in

Para Penulis Indonesia yang Berzodiak Cancer

Sumber Foto: Mizanstore, Whiteboard Journal, Jurnal Ruang, Bisikan Busuk

Memasuki bulan Juli, kita akhirnya tiba di musim para zodiak Cancer. Senada dengan sifat mereka yang perasa, hangat, dan cinta keluarga, musim Cancer adalah saat yang sempurna untuk mengakrabi emosi Anda.

Jika Anda suka buku yang mengaduk-aduk emosi, Anda akan menggemari karya-karya para penulis Indonesia yang memiliki zodiak Cancer. Ada bumbu curhat yang biasanya bersumber dari kekecewaan masa lalu atau amarah yang terpendam. Tak jarang juga ada kisah cinta yang mustahil, kata-kata yang berbunga-bunga, dan perasaan yang dahsyat.

Tidak jarang penulis termasyhur yang berzodiak Cancer. Penulis legendaris Franz Kafka dan Ernest Hemingway sering memamerkan ciri khas lain dari Cancer: pura-pura kuat padahal sedih.

Sementara gaya menggebu-gebu nan detail khas Cancer bisa kamu intip di karya Alice Munro, George Orwell, hingga Hunter S. Thompson.

Bagaimana dengan penulis lokal?

1. Avianti Armand

Penulis
Avianti Armand

Penyair yang sehari-hari bekerja sebagai arsitek ini punya serangkaian buku yang konsisten bagusnya. Kumpulan puisi Buku Tentang Ruang (Gramedia Pustaka Utama, 2016) dan Museum Masa Kecil (Gramedia Pustaka Utama, 2018) adalah pilihan tepat jika Anda ingin puisi lokal yang baru, segar, dan menarik.

Belum lama ini kumpulan cerpennya, Kereta Tidur, baru dirilis ulang dengan sampul baru, lho. Gak heran kalau Avianti Armand jadi salah satu penulis Indonesia yang cukup dinanti karyanya.

2. Bernard Batubara

Foto
Bernard Batubara

Penulis Indonesia yang tinggal di Yogyakarta ini adalah bukti bahwa seorang Cancer tidak pernah gagal menulis cerita cinta yang dramatis, penuh haru, dan memikat.

Surat Untuk Ruth (2014) selalu mantap, tapi akan semakin cakep jika Anda juga menjajal Metafora Padma (2016).

Baca juga: 5 Bacaan untuk Cancer yang Suka Insecure

3. Dea Anugrah

Foto
Dea Anugrah

Ia muda dan berbahaya. Penyair dan cerpenis ini mengambil banyak pengaruh dari sastra Amerika Latin dan mengolahnya jadi tulisan yang unik dan tidak membosankan. Pantas saja Dea Anugrah juga menjadi salah satu penulis Indonesia yang di perhitungkan!

Koleksi puisinya, Misa Arwah (2015), adalah pilihan tepat untuk dibaca malam-malam dalam kondisi gamang di kamar mandi. Tapi belum mabrur jika belum membaca kumpulan cerpennya, Bakat Menggonggong (2016). (*)


Sumber Foto: Mizanstore, Whiteboard Journal, Jurnal Ruang, Bisikan Busuk

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by RI