi

Penguasaan materi yang baik merupakan kunci sukses dari public speaking. Hal ini menjadi penting, sebab jika seseorang pembicara berbicara di depan umum, maka ia menjadi pusat perhatian dari semua orang. Selain itu, penguasaan materi yang baik saat di depan umum juga sangat berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri seseorang saat membawakan materinya. Maka menjadi penting memiliki topik atau isu yang lebih dikuasai, dibanding asal pilih.

  • Menyusun poin-poin penting

Penyusunan poin-poin penting dapat berupa outline. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi daya ingat individu yang sangat terbatas. Catat hal-hal penting yang ingin dibicarakan agar pembicaraan fokus dan tidak melebar kemana-mana, selain itu untuk mempermudah alur penyampaian materi.

  • Menyiapkan alat bantu

Alat bantu dapat digunakan dengan tujuan untuk membuat public speaking lebih menarik. Orang lain akan lebih senang jika dalam mengikuti sesuatu maka semua alat indera dapat merasakan baik melihat, mendengar, menyentuh, maupun bicara. Oleh sebab itu, penggunaan alat bantu menjadi penting. Seperti penggunaan alat peraga, demonstrasi, slide power point, video, dan lainnya.

  • Latihan

Sebelum tampil di depan umum, lebik jika seseorang speaker melakukan latihan terlebih dahulu. Latihan dimaksudkan agar saat di depan umum kita meminimalisir suatu kesalahan, selain itu proses public speaking berjalan lancar. Latihan dapat dilakukan secara mandiri di depan cermin atau orang lain yang kita percaya.

Beli Buku di Gramedia

Kesimpulan

Public speaking merupakan kemampuan berkomunikasi di depan umum yang meliputi berbagai kegiatan seperti ceramah, pidato, presentasi, diskusi, maupun kegiatan lainnya. Orang yang melakukan public speaking disebut juga pembicara atau speaker. Keahlian public speaking banyak digunakan di berbagai profesi.

Selain itu, public speaking menjadi penting bagi beberapa profesi yang mengutamakan kemampuan bicara. Melalui public speaking juga orang dapat memahami satu sama lainnya. Nah, itulah beberapa penjelasan terkait public speaking baik pengertian, metode, cara, dan contoh.

Supaya lebih paham lagi, Grameds juga bisa membaca buku di Gramedia. Kami percaya bahwa Gramedia akan terus menjaga semangat untuk menjadi #SahabatTanpaBatas dengan menyajikan buku-buku terbaik untuk kalian semua.

Penulis: Mutiani Eka Astutik

Baca Juga!

  1. Apa Itu Komunikasi Verbal?
  2. Menerapkan Komunikasi Efektif dalam Kehidupan Bersosial
  3. Unsur Komunikasi dan Faktor Pengaruh
  4. Cara Memperkenalkan Diri Dalam Bahasa Inggris
  5. Pengertian dan Contoh Pidato Persuasif
  6. Memahami Apa Itu Komunikasi Massa
  7. Apa Itu Komunikasi Interpersonal?

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien