Tips dan Trik

Kegunaan Cover Letter Saat Melamar serta Contoh, dan Tips Menulisnya

Written by Rifda Arum

Cover Letter – Istilah cover letter biasanya berkaitan dengan proses melamar kerja di sebuah perusahaan atau instansi pemerintahan tertentu. Apabila Grameds pernah melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, pasti tidak asing dengan keberadaan cover letter ini ‘kan?

Atau bahkan Grameds sudah hafal dengan cara membuat cover letter yang baik dan benar sehingga dapat diterima kerja di perusahaan incaran. Namun bagi fresh graduate alias lulusan baru, wajar saja kok jika tidak mengetahui apa itu cover letter ini. Biasanya, cover letter akan disertakan dengan CV dan resume, sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh pihak perusahaan.

Dalam menuliskan cover letter itu tidak boleh asal-asalan ya… Sebab, cover letter inilah yang menjadi dokumen pertama untuk dilihat recruiter ketika tengah menerima surat lamaran kerja. Sayangnya, tidak semua orang memahami bagaimana cara dan tips menulis cover letter yang baik dan benar. Lantas, apa sih cover letter itu? Apa tujuan dari penulisan cover letter? Bagaimana tips dan cara menulis cover letter yang baik dan benar? Apakah cover letter itu sama saja dengan CV dan resume? Nah, supaya Grameds memahami hal-hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

https://pixabay.com/

Apa Itu Cover Letter?

Secara umum, cover letter ini adalah surat pengantar lamaran kerja, biasanya menjadi dokumen pelengkap bersama dengan CV (Curriculum Vitae) maupun resume. Di dalam sebuah cover letter yang baik, harus berisikan latar belakang pelamar secara singkat saja, disertai dengan apa motivasi pelamar untuk melamar pekerjaan di perusahaan tersebut, dan alasan memilih posisi pekerjaan yang tengah ditawarkan. Nah, melalui cover letter ini, pihak rekruitmen dapat melihat sekilas mengenai bagaimana diri pelamar. Apabila pihak rekruiter sudah tertarik dengan cover letter milikmu, maka dapat berpeluang untuk melihat lebih lanjut CV milikmu kemudian menjadwalkan wawancara.

Meskipun surat pengantar lamaran kerja ini hanya dilihat oleh rekruiter secara sekilas saja, tetapi ada beberapa hal lho yang harus dicantumkan di dalamnya, yakni:

  • Profil. Berisikan nama lengkap, nomor telepon, alamat surel, dan alamat tempat tinggal.
  • Nama perekrut atau departemen yang tengah membuka lowongan pekerjaan.
  • Menyebutkan dari mana sumber info lowongan pekerjaan tersebut. Sekalipun mendapatkan rujukan dari orang lain, tetap harus disebutkan.
  • Pendapatmu secara pribadi mengenai bagaimana kecocokan atas kualifikasi posisi yang akan dilamar dengan kemampuan yang dimiliki.
  • Hal-hal positif yang akan kamu lakukan bagi perusahaan.
  • Ucapan terima kasih atas waktu dan perhatian dari perekrut karena telah bersedia membaca cover letter milikmu.

Pada dasarnya, surat pengantar lamaran kerja itu memang ditulis untuk memperkenalkan diri, mempromosikan diri dengan memberikan alasan kuat bahwa dirimu adalah kandidat yang tepat untuk diterima pada lowongan pekerjaan tersebut, dan memberikan penjelasan atas kontribusi apa yang akan diberikan jika diterima di perusahaan tersebut. Meskipun terkesan ada banyak hal yang harus disampaikan, tetapi secara keseluruhan itu semua harus disampaikan secara singkat dan to the point saja ya…

cover letter

Tujuan Pembuatan Cover Letter

Jika Grameds sering menyimak konten-konten di sosial media yang membicarakan mengenai tips diterima di perusahaan favorit, pasti sering mendengar adanya surat pengantar lamaran kerja ini. Yap, keberadaan cover letter memang sepenting itu untuk melamar kerja. Lalu, apa saja sih tujuan dari pembuatan surat pengantar lamaran kerja ketika tengah melamar kerja di perusahaan favorit?

1. Memberikan Gambaran Singkat Mengenai Diri Kita Kepada Perekrut

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dalam sebuah cover letter nantinya akan berisikan profil singkat disertai penjelasan mengenai kemampuanmu untuk mengisi posisi yang hendak dilamar. Nah, melalui surat pengantar lamaran kerja ini, nantinya pihak rekruiter akan mendapatkan “spoiler” mengenai bagaimana diri kamu beserta kemampuanmu.

2. Terlihat Profesional

Apakah Grameds sadar jika melalui cover letter terutama yang menggunakan bahasa formal yang singkat dan efektif, ternyata dapat menjadikanmu terlihat profesional? Yap, apalagi jika surat pengantar lamaran kerja tersebut disampaikan dengan bahasa yang formal, tidak berbelit-belit, singkat, dan mudah dipahami dalam menjelaskan bagaimana cocoknya kemampuanmu dengan kualifikasi pada posisi yang akan tengah dilamar.

3. Memberikan Kesan Pertama yang Baik Kepada Perekrut

Kesan pertama itu tidak hanya berguna ketika kita tengah melakukan pdkt dengan gebetan saja kok, tetapi juga kepada pihak perekrut. Yap, kesan pertama alias first impression memang sangat mempengaruhi persepsi seseorang lho… Hal itu disebut dengan Halo Effect.

Nah, melalui surat pengantar lamaran kerja ini, kita akan memberikan kesan pertama yang baik kepada pihak perekrut sehingga ada kemungkinan nama dan kemampuan kita akan diingat oleh mereka. Syukur-syukur nih, ketika kita tidak menjadi kandidat mereka saat ini, mungkin kedepannya kita akan dihubungi kembali untuk wawancara kerja karena merasa cocok dengan kemampuan kita.

Cara dan Tips Menulis Cover Letter

cover letter

https://www.pexels.com/

Setelah memahami hal-hal apa saja yang harus dituliskan pada sebuah cover letter. Yuk kita menyimak bagaimana cara dan tips menulis sebuah surat pengantar lamaran kerja yang baik dan benar. Meskipun isinya singkat dengan hanya berupa 3-5 paragraf saja, tetapi sangat informatif terutama bagi perekrut.

1. Profil Singkat

Dalam bagian profil singkat ini biasanya akan berada di kepala surat. Berisikan nama lengkap, nomor telepon, alamat surat, hingga domisili tempat tinggalmu. Apabila memiliki akun LinkedIn, maka dapat juga ditambahkan tautan akunnya. Contoh format penulisan:

(Nama Lengkap)

(Nomor Telepon) | (Alamat Email) | (Tautan Akun LinkedIn)

(Alamat Tempat Tinggal)

2. Bagian Salam Pembuka

Bagian selanjutnya adalah Salam Pembuka. Hal-hal yang harus dituliskan adalah pihak yang hendak menjadi tujuan dari surat pengantar lamaran kerja tersebut, misalnya nama perekrut. Jika tidak mengetahui siapa nama perekrut, coba hubungi kembali informasi lowongan kerja tersebut melalui LinkedIn. Biasanya, dalam suratnya terdapat nama manajer perekrut di perusahaan yang bersangkutan. Namun, apabila masih tidak menemukan namanya, dapat juga ditulis dengan format berikut ini:

  • Yth. Kepala Divisi SDM (Nama Perusahaan)
  • Dear Hiring Manager
  • Yth. Manager HRD (Nama Perusahaan)
  • Dear HR of (Nama Perusahaan)

3. Paragraf Awal

Pada paragraf awal, akan lebih baik jika ditulis mengenai alasan menulis surat pengantar lamaran kerja tersebut. Alasan pertama dapat dengan menyebutkan nama posisi atau jabatan yang hendak dilamar beserta sumber informasi darimana kamu mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan tersebut. Alasan kedua, dapat menjelaskan kapan kira-kira kamu dapat bergabung dengan perusahaan. Contoh kalimat:

Perkenalkan saya (Nama Lengkap), (Identitasmu). Melalui portal job Kinobi, saya menemukan lowongan untuk (Posisi yang kamu lamar) dan tertarik untuk bisa bergabung secepatnya.

4. Paragraf Tengah

Setelah menuliskan alasan melamar posisi tersebut, kemudian pada bagian paragraf tengah dapat dituliskan mengenai alasanmu tertarik dengan posisi dan perusahaan tersebut. Jangan lupa untuk menyebutkan mengapa kamu merasa cocok dengan tawaran pekerjaan tersebut. Sebagai tambahan, dapat pula ditulis hal-hal apa yang akan kamu lakukan jika diterima di perusahaan tersebut, tentu saja yang bersifat menguntungkan ya…

Lalu, kamu juga harus menyebutkan pengalaman maupun keterampilan yang berkaitan dengan posisi pekerjaan tersebut. Tenang saja, kamu tidak akan dianggap pamer, sebab memang dengan begitu kamu dapat menunjukkan kepada pihak rekruiter bahwa kemampuanmu sangat relevan dengan kualifikasi posisi yang akan dilamar. Contoh kalimat:

Setelah membaca deskripsi dan kualifikasi pekerjaan (Posisi yang dilamar), saya merasa kemampuan dan pengalaman saya sesuai dengan yang diinginkan. Saya pernah bekerja sebagai (Posisi sebelumnya) selama (Periode). Dengan begitu, saya yakin dapat memberikan kontribusi yang baik bagi perusahaan kedepannya.

5. Paragraf Akhir

Nah, pada paragraf terakhir ini dapat berisikan kesimpulan atas betapa layaknya kamu untuk mengisi posisi yang hendak dilamar tersebut. Sebenarnya, paragraf terakhir ini bersifat opsional kok, sehingga dapat diganti dengan penjelasan mengenai besarnya minat yang kamu miliki untuk dapat bekerja di perusahaan tersebut.

Jangan lupa untuk menuliskan ucapan terima kasih ya kepada pihak rekruiter atas waktunya dan berikan antusiasme untuk mendapatkan balasan lanjutannya. Contoh kalimat:

Dengan pengalaman (Periode) dan minat saya yang cukup tinggi di (Nama Perusahaan) sebagai (Posisi yang kamu lamar), saya yakin saya dapat dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut. CV dan portofolio terlampir sesuai persyaratan. Terima kasih atas waktu dan pertimbangannya. Kabar baik selanjutnya sangat dinantikan.

6. Salam Penutup

Setelah mengucapkan terima kasih, tutuplah surat pengantar lamaran kerja itu dengan bahasa yang formal berupa salam penutup, nama lengkapmu, tanda tangan, dan kontak yang dapat dihubungi. Contoh format pada bagian salam penutup:

Hormat saya,

(Tanda Tangan)

(Nama Lengkap)

(Alamat Email atau Nomor Telepon)

Sedikit trivia saja nih, jika Grameds bingung bagaimana cara menuliskan cover letter yang baik dan benar, dapat juga lho menggunakan beberapa website pembuat cover letter, salah satunya adalah Kinobi Asia.

cover letter

Contoh Cover Letter

Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini adalah contoh cover letter baik yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa Inggris.

Berbahasa Indonesia

cover letter

https://app.kinobi.asia/

https://glints.com/

https://glints.com/

Berbahasa Inggris

https://glints.com/

Perbedaan Cover Letter, CV, dan Resume

Meskipun ketiganya sering dijadikan dokumen penting ketika tengah melamar kerja, ketiganya ini pun memiliki definisi dan format yang berbeda lho. Lantas, apa saja sih perbedaan antara cover letter, CV, dan resume? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Cover Letter CV Resume
Surat pengantar lamaran pekerjaan. Dokumen yang berisikan daftar riwayat hidup alias perjalanan karir seseorang. Versi singkat dari CV.
Biasanya 1 halaman dan terdapat bagian-bagian tersendiri, layaknya surat. Biasanya terdiri dari 2 halaman dan ditulis secara kronologis. Biasanya hanya terdiri 1 halaman saja. Maksimal 2 halaman dan tidak harus ditulis secara kronologis.
Berisikan profil singkat, penjelasan mengapa melamar pekerjaan tersebut, sumber informasi lowongan kerja, penjelasan mengenai kecocokan antara kemampuan diri dengan posisi yang hendak dilamar, dan lainnya. Berisikan penjelasan rinci mengenai pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, prestasi, dan pencapaian dalam hal akademis maupun profesi. Ringkasan dari CV yang berisikan skill, kualifikasi, pengalaman, dan latar belakang pendidikan.

Nah, itulah ulasan mengenai apa itu cover letter yang kerap dijadikan dokumen pelengkap bersama CV maupun resume ketika tengah melamar pekerjaan. Berhubung saat ini zaman sudah serba canggih, maka pembuatan dokumen surat pengantar lamaran kerja ini pun juga berlaku demikian. Sudah banyak lho template mengenai surat pengantar lamaran kerja baik yang berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris secara baik dan benar. Bahkan ada juga website khusus membuat cover letter dan CV dengan berbagai tampilan, salah satunya adalah Kinobi Asia.

Sumber:

https://app.kinobi.asia/

https://glints.com/

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien