in

Kayu Jati Belanda: Asal-Usul, Kelebihan, dan Kekurangannya

Pixabay.com

Kayu Jati Belanda – Kayu jenis satu ini memang menjadi idola bagi banyak orang. Nggak percaya? Kalau kamu cek di marketplace, banyak sekali seller yang menawarkan kayu jati Belanda. Lantas, seperti apa spesifikasi kayu jati yang satu ini? Apakah ada kaitannya dengan negara Belanda? Semua pertanyaan tersebut akan kita rangkum bersama dalam tulisan ini.

Asal-Usul dan Fakta Kayu Jati Belanda

Banyak sekali yang mengira bahwa kayu jati Belanda merupakan salah satu jenis dari kayu jati. Hal itu wajar saja sebab dari namanya saja sudah menjelaskan “kayu jati”. Namun sayang, perkiraanmu tidak benar.

Kayu jenis ini bukanlah kayu yang berasal dari kayu jati. Kedua jenis kayu ini berbeda. Kayu jati ini justru berasal dari kayu pinus.

Fakta lainnya adalah kayu ini tidak berasal dari negeri kincir angin. Kayu ini bisa tumbuh di banyak penjuru dunia, terlebih di Indonesia yang tanahnya dikenal subur. Lalu mengapa disebut dengan kayu jati Belanda?

Kayu ini merupakan kayu yang sering digunakan sebagai bahan pembuatan palet kayu. Perlu diketahui, palet kayu merupakan sebuah susunan rangka kayu yang dibentuk menjadi alas atau peti dan digunakan untuk mengangkut barang. Palet kayu berfungsi untuk melindungi barang yang hendak dikirim sehingga tidak pecah, penyok, atau rusak selama proses pengiriman.

[algolia_carousel]

Palet kayu tersebut biasa digunakan untuk ekspor atau impor barang keluar dan dari luar negeri. Belum lagi, anggapan pendahulu kita mengasosiasikan luar negeri dengan Belanda karena efek jaman penjajahan yang begitu lama. Inilah mengapa kayu ini dinamakan sebagai kayu jati Belanda.

Sebentar, satu lagi yang belum terbahas. Lalu mengapa kayu ini dinamakan kayu jati padahal berasal dari kayu pinus? Kayu pinus memiliki serat yang indah seperti kayu jati. Karena keindahan serat yang hampir sama dengan kayu jati, kayu ini dinamai kayu jati Belanda.

Kayu Jati Belanda
Furniture dari Kayu Jati Belanda (Sumber: Kompas.com)

Kelebihan Kayu Jati Belanda

Menjadi idola sepanjang masa para pecinta furnitur dan bahan kayu tentunya bukan tanpa sebab. Ada banyak kelebihan yang dimiliki kayu ini. Di bawah ini merupakan kelebihan-kelebihan yang dimiliki.

1. Memiliki Serat yang Indah

Sebagaimana uraian sebelumnya, salah satu sebab kayu ini dinamai sebagai “kayu jati” adalah seratnya yang indah menyerupai serat kayu jati. Jika diperhatikan, serat kayu ini tampak menonjol dengan alur yang sangat jelas. Alhasil kayu ini memiliki desain khas natural yang sangat indah.

Keindahan serat yang dimiliki kayu jati ini memikat para pengrajin furniture untuk menggunakannya sebagai bahan untuk pembuatan produk-produk mereka. Berbagai produk furniture yang bergaya alami tampak cantik dengan kayu ini. Belum lagi tekstur kayu ini yang halus.

Tidak hanya menampilkan estetika yang tinggi, kayu ini juga menjadikan produk furniture tidak perlu diamplas berlebihan. Secukupnya saja. Semakin tua kayu jati ini, semakin indah guratan alami yang dimilikinya.

2. Harga Terjangkau

Meskipun ada nama “kayu jati”, nyatanya harga kayu jati Belanda tidak semahal kayu jati asli. Bahkan selisih harganya sangat jauh. Kamu bisa mendapatkan kayu jati ini dengan harga tiga kali lipat lebih murah daripada kayu jati asli. Lebih ekonomis bukan?

Harga yang terjangkau tersebut dikarenakan kayu jati ini memiliki stok yang sangat melimpah. Di sisi lain, permintaan akan kayu jati ini belum sebanyak permintaan akan kayu jati asli. Ditambah lagi, kayu pinus sebagai penghasil kayu ini memiliki kemampuan tumbuh sepanjang tahun yang relatif cepat.

Faktor lain adalah kayu ini merupakan kayu bekas yang sudah tidak dibutuhkan lagi. Meskipun kayu bekas yang sudah tidak dibutuhkan, kayu ini masih memiliki kualitas yang bagus. Oleh karena itu, harga kayu jati ini bisa ditekan dibanding kayu pinus.

3. Warna Mudah Dikombinasikan dengan Warna Lain

Warna natural dari kayu jati Belanda adalah warna yang cerah. Penampangnya tampak begitu terang. Kecerahan warna yang dimiliki kayu ini menjadikan seratnya terlihat menonjol.

Warnanya yang cerah menjadikan kayu jati ini mudah untuk dikombinasikan dengan warna lain, baik dikombinasikan dengan furniture berwarna lain maupun tembok atau wallpaper dinding yang berwarna lainnya. Tidak cukup di situ, melakukan finishing sesuai dengan keinginan pada kayu jati ini sangat mudah. Kamu dapat memiliki ingin tampilan clear ataupun colorful dengan bebas.

Kayu Jati Belanda

4. Lunak

Kelebihan lainnya dari kayu jati Belanda adalah lunak. Sifat ini menguntungkan kayu jati ini karena dengan demikian, kayu ini mudah dibentuk sesuai dengan keinginan kamu. Hal ini dapat kamu buktikan sendiri dengan mengecek berapa banyak furniture yang menggunakan bahan ini.

Sifat lunak ini juga menjadikan kayu jati ini lebih tahan terhadap benturan keras. Sifat ini kemudian diterapkan pada banyak furniture agar tidak mudah rusak.

5. Ringan

Kelebihan lain dari kayu jati ini adalah bobotnya yang relatif lebih ringan dibandingkan bobot kayu jati asli. Dengan kelebihan ini, kayu jati ini lebih mudah untuk kamu angkat atau pindahkan. Oleh karena itu, bagi kamu yang berniat untuk seringkali memindahkan furniture yang kamu miliki, memilih furniture berbahan kayu jati Belanda bisa dijadikan pertimbangan.

6. Tahan dari Serangan Serangga

Meskipun memiliki bobot yang relatif ringan, tingkat ketahanan dan keawetan kayu jati ini tidak bisa kamu ragukan, Grameds. Kayu ini memiliki daya tahan yang cukup baik, meski juga perlu diawasi lebih jeli. Getah yang dihasilkan pohon pinus dapat menguatkan kayu ini secara bertahap.

Tidak hanya itu, getah pinus tersebut menjadi racun bagi serangga-serangga . Hal tersebut menyebabkan kayu jati ini juga tahan dari serangan serangga. Oleh karena itu, hewan-hewan seperti rayap, kumbang kayu, dan kutu bubuk enggan mendekati kayu jati ini, apalagi menggerogotinya.

7. Tahan Terhadap Guncangan

Kelebihan lain dari kayu jati ini adalah tingkat elastisitas yang tinggi pada kayu ini, sehingga kayu ini dapat tahan terhadap guncangan. Oleh karenanya, risiko kayu ini akan guncangan gempa terbilang minim.

Ketahanan terhadap guncangan ini menjadi salah satu alasan dipilihnya kayu ini sebagai bahan pembuatan palet kayu. Sebagaimana kita tahu bahwa palet kayu seringkali dipindahkan untuk keperluan ekspedisi. Kamu juga dapat memilih furniture berbahan kayu jati Belanda jika kamu sering merubah posisi furniture di rumahmu.

8. Ramah Lingkungan

Pemanfaatan kayu pinus dianggap tidak merusak lingkungan hayati sebab pertumbuhan pohon pinus sangat cepat. Tanpa mengenal musim, pohon pinus akan terus menerus tumbuh sepanjang tahun. Agar dapat dipanen dan dimanfaatkan kayunya, pohon pinus tidak perlu menunggu waktu yang lama.

Tingkat pertumbuhan yang terbilang cepat ini menjadikan kayu jati yang satu ini bersifat ramah lingkungan. Selain tidak memiliki efek buruk bagi lingkungan hayati, kayu jati ini dapat diperbaharui dengan cepat.

9. Tahan Terhadap Penyusutan atau Pembengkakan

Ketika berada pada cuaca yang ekstrim, mayoritas kayu bisa saja mengalami perubahan bentuk dan ukuran dari kondisi awalnya. Kelembapan dan suhu yang ekstrim dapat menyebabkan kayu-kayu tersebut menyusut atau justru membengkak. Kabar baiknya, kayu jati Belanda memiliki tingkat kestabilan yang tinggi.

Kayu ini mampu mempertahankan bentuk dan ukurannya sesuai kondisi awalnya dalam jangka waktu yang lama. Hal ini disebabkan oleh kadar penyusutan dan pembengkakan yang sangat minim pada kayu Jati Belanda.

[algolia_carousel page=2]
Kayu Jati Belanda
Kayu Jati Belanda (Sumber: Courtina)

Kekurangan Kayu Jati Belanda

Tak ada gading yang tak retak. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Peribahasa ini juga berlaku pada kayu jati ini.

Di samping segala kelebihannya, kayu jati Belanda juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu untuk kamu ketahui. Apa saja itu? Kita simak di bawah ini ya, Grameds.

1. Kandungan Getah yang Tinggi

Di samping menambah kekuatan kayu, getah pohon pinus di satu sisi juga memberikan efek negative. Kandungan getah yang tinggi menyebabkan kayu ini memerlukan proses pengeringan yang lama dan cukup memakan waktu. Dalam proses finishing, getah pinus yang belum kering dapat mengurangi daya rekat.

Jika kamu ingin menyambung satu kayu dengan kayu lainnya, lem kayu pun tidak akan dapat banyak membantu jika masih terdapat getah di permukaannya. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan kayu tersebut sudah bersih sempurna dari getahnya. Hal ini menyebabkan proses pengolahan kayu jati ini menjadi lama.

2. Butuh Perawatan Ekstra

Di balik melimpahnya stok kayu jati ini, kamu harus melakukan perawatan ekstra apabila memiliki furniture yang berbahan kayu jenis ini. Untuk mempertahankan serat alami dan kualitasnya, kamu harus rutin memoles ulang furniture yang kamu miliki. Hal ini perlu kamu lakukan agar kayu tersebut tetap awet dan tidak mudah rusak.

3. Terkesan Kuno

Warna yang cerah menjadikan kayu jati ini tampak kuno, klasik, tradisional, dan etnik. Bagi sebagian orang, hal ini menjadikan kayu jati ini tampak kurang modern. Menjadikan kayu ini tampak stylish juga sulit untuk ditampilkan modern.

4. Struktur Tidak Terlalu Kuat

Struktur kayu jati Belanda yang tidak terlalu kuat menyebabkan permukaannya mudah tergores. Oleh karena itu, kamu perlu memasang sikap hati-hati yang ekstra untuk bagian luar perabotan furniture yang kamu miliki tidak tergores.

5. Sambungan yang Berlebihan Dapat Menyebabkan Lubang

Sifat kayu jati Belanda yang lunak dapat menimbulkan lubang jika terdapat sambungan-sambungan kayu yang berlebihan. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, kamu perlu memastikan bahwa pengrajin yang mengerjakan furniture-mu memiliki kemampuan yang mumpuni. Demikian perlu kamu pastikan agar kamu tidak menyesal di kemudian hari.

Kayu Jati Belanda

Kayu Jati Belanda Berbeda dengan Kayu Pinus

Lho, maksudnya? Kayu jati ini memang berasal dari kayu pinus. Namun kayu jati Belanda bukan berasal dari kayu pinus yang solid.

Kayu pinus solid merupakan kayu pinus hasil produksi alam yang memang didesain untuk produksi mebel sehingga memiliki kualitas yang lebih baik. Sementara kayu jati Belanda atau kayu palet merupakan kayu bekas. Kayu palet tersebut merupakan bekas kayu kemas dalam industri logistik, kemudian diolah dan dimanfaatkan untuk mebel rumah, kafe, maupun perkantoran.

Kesan unik yang ditampilkan oleh kayu jati ini cocok untuk diterapkan di tempat yang memang didesain ala vintage atau industrialis . Pengelola-pengelola tempat tersebut memang menginginkan barang-barang lama agar kental nuansa klasiknya.

Dari sisi ketersediaan bahan baku, jelas bahwa kayu jati Belanda merupakan kayu bekas. Sedangkan kayu pinus memang ditanam untuk tujuan produksi mebel sehingga telah diatur sedemikian rupa agar dapat diterima.

Secara pengolahan, kayu palet atau kayu jati Belanda tidak melewati proses sesempurna kayu pinus. Dalam proses oven misalnya, kayu jati ini pada umumnya relatif masih basah. Sedangkan kayu pinus di-oven dengan tingkat kekeringan yang lebih baik agar memiliki kualitas yang lebih baik.

Kemampuan kayu jati ini untuk meminimalisasi adanya retak atau lubang tidak sebaik kayu pinus. Retak rambut yang muncul di antara perabot dapat menjadi celah bagi serangga untuk masuk.

Dari segi ketahanan, kayu pinus solid sangat tahan terhadap ancaman kadar jamur bluestain, mata kayu, dan empulur. Sementara itu, Mesori Kristofani Siagian, seorang desainer interior dari Ideo Designwork, menyatakan bahwa kurang maksimalnya kualitas kayu jati Belanda mengharuskan konsumen untuk lebih berhati-hati dalam memilih perabot jenis kayu palet. Hal ini karena potensi adanya retak rambut dan lubang.

Dari segi harga, kayu jati ini memang lebih terjangkau. Efeknya perabot berbahan kayu jati ini juga memiliki harga yang sangat terjangkau. Hal ini tidak mengherankan, karena perabot-perabot tersebut berasal dari kayu-kayu bekas.

Sebaliknya, kayu pinus sekilas terlihat lebih mahal dibandingkan kayu jati ini. Namun jika dilihat dari sisi kualitasnya, harga tersebut bukan mahal. Harga tersebut lebih cocok dikatakan worthy, sesuai dengan kualitas yang dihasilkan. Ibarat kata, mengeluarkan uang yang sepadan untuk memperoleh kualitas yang lebih baik.

Kesimpulan

Dari pembahasan kali ini, kita dapat mengambil beberapa kesimpulan mengenai kayu jati Belanda. Kesimpulan tersebut akan kita rangkum berupa poin-poin di bawah ini:

  1. Kayu jati jenis ini bukanlah kayu jati, melainkan kayu pinus bekas yang dimanfaatkan ulang untuk menjadi perabot. Kayu jati Belanda juga disebut sebagai kayu jati londo dan kayu palet karena sering digunakan untuk membuat palet kayu.
  2. Kayu jati Belanda pada umumnya diimpor dari luar negeri. Namun bukan berarti selalu dari negeri kincir angin. Jaman dulu, kegiatan ekspor maupun impor seringkali dikaitkan dengan Belanda karena banyaknya komoditas yang dikirim oleh orang-orang Belanda ke negara mereka.
  3. Karena berasal dari kayu bekas, harga kayu jati Belanda relatif lebih murah. Sementara kayu pinus lebih worthy.
  4. Kelebihan kayu jati ini adalah memiliki serat yang indah, harga terjangkau, warna mudah dikombinasikan dengan warna lain, ringan, tahan dari serangan serangga, tahan terhadap guncangan, ramah lingkungan, dan tahan terhadap penyusutan atau pembengkakan.
  5. Kekurangan kayu jati ini adalah kandungan getah yang tinggi, butuh perawatan ekstra, terkesan kuno, struktur tidak terlalu kuat, dan sambungan yang berlebihan dapat menyebabkan lubang.
  6. Kayu jati Belanda (kayu palet) berbeda dengan kayu pinus solid. Kayu pinus solid memang didesain untuk produksi perabotan sementara kayu palet merupakan kayu bekas yang dimanfaatkan ulang.
  7. Dengan perbedaan antara kayu jati Belanda dengan kayu pinus solid, tentu berpengaruh pada kualitas yang dihasilkan oleh kedua kayu tersebut. Kayu pinus solid memiliki ketahanan yang lebih lama karena kadar kadar empulur dan jamur bluestain hanya di bawah 20%.

Kayu Jati Belanda

Grameds, demikian ulasan mengenai kayu jati Belanda ini. Jika Grameds tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang kayu jati lainnya, kamu bisa mendapatkan buku-buku yang mengulasnya di https://www.gramedia.com/. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu siap menemani kamu dengan pilihan buku-buku terbaik kami, agar kamu mendapatkan informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Mutiani Eka Astutik

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Kayu Jati Belanda

  1. Jenis-Jenis Kayu Beserta Karakteristik dan Manfaatnya
  2. Kayu Sonokeling: Pengertian, Manfaat, Ciri, dan Contohnya
  3. Tumbuhan Langka di Indonesia dan Fotonya
  4. 10 Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia
  5. Tanaman Hias Indoor Hits 2022 & Perawatannya
  6. 15 Cara Merawat Tanaman Hias Daun & Bunga

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda