in

Mengenal Posisi Tidur yang Baik Untuk Ibu Hamil

Mengenal Posisi Tidur yang Baik Untuk Ibu Hamil  – Kehamilan yang dirasakan oleh seorang perempuan merupakan sebuah anugerah yang diberikan dari Tuhan Yang Maha Esa. Setiap perempuan yang sedang merasakan kehamilan pastinya ia akan terlihat senang. Namun, bagi para perempuan yang belum dikaruniai anak biasanya akan merasa sedih. Oleh sebab itu, bagi perempuan yang sedang atau sudah merasakan hamil harus tetap bersyukur.

Setiap perempuan yang sedang mengandung seorang buah hati pada umumnya akan mengalami kesulitan tidur. Terlebih lagi jika sudah masuk kandungan 4-6 bulan, jam tidur seorang ibu hamil akan semakin terganggu. Hal ini dikarenakan kondisi perut ibu hamil yang semakin membesar.

Ibu hamil yang mengalami kesulitan tidur, maka jam tidurnya akan terganggu juga. Jam tidur yang terganggu akan mengurangi kualitas tidur seorang ibu hamil. Kualitas tidur yang berkurang, maka bisa menyebabkan kondisi kandungan menurun.

Maka dari itu, bagi para ibu hamil sangat perlu untuk mengenal berbagai macam posisi tidur yang baik supaya kualitas tidur tetap terjaga. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa posisi tidur yang baik untuk para ibu hamil.

Untuk kalian para ibu hamil atau bukan selamat membaca artikel ini.

Posisi Tidur yang Baik Untuk Ibu Hamil

Posisi tidur yang baik akan meningkatkan kualitas tidur bagi ibu hamil, sehingga kondisi ibu hamil dan sang buah hati akan tetap sehat. Berikut ini posisi tidur yang baik bagi ibu hamil.

1. Menyamping ke Kiri

Posisi tidur yang baik bagi ibu hamil
kompas.com

Posisi tidur menyamping merupakan posisi tidur yang sangat dianjurkan bagi ibu hamil terutama ketika perut ibu hamil semakin besar. Ketika tidur menyamping ke kiri akan melancarkan aliran darah menuju ke plasenta dan janin. Selain itu, posisi tidur ini akan meningkatkan aliran oksigen dan mengalirkan nutrien ke janin yang ada di dalam kandungan

Ibu hamil yang ketika tidur menggunakan posisi menyamping ke kiri, maka hatinya akan terhindar dari berbagai macam tekanan. Hal seperti ini akan sangat bermanfaat bagi kesehatan ginjal, sehingga risiko pembengkakan di kaki dan tangan akan berkurang.

Bagi ibu hamil tidur dengan posisi menyamping ke kiri bisa dilakukan dengan cara, seperti berbaring menyamping dengan lutut yang ditekuk. Tidur menghadap ke kiri akan lebih nyaman jika ditambahkan atau diletakkan bantal pada bagian antara dua kaki, di bawah punggung, dan di bawah perut.

Kenyamanan tidur menjadi faktor kunci yang untuk meningkatkan kualitas tidur. Kualitas tidur harus terus dijaga agar kondisi janin dan ibu hamil akan terus terjaga juga. Jadi, apakah kamu sudah tidur dengan posisi menyamping ke kiri?

2. Tidur Bersandar

Posisi tidur yang baik bagi ibu hamil
freepik.com

Jika ibu hamil sulit untuk tidur dengan posisi menyamping ke kiri, maka bisa tidur dengan cara bersandar. Tidur dengan posisi seperti ini bisa dikatakan hampir sama ketika duduk hanya saja posisi badan tidak setegak ketika duduk. Tidur dengan posisi ini sangat mudah, anggota tubuh kita hanya disandarkan pada bantal saja.

Tidur bersandar atau tidur setengah duduk bisa menurunkan asam lambung. Asam lambung yang tidak jadi naik, maka ibu hamil akan tidur dengan nyaman. Hal ini dikarenakan perut tidak jadi terasa mual karena asam lambung sudah turun.

Tidur dengan bersandar akan memudahkan ibu hamil untuk tertidur dengan pulas, sehingga jam tidur dan kualitas tidur tidak terganggu. Untuk meningkatkan rasa nyaman ketika tidur dengan posisi seperti ini, ibu hamil bisa menambahkan bantal di bagian antara dua kaki.

3. Tidur Menggunakan Bantal

Posisi tidur yang baik bagi ibu hamil
haibunda.com

Saat ini sudah banyak jenis bantal yang memang dikhususkan untuk para ibu hamil. Tidur menggunakan bantal pada beberapa bagian tubuh akan memudahkan ibu hamil untuk mendapatkan tidur nyaman. Tidur yang nyaman akan membuat tidur ibu hamil menjadi lebih pulas, sehingga anggota tubuh bisa beristirahat.

Alangkah baiknya, penggunaan bantal saat tidur disesuaikan dengan gangguan penyakit yang dibutuhkan untuk Misalnya seorang ibu hamil yang mengalami sesak napas, bisa meletakkan bantal di bagian bawah samping tubuh. Dilakukannya hal ini, bertujuan untuk melancarkan saluran oksigen yang masuk dan keluar toko.

Selain itu, bagi ibu hamil yang mengalami rasa sakit pada bagian ulu hati bisa dilakukan dengan cara meletakkan bantal pada bagian kepala dan punggung. Dengan bantal yang diletakkan pada bagian kepala dan punggung, maka tubuh bagian atas akan semakin tinggi. Bagian atas tubuh yang semakin tinggi akan mengurangi rasa sakit yang terletak di bagian ulu hati.

Dengan tidur menggunakan bantal, sebaiknya banyak yang digunakan jangan terlalu berlebihan karena bisa mengurangi rasa nyaman ketika tidur. Jadi, gunakan bantal secukupnya ketika tidur menggunakan posisi ini.

Posisi Tidur yang Tidak Disarankan Untuk Ibu Hamil

Setelah membahas posisi tidur yang sangat dianjurkan untuk ibu hamil, pembahasan selanjutnya tidur yang sangat tidak dianjurkan untuk para ibu hamil, yaitu tidur telentang dan tidur tengkurap.

1. Tidur Telentang

Posisi tidur yang baik bagi ibu hamil
pixabay

Tidur dengan posisi telentang hanya dapat dilakukan ibu hamil ketika usia kandungan belum masuk 3 bulan. Setelah masuk usia 3 bulan, ibu hamil sangat tidak disarankan untuk tidur dengan posisi seperti ini karena bisa menyebabkan tekanan pada aorta dan vena cava inferior menjadi membesar, sehingga peredaran darah ke seluruh tubuh akan terhambat.

Selain itu, tidur telentang bisa menyebabkan ibu hamil menderita sakit punggung. Hal ini dikarenakan punggung menerima banyak tekanan yang berasal dari dan bayi. Jika ibu hamil sudah mengalami sakit punggung, maka kesehatannya akan terganggu, baik itu kesehatan ibu hamil atau kesehatan janinnya.

Dengan demikian, bagi para ibu hamil sebaiknya segera meninggalkan kebiasaan tidur dengan posisi tidur telentang.

2. Tidur Tengkurap

Posisi tidur yang baik bagi ibu hamil
health.kompas.com

Jika tidur telentang bisa menyebabkan kondisi kesehatan punggung terganggu, maka tidur tengkurap bisa menyebabkan kondisi perut semakin tertekan. Kondisi perut yang semakin tertekan akan menghambat suplai nutrisi dan makanan  kepada bayi yang ada di dalam janin.  Dengan kata lain, Hal seperti ini sangat membahayakan bagi keselamatan ibu hamil dan  janin.

Tidur tengkurap juga bisa menyebabkan ibu hamil sulit untuk bernapas. Hal ini dikarenakan paru-paru mengalami tekanan yang cukup besar, sehingga keluar masuk oksigen akan terhambat. Kesulitan bernapas ketika tidur bisa membahayakan keselamatan nyawa sang bayi yang ada di dalam kandungan.

Dengan demikian, tidur tengkurap merupakan posisi tidur yang membuat ibu hamil menjadi tidak nyaman. Oleh sebab itu, tidur tengkurap sangat tidak dianjurkan bagi para ibu hamil.

Gejala-Gejala Ibu Hamil yang Dapat Mengganggu Tidur 

Pada dasarnya kondisi perut ibu hamil yang semakin membesar bukan satu-satunya penyebab ibu hamil susah tidur. Ada beberapa hal lainnya yang dapat mengganggu kualitas tidur ibu hamil. Di bawah ini akan dijelaskan hal-hal yang dapat mengganggu kualitas tidur ibu hamil.

1. Sering Buang Air Kecil

Ketika seorang perempuan sedang mengandung anaknya di dalam perut biasanya ginjal akan bekerja lebih berat. Ginjal bekerja lebih berat karena organ ginjal harus menyaring volume darah yang lebih banyak dibandingkan sebelum hamil.

Dari penyaringan itulah menyebabkan air urine keluarnya lebih banyak. Lalu, ketika hamil janin dan plasenta akan semakin membesar dan memberikan tekanan pada kandung kemih. Tekanan yang terjadi pada kandung kemih membuat ibu hamil terpaksa harus sering bolak-balik ke kamar mandi.

2. Detak Jantung yang Terus Meningkat

Selain ginjal yang harus bekerja lebih banyak, jantung juga harus memompa darah lebih banyak. Jantung yang lebih sering memompa darah membuat detak jantung ibu hamil akan terus meningkat. Bahkan, peningkatan detak jantung tersebut hampir terjadi setiap waktu.

Detak jantung yang meningkat setiap waktu bertujuan untuk memompa darah lebih banyak dari biasanya atau sebelum seorang perempuan hamil. Jantung melakukan hal ini karena untuk mengirimkan suplai nutrisi ke rahim. Selain mengirim nutrisi ke rahim, jantung menyebarkannya ke seluruh tubuh supaya anggota tubuh memiliki energi.

3. Napas yang Terasa Lebih Pendek

Perut ibu hamil yang semakin membesar mengakibatkan rahim semakin membesar juga. Kondisi rahim yang semakin membesar, maka tekanan pada rongga diafragma (bagian antara perut dan dada) akan semakin besar juga.

Kondisi hamil itulah yang menyebabkan seorang ibu hamil akan merasa jika napasnya menjadi lebih cepat dan dalam. Selain itu, napas yang menjadi lebih cepat dan dalam juga disebabkan karena oksigen yang diperlukan sangat banyak.

Dengan demikian, seorang ibu hamil jangan merasa khawatir jika napasnya menjadi lebih pendek dan berat, karena itu adalah hal yang wajar. Akan tetapi, jika ibu hamil merasa napas menjadi lebih cepat dan dalam adalah suatu masalah, sebaiknya segera periksa ke dokter.

4. Kaki Kram 

Pada umumnya, ibu hamil akan mengalami kaki kram terutama ketika ingin tidur. Kaki yang kram ini bisa disebabkan karena seorang ibu hamil harus menopang berat tubuh ganda (adanya janin di dalam kandungan). Hal ini pastinya akan mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari seorang ibu hamil.

Oleh karena itu, bagi ibu hamil bisa mengurangi rasa kram pada kaki dengan cara meletakkan telapak kaki ke tembok, kemudian ditekan dengan kencang. Ada hal lain yang bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk mengatasi kram pada kaki, yaitu angkat atau ganjal kedua kaki dan letakkan di tembok.

5. Punggung Nyeri

Bagi ibu hamil pada umumnya akan merasakan nyeri yang terjadi pada punggung. Nyeri pada punggung biasanya terjadi karena ibu ligamen pada tubuh mulai mengendur. Ligamen yang mulai mengendur terjadi karena ketika hamil, tubuh perempuan akan menghasilkan hormon relaxin. Hormon relaxin itulah yang menyebabkan ligamen menjadi mengendur.

Selain itu, nyeri pada punggung juga bisa disebabkan karena ibu hamil harus menopang berat tubuh yang condong ke depan. Oleh sebab itu, ketika seorang perempuan sedang hamil, sebaiknya tidak melakukan hal-hal yang berat karena bisa meningkatkan risiko terjadinya rasa nyeri pada perut.

6. Heartburn 

Heartburn adalah rasa panas yang terasa di bagian perut. Ibu hamil biasanya akan mengalami heartburn, sehingga bisa mengganggu kualitas tidurnya. Heartburn terjadi karena adanya hormon progesteron yang mengalami peningkatan, sehingga otot yang ada di sistem pencernaan akan bergerak lebih lambat.

Kemudian, otot pembatas antara esophagus dan lambung menjadi lebih rileks, sehingga makanan yang masuk ke dalam tubuh akan menetap di lambung dan usus lebih lama.

Makanan yang menetap pada lambung dan usus, lama kelamaan akan bisa kembali ke bagian atas tubuh. Jika sudah terjadi seperti ini asam lambung akan semakin meningkat, sehingga menyebabkan perut akan terasa lebih panas.

7. Sembelit

Sembelit yang terjadi pada ibu hamil biasanya terjadi karena makanan yang masuk ke dalam tubuh bertahan atau menetap di bagian lambung dan usus lebih lama. Jika makanan sudah menetap lebih lama di bagian lambung dan usus, maka tubuh akan merasakan rasa mulas atau sembelit.

Rasa sembelit ini, sebaiknya segera dicek ke dokter karena jika terus dibiarkan akan memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, setelah melahirkan jangan menunda-nunda untuk memeriksakan diri ke dokter agar kesehatan seorang ibu sesudah melahirkan akan tetap terjaga.

Cara Meningkatkan Kualitas Tidur Ibu Hamil

Tidur memang menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh terutama bagi ibu hamil karena harus menjaga kesehatan diri sendiri dan janin di dalam kandungan. Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat tentang cara meningkatkan kualitas tidur pada ibu hamil.

1. Tentukan Posisi Tidur yang Nyaman

Hal yang paling penting untuk diperhatikan agar kualitas tidur ibu hamil terjaga adalah menentukan posisi tidur yang nyaman. Hal ini menjadi penting karena tidur yang nyaman akan membuat tidur menjadi lebih pulas dan ketika bangun stamina akan meningkat. Posisi tidur yang baik bagi ibu hamil adalah menyamping atau menghadap ke kiri.

2. Jangan Makan Terlalu Banyak

Ketika hamil, biasanya seorang ibu akan merasa lapar pada malam hari, sehingga mencari cemilan yang bisa dimakan. Padahal hal seperti itu sangat tidak disarankan untuk dilakukan karena bisa menyebabkan ibu hamil susah tidur. Oleh sebab itu, bagi ibu hamil, sebaiknya menghindari kebiasaan makan di malam hari supaya tidur menjadi lebih cepat dan nyaman.

3. Minum Satu Gelas Susu Hangat

Susu mengandung banyak sekali protein yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Bagi ibu hamil minum susu sangat disarankan karena bisa meningkatkan kesehatan tubuh dan janinnya. Selain itu, minum susu akan membuat tidur Anda menjadi lebih mudah. Hal ini dikarenakan di dalam susu terdapat kandungan asam amino tryptophan yang dapat menambah kadar serotonin di dalam otak.

4. Mendengarkan Musik yang Santai dan Lembut

Musik memang selalu bisa memberikan ketenangan dalam hidup. Maka dari itu, bagi ibu hamil yang sulit untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, sebaiknya dengarkan musik yang santai dan lembut. Ketika mendengarkan musik itu, tubuh ibu hamil akan terasa lebih santai dan rileks, sehingga memudahkan Anda untuk tidur dengan nyaman.

5. Bernapas dengan Teratur

Melakukan napas dengan teratur bisa membuat tubuh menjadi lebih tenang dan nyaman. Oleh sebab itu, cara ini bisa digunakan oleh ibu hamil supaya cepat tidur. Untuk melakukan napas dengan teratur bisa dilakukan dengan berbagai acara, seperti duduk, berdiri, dan berbaring.

6. Melakukan Hubungan Seks

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tidur ibu hamil dapat dilakukan dengan cara melakukan hubungan seks pada pasangan. Hubungan seks ini akan memunculkan rasa rileks dan santai yang bisa membuat ibu hamil tidur dengan pulas dan nyaman.

7. Olaraga yang Ringan Pada Pagi atau Siang Hari

Olahraga secara teratur memang sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil atau tidak hamil. Hal ini dikarenakan olahraga dapat melancarkan peredaran darah. Peredaran darah yang lancar akan memudahkan seorang perempuan terutama yang sedang  hamil untuk mendapatkan kenyamanan pada tidur.

8. Mengikuti Senam Hamil

Jika ketika hamil membuat seorang perempuan merasa gelisah dan khawatir, sehingga mengganggu tidurnya, maka sangat disarankan untuk mengikuti kelas senam hamil. Di kelas hamil nanti, kamu akan bertemu dengan ibu-ibu hamil lainnya, sehingga bisa berbagi cerita. Proses senam hamil dan berbagi cerita ini akan membuat tubuh ibu hamil menjadi lebih rileks dan kualitas tidur terjaga.

Kesimpulan

Sudah seharusnya bagi ibu hamil untuk menjaga kualitas tidurnya. Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas tidur seorang ibu hamil bisa dilakukan dengan sendiri atau dengan bantuan pasangan. Kualitas tidur yang baik akan memberikan dampak yang baik kesehatan sang ibu dan janin yang ada didalamnya. Jadi, bagi para ibu hamil jangan pernah menyerah untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Restu