in

Mitos & Fakta COVID-19 yang Perlu Kamu Tahu

Photo header by Ani Kolleshi on Unsplash

Pertama kali muncul di kota Wuhan Provinsi Hubei, Tiongkok pada akhir tahun 2019 yang lalu, COVID-19 atau virus korona saat ini telah menyebar ke berbagai negara.

Sementara di Indonesia, virus korona diketahui terdeteksi pertama kali pada bulan Maret 2020, dan sampai bulan April ini total telah mencapai lebih dari 2000 kasus positif.

Tentunya kamu sudah banyak membaca informasi mengenai virus ini di media sosial dan televisi.

Hal yang membuat cemas dan khawatir adalah banyaknya informasi yang masih simpang siur kejelasannya. Sulit membedakan mana fakta dan mana yang mitos belaka.

Dilansir dari WHO Internasional, berikut mitos dan fakta tentang COVID-19 yang perlu kamu tahu.

1. Menular lewat paket dari luar kota atau luar negeri

mitos
Photo by RoseBox رز باکس on Unsplash

 

 

Banyak informasi yang beredar bahwa jika menerima paket dari luar negeri seperti dari Tiongkok dapat tertular.

Tentu saja hal ini tidak benar. Faktanya, jika menerima paket dari negara atau kota mana pun, kamu tidak bisa tertular virus ini.

Berdasarkan data analisis dari WHO menunjukkan bahwa virus korona tidak dapat bertahan lama pada benda mati, seperti surat atau paket.

Jangan sampai virus korona menganggu aktifitas belanja online-mu dari rumah, ya!

2. Makan bawang-bawangan agar terhindar dari infeksi korona

mitos
Photo by Gaelle Marcel on Unsplash

 

 

Saat ini, bawang-bawangan seperti bawang putih dan bawang bombay mengalami kelangkaan di pasar karena mitos ini.

Memang, jenis bawang-bawangan seperti bawang putih merupakan makanan sehat yang memiliki banyak manfaat karena mengandung sifat antimikroba.

Namun faktanya, menurut WHO tidak ada bukti valid dari banyak kasus wabah korona yang menunjukkan bahwa makan bawang dapat melindungi kamu dari serangan virus ini.

So, hindari panic buying ya, guys!


Baca juga: Mengenal Slow Living, Sebuah Seni Hidup Melambat


3. Obat untuk menangkal dan menyembuhkan virus korona

mitos
Photo by Kendal on Unsplash

 

 

Faktanya sampai hari ini, belum ditemukan obat serta vaksin spesifik untuk menangkal dan mengobati COVID-19.

Namun, orang-orang yang telah terdeteksi positif terkena virus ini dapat diberi perawatan dan obat untuk meredakan dan mengobati gejala yang dialami.

Misal, jika ada gejala demam tinggi dan batuk kering, maka akan diberi obat meredakan demam dan batuk.

Jadi, jangan percaya jika ada oknum yang menjual ‘obat anti-korona’ atau ‘kalung pengusir virus korona’ ya. Jelas penipuan!

4. Antibiotik dapat mencegah dan mengobati virus korona

mitos
Photo by Laurynas Mereckas on Unsplash

 

 

Faktanya, obat antibiotik dibuat untuk bekerja hanya melawan bakteri, bukan melawan virus. Padahal, COVID-19 termasuk dalam kategori virus.

Jadi, meskipun kamu mengonsumsi antibiotik sebanyak apa pun, tidak akan membuatmu kebal tertular virus ini. Kebal dari bakteri, mungkin.

Tapi, kalau sampai kamu dirawat di rumah sakit akibat positif COVID-19, mungkin saja kamu akan diberikan antibiotik untuk menghindari koinfeksi yang diakibatkan oleh bakteri.

5. Tidak dapat sembuh jika positif tertular COVID-19

mitos
Photo by HH E on Unsplash

 

 

Ini mitos menyeramkan yang mungkin pernah kita dengar. Tertular COVID-19 bukanlah sebuah ‘hukuman mati’ ya, guys.

Dengan perawatan dan penanganan yang cepat dan tepat, kemungkinanmu untuk semuh akan sangat tinggi.

Terbukti, banyak kasus di seluruh dunia dan di Indonesia yang terkena virus ini dapat sembuh kembali, kok.

Tercatat sampai bulan April 2020 sudah ada 112 orang di Indonesia yang sembuh setelah positif terkena COVID-19.


Sudah tahu kan, beberapa mitos dan fakta COVID-19 yang sering beredar?



Jadi, jangan khawatir dan tetaplah waspada dengan mengambil langkah-langkah yang tepat seperti menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.

Sering-sering cuci tangan dan jangan keluyuran jika tidak ada urusan yang benar-benar penting ya. Tetap di rumah saja!

Kamu perlu bacaan yang tepat agar terhindar dari berita-berita yang tidak jelas faktanya.

Jika kamu ingin mengetahui fakta-fakta lebih jauh tentang COVID-19 kamu dapat mengakses bacaan-bacaan yang kredible dan tepercaya di Gramedia Digital.


Baca juga: 3 Alasan Kenapa Harus Baca Buku Filosofi Teras


 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien