in

Ternyata Ini Alasan Mengapa Wanita Lebih Mudah Menangis

Unsplash.com/Danie Franco

Mengapa Wanita Lebih Mudah Menangis? – Sering sekali pria menganggap bahwa wanita adalah seseorang yang sulit untuk dimengerti dan membingungkan. Saat mengalami kejadian yang menyedihkan, wanita maupun pria pasti akan mengalami perubahan emosi yang sulit ditentukan.

Bahkan, tidak jarang kalau hal tersebut dapat membuat air mata mengalir. Namun, ternyata pria cenderung lebih sedikit untuk menangis dibandingkan wanita saat menghadapi situasi yang sulit, sedih maupun bahagia.

Menangis menjadi stigma di tengah masyarakat dan bahkan kedua jenis kelamin, pria dan wanita. Jika seseorang menangis maka ia adalah seseorang yang hancur, lemah dan berantakan. Padahal ada banyak fakta yang dapat membuat seseorang mudah menangis, contohnya seperti kepergian seseorang, mendapatkan cincin pernikahan dari sang kekasih atau mendapatkan hadiah yang cukup besar atau diinginkan di waktu yang tidak terduga-duga.

Semua perkataan yang tidak mengenakan membuat seseorang untuk menyembunyikan perasaannya di dalam batin. Hal tersebut menyebabkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang ilmu psikologi dan biologi belum cukup luas untuk memahaminya.

Ternyata tanpa disadari, kebiasaan wanita menangis merupakan cara terbaik untuk mengekspresikan maupun mengeluarkan perasaan yang ada pada dirinya saat tidak mampu untuk mengungkapkan dengan sebuah kata.

Alasan Wanita Lebih Banyak Menangis Dibandingkan Pria

Perilaku menangis tidak terlepas dari peran gender. Gender adalah adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan apabila dilihat dari tingkah lakunya dan fisik. Gender sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “Genus” yang artinya adalah jenis atau tipe. Gender sendiri merupakan sifat maupun perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibuat secara sosial atau budaya.

Dalam biologis manusia mempunyai pasangan kromosom seks tambahan berjumlah 46 kromosom. Kromosom seks sendiri ialah X danY. Biasanya wanita mempunyai dua kromosom X dan pria mempunyai kromosom pasangan yaitu XY. Seseorang bisa mempunyai kromosom XX maupun XY sudah didapatkan saat sperma membuahi sel telur.

Tidak seperti sel tubuh lainnya, sel yang ada di dalam telur dan sperma adalah gamet atau bisa disebut sel kelamin dan sel kelamin hanya mempunyai satu kromosom saja. Selama pembuahan gamet dari sperma bergabung dengan gamet sel telur dan membentuk zigot. Kebanyakan wanita mempunyai 46XX.

Wanita sendiri ialah istilah yang diberikan untuk seorang gadis yang sudah mencapai usia perkembangan dewasa yaitu 20-40 tahun. Sedangkan untuk sebutan seorang gadis yang masih dibawah berumur 20 tahun belum bisa disebut sebagai wanita. Wanita juga harus mempunyai sifat khas yang dilihat oleh masyarakat, yaitu kerendahan hatinya, keindahannya dan memelihara diri sendiri.

Wanita sendiri bisa dikatakan bila sudah matang secara emosi dan afeksi serta sudah mempunyai kebebasan dalam menentukan cita-cita dan tujuan hidupnya. Selain itu wanita adalah manusia yang mempunyai dorongan keibuan yang dimana hal tersebut merupakan dorongan instingtif berhubungan erat dengan kebutuhan organik dan fisiologisnya serta sangat melindungi dan bahkan menyayangi anak-anak terutama masih kecil.

Psikologi Perempuan

Terdapat beberapa psikologi perempuan yang bisa diutarakan yang sudah dirangkum untuk Grameds, yaitu:

Mengapa Wanita Lebih Mudah Menangis
Unsplash.com/Sage Friedman

1. Psikologis perempuan lebih emosional dan mudah menangis

Berdasarkan studi observasi terhadap perempuan dan laki-laki, diketahui bahwa anak laki-laki lebih sering menangis saat masih bayi dan sedang belajar berjalan saat belum lancar dibandingkan anak perempuan, tapi wanita atau perempuan dewasa malahan lebih sering menangis daripada laki-laki atau pria yang seusianya.

Saat masih kecil anak laki-laki tidak diijinkan untuk menangis bahkan tidak segan-segan untuk memarahinya jika anak laki-laki menangis oleh orang tuanya atau bahkan lingkungannya.

Saat menstruasi wanita cenderung lebih mudah menangis, para ahli lalu menjelaskan mungkin saja sistem hormonal tersebut juga berpengaruh dalam perbedaan untuk mengekspresikan emosi perempuan dengan cara menangis. Perbedaan tersebut mencerminkan perbedaan dalam ekspresi eksternal emosi, bukan dalam perbedaan level emosi antara perempuan dan laki-laki.

Jadi, jika laki-laki yang tidak menangis itu bukan lah tidak mempunyai emosi. Perasaan sedih, gembira, suka dan duka sudah dipunyai oleh laki-laki maupun wanita sejak kecil.

2. Psikologis perempuan itu penakut dan sensitif.

Berdasarkan penelitian, anak perempuan dan laki-laki pada masa prasekolah sama-sama mempunyai jiwa petualang dan cukup berani.

Namun, semakin dewasa, anak perempuan sering ditakut-takuti di lingkungannya dan hal tersebut membuat perasaan takut, sementara laki-laki dicemooh saat menunjukan perasaan takutnya.

Saat sudah beranjak dewasa, laki-laki cenderung menjadi tabu untuk mengakui rasa takut dan cemas untuk menghadapi sesuatu. Berdasarkan penelitian, bayi perempuan lebih mudah menangis saat bayi lain sedang menangis. Temuan tersebut menghasilkan bahwa perempuan lebih peka dalam emosinya maupun emosi orang lain.

3. Psikologis perempuan lebih sensitif dalam perilaku nonverbal.

Berdasarkan observasi,perempuan mempunyai kemampuan dalam hal mengungkapkan ekspresi dan memahami pesan-pesan nonverbal yang diberikan orang lain.

Perempuan lebih mampu dalam memahami gerak tubuh maupun ekspresi wajah orang lain dan mengekspresikan pesan nonverbal secara benar dalam ekspresi wajah misalkan tatapan mata, senyumannya, kerutan di dahi, tarikan bibir maupun pandangan yang kosong, gembira, sedih, benci, kaget maupun saat marah dengan orang lain.

Meskipun demikian hal ini terdapat beberapa gabungan antara lain berbagai jenis faktor, contohnya tekanan sosial, perbedaan pengalaman setiap manusia, tuntutan sosial dan masih banyak lagi. Ditemukan pula bahwa laki-laki cenderung lebih senang dan sering menyentuh lawan jenisnya.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Hal tersebut secara spekulasi disebutkan bahwa menyentuh orang lain didasari dengan banyak alasan dan melalui banyak cara, contohnya apakah secara kebetulan, secara agresif, secara seksual, untuk menyatakan dominasi ataupun memberikan kenyamanan. Maknanya pun berbeda-beda tergantung dari seberapa dekat atau relasi yang sudah terjalin sebelumnya.

Secara biologis mengapa wanita lebih mudah menangis?

Mengapa Wanita Lebih Mudah Menangis
Unsplash.com/Danie Franco

Selain sifat psikologis dan faktor lainnya, ternyata ada faktor biologis yang membuat wanita lebih mudah menangis dibanding pria. Pria biasanya mempunyai lebih banyak hormon testosteron yang bisa menghambat tangisan, pria juga mempunyai lebih sedikit hormon prolaktin, selain itu pria juga sering disarankan untuk tidak menangis. Mengapa bisa begitu? yuk, simak tulisan berikut!

1. Wanita lebih mudah merasakan sakit dibanding pria

Sebuah studi menyimpulkan bahwa hormonlah yang menyebabkan wanita merasakan rasa sakit yang lebih intens dibandingkan pria. Level estrogen yang tinggi pada wanita dapat memicu otak supaya mengaktifkan pereda rasa sakit.

Namun, jika tingkat estrogen menurun dikarenakan berbagai banyak faktor seperti menstruasi maupun melahirkan, sistem tersebut akan mati dengan demikian wanita akan merasakan respon fisik yang lebih intens terhadap rasa sakitnya. Namun, pada pria hal tersebut tidak akan terjadi.

2. Kondisi biologis membuat wanita lebih mudah menangis

Wanita dewasa mempunyai rata-rata menangis 5-3x dalam sebulan sedangkan pria dewasa hanya sekitar 1-4x saja. Pada tingkat sel, secara anatomi air mata wanita lebih mudah mengalir dibandingkan pria, penyebab utamanya adalah hormon prolaktin, hormon prolaktin pada wanita meningkat 50 – 60 % lebih tinggi dibandingkan pria dimulai dari umur 18 tahun. Hormon ini mengatur produksi kelenjar air mata dan berperan penting dalam proses menyusui seorang ibu. Jadi, jangan heran jika grameds sering menemukan teman maupun seorang wanita yang suka menangis.

3. Indra penciuman yang lebih tajam

Hormon estrogen berperan penting dalam hal ini, wanita di usia yang produktif mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam mengetahui jenis aroma walaupun dalam konsentrasi yang paling kecil sekalipun.

Yang hebatnya dimiliki oleh wanita adalah hanya dengan mencium aroma seseorang, apalagi kekasihnya, ia dapat mengetahui sedang stress atau bahagia hanya dengan mencium aroma yang ada di pakaiannya saja. Hebat ya grameds, seperti sulap.

4. PMS atau Menstruasi

Saat menjelang menstruasi, kadar hormon estrogen dan progesteron menjadi tidak menentu, saat itu otak akan bertanggung jawab untuk merespon suasana hati yang tidak terkendali.

Sehingga menimbulkan perubahan suasana hati menjadi mendadak murung dan berakhir menangis. Namun, jika sedang merasakan stress maupun cemas, maka menstruasi dapat memperbesar perasaan sehingga dapat membuat menangis sekencang-kencangnya walaupun tidak tahu apa yang ditangisi.

5. Depresi

Menangis akan terjadi jika sedang merasakan hal sedih atau sedang tidak dapat berpikir jernih. Namun, sayangnya jika perasaan sedih tersebut bertahan selama dua minggu, hal tersebut berarti merupakan tanda depresi.

Hal tersebut menjelaskan emosi tersebut bahwa rasa frustasi, marah ataupun luapan emosi yang tak terkendali. Bentuk emosi tersebut dapat menyebabkan wanita mudah menangis.

Ternyata wanita mempunyai kondisi genetik yang lebih rentan mengalami depresi, karena hal itulah kemudian menyebabkan wanita cenderung lebih mudah mengalami gejala stress.

Bahkan sebuah penelitian dari Eropa menunjukan bahwa wanita pada usia 25-40 tahun cenderung mengalami depresi hingga 4 kali lebih mudah dibandingkan seorang pria. Kalau Grameds merasakan hal tersebut jangan ragu untuk segera temui dokter spesialis kejiwaan ya grameds. Semangat!

6. Stress

Mengapa Wanita Lebih Mudah Menangis
Unsplash.com/Eric Ward

Wanita yang bekerja di luar rumah atau biasa disebut dengan wanita karir dikatakan mempunyai resiko stress yang lebih tinggi. Menurut penelitian hal tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya tuntutan karir dan mengurus keluarga.

Pada dasarnya, stress dapat terjadi pada siapa saja, namun wanita lebih rentan untuk mengalaminya. Penyebab stress pada wanita bisa didapatkan karena adanya masalah pekerjaan, kurangnya dukungan dari lingkungan, pasangan atau masalah keluarga.

Jika, hal tersebut terjadi jangan segan-segan untuk bercerita kepada orang yang terpercaya ya grameds. karena jika terus dipendam akan meledak dan mengakibatkan depresi.

7. Cemas

Apakah Grameds sering merasakan panik hingga jantung berdebar? sehingga hal tersebut dapat membatasi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan karena hal tersebut grameds langsung menangis karena tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Faktanya, gangguan kecemasan ini seringkali terjadi pada wanita lalu emosi yang datang saat itu juga dapat menyebabkan perasaan menangis walaupun saat sedang tidak panik sekalipun dapat menangis.

Jangan dibiarkan berlama-lama ya grameds, pasti berat dan ganggu banget aktifitasmu, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kejiwaan supaya grameds bisa menjalani kehidupan seperti semula lagi. Karena senyum Grameds membawa keceriaan untuk sekitar. Semangat ya Grameds!

Rekomendasi Buku Tentang Wanita

1. Why Men Lie and Woman Cry

Mengapa Wanita Lebih Mudah Menangis

Buku Why Men Lie and Women Cry ini menyatakan bahwa kelenjar air mata yang ada pada wanita lebih aktif daripada pria, hal ini membuat respons emosional yang lebih besar yang terjadi pada otak wanita. Jasi, hal inilah yang membuat wanita mempunyai kecenderungan lebih banyak menangis dibandingkan pria.

Air mata dibuat di bagian kelenjar air mata yang ada di atas mata lalu dibuang oleh saluran yang ada di sudut bagian dalam mata yang akhirnya akan mengalir ke rongga hidung. Pada situasi emosional atau tertekan, kelebihan air mata bisa terbuang cukup cepat melalui saluran air mata dan berujung menuju pipi.

Banyak perbedaan yang dimiliki oleh wanita maupun pria yang tidak dapat memahami pasangannya. Kadang perbedaan inilah yang membuat para pasangan menjadi kesal, emosi, dan frustasi yang berujung pada pertengkaran.

Allan dan Barbara Pease menawarkan peluang nyata untuk melenyapkan berbagai kesedihan, kecemasan, dan kebingungan terhadap lawan jenis. Pembahasannya penuh akal sehat dan fakta ilmiah yang sangat memberdayakan, tetapi dihadirkan dengan jenaka dan mudah dipahami.

Buku ini membantu Grameds untuk lebih memahami lawan jenis, sekaligus memahami diri sendiri. Buku ini bertujuan untuk membuat diri sendiri maupun pasangan untuk dapat menjalani hidup yang lebih bahagia, harmonis dan sejahtera. Penasaran Grameds? Yuk segera dapatkan bukunya ya!

2. Psikologi Wanita 1 (Mengenal Gadis Remaja & Wanita Dewasa)

Mengapa Wanita Lebih Mudah Menangis

Buku yang berjumlah 350 halaman dan terbit pada 29 Januari 2021 lalu bertujuan untuk menjelaskan kehidupan psikis seorang wanita yang normal beserta dengan macam-macam konflik yang mengikutinya. Perlu Grameds ketahui bahwa kesehatan psikis itu tidak hanya ditandai dengan konflik batin namun oleh kemampuan seseorang dalam menemukan metode maupun cara yang tepat dalam mengatasi konflik tersebut serta memecahkan kesulitan yang ada di dalam hidupnya. Maka, studi tentang proses yang terjadi dalam hidup manusia dengan banyaknya macam konflik dan batin turut serta untuk menolong mengenai kehidupan tentang kejiwaan manusia dalam sehari-hari.

Selain itu didalam bukunya juga terdapat tentang perbedaan karakter wanita dan pria, dasar pertimbangan dalam memilih jodoh, kompleks kelaki-lakian, wanita yang aktif, homoseksualitas dan lesbianisme, pengaruh milieu, kebudayaan terhadap kepribadian wanita dan masih banyak lagi yang grameds dapatkan. Apakah grameds tertarik untuk membacanya? Yuk, segera dapatkan bukunya di gramedia.com!

3. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita

Mengapa Wanita Lebih Mudah Menangis

Buku karya Emy Kusmiran ini menjelaskan tentang remaja mempunyai karakteristik yang khas dalam suatu periode kehidupan, berbagai perubahan yang terjadi dari bermacam aspek, dimulai dari biologis, psikologis, sosial, dan budaya yang turut serta menyertainya. Begitu pula dengan wanita yang mempunya ciri khasnya sendiri. Wanita mempunyai kebutuhan kesehatan khusus yang berhubungan dengan fungsi seksual dan reproduksinya. Yang tidak kalah penting akhir-akhir ini adalah isu gender. Dalam lingkungan sosial wanita kerap sekali banyak masalah dan tekanan yang menghampiri sehingga membuat wanita suka minder maupun insecure dalam menjalani kehidupan sosial.

Buku Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita menjelaskan berbagai hal yang penting dalam mengenai kesehatan reproduksi bagi remaja dan wanita. Yang dijelaskan di dalam buku ini dibahas secara singkat, jelas dan lengkap sehingga sangat cocok digunakan untuk masyarakat. Tidak menutup kemungkinan buku ini juga cocok untuk seseorang yang sedang mempelajari ilmu kesehatan terutama jurusan kebidanan, keperawatan, kedokteran dan masih banyak lagi. Yuk! segera dapatkan buku Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita.

Jangan lupa membeli buku tersebut di gramedia.com ya, karena banyak promo dan diskon menantimu! Jangan sampai ketinggalan!

BACA JUGA:

  1. Rekomendasi Buku Tentang Wanita 
  2. Rekomendasi Buku Tentang Perempuan 
  3. Buku Tentang Feminisme: Memahami Kesetaraan Gender 
  4. Karya-Karya Populer dengan Pesan Feminis yang Inspiratif 
  5. Kumpulan Tips dan Cara PDKT ke Perempuan Dambaan 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda