in

Pengertian Simbiosis Mutualisme dan Contohnya di Lingkungan

Unsplash.com

Simbiosis Mutualisme – Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar (SD) mengajarkan kita terhadap hal-hal yang berada di lingkungan sekitar secara sederhana dan mudah dipahami, dengan tujuan untuk memantik rasa keingintahuan anak-anak terhadap alam sekitar, dan tentunya menambah pengetahuan dasar mengenai sains.

Bagi Grameds yang sudah berusia dewasa, pengetahuan tersebut memang terkesan sepele. Tetapi bagi mereka yang masih di usia tumbuh berkembang, mata pelajaran IPA mengajarkan banyak hal yang bisa menjadi fondasi pemikiran kalian ketika sudah dewasa.

Fondasi ini bisa berupa rasa ingin belajar akan hal baru, kemampuan observasi terhadap lingkungan, hingga kemampuan berpikir untuk memecahkan masalah. Ketiadaan mata pelajaran IPA bisa saja menghilangkan kemampuan-kemampuan di atas yang justru akan menjadi skillset seseorang ketika sudah dewasa.

Tetapi, tujuan lain yakni untuk mengedukasi perihal sains dan lingkungan juga tidak bisa dikesampingkan. Grameds pasti pernah mempelajari sejumlah topik seperti jenis-jenis hewan, jenis-jenis tumbuhan, dan simbiosis ketika kalian masih menduduki bangku SD.

Pelajaran mengenai simbiosis terbilang cukup menarik, karena anak-anak bisa mempelajari hubungan antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya. Dan ini tidak hanya terbatas kepada hewan dengan hewan saja, melainkan juga hubungan hewan dengan tumbuhan, atau tumbuhan dengan tumbuhan.

Dalam artikel kali ini, Grameds akan kembali disegarkan ingatannya mengenai topik simbiosis, khususnya simbiosis mutualisme. Kita akan kembali mempelajari pengertian dari simbiosis mutualisme serta beberapa contoh dari simbiosis mutualisme itu sendiri.

Sebelum Grameds masuk ke dalam pembahasan simbiosis mutualisme, kita akan membahas terlebih dahulu terkait apa itu simbiosis.

Secara sederhana, simbiosis dapat diartikan sebagai hubungan antara suatu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya, dan makhluk hidup ini harus memiliki spesies yang berbeda.

Istilah simbiosis sendiri sudah ada sejak pertengahan abad ke-19, di mana saat itu para ilmuwan memperdebatkan nama istilah yang digunakan ketika suatu makhluk hidup memiliki sebuah hubungan atau interaksi spesifik dengan makhluk hidup lainnya.

Tidak hanya itu, simbiosis mulanya juga diperdebatkan harus merupakan hubungan yang menguntungkan bagi kedua makhluk hidup.

Namun, akhirnya saintis sepakat bahwa simbiosis pada dasarnya bisa berbentuk apapun dengan catatan adanya interaksi antar makhluk hidup dan kedua makhluk hidup berbeda satu sama lain.

Dan jika berbicara mengenai hubungan atau interaksi antar makhluk hidup, Grameds dapat membayangkan bahwa simbiosis akan selalu ada di sekitar kita, dan bahkan terjadi terhadap diri masing-masing, mengingat makhluk hidup tidak dapat bertahan tanpa adanya bantuan dari makhluk hidup lain.

Simbiosis sendiri memiliki 3 jenis berbeda yang umum ditemukan di lingkungan hidup. Jenis simbiosis ini yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme.

Meskipun demikian, terdapat juga bentuk simbiosis lain yang berada di luar jenis simbiosis di atas seperti simbiosis amensalisme dan simbiosis mimikri.

Topik mengenai simbiosis sendiri bisa menjadi cukup panjang, namun amat menarik untuk disimak. Grameds yang ingin mempelajari ulang topik simbiosis dengan cara yang menyenangkan, dapat membaca buku seri “Why? Symbiosis & Natural Enemy“.

Simbiosis Mutualisme Berperan Penting di Lingkungan

Seperti yang sudah disinggung di atas, kali ini Grameds akan difokuskan untuk mempelajari simbiosis mutualisme. Mungkin beberapa dari Grameds masih ingat definisi dari simbiosis mutualisme.

Terlebih, simbiosis jenis ini adalah simbiosis yang paling bermanfaat di antara jenis simbiosis lainnya.

Simbiosis mutualisme sendiri merupakan definisi yang ditujukan bagi hubungan menguntungkan antara suatu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya.

Jadi, ketika mereka berinteraksi, keduanya sama-sama menguntungkan satu sama lain dan berhasil mendapatkan manfaat dari interaksi tersebut.

Adalah sosok Pierre-Joseph van Beneden, zoologis dan paleontolog asal Belgia, yang kali pertama memperkenalkan istilah simbiosis mutualisme.

Tepatnya di tahun 1876, dirinya menyebutkan bahwa simbiosis mutualisme memiliki arti sebagai “saling membantu antar spesies”.

Simbiosis mutualisme dapat ditemukan di berbagai kasus di lingkungan hidup yang tentunya tidak terbatas kepada satu lokasi saja. Grameds bisa menemukan banyak sekali contoh simbiosis mutualisme, yang nantinya juga akan kita bahas di dalam artikel ini.

Simbiosis mutualisme memegang peranan penting dalam evolusi makhluk hidup. Dari masa ke masa, makhluk hidup dapat berproses, tumbuh, berkembang, dan berevolusi hingga mencapai bentuk seperti yang kita ketahui sekarang, hampir semua dapat terjadi berkat adanya simbiosis mutualisme.

Tidak hanya evolusi saja, simbiosis mutualisme juga berperan dalam pembentukan banyak sekali ekosistem yang Grameds ketahui ada di bumi ini. Inilah yang membuat simbiosis mutualisme begitu spesial dibandingkan jenis-jenis simbiosis lainnya.

Keuntungan yang didapat dari hasil interaksi ini berdampak juga baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap makhluk hidup lainnya.

Contoh Simbiosis Mutualisme

Cara paling mudah untuk mempelajari simbiosis yaitu dengan melihat langsung contoh-contoh dari simbiosis itu sendiri yang ada di lingkungan.

Dengan ini, Grameds dapat membayangkan langsung interaksi macam apa yang terjadi antara kedua makhluk hidup dan memastikan hubungan dari keduanya.

Dan tentunya ini juga berlaku terhadap simbiosis mutualisme. Seperti yang sudah disebutkan di atas, banyak sekali contoh simbiosis mutualisme antara makhluk hidup di berbagai jenis ekosistem.

Beberapa di antaranya bahkan menghasilkan evolusi atau mampu membentuk ekosistem jenis baru.

Membahas seluruh contoh simbiosis mutualisme sudah pasti akan memakan waktu yang tidak sebentar.

Oleh karena itu, pada artikel ini, Grameds akan mempelajari 8 contoh simbiosis mutualisme, mulai dari yang sederhana hingga yang cukup rumit. Semoga dengan ini kalian semakin memahami simbiosis mutualisme, Grameds!

1. Udang Pistol dan Ikan Gobi

Simbiosis Mutualisme
Unsplash.com

Dalam beberapa kasus, ikan gobi akan membentuk simbiosis mutualisme dengan udang pistol. Udang pistol bisa menggali lubang di dasar laut berpasir sebagai sarang. Tidak jarang juga mereka berbagi tempat mereka dengan ikan gobi, menawarkan sarang bagi mereka.

Sementara di luar sarang, keduanya akan berada tetap berdekatan satu sama lain demi menghindari predator.

Ikan gobi mempunyai mekanisme untuk mendeteksi adanya ancaman pemangsa, di mana mekanisme tersebut juga berguna bagi udang pistol agar tidak menjadi santapan para predator.

2. Kutu Daun dan Semut

Simbiosis Mutualisme
YouTube

Kutu daun adalah serangga penghisap getah kecil dan mengeluarkan kelenjar berbentuk madu, yang merupakan produk buangan dari makanan mereka.

Ini membuat kutu daun memiliki simbiosis mutualisme dengan semut yang mengkonsumsi madu tersebut dengan cara “memerah” kutu daun menggunakan antena mereka.

Sebagai gantinya, para semut akan melindungi kutu daun dari predator dan parasit. Semut-semut ini akan memindahkan telur kutu daun ke sarang mereka.

Pemindahan ini dapat membuat panen madu dari kutu daun lebih efisien untuk koloni mereka.

3. Kelelawar Berbulu dan Tumbuhan Pemakan Serangga

Simbiosis Mutualisme
dw.com

Jenis kelelawar berbulu diketahui memiliki simbiosis mutualisme dengan beberapa spesies tumbuhan pemakan serangga. Kelelawar berbulu menggunakan tumbuhan ini sebagai sarang bagi mereka, dengan cara masuk ke dalam mulut mereka.

Kelelawar berbulu juga tidak akan bisa dicerna oleh sistem pencernaan tanaman pemakan serangga ini.

Kelelawar berbulu biasanya akan mengeluarkan kotoran yang akan jatuh ke dalam perut tanaman pemakan serangga. Kotoran yang dihasilkan oleh para kelelawar menjadi nutrisi bagi tanaman-tanaman jenis ini untuk bertahan hidup.

4. Koral dan Alga

Simbiosis Mutualisme
Unsplash.com

Koral adalah sejenis karang yang memulai hidupnya sebagai larva kecil. Mereka awalnya akan berenang bebas, dan akhirnya akan menempel pada permukaan yang keras dan bermetamorfosis menjadi koral. Mereka juga akan bereproduksi dan menghasilkan koloni koral lainnya.

Saat koral tumbuh, mereka akan mendapat alga dari lingkungan sekitarnya. Koloni koral akan menyediakan tempat berlindung dan nutrisi penting bagi para alga untuk berfotosintesis. Sementara alga akan menghasilkan gula sintetis serta oksigen untuk koral.

5. Burung Pelatuk dan Mamalia Besar

Simbiosis Mutualisme
Unsplash.com

Ada beberapa spesies burung pelatuk di daerah Afrika, khususnya di daerah Afrika Tengah, yang memakan kutu penghisap darah dari mamalia besar seperti badak, zebra, atau gajah.

Jenis kutu ini sesuai namanya akan menghisap darah dan biasa ditemukan di tubuh para mamalia ini.

Mamalia besar ini dapat dikatakan menyuplai makanan bagi burung pelatuk tersebut. Sementara burung pelatuk ini, selain mendapat makanan, mereka juga sekaligus membersihkan badan dari para mamalia dari kutu penghisap darah yang berpotensi membawa penyakit bagi mereka.

6. Ikan Badut dan Anemon

Simbiosis Mutualisme
Unsplash.com

Anemon merupakan jenis tumbuhan laut yang memiliki sengat untuk memangsa hewan lain. Anehnya, karena suatu alasan yang masih belum bisa ditemukan oleh saintis, sengat-sengat ini tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap ikan badut. Ini menjadi cikal-bakal simbiosis mutualisme antara keduanya.

Ikan badut mendapatkan tempat tinggal untuk melindungi mereka dari predator yang bisa memangsa mereka. Sengat-sengat ini juga bisa membersihkan tubuh mereka dari kotoran.

Ikan badut juga akan memakan parasit-parasit di tubuh anemon, menyuplai nutrisi bagi andmon dari kotoran mereka, serta memproduksi oksigen dari pergerakan tubuh ikan ini.

7. Burung Penuntun Madu dan Manusia

Simbiosis Mutualisme
Wikipedia

Simbiosis mutualisme antara burung penuntun madu dan manusia sudah terjadi sejak zaman dahulu, dan masih terjaga sampai saat ini.

Sesuai dengan namanya, jenis burung ini akan menuntun manusia ke sarang lebah, di mana kita dapat menemukan madu untuk dipanen.

Ketika manusia memanen madu dari sarang lebah, para lebah ini akan meninggalkan sarangnya, membuat burung penuntun madu bisa mendapat sarang dan makanan berupa larva serta lilin. Kerjasama antara kedua spesies ini masih diterapkan oleh suku Hadza dari Tanzania.

8. Kaktus Senita dan Ngengat Senita

Simbiosis Mutualisme
G. Dimijan

Ngengat Senita merupakan jenis ngengat nokturnal yang habitatnya berada di daerah padang pasir Sonora, Amerika Serikat. Ngengat Senita memiliki simbiosis mutualisme dengan jenis kaktus yang biasa ditemukan di daerah sana bernama Kaktus Senita.

Jenis ngengat ini akan menyebarkan serbuk sari ke Kaktus Senita, yang akan digunakan untuk tumbuh dan berkembang.

Ngengat Senita juga akan bertelur di sana, membuat anak-anak ngengat lahir serta tumbuh berkembang di kaktus tersebut sambil memakan bunga dari kaktus tersebut, tanpa menghabiskannya agar Kaktus Senita tetap bisa tumbuh.

Selain 8 contoh di atas, Grameds bisa menemukan masih banyak lagi contoh simbiosis mutualisme baik di lingkungan sekitar kalian maupun ekosistem lainnya. Sekarang kalian paham bukan, mengapa simbiosis mutualisme dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi planet bumi?

Simbiosis mutualisme memang melibatkan banyak sekali hewan, tumbuhan, dan bahkan manusia.

Banyaknya hewan dan tumbuhan yang memiliki hubungan saling menguntungkan antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya bisa jadi membuat kita kebingungan dengan keberadaan hewan dan tumbuhan ini.

Jika Grameds mempelajari lebih dalam terkait topik ini, kalian juga akan ikut mempelajari banyak hal terkait flora dan fauna yang berada di sekitar kalian.

Dan kalian yang tertarik mempelajari topik mengenai flora dan fauna dapat mencoba membaca buku “Wow! Semua Aku Tahu: Manusia – Flora & Fauna“.

Contoh Simbiosis Lainnya di Lingkungan Sehari-Hari

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, masih ada lagi sejumlah simbiosis yang dapat ditemukan di lingkungan alam. Jenis-jenis simbiosis ini memang bukan sesuatu yang menguntungkan bagi satu makhluk hidup. Namun, ini merupakan bagian dari lingkaran kehidupan dan proses evolusi makhluk hidup.

Jenis-jenis simbiosis lain yang umum dibahas dalam biologi meliputi simbiosis komensalisme, simbiosis parasitisme, simbiosis mimikri, dan juga simbiosis amensalisme. Masing-masing dari simbiosis ini memiliki perbedaan satu dengan lainnya.

Kali ini, kita akan membahas sekilas mengenai jenis-jenis simbiosis lain di luar simbiosis mutualisme. Semoga saja dengan pembahasan ini, Grameds dapat memahami perbedaan dari satu simbiosis dengan simbiosis lainnya dan melihat apa saja contoh simbiosis yang dapat ditemukan di lingkungan hidup.

1. Simbiosis Komensalisme

Simbiosis komensalisme menggambarkan hubungan antara 2 makhluk hidup di mana yang satu diuntungkan, sementara makhluk hidup lain tidak merasa dirugikan atau merasa terbantu. Kata komensalisme sendiri berasal dari bahasa Inggris “commensal”, yang memiliki arti “hubungan sosial”

Contoh Simbiosis Komensalisme:

  • Ikan hiu dan ikan remora
  • Kumbang dan kalajengking palsu
  • Burung dan koloni semut
  • Paus dan teritip

2. Simbiosis Parasitisme

Simbiosis parasitisme artinya adalah makhluk hidup, dalam kasus ini parasit, diuntungkan sementara inangnya dirugikan. Simbiosis parasitisme memiliki banyak bentuk, baik itu makhluk ini hidup di luar inangnya, atau parasit merugikan inang dari dalam tubuhnya.

Contoh Simbiosis Parasitisme:

  • Kutu dan mamalia berambut
  • Nyamuk dan manusia
  • Cacing pita dan hewan ternak
  • Lebah parasit dan serangga lain

3. Simbiosis Mimikri

Simbiosis mimikri adalah bentuk simbiosis di mana suatu makhluk hidup mengadopsi atau meniru karakteristik berbeda dari makhluk hidup lainnya, bertujuan untuk mengubah dinamika hubungannya dengan makhluk hidup yang ditiru dan tentunya untuk kepentingan makhluk hidup itu sendiri.

Contoh Simbiosis Mimikri:

  • Ikan sungut gada meniru batu karang
  • Belalang sembah meniru daun
  • Semut meniru laba-laba
  • Ular pembelit meniru ular beracun

4. Simbiosis Amensalisme

Simbiosis amensalisme memiliki 2 bentuk simbiosis, di mana keduanya akan berakhir membunuh makhluk hidup lainnya. Bentuk pertama adalah simbiosis antagonisme di mana satu spesies dirusak atau dibunuh oleh spesies lain melalui sekresi kimia.

Dan satu lagi adalah simbiosis kompetisi, yaitu spesies yang lebih kuat merampas sumber daya yang lebih lemah.

Contoh Simbiosis Amensalisme:

  • Jamur penisilin dengan bakteri (antagonisme)
  • Bakteri endofit dengan jamur (antagonisme)
  • Singa dengan hyena (kompetisi)
  • Ular dengan burung elang (kompetisi)

Dan itulah artikel yang membahas simbiosis mutualisme beserta contohnya. Topik-topik biologi menarik seperti ini bisa Grameds temukan di berbagai media, seperti film dokumenter, buku, hingga komik. Salah satu komik yang membahas biologi dan dikemas secara menarik adalah komik “Kartun Biologi“.

Demikian contoh simbiosis mutualisme yang memiliki peran penting di lingkungan. Semua buku rekomendasi di atas bisa Grameds temukan di situs www.gramedia.com. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas selalu berusaha memberikan asupan bacaan terbaik, agar Grameds dapat mengetahui #LebihDenganMembaca.

Penulis: M. Adrianto S.

BACA JUGA:

  1. Proses Metamorfosis Sempura pada Kupu-Kupu, Katak
  2. Materi Rantai Makanan: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya
  3. Materi Kingdom Plantae: Pengertian, Ciri, & Klasifikasi Plantae
  4. Kingdom Protista: Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Contoh
  5. Eubacteria: Pengertian, Ciri, Struktur, Klasifikasi, & Contoh


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda