to be loved to be seen – Pernah nggak sih kamu pengen dimengerti… tanpa harus capek menjelaskan semuanya? Kayak, cukup dilihat saja dan orang itu langsung paham isi kepala dan perasaanmu.
Aneh nggak sih, kalau terkadang perasaan ini muncul diam-diam? Bahkan saat kamu lagi ada di hubungan yang kelihatannya “baik-baik saja”, tapi tetap ada ruang kosong yang nggak terisi.
Belakangan ini, banyak remaja mulai relate dengan istilah “to be loved is to be seen”— apalagi sejak sering muncul di konten POV yang rasanya kok… tepat sasaran banget.
Kalau kamu lagi merasakan hal yang sama, yuk kita bahas bareng-bareng sebenarnya apa sih makna dari perasaan ini dan kenapa bisa sedekat itu dengan kehidupan kita sekarang.
Table of Contents
Apa Itu To Be Loved Is To Be Seen?
To be loved, to be seen adalah sebuah ide yang berarti dicintai dengan cara benar-benar dimengerti.
Artinya, seseorang tidak hanya dilihat dari luar, tetapi juga dipahami perasaannya, pikirannya, dan kepribadiannya.
Konsep ini menekankan bahwa cinta yang sejati adalah saat seseorang benar-benar “melihat” siapa kamu sebenarnya.
Kenapa Anak Remaja Ingin Merasakan To Be Loved to Be Seen?
Ada beberapa alasan kenapa anak remaja ingin memiliki perasaan to be loved to be seen, seperti:
- Memiliki Perasaan Ingin Dipahami: Remaja biasanya ingin dimengerti tanpa harus menjelaskan sesuatu secara panjang lebar. Kalau tidak, mereka bisa merasa kesepian walau sedang bersama banyak orang.
- Sering Merasa Tidak Didengar atau Dianggap: Banyak remaja yang merasa pendapatnya tidak dianggap serius oleh orang lain. Maka dari itu, mereka mencari seseorang yang benar-benar mau mendengarkan.
- Mencari Seseorang yang Benar-Benar Mengerti: Remaja biasanya mulai senang membangun hubungan yang lebih dekat dengan orang lain. Mereka ingin menemukan seseorang yang bisa mengerti perasaan mereka.
- Sedang Mencari Jati Diri: Di masa ini, remaja biasanya sedang mengenal diri sendiri lebih dalam. Maka dari itu, mereka juga butuh orang lain yang bisa membantu mengerti dirinya.
- Ingin Merasa Diterima Apa Adanya: Remaja ingin diterima apa adanya tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain. Perasaan ini sangat valid dan relevan dengan konsep to be loved, to be seen.
Tanda-tanda Kamu Sudah Merasakan To Be Loved to Be Seen
Ada beberapa tanda yang bisa dirasakan ketika kamu benar-benar dipahami oleh seseorang, seperti didengarkan tanpa diabaikan, dipahami tanpa banyak penjelasan, diterima apa adanya, emosimu divalidasi, dan ada kehadiran yang benar-benar terasa.
1. Didengarkan Tanpa Diabaikan
Kamu merasa setiap kata-katamu didengarkan dengan sungguh-sungguh. Orang itu tidak memotong pembicaraan atau menganggap remeh perasaanmu sehingga kamu merasa dihargai sepenuhnya.
2. Dipahami Tanpa Banyak Penjelasan
Ada seseorang yang bisa mengerti perasaanmu tanpa perlu penjelasan panjang. Ini disebabkan karena mereka peka terhadap perubahan emosi yang kamu rasakan.
3. Diterima Apa Adanya
Tanda selanjutnya, kamu tidak perlu berpura-pura jadi orang lain saat bersama mereka. Mereka menerima semua kekurangan dan kelebihanmu dengan baik sehingga kamu akan selalu nyaman saat berinteraksi dengan mereka.
4. Emosimu Divalidasi
Perasaanmu akan dianggap penting dan tidak diremehkan. Mereka tidak langsung menghakimi atau menyalahkan. Sebaliknya, mereka berusaha mengerti situasimu.
5. Ada Kehadiran yang Benar-Benar Terasa
Kehadiran mereka bukan hanya secara fisik, tapi juga secara perasaan. Mereka benar-benar ada saat kamu butuh sehingga hubungan kalian menjadi lebih berarti.
Contoh To Be Loved to Be Seen dalam Kehidupan Remaja
Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini sebenarnya sering terjadi tanpa disadari. Berikut adalah beberapa contohnya:
1. Saat Teman Mengerti Kondisimu
Teman yang baik akan mengerti saat kamu sedang tidak baik. Mereka tidak memaksamu untuk selalu terlihat bahagia. Bahkan, kehadiran mereka membuatmu merasa tidak sendirian.
2. Saat Pasangan Menghargai Perasaanmu
Pasangan yang baik tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka juga memperhatikan perasaanmu dalam setiap keadaan. Ini membuat hubungan kalian menjadi lebih sehat.
3. Saat Keluarga Mulai Mendengarkanmu
Keluarga yang mau mendengarkan akan membuatmu merasa dihargai. Mereka akan menganggap penting pendapatmu saat membuat keputusan sehingga kamu lebih percaya diri.
Kenapa Tidak Semua Orang Mengalami To Be Loved to Be Seen?
Sayangnya, tidak semua orang bisa merasakan hal ini karena berbagai alasan yang memengaruhi hubungannya dengan orang lain.
1. Lingkungan yang Kurang Suportif
Lingkungan yang tidak terbuka membuat seseorang sulit mengungkapkan diri. Akibatnya, mereka merasa tidak dimengerti dengan baik.
2. Kurangnya Komunikasi yang Jujur
Komunikasi yang tidak terbuka membuat mereka sulit menyampaikan perasaannya dengan jujur. Ini bisa menyebabkan salah paham.
3. Takut Terbuka dengan Orang Lain
Terkadang, beberapa orang takut menunjukkan sisi aslinya. Ini membuat hubunganya dengan orang lain menjadi kurang dekat.
4. Terlalu Sering Dipendam Sendiri
Kebiasaan menyimpan perasaan membuat orang lain sulit mengerti kondisi kita. Akibatnya, hubungannya dengan orang lain terasa kurang dekat.
5. Ekspektasi yang Tidak Realistis
Harapan yang terlalu tinggi bisa membuat seseorang mudah kecewa. Padahal, tidak semua orang bisa langsung mengerti kita.
Cara Menerapkan To Be Loved to Be Seen ke Orang Tersayang
Jika kamu sudah merasakan konsep ini, saatnya kamu perlu menerapkannya kepada orang lain. Mari ikuti langkah-langkah berikut ya:
1. Belajar Mendengarkan dengan Tulus
Saat mendengarkan orang, kamu perlu benar-benar mengerti mereka. Untuk itu, fokuslah pada apa yang mereka rasakan supaya mereka merasa dihargai dan lebih nyaman untuk terbuka padamu.
2. Lebih Peka terhadap Perasaan Orang Lain
Perhatikan perubahan perasaan orang di sekitarmu. Hal kecil seperti ekspresi wajahnya bisa menandakan apa yang mereka alami atau rasakan. Dengan kepekaan ini, kamu bisa lebih berempati dan memahami situasi dengan tepat.
3. Tidak Menghakimi dengan Cepat
Jangan menilai seseorang sebelum kamu benar-benar mengerti situasinya. Pahami latar belakang dan alasan kenapa mereka bertindak seperti itu untuk meminimalisir konflik dalam berhubungan dengan mereka.
4. Memberi Validasi Emosi
Terimalah perasaan orang lain tanpa meremehkan atau langsung memberi solusi yang mungkin tidak mereka butuhkan.
Dengan mendengar atau memahaminya tanpa sifat menghakimi–mereka akan merasa diterima apa adanya.
5. Hadir Secara Utuh dalam Interaksi
Perhatikan orang lain sepenuhnya ketika bersama mereka, tanpa adanya gangguan dari gadget atau pikiran sendiri. Dengan ikut aktif dalam percakapan, mereka akan merasa hubungan denganmu lebih berarti.
To Be Loved to Be Seen: Lebih dari Sekadar Dicintai
Pada akhirnya, to be loved, to be seen bukan hanya tentang dicintai, tetapi tentang benar-benar dipahami dan diterima.
Perasaan ini sangat penting, terutama bagi kamu yang sedang mencari jati diri dan hubungan yang sehat. Dengan memahami konsep ini, kamu bisa membangun hubungan yang lebih tulus dan bermakna.
Mulai sekarang, cobalah untuk tidak hanya merasa ingin dipahami, tetapi juga belajar memahami orang lain!
Rekomendasi Buku tentang Healthy Relationship
1. Communication in Relationship
Komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam kerja, pertemanan, Kor keluarga, maupun hubungan percintaan. Komunikasi jadi modal utama agar hubungan kamu dan pasangan bisa langgeng.
Komunikasi itu bertumbuh. Jika pada awalnya komunikasimu dengan pasangan kurang baik, kamu bisa terus-menerus memperbaikinya. Tak masalah kalau sekarang kamu merasa komunikasi yang terjalin dengannya belum baik. Karena itu bukan berarti hubungan yang kamu masih jalani dengan pasangan semakin jatuh. Selama kamu berusaha memperbaiki komunikasi dengannya, hubungan kalian masih bakal lanjut dan menjadi lebih baik.
2. Good Habits for Healthy Relationship
Siapa pun pasti mengharapkan hubungan yang sehat dalam hidupnya, baik dengan pasangan, teman, rekan kerja, keluarga, hingga diri sendiri. Ternyata, memiliki hubungan sehat dengan siapa pun perlu diusahakan, lho! Bahkan, setelah kita berada dalam hubungan tersebut, hubungan yang sehat juga perlu dirawat, yaitu dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik.
Apa saja kebiasaan baik yang bisa kita lakukan dalam hubungan? Nah, buku ini akan membantu kita merawat hubungan yang kita miliki. Di dalam buku ini, memuat sejumlah pengalaman dan kebiasaan-kebiasaan baik yang bisa kita lakukan untuk membangun maupun mempertahankan hubungan. Buku ini juga membuka wawasan kita tentang hubungan yang sebaiknya diusahakan bersama dan cara melakukannya.
3. Healthy Relationship
Healthy Relationship (hubungan yang sehat) sebenarnya bukan istilah asing dalam kehidupan. Sayangnya isu tentang healthy relationship belakangan ini banyak dipertanyakan, karena nyatanya membangun hubungan baik memang tidak semudah itu. Bahkan, untuk membangun hubungan baik dengan diri sendiri saja tidak mudah, apalagi dengan orang lain. Namun, mewujudkan hubungan yang baik itu juga bukan sesuatu yang mustahil. Dari mana kamu akan memulainya? Tentu dari dirimu sendiri dan dari buku ini.
Buku ini akan membantumu membangun hubungan yang sehat, baik, dengan diri sendiri atau dengan orang-orang di sekitarmu. Kamu akan belajar cara menghadapi orang lain, membangun hubungan yang baik dengan pikiran dan jiwamu,serta membangun hubungan dengan orang-orang di sekitarmu.
4. Pacar Milenial Gen-Z?: Bikin Hubungan jadi Sehat
Remaja milenial dan Generasi Z (Gen-Z) memiliki cara dan gayanya sendiri dalam berpacaran. Tumbuh dan berkembang di dunia digital membuat mereka mudah dan cepat berkomunikasi.
Mereka dapat terhubung kapan saja, di mana saja, dan dengan aplikasi apa saja. Namun, hubungan itu terkesan penampilan luaran saja dan kurang mengalami kontak personal secara face to face. Buku ini menyajikan hal-hal yang menyangkut relasi berpacaran dan hubungan yang lebih berkomitmen.
Bagaimana sebaiknya membangun komunikasi yang sehat dan baik dengan pasangan atau pacar? Bagaimana pasangan dapat saling mengenal satu sama lain dan memperkuat ikatan relasi lebih mendalam? Buku ini dapat dibaca oleh kaum muda milenial dan Gen-Z, orang tua, orang dewasa seperti para pendidik, konselor, pembimbing rohani, dan siapa saja yang hendak memahami pacaran dan ikatan relasi yang sehat.
5. Men Are from Mars, Women Are from Venus
Buku Men are from Mars, Women are from Venus ditulis oleh John Gray dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama yang membahas seputar petunjuk klasik untuk memahami hubungan pria dan wanita. Dr. John Gray menjelaskan alasan munculnya perbedaan antara kedua jenis kelamin itu yang mengganggu terciptanya hubungan cinta yang saling melengkapi. Berdasarkan keberhasilannya memberi bimbingan selama bertahun-tahun terhadap pasangan suami istri dan perorangan, ia memberi nasihat mengenai cara mengatasi perbedaan dalam gaya berkomunikasi, kebutuhan emosional, dan perilaku untuk meningkatkan pemahaman yang lebih besar antara masing-masing pasangan. Buku ini menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan hubungan yang lebih mendalam dan lebih memuaskan.






