Agama Islam Biografi Tokoh

Kisah Abu Bakar As Siddiq Bersama Rasulullah SAW Dalam Menyebarkan Agama Islam

Written by Rifda Arum

Kisah Abu Bakar As Siddiq – Bagi Grameds yang telah mengetahui berbagai kisah rasul dan nabi Allah SWT, apakah pernah membaca maupun mendengarkan kisah dari sahabat nabi? Yap, meskipun para sahabat nabi ini merupakan manusia biasa, tetapi mereka memiliki keimanan yang sangat kuat dan bahkan turut membela nabi dari serangan para orang-orang kafir. Salah satu dari sekian banyaknya sahabat nabi adalah Abu Bakar Ash Shiddiq yang namanya kerap kali disebutkan dalam kitab suci Al-Quran atas jasa dan cerita persahabatannya dengan Nabi Muhammad SAW.

Sahabat nabi yang satu ini dikenal akan kepribadiannya yang selalu disiplin, taat, dan sangat jujur terhadap hal apapun. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Abu Bakar Ash Shiddiq ini dipercaya oleh umat muslim untuk menjadi pengganti Beliau dalam memimpin Islam. Lantas, bagaimana sih kisah Abu Bakar Ash Shiddiq ini? Apa saja keistimewaan yang dimiliki oleh Abu Bakar Ash Shiddiq sehingga namanya kerap disebutkan dalam Al-Quran? Bagaimana kehidupan Abu Bakar sebelum dan sesudah dirinya masuk Islam? Nah, supaya Grameds memahami hal-hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

https://pixabay.com/

Biografi Singkat Kehidupan Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq lahir dengan nama Abdullah bin Abi Quhafa pada tahun 573 M dan wafat pada 23 jumadil akhir tahun 13 H setelah tahun Gajah, bertepatan pada usianya ke-63 tahun. Abu Bakar merupakan putra dari keluarga bangsawan terhormat yang ada di makkah. Sebelum masuk islam, Beliau bernama Abdul Ka’bah. Ayahnya yang bernama Utsman bin Amir masuk islam tepat pada peristiwa Penaklukan Kota Mekkah (Fathu Makkah).

Pada usia ke-63 tahun, Abu Bakar Ash Shiddiq meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Dirinya dimakamkan di rumah putrinya, Aisyah, tepatnya di dekat Masjid Nabawi. Abu Bakar disebut-sebut sebagai sosok yang selalu menemani Nabi Muhammad SAW sejak masuk islam hingga wafat. Yap, Abu Bakar Ash Shiddiq ini adalah ayah dari Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW. Sebelum masuk islam, namanya adalah Abdul Ka’ab yang kemudian diganti menjadi Abdullah.

Berdasarkan kitab Hayatus Sahabah, dituliskan bahwa Abu Bakar masuk agama Islam setelah diajak langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, Abu Bakar menjadi sosok pendakwah ajaran Islam kepada beberapa tokoh penting, sebut saja ada Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan masih banyak lainnya. Sayangnya, istri Abu Bakar yang bernama Qutailah binti Abdul Uzza enggan menerima Islam sebagai agamanya, sehingga diceraikan oleh Abu Bakar. Sementara istrinya yang lain yakni Ummu Ruman, bersedia menjadi seorang muslimah.

Sebelum meninggal dunia, Abu Bakar Ash Shiddiq sudah menderita sakit selama kurang lebih 15 hari. Pada saat itu, dirinya hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur dan tidak dapat melakukan shalat berjamaah bersama sahabat lainnya. Berhubung Abu Bakar selalu ditunjuk sebagai imam masjid, tetapi kala itu tengah sakit, maka digantikan oleh Umar bin Khattab supaya shalat berjamaah tetap dapat berjalan.

Abu Bakar pun meninggal pada usia ke-63 tahun dan jenazahnya dimandikan oleh istrinya yang bernama Asma’ binti Amisy, sesuai dengan wasiatnya. Terkait penyebab sakitnya ini, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa Abu Bakar mengonsumsi makanan yang telah diracun oleh seorang yahudi. Kala itu, Abu Bakar tengah memakannya bersama al-Harist bin Kaladah dan al-Atab bin Usaid, yang kemudian keduanya mengalami penyakit sama dan meninggal di hari yang sama pula.

Dalam hal pernikahan, Abu Bakar telah menikah dengan 2 orang istri di Makkah, yakni Qatilah binti al-’Azy dan Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimar. Dari istri pertama, dirinya dianugerahi dua orang anak bernama Abdullah dan Asma. Sementara dari istri keduanya, dirinya dianugerahi dua anak pula yakni Abdurrahman dan Aisyah.

Setelah masuk Islam dan berhijrah ke Madinah, Abu Bakar menikah lagi dengan dua orang istri yakni Habibah binti Kharijah dan Asma’ binti Umais. Dari istri ketiga, Abu Bakar dianugerahi anak bernama Ummu Kultsum yang lahir setelah dirinya meninggal dunia. Ketika Ummu Kultsum dewasa, dirinya menikah dengan salah satu sahabat Rasulullah SAW yakni Thalhah bin Ubaidillah. Sementara dari istri keempat, dirinya dianugerahi anak bernama Muhammad.

Kisah Abu Bakar Mendapatkan Julukan Ash Shiddiq dan Al-’Atiq

Dilansir dari islam.nu, ada sebuah kisah yang menceritakan mengenai bagaimana Abu Bakar mendapatkan julukan Ash Shiddiq dan Al-’Atiq. Dalam tradisi bangsa Arab, memang sudah umum bahwa nama orang akan disertai pula dengan laqab alias julukan. Fungsi dari julukan itu adalah sebagai bentuk pujian atas keluhuran tabiatnya. Rasulullah SAW pun juga sering memberikan julukan kepada para sahabatnya, sebagai bentuk sanjungan. Contohnya pada Umar bin Khattab yang diberi julukan al-Faruq yang berarti pembeda antara kebenaran dan kebatilan, kemudian ada Khalid bin Walid yang dijuluki sebagai Saifullah yang berarti pedang Allah, lalu ada juga Hamzah bin Abdul Muthalib dengan julukan Asadullah yang berarti macan Allah.

Dapat disebut bahwa semua sahabat Rasulullah SAW mendapatkan julukan masing-masing, tak terkecuali dengan Abu Bakar yang terkenal akan julukannya sebagai ash-Shiddiq dan al-’Atiq.

Ash-Shiddiq

Artinya adalah orang sangat jujur atau banyak membenarkan. Hal tersebutlah yang menjadikan Abu Bakar ditunjuk sebagai sahabat Rasulullah SAW yang paling dipercayai, tak terkecuali akan hal-hal yang tidak masuk akal sekalipun.

Ada sebuah kisah tepatnya setelah Peristiwa Isra Mi’raj, kala itu Rasulullah SAW melakukan perjalanan yang amat kilat dari Makkah ke Baitul Maqdis, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan langit yang penuh keajaiban. Pada keesokan harinya, Rasulullah SAW menceritakan pengalamannya tersebut kepada para penduduk Makkah. Namun, bukannya didengarkan dan membuat keimanan semakin bertambah, para penduduk Makkah malah tidak percaya dan bahkan semakin mengolok-olok Rasulullah SAW. Parahnya lagi, beberapa orang yang memiliki iman lemah, justru menjadi murtad dan menganggap Rasulullah SAW sebagai pendusta. Pada saat-saat itulah, Abu Bakar muncul dengan gagah dan percaya dirinya membenarkan apa yang telah Rasulullah SAW sampaikan. Nah, sejak saat itulah, dirinya diberikan julukan sebagai Ash-Shiddiq.

Al-’Atiq

Abu Bakar tidak hanya memiliki julukan Ash-Shiddiq saja, tetapi juga Al-’Atiq. Menurut beberapa ulama, hal tersebut dikarenakan Abu Bakar memiliki wajah yang tampan. Namun, ada juga beberapa yang mengatakan bahwa julukan tersebut diberikan sebab Abu Bakar selalu menjadi garda terdepan dalam hal kebaikan. Versi lainnya lagi, julukan tersebut diberikan karena Abu Bakar memang terlahir dari nasab yang suci yang mana nenek moyangnya terhindar dari perbuatan zina. Sebagian pendapat lagi mengatakan bahwa Abu Bakar mendapatkan julukan tersebut sebab sudah mendapat jaminan untuk terbebas dari api siksa neraka. Sesuai dengan hadis berikut ini,

“Demi Allah, sesungguhnya aku sedang berada di rumahku pada suatu hari, sementara Rasulullah saw dan beberapa sahabat berada di halaman. Di antara aku dan mereka tertutup oleh pembatas. Tiba-tiba datang Abu Bakar, lalu Nabi bersabda, ‘Siapa yang senang melihat orang yang terbebas (‘atiq) dari api neraka, maka lihatlah Abu Bakar.” (HR Al-Hakim)

Keistimewaan Abu Bakar Ash Shiddiq

Meskipun Abu Bakar menjadi mertua dari Nabi Muhammad SAW, tetapi dirinya juga ditunjuk sebagai sahabat Nabi yang selalu menemani dakwah Rasulullah SAW kemanapun. Dirinya rela berkorban, baik harta maupun jiwanya untuk menyebarkan risalah dakwah. Itulah mengapa, nama Abu Bakar Ash Shiddiq memiliki tempat khusus di hati Rasulullah SAW dan sejarah Islam. Nah, berikut ini beberapa keutamaan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq.

1. Namanya Diabadikan Dalam Al-Quran

Atas pengorbanan yang selalu dilakukannya terutama ketika menyokong dakwah Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam, maka dirinya mendapatkan apresiasi yang mulia dari Allah SWT dengan mengabadikan namanya di dalam kitab suci Al-Quran, diantaranya adalah pada Q.S Al-Taubah ayat 40 yang berbunyi:

Artinya:

“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.” (QS. Al-Taubah: 40)

2. Menjadi Orang Pertama yang Masuk Surga

Yap, Abu Bakar ini menjadi sosok manusia pertama dari umat Rasulullah SAW yang masuk surga. Hal tersebut telah diterangkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, yang berbunyi:

“Dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Jibril mendatangiku dan mengajakku untuk melihat pintu surga yang akan dimasuki oleh umatku nanti. Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku berharap ketika ia datang aku bersamamu sehingga aku pun bisa melihat pintu surga.” Rasulullah SAW berkata, “Sesungguhnya engkau Abu Bakar adalah orang yang pertama kali masuk surga dari umatku.” (HR. Abu Daud)

3. Menjadi Mufti di Masa Rasulullah SAW

Pada masa Rasulullah SAW masih hidup, setidaknya terdapat 14 orang sahabat yang dipercaya untuk memberikan fatwa kepada umatnya. Namun, dari ke-14 itu, hanya Abu Bakar saja yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk memberikan fatwa ketika bersamanya. Sementara sahabat yang lain, hanya boleh memberikan fatwa ketika tengah tidak bersama Rasulullah SAW. Saking percayanya Rasulullah SAW kepada Abu Bakar, terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh HR. Al-Bukhari.

4. Menjadi Orang yang Senantiasa Bersegera Untuk Melakukan Kebaikan

Sosok Abu Bakar yang tidak hanya menjadi mertua Nabi, tetapi juga sahabat Nabi ini akan selalu bersegera dalam melakukan hal-hal kebaikan. Bahkan ketika para sahabat Nabi yang lainnya tidak melakukannya. Hal tersebut telah diriwayatkan dalam sebuah hadits yang berbunyi:

“Dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapakan di antara kalian yang pagi ini berpuasa?” Abu Bakar berkata, “Saya.” Rasulullah kemudian berkata, “Siapakah di antara kalian pada hari ini mengiringi jenazah?” Abu Bakar kembali menjawab, “Saya.” Rasulullah SAW kemudian kembali bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?” Abu Bakar kembali menjawb, “Saya.” Rasulullah pun juga kembali bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?”Abu Bakar menjawab, “Saya.” Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Tidaklah terkumpul perbuatan ini pada seseorang melainkan ia akan masuk surga.” (HR Muslim)

5. Menjadi Sahabat Nabi yang Sangat Tawadhu’

Sikap tawadhu’ adalah sikap tenang dan tidak sombong akan hal yang dimilikinya. Sikap terpuji itu dimiliki oleh Abu Bakar, yang mana merupakan orang berpunya dari segi harta. Meskipun dirinya orang kaya, tetapi Abu Bakar tetap hidup dalam sikap tawadhu dan sederhana, sesuai dengan hadits yang berbunyi:

“Dari Abdullah bin Umar Ra. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda , “Siapa yang memanjangkan pakaiannya untuk bermewah- mewahan maka Allah tidak akan memandangnya pada hari kiamat. Abu Bakar kemudian berkata, “Sesungguhnya pakaian saya kepanjangan kecuali saya memotongnya.” Rasulullah SAW kemudian menjawab, “(Wahai Abu Bakar) kamu berbuat demikian bukanlah untuk bermewah- mewahan.” (HR. Al-Bukhari)

Kehidupan Abu Bakar Ash Shiddiq Sebelum dan Sesudah Masuk Islam

Sebelum Masuk Islam

Abu Bakar tumbuh besar di lingkungan bangsa Quraisy di kota Makkah dan merupakan keturunan terhormat dari qabilah Tayim. Nah, sebelum masuk Islam, dirinya memang telah menjadi sosok yang jujur, berakhlak baik, dan jauh dari kebiasaan buruk para kaum jahiliyah yang mana senang bermain wanita sekaligus mabuk-mabukan. Tidak hanya itu saja, Abu Bakar juga berasal dari keluarga yang kaya karena profesinya menjadi pedagang. Sudah cukup banyak rute dagang yang dikunjungi olehnya. Ketika berdagang pun, Abu Bakar tetap mengamalkan sikap jujur dan ramahnya, sehingga dianggap sebagai pedagang terhormat di antara bangsa Quraisy.

Dalam Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam turut menjelaskan bahwa Abu Bakar adalah sosok yang lemah lembut sekaligus sopan santun kepada kaumnya. Sebagai seorang pedagang yang memiliki akhlak istimewa, dirinya juga kerap didatangi oleh para pemimpin kaum untuk meminta pendapat. Hal tersebut karena Abu Bakar juga terkenal akan ilmunya yang luas, pengalaman berdagangnya yang mapan, sehingga kedudukannya makin tinggi di antara bangsa Quraisy.

Sesudah Masuk Islam

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Abu Bakar memang sosok yang terjaga dari keburukan akhlak bangsa jahiliyah, padahal saat itu agama Islam belum diturunkan. Dirinya begitu enggan mengikuti keterpurukan moral yang ada pada bangsa Quraisy, meskipun dirinya adalah sosok terhormat di sana. Nah, setelah masuk Islam, Abu Bakar senantiasa menemani Rasulullah SAW dalam setiap dakwahnya. Bahkan tak segan-segan pula untuk mengeluarkan sebagian hartanya demi menyebarkan agama Allah. Kedekatan antara Abu Bakar dengan Rasulullah SAW ini juga pernah diriwayatkan oleh Bukhari, yang berbunyi:

“Dari Ibnu Abbas ra dari Rasulullah SAW ia pernah bersabda, “Jika seandainya aku dibolehkan untuk mengambil teman dekat dari umatku maka sungguh aku akan memilih Abu Bakar. Akan tetapi ia adalah saudara dan juga sahabatku.” (HR. Bukhary)

Sebagai sosok yang “menyangga” dakwah Rasulullah SAW, Abu Bakar mengarahkan dakwah menjadi 2 kelompok yakni kelompok Quraisy yang memiliki fitrah bersih, pikiran lurus, dan tidak terpengaruh akan keburukan akhlak jahiliyah; dan kelompok fakir miskin di kalangan hamba sahaya serta orang-orang yang telah terzalimi dari kalangan non Quraisy.

Nah, itulah ulasan mengenai bagaimana kisah Abu Bakar Ash Shiddiq yang merupakan mertua sekaligus sahabat terdekat Nabi yang senantiasa dipercaya oleh banyak orang, tak terkecuali oleh Rasulullah SAW. Dari kisah hidup Abu Bakar Ash Shiddiq tersebut, apakah Grameds dapat mengambil hal-hal baik dari sosok karakternya?

Sumber: 

https://islam.nu.or.id/

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien